Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
TUTUP


__ADS_3

Beth baru membuka pintu kamar perawatan Abang Timmy, saat gadis itu mendapati sang abang yang sudah bangun dan duduk di atas bed perawatan. Tangan Abang Timmy juga terlihat sedang mengutak-atik ponselnya.


"Kau darimana, Beth?" Tanya Abang Timmy yang sejenak menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Beth yang sudah dengan cepat menghampiri abangnya tersebut.


"Dari--"


Pertanyaan Abang Timmy belum selesai, saat Beth sudah mengambil ponsel abangnya tersebut dengan secepat kilat.


"Beth!" Tegur Abang Timmy yang hanya diabaikan oleh Beth yang langsung menelusuri riwayat chat di ponsel Abang Timmy. Beth segera mencari satu kontak yang bernama....


Kath!


Beth yang sudah menemukan kontak Kath, segera membuka foto profil yang tertera. Beth bahkan mem-zoom-nya agar wajah pemilik nama Kath itu semakin jelas. Dan benar saja....


"Kau sedang mencari apa?" Tanya abang Timmy yang sudah mengulurkan tangannya sebagai tanda kalau ia meminta Beth untuk mengembalikan ponselnya.


"Abang menjalin hubungan apa dengan sepupunya Rossie?" Tanya Beth yang sudah mengembalikan ponsel Abang Timmy dengan kasar.


Semua pertanyaan yang bercokol di hati dan kepala Beth beberapa hari terakhir seolah sudah menemukan jawaban!


Alasan kenapa Abang Timmy mabuk di malam saat pernikahan Abang Angga. Lalu alasan kenapa Abang Timmy bisa babak belur di kota orang.


"Hubungan apa?" Abang Timmy balik bertanya pada Beth yang kini mendadak kesal pada sang abang.


"Tidak usah pura-pura b*go, Bang!"


"Abang ke kota ini karena ingin menemui Kath, kan?"


"Tapi Kath sudah punya pacar, dan abang tetap keras kepala! Lihatlah sekarang! Abang jadi babak belur dan harus dirawat di rumah sakit!" Beth mengomeli sang abang panjang kali lebar.


"Kenapa Abang Timmy harus melakukan hal bodoh seperti itu?" Tanya Beth kemudian yang kini sudah duduk di kursi di samping bed perawatan Timmy.


"Karena abang mencintainya, Beth!" Ujar Timmy beralasan.


"Konyol sekali! Kath bahkan sudah bertunangan dan hendak menikah dengan kekasihnya!"


"Abang tahu semuanya, tapi Abang tetap nekat pergi kesini untuk..."


"Untuk apa Abang kesini?"


"Abang sedang memperjuangkan cinta Abang!" Jawab Abang Timmy yang balik berteriak pada Beth. Namun kemudian raut wajah Abang Beth itu nampak sendu.


"Abang tadinya mau melamar Kath, tapi--"


"Abang sudah tahu kalau Kath sudah dilamar pria lain, kan? Lalu kenapa masih nekat datang kesini dan mau apa tadi?"


"Melamarnya?" Beth menatap tak percaya pada Abang Timmy yang sepertinya begitu tergila-gila pada Kath Kath tadi.


Ya, Beth akui kalau Kath tadi memang menawan dan parasnya juga cantik. Mungkin Abang Timmy sudah terpikat pada Kath sejak pertemuan pertama. Tapi kalau Kath sudah punya kekasih dan mencintai pria lain, seharusnya Abang Timmy menerima dengan lapang dada dan bukan malah mencari penyakit dengan datang menemui dan melamar Kath yang jelas-jelas sudah dilamar oleh pria lain.


Konyol sekali!


"Beth benar-benar tak habis pikir, Bang!" Tukas Beth lagi bersamaan dengan suara ketukan di pintu.


Beth segera menarik nafas panjang untuk mengendalikan emosinya, dan gadis itu juga meraih beberapa lembar tisu untuk menyeka wajahnya. Beth kemudian membuka pintu kamar perawatan, dan sydaada rombongan dokter serta perawat.


"Selamat pagi," sapa dokter ramah.


"Pagi, Dok! Silahkan masuk!", Ucap Beth seraya mempersilahkan rombongan tadi untuk masuk ke dalam. Perawat langsung memeriksa kondisi Abang Timmy, sementara dokter sudah membuka map yang berisi hasil dari serangkaian pemeriksaan yang kemarin dilakukan pada Abang Timmy.

__ADS_1


"Semuanya bagus dan tak ada cedera di organ dalam," jelas Dokter setelah membaca hasil tes.


"Berarti saya sudah boleh pulang, Dok?" Tanya Abang Timmy yang terlihat tak sabar.


"Iya, boleh! Kau bisa lanjut rawat jalan setelah ini!" Tukas dokter seraya menepuk punggung Abang Timmy.


Setelah menjelaskan dan berpesan beberapa hal, dokter akhirnya pamit dari kamar perawatan Timmy.


"Kau selesaikan dulu administrasinya, Beth!" Titah Timmy kemudian seraya menyodorkan kartu debetnya pada Beth.


"Abang sudah mengirimkan nomor pin-nya ke ponsel kamu," imbuh Tidak lagi dan Beth masih menatap sang abang dengan kesal.


"Beth--"


"Abang harus melupakan Kath!" Sergah Beth seraya menatap tajam pada abang Timmy.


"Iya, abang akan melupakannya!" Jawab Abang Timmy yang nada bicaranya terdengar mengambang seolah tak ada niat di dalamnya.


"Benar-benar melupakan, Bang!" Tegas Beth lagi.


"Iya!"


"Sekarang kamu selesaikan dulu administrasi rumah sakit, karena abang mau pulang siang ini!" Perintah Abang Timmy sekali lagi.


"Semuanya sudah dilunasi oleh Yvone," jawab Beth seraya mendaratkan bokongnya di sofa.


"Kenapa tidak kamu cegah? Abang masih punya uang untuk membayar biaya rumah sakit, Beth!" cecar Timmy yang sepertinya tak habis pikir.


"Beth juga baru tahu tadi saat hendak mengurusnya," tukas Beth seraya mengendikkan bahu.


"Lalu kapan abang bisa pulang?" tanya Timmy lagi.


****


Fairel yang baru tiba di kediaman Halley, membuka kulkas di dapur, lalu menatap satu persatu rak di dalam kulkas seolah sedang mencari sesuatu.


Ya, Fairel sedang mencari rollcake favoritnya!


"Kenapa tidak ada?" Gumam Fairel seraya menutup pintu kulkas. Namun hanya beberapa detik, karena Fairel sudah kembali membuka pintu kulkas dan mencari rollcake lagi.


Masih tetap tidak ada!


Apa toko kue Beth sudah berhenti berproduksi?


"Payah!" Gumam Fairel kemudian merasa kesal. Pria itu juga sudah kembali menutup pintu kulkas dan sedikit membantingnya.


"Iel! Kapan pulang?" Tanya Mom Yumi yang sepertinya baru pulang dari belanja, karena ada dua totebag yang dibawa Mom kandung Fairel tersebut. Seorang maid juga tampak mengekori Mom Yumi seraya membawa beberapa totebag yang lain.


"Baru saja, Mom!"


"Mom beli rollcake dari toko kue Beth?" Tanya Fairel yang langsung mengintip satu persatu totebag yang sudah tersusun di atas meja.


Namun tak ada kue dan isi totebag itu hanyalah buah, sayur, serta aneka macam protein hewani.


Hhhh!


"Mom dari supermarket dan tak mampir ke toko Beth tadi."


"Kau belilah sendiri," ujar Mom Yumi memberikan saran.

__ADS_1


"Iel sedang capek!" Jawab Fairel beralasan. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Fairel sedang menghindari bertemu Beth.


Ya, Fairel hanya ingin menyingkirkan gadis bercelana kodok menyebalkan itu dari pikirannya. Tapi Fairel tak bisa berhenti makan rollcake buatan Beth. Entahlah, ini membingungkan.


Sudah tiga hari Fairel tak makan rollcake favoritnya itu dan sekarang Fairel sudah kangen berat!


"Mom akan menyuruh sopir untuk membelikannya kalau begitu," tukas Mom Yumi akhirnya memberikan solusi.


Fairel tak menjawab, dan pria itu hanya berlalu begitu saja.


"Oh, ya! Tante Vale titip oleh-oleh untuk Mom!" Ujar Fairel tanpa menghentikan langkahnya. Pria itu terus melangkah ke arah tangga, lalu ke arah kamarnya di lantai dua.


****


"Hoaaaam!" Fairel menguap lebar seraya turun ke lantai bawah. Hari sudah beranjak gelap dan Fairel baru bangun dari tidur siangnya.


Ya, tadi setelah naik ke kamarnya di lantai dua, Fairel memang langsung tertidur. Padahal Fairel berencana menunggu sopir yang kata Mom Yumi akan membelikan rollcake ke toko kue Beth.


Harusnya sekarang sopir sudah pulang dan rollcake sudah tersusun rapi di dalam kulkas.


Uugh! Fairel tak sabar lagi untuk segera melahap semua rollcake buatan Beth!


"Sudah bangun, Iel?" Sapa Mom Yumi yang kini sedang sibuk berkutat di dapur, entah memasak apa. Tapi aromanya lumayan harum.


Masakan Mom Yumi memang selalu juara dan tak ada dua!


"Rollcake-nya sudah datang, kan, Mom?" Alih-alih menjawab sapaan Mom Yumi, Fairel malah langsung melontarkan pertanyaan sembari membuka pintu kulkas. Namun Fairel sama sekali tak melihat rollcake Beth di dalam sana.


Apa Fairel masih mengantuk dan salah lihat?


"Toko kuenya tutup kata Pak sopir," tukas Mom Yumi kemudian menjawab pertanyaan Fairel tadi.


"Tutup bagaimana?" Tanya Fairel sembari menutup kasar pintu kulkas. Fairel mendadak emosi, saat mendengar tentang toko kue Beth yang tutup.


Beth kemana memangnya?


Kencan lagi bersama Reandra? Gadis itu benar-benar keras kepala dan tidak bisa dinasehati!


"Iya tutup berarti tidak buka, Iel!"


"Mungkin Beth sedang ada acara," tukas Mom Yumi yang justru malah membuat emosi Fairel membuncah dj dalam dada.


Acara macam apa yang membuat Beth tidak membuka tokonya? Dasar sok sibuk!


Fairel tak berucap sepatah katapun, dan pria itu segera meninggalkan dapur lalu bergegas menuju ke garasi.


"Iel! Kau sudah pulang?" Sapa Dad Liam yang sepertinya baru pulang dari kantor.


"Sudah, Dad!" Jawab Fairel singkat sembari terus melanjutkan langkahnya menuju ke garasi.


"Mau kemana?" Tanya Dad Liam sedikit berseru.


"Keluar sebentar!" Jawab Fairel seraya masuk ke dalam mobil. Tak berselang lama, mobil sudah melaju pergi meninggalkan kediaman Halley.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2