Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
CINCIN


__ADS_3

"Ayo turun!" Ajak Mom Yumi yang langsung membuat Fairel sedikit berdecak.


Sore ini tumben-tumbenan Mom Yumi mengajak Fairel mampir di toko perhiasan, setelah tadi mereka ke butik langganan Mom Yumi.


Mom kandung Fairel itu memang hendak menghadiri acara penting, makanya Mom Yumi sengaja membeli beberapa baju batu dari butik serta perhiasan juga. Padahal biasanya jarang sekali Mom Yumi belanja.


"Nanti kami bantu Mom memilih gelang, ya!" Pinta Mom Yumi seraya menggamit lengan sang putra.


"Dad akan langsung mencak-mencak kalau melihat Mom menggandeng Iel dengan mesra begini," gumam Fairel yang langsung membuat Mom Yumi terkekeh.


"Tapi kan sekarang Dad-mu tidak melihat."


"Atau jangan-jangan pacarmu yang akan cemburu--"


"Iel tidak punya pacar, Mom!" Sergah Fairel ceoat dan sedikit bersungut.


"Iya, barangkali sudah ada calon menantu yang baru untuk Mom," gumam Mom Yumi yang sepertinya sedang berharap.


"Tidak ada!" Jawab Fairel cepat bersamaan dengan mereka yang sudah sampai di dalam toko. Mom Yumi kemudian mulai memilih-milih gelang yang akan ia beli. Wanita paruh baya tersebut sesekali juga meminta pendapat Fairel.


"Iya, yang itu juga bagus, Mom!" Jawab Fairel entah yang keberapa kali karena Mom Yumi yang juga terus saja bertanya.


Mungkin sudah lebih daru tiga puluh menit, Mom Yumi dan Fairel menemani Mom Yumi memilih-milih gelang.


"Semuanya kamu bilang bagus. Mom jadi bingung," Kekeh Mom Yumi yang masih terlihat menimbang di antara dua gelang di tangannya.


"Semuanya memang bagus, Mom! Daripadaku Mom bingung, bungkus saja dua-duanya biar Iel yang bayar!" Ujar Fairel akhirnya seraya mengambil dua gelang yang sejak tadi Mom Yumi timbang-timbang.


"Bungkus dua-duanya!" Perintah Fairel pada pramuniaga toko.


"Iel--"


"Sudah tak apa, Mom! Anggap saja hadiah dari Iel!" Tukas Fairel cepat seraya mencium pipi Mom Yumi.


"Kamu nggak sekalian milih cincin," tawar Mom Yumi kemudian seraya mengendikkan dagunya ke etalase di samping yang berisi macam-macam cincin.


Ingatan Fairel mendadak langsung tertuju pada pertengkarannya dengan Beth kala itu...


"Kau yang mengambil cincinnya, kan?"


"Sama sekali tidak! Aku benar-benar tak tahu cincinnya dimana karena kotak itu sudah kosong saat aku menemukannya!"


"Aku mencuri dan menjual cincin lamaran yang seharusnya kau berikan pada Rossie!"


"Mbak, apa bisa menjual cincin disini tapi tak ada suratnya?" Suara seorang pria paruh baya yang sepertinya baru datang dan berdiri di samping Fairel, langsung membuyarkan lamunan Fairel.


"Bisa dilihat dulu cincinnya, Pak?"


"Iya, Mbak!"


"Ini." Bapak tadi langsung mengeluarkan cincin dari sakunya, dan menunjukkan cincin tersebut pada pramuniaga toko.


Fairel yang turut melihat cincin bermata berlian itu sontak terkesiap.


Bukankah itu....


"Aku mencuri dan menjual cincin lamaran yang seharusnya kau berikan pada Rossie!"

__ADS_1


"Bapak dapat cincin ini dari siapa?" Fairel sudah dengan cepat menyambar cincinnya yang pernah hilang di malam seharusnya ia melamar Rossie.


"S--saya--"


"S--saya nemu, Mas," jawab bapak paruh baya tersebut tergagap.


"Iel ada apa?" Tanya Mom Yumi yang sudah ikut menghampiri Fairel.


"Loh, Pak Wanto, sedang membeli perhiasan juga?" Tanya Mom Yumi tiba-tiba pada pria paruh baya yang tadi hendak menjual cincin Fairel.


"B--bu Yumi," sapa pria paruh baya yang dipanggil Pak Wanto tadi oleh Mom Yumi.


"Mom kenal dengan dia?" Tanya Fairel penuh selidik.


"Dia tukang kebun di rumah Angga."


"Benar, kan, Pak? Pak Wanto masih bekerja di kediaman Hadinata, kan?" Mom Yumi memastikan pada Pak Wanto yang langsung mengangguk meskipun raut wajahnya terlihat takut.


"Lalu bapak dapat cincin ini dari siapa? Bapak membelinya sari seseorang?" Cecar Fairel lagi pada Pak Wanto.


"Maaf, Mas!"


"Saya hanya nemu waktu itu..."


"Saat saya membersihkan kolam renang." Jawab Pak Wanto kemudian yang langsung membuat Fairel membelalak kedua matanya.


"Kolam renang? Kolam renang di rumah Rossie?" Tanya Fairel penuh selidik.


"I-iya, Mas! Tapi waktu itu saya simpan dulu karena barangkali ada yang mencari."


"Seperti Bu Sita atau Nona Rossie atau Nona Reina. Tapi ternyata tak ada yang mencari dan saat ini saya sedang butuh uang...."


"Ini cincin kamu, Iel?" Tanya Mom Yumi kemudian memastikan pada Fairel yang sudah bersandar lesu di dinding toko.


"Dasar maling!"


"Keparat! Kenapa kau mencuri cincinku?"


Semua makian Fairel pada Beth tempo hari, kini berputar dan terus terngiang di benak Fairel.


Jika Pak Wanto menemukan cincin ini di kolam renang rumah Rossie, itu artinya....


"Tunggu aku, Rossie! Aku akan melamarmu malam ini!"


Ingatan Fairel kembali melayang ke kejadian di malam ulang tahun Rossie. Fairel memang sempat membuka kotak cincin untuk Rossie sebelum kemudin ia menutupnya kembali dengan asal, lalu langsung tergesa melesakkannya du saku karena melihat Rossie yang sedang bersama Keano.


Lalu Fairel setengah berlari menghampiri Rossie lewat pinggir kolam, dan....


Byuuur!


"Aku benar-benar tak tahu cincinnya dimana karena kotak itu sudah kosong dan terbuka saat aku menemukannya!" Wajah Beth yang hampir menangis di kantor Fairel saat gadis itu mengembalikan baju, celana, serta kotak cincin Fairel kembali berkelebat di benak Fairel.


Berarti Beth sebenarnya sudah berkata jujur waktu itu...


Lalu kenapa dia harus berbohong dan membuat pengakuan palsu saat di toko?


"Kau belum move on sepenuhnya dari Rossie, kan?"

__ADS_1


"Iel!" Usapan dari Mom Yumi langsung membuyarkan lamunan Fairel. Pria itu kini menatap linglung pada Mom Yumi.


"Jadi, itu cincinmu?" Tanya Mom Yumi sekali lagi.


Fairel tak menjawab, dan langsung menatap pada cincin yang masih ia pegang.


"Maaf, Mas! Saya tak bermaksud mencurinya. Jika itu cincin Mas, saya kembalikan sekarang dan tolong jangan lapor polisi." Mohon Pak Wanto dengan wajah melas yang langsung membuat hati Fairel menjadi terenyuh.


"Bapak butuh uang untuk apa sebenarnya?" Tanya Fairel akhirnya pada Pak Wanto.


"Istri saya sedang sakit, Mas! Dan saya tidak enak jika meminjam uang pada Bu Sita,karena gaji saya selama dua bulan ke depan juga sudah saya pinta kemarin untuk berobat."


"Tapi saya malah kena musibah saat hendak mengirimmya ke kampung, uang saya hilang," cerita Pak Wanto yang langsung membuat Mom Yumi dan Fairel sama-sama terkejut.


"Pak Wanto ikut saya, ayo!" Ajak Fairel akhirnya pada tukang kebun di rumah keluarga Hadinata tersebut.


"Kita mau ke kantor polisi, Mas?" Tanya Pak Wanto yang terlihat takut.


"Bukan, Pak! Kita ke ATM, ya! Biar Fairel bisa kirim uang untuk berobat istrinya Pak Wanto," bukan Fairel, melainkan Mom Yumi yang menjawab xan menenangkan Pak Wanto.


Mom kandung Fairel itu kemudian langsung membimbing Pak Wanto dan mengajaknya pergi ke parkiran.


****


Fairel membelokkan mobilnya ke halaman kediaman Halley, saat kemudian pria itu langsung menemukan motor Keano yang terparkir di dekat teras.


Tumben sepupu Fairel itu berkunjung ke kediaman Halley! Acara kumpul keluarga besar kan masih akhir bulan!


"Kau jadi pergi lagi? Mom akan turun disini saja," tukas Mom Yumi yang langsung melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil Fairel.


Disaat bersamaan, Keano tampak sudah keluar dan hendak pulang.


"Kean, tumben kesini?" Sapa Mom Yumi yang berpapasan dengan Keano.


Fairel yang sudah ikut turun sedikit mencuri dengar alasan Keano datang ke rumah.


Tadinya Fairel memang berniat mengambil motor saja, karena ia ingin cepat-cepat ke toko Beth untuk minta penjelasan. Jika Fairel naik mobil,ia pasti akan terkena macet karena ini adalah jam pulang kantor. Tadi saja Fairel sudah kena macet saat pulang dari toko emas bersama Mom Yumi.


"Kean mengantar undangan untuk Kak Reina, Mom!"


"Kebetulan Kak Reina kan disini karena Abang Angga sedang di luar kota," ujar Keano lagi.


"Undangan dari?" Tanya Mom Yumi lagi.


"Dari Beth. Kemarin dia menitipkannya pada Keano dan Rossie. Kata Beth--"


"Brengsek! Kenapa dia sudah mengirim undangan?" Murka Fairel tiba-tiba yang langsung menyambar kunci motor di tangan Keano.


"Bang--"


"Diam!" Bentak Fairel galak sembari menyalakanesin motor Keano dengan tergesa.


"Iel, kau mau kemana--" Pertanyaan Mom Yumi hanya terbang tertiup angin karena Fairel yang sudah memacu motor Keano dengan kecepatan tinggi meninggalkan kediaman Halley.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2