
Fairel tiba di kediaman Halley saat langit sudah gelap. Pria itu sudah langsung mencak-mencak begitu sampai di rumah karena mendapati Angga yang sedang berada di kamar Reina, lalu dua sejoli itu juga sedang berpelukan di atas kasur di dalam selimut.
Hhhh!
Meskipun Angga dan Reina masih terlihat memakai baju lengkap, tapi tetap saja hal itu membuat Fairel begitu emosi karena hubungannya bersama Rossie saja masih belum menemukan kejelasam, sementara Reina dan Angga malah terang-terangan bersikap mesra di depan Fairel!
Membuat iri saja!
Tadi saja Fairel sudah kesal pada Beth yang tertawa bahagia bersama Reandra di depan toko kue, padahal Fairel sudah merasa bersalah karena sempat membuat Beth menangis di Halley Development. Fairel bahkan sampai jauh-jauh datang ke Sweety Cake demi minta maaf pada Beth.
Tapi ternyata airmata Beth tadi hanya gimmick semata!
Cih! Dasar Beth menyebalkan!
Fairel tak akan lercaya lagi pada gadis itu dan semoga Fairel juga tak akan pernah bertemu lagi dengan gadis tukang kue menyebalkan itu!
"Sudah pulang, Iel?" Sapa Dad Liam yang langsung membuyarkan lamunan Fairel.
Tadi Fairel baru saja menggiring Angga dan Reina untuk keluar dari kamar dan mengobrol di ruang tengah saja. Fairel hanya sedang mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin saja akan dilakukan oleh Reina dan Angga.
Sekalian berjaga-jaga agar Dad Liam tak terkena serangan jantung!
"Sudah, Dad!" Jawan Fairel sembari mencari-cari Reina dan Angha yang sudah dengan cepat menghilang dari pandangan. Namun kemudian Fairel langsung bernafas lega, saat mendapati Reina dan Angga yang rupanya sudah duduk di sofa ruang tengah.
Baguslah, kalau dua sejoli itu akhirnya mau menuruti perintah Fairel!
"Cepat istirahat kalau begitu!" Ujar Dad Liam selanjutnya pada Fairel yang masih berdiri di bawah tangga.
Dad Liam baru saja akan berlalu, saat tiba-tiba Fairel ingat pada sesuatu....
"Dad!" Panggil Fairel yang bergegas menyusul langkah Dad Liam.
"Ada apa?" Tanya Dad Liam yang sudah menghentikan langkahnya di depan kamar. Pria paruh baya itu menatap serius pada Fairel.
"Bagaimana cara Dad dulu membatalkan pernikahan Mom dengan pria yang hendak jadi calon suami Mom?" tanya Fairel seraya menatap serius pada Dad Liam yang terlihat kaget.
Pertanyaan Fairel ini sebenarnya bukan tanpa alasan.
Memang sudah menjadi cerita turun-temurun di keluarga Halley tentang perjalanan cinta setiap anggota keluarga Halley yang kesemuanya penuh sejarah.
Seperti misalnya Opa Dev yang ternyata pernah menikahi adik kandung dari Oma Belle sebelum menjadi suami Oma Belle. Lalu Aunty Anne dan Uncle Abi yang katanya dulu menikah saat keduanya sama-sama masih berusia delapan belas tahun.
Luar biasa!
Fairel saja saat usia delapan belas tahun sedang asyik menikmati dunia remajanya!
Pantas saja Keano usianya lebih tua dari Fairel, padahal Aunty Anne jelas-jelas adalah adik Dad Liam!
Dan mengenai kisah cinta Dad Liam dan Mom Yumi, Fairel juga tahu dengan jelas, kalau sebenarnya sebelum menikah dengan Dad Liam, Mom Yumi pernah hampir menikah dengan seorang pria tua kaya raya di kampungnya. Namun Dad Liam berhasil menggagalkan semuanya di detik terakhir hingga akhirnya Dad Liam-lah yang menjadi suami Mom.
Setidaknya, itulah cerita yang disampaikan Uncle Abi selaku saksi utama dari pernikahan dadakan Dad Liam dan Mom Yumi!
"Bagaimana caranya, Dad?" Tanya Fairel sekali lagi karena Dad Liam yang malah ternganga alih-alih menjawab.
"Kau sedang bertanya? Pernikahan siapa yang mau kau batalkan, hah?" Cecar Dad Liam akhirnya sembari mendelik pada Fairel.
"Rossie dan Keano!"
"Jika Dad bisa melakukannya, maka Iel juga pasti bisa," ujar Fairel penuh tekad.
Ya, jika memamg Keano dan Rossie sudah jadian, maka Fairel akan menghancurkan hubungan mereka dan merebut Rossie dari Keano!
__ADS_1
"Itu beda cerita, Iel!!" Ucap Dad Liam yang tiba-tiba sudah merengkuh kedua pundak Fairel.
Mendadak mengingatkan Fairel pada satu adegan siang tadi di Halley Development....
Baiklah, lupakan saja!
Fairel tadi mencengkeram pundak Beth tidak keras, kok!
Gadis itu saja yang lebay dan playing victim!
"Apanya yang berbeda, Dad?"
"Fairel mencintai Rossie, dan Fairel tidak mau kalau Rossie dan Keano sampai-"
"Iel, dengarkan Dad!" Potong Dad Liam yang kini sudah ganti menatap tegas pada Fairel.
"Dad tahu kau mencintai Rossie dan kau tergila-gila pada gadis itu!"
"Tapi kau juga harus menerima kenyataan kalau Rossie tidak mencintaimu!"
"Rossie tidak pernah mencintaimu, Iel!" Ucap Dad Liam tegas dan berulang-ulang.
Namun hati kecil Fairel masih terus menyangkalnya. Rossie bukannya tidak mencintai Fairel! Rossie hanya belum menyadari perasaannya yang sesungguhnya pada Fairel!
Rossie saja masih perhatian pada Fairel di acara ulang tahunnya semalam!
"Rossie sudah menjatuhkan pilihannya pada Keano dan kau harus menerima itu dengan lapang dada, Iel!"
"Kau harus berlapang dada!" Tegas Dad Liam sekali lagi pada Fairel yang kini hanya mematung.
"Lagipula, tak ada gunanya juga kau terus mengejar gadis yang sama sekali tak mencintaimu, Iel!"
"Tak ada gunanya!"
"Dad yakin kalau di luar sana ada gadus yang seribu kali lebih baik dari Rossie yang kelak akan menerima cintamu dan membalas cintamu juga dengan tulus-"
"Tapi Iel hanya mau Rossie, Dad!" Sergah Fairel yang tetap keras kepala. Fairel masih belum mau menyerah!
"Jangan konyol!"
"Rossie sudah jelas menolakmu dan dia lebih memilih Keano! Jadi berhenti menginginkannya!" Ucap Dad Liam tegas.
"Dad tahu kalau keinginanmu untuk memiliki Rossie itu sebenernya hanya sepuluh persen cinta dan sembilan pulih persen gengsi!" Ujar Dad Liam kemudian yang langsung membuat Fairel menatap aneh pada Dad Liam.
Apa maksud Dad Liam mengatakan itu semua? Fairel mengejar-ngejar Rossie hanya demi gengsi?
"Apa? Dad benar, kan?"
"Kau hanya gengsi dan takut kalah saing dari Keano! Makanya kau selalu mengejar-ngejar Rossie seperti orang gi-"
"Kenapa Dad bicara seperti itu? Iel benar-benar mencintai Rossie, Dad!" Sergah Fairel menyela. Tentu saja Fairel merasa tak terima dengan tuduhan Dad Liam barusan. Bisa-bisanya Dad kandung Fairel itu berpikir sepicik itu!
"Dan Iel tak pernah gengsi apalagi takut kalah saing dari Keano!" Tegas Fairel sekali lagi yang hanya membuat Dad Liam mencibir.
"Iel serius, Dad!" Sergah Fairel dengan suara yang sudah meninggi.
"Pelankan suaramu!" Perintah Dad Liam tegas.
Sekaligus galak!
"Dan berhentilah mengejar Rossie!"
__ADS_1
"Kau harus move on, Iel!
"Move on!" Ucap Dad Liam berulang-ulang.
"Carilah wanita lain di luaran sana! Wanita di dunia ini bukan hanya Rossie semata! Dan duniamu juga tak akan kiamat hanya karena kau tak jadi memiliki Rossie!" Sambung Dad Liam panjang lebar dengan nada berapi-api.
"Iya, Dad!" Jawab Fairel akhirnya yang masih setengah hati. Fairel masih enggan move on dari Rossie. Selama janut kuning belum melengkung, itu artinya Fairel masih punya kesempatan!
"Move on!" Ucap Dad Liam sekali lagi yang kembali merengkuh kedua pundak Fairel.
"Iya, Dad! Iel akan move on!" Jawab Fairel lagi tetap setengah hati.
Di bibir bilang move on, tapi di hati tetap tidak mau move on.
Apa itu move on?
"Bagus!"
"Dad menunggu kau mengenalkan seorang gadis pada Mom dan Dad, lalu dengan lantang mengatakan, 'Iel mencintai gadis ini, Dad! Dan Iel akan segera menikahi gadis ini!'" Ujar Dad Liam yang tak terlalu digubris oleh Fairel.
"Kau mendengar Dad, Iel?" Dad Liam sudah mengguncang pundak Fairel sekarang karena putranya itu yang hanya diam membisu.
"Iel!"
"Iya, Dad!" Jawab Fairel akhirnya.
"Bagus!" Ucap Dad Liam sekali lagi sebelum pria paruh baya itu melepaskan rengkuhannya pada pundak Fairel. Dad Liam yang sudah meraih knop pintu, mendadak tak jadu masuk ke kamar dan menghampiri Fairel lagi.
"Dad lupa bilang, kalau besok sore kau akan ke luar kota--"
"Apa?" Fairel langsung menyela dengan cepat. Padahal Fairel baru saja membuat sederet rencana di kepalanya untuk merebut Rossie dari Keano.
"Maaf jika Dad memberitahunya mendadak. Tapi Dad hanya bisa mengandalkanmu karena Ryan juga tak bisa pergi."
"Nona sedang sakit," tukas Dad Liam panjang lebar yang langsung membuat Fairel berdecak. Mau menolak juga percuma!
"Berapa lama, Dad?" Tanya Fairel akhirnya sedikit putus asa.
Apa jangan-jangan ini bagian dari konspirasi Dad Liam agar Fairel move on dari Rossie?
Cih!
Fairel tetap tak akan menyerah!
"Satu pekan!" Jawab Dad Liam yang langsung membuat Fairel menganga.
"Tapi semoga kau bisa pulang sebelum acara pertunangan Reina minggu depan," imbuh Dad Liam lagi.
"Ya!"
"Reina akan berubah jadi monster jika Iel tak pulang, meskipun kamu selalu berseteru," seloroh Fairel seraya menatap pada Reina yang masih terlihat asyik mengobrol bersama Angga.
"Kau bisa pergi besok sore!"
"Sekarang istirahatlah!" Titah Dad Liam seraya menepuk punggung sang putra. Pria paruh baya itu lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Fairel yang masih berkubang dalam kebimbangan.
Semoga nanti saat Fairel pulang dari luar kota, Rossie dan Keano sudah putus dan Rossie sudah menyambut Fairel di bandara kota, lalu llangsung menghambur ke dalam pelukan Fairel!
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.