Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
SETELAH DUA TAHUN


__ADS_3

Dua tahun kemudian....


"Jadi sekarang toko kue Mama kamu pindah kesini dan yang disamping rumah kamu itu...."


"Jadi dapur produksi," jawab Beth cepat sembari menata cake ke dalam showcase.


Ya, sudah enam bulan toko kue Mama Tere pindah ke ruko yang baru. Lokasinya sekarang di tepi jalan utama dan tidak masuk gang lagi. Meskipun rukonya tak terlalu besar, namun setidaknya ruko ini sudah milik sendiri dan letaknya juga strategis.


"Kau jarang terlihat atau membalas pesanku belakangan ini, Yv! Sibuk?" Tanya Beth kemudian pada Yvone yang memang baru pertama berkunjung ke toko baru Beth.


Atau toko baru Mama Tere lebih tepatnya yang sekarang dikelola oleh Beth. Mama Tere memutuskan untuk fokus mengawasi dapur produksi saja dan untuk toko memang sudah sepenuhnya dipegang serta dikelola oleh Beth. Ada satu karyawan yang membantu Beth juga.


"Ya! Aku sibuk dengan pekerjaanku," jawab Yvone yang sejak tadi masih sibuk mengedarkan pandangannya ke setiap sudut toko.


"Sebagai marketing itu? Atau jangan-jangan sudah naik jabatan jadi diatasnya marketing."


"Apa itu?" Tanya Beth yang langsung membuat Yvone tertawa kecil dan geleng-geleng kepala.


"Maaf, aku buta seputar dunia perkantoran karena pekerjaanku hanya seorang tukang kue," tukas Beth kemudian yang sudah ganti menghampiri meja kasir, lalu memeriksa uang di laci kasir. Beth hanya memastikan kalau sudah ada uang kembalian untuk customer nanti.


"Hanya tukang kue."


"Aku bahkan merasa iri dengan kau yang pandai membuat dan menghias kue itu, Beth," ujar Yvone yang kini ganti melihat-lihat kue di dalam showcase. Yvone kemudian menunjuk pada potongan rollcake di dalam showcase dan memberikan kode pada Beth untuk mengambilkan.


"Silahkan!" Ucap Beth sembari mengangsurkan kue tadi pada Yvone.


"Ngomong-ngomong, kau menjaga toko ini sendiri?" Tanya Yvone disela-sela gadis itu melahap kuenya.


"Sebenarnya ada satu karyawan yang membantuku karena kadang aku akan sibuk mengerjakan cake pesanan customer."


"Tapi sepertinya karyawanku tidak masuk hari ini," tukas Beth lagi seraya melihat ponselnya.


"Benar ternyata!" Gumam Beth kemudian setelah membaca pesan berisi izin untuk tak masuk kerja dari karyawannya.


"Jaga sendiri jadinya?" Tebak Yvone yang hanya membuat Beth mengangguk.


"Kau mau menemani?" Tanya Beth berharap.


"Sebenarnya aku ingin. Hanya saja aku ada acara sebentar lagi," tukas Yvone seraya meringis.


"Oh, tidak masalah!"


"Aku memang sudah terbiasa sendiri," tukas Beth yang bibirnya sedikit merengut.


"Aku langsung pamit, ya, Beth!" Ujar Yvone kemudian yang sudah menghabiskan kuenya. Gadis itu kemudian menyodorkan lembaran uang pada Beth.


"Tidak usah, Yv--"


"Tidak! Ambil saja! Aku tidak mau tokomu rugi," sergah Yvone memaksa.


"Hanya satu potong kue dan kau adalah temanku! Astaga!"


"Tidak! Sudah! Ambil saja!" Yvone menyelipkan uangnya dengan paksa ke saku celemek Beth.


"Aku langsung pamit, ya!"


"Bye--"


"Yv!" Panggil Beth yang langsung membiat Yvone berbalik.

__ADS_1


"Apa? Mau bertanya soal Reandra?" Tebak Yvone sok tahu.


"Apa dia masih di USA?" Tanya Beth seraya meringis.


"Aku tidak tahu!" Yvone mengendikkan kedua bahunya seperti dua tahun lalu.


"Aku pikir kau sudah move on dan bertemu pria yang lebih baik, Beth! Ini sudah dua tahun!" Ucap Yvone lagi menatap tak percaya pada Beth yang malah menggeleng.


"Reandra masih belum bisa dihubungi padahal aku masih menunggunya dua tahun ini," aku Beth sedikit bergumam.


"Konyol!" Yvone geleng-geleng kepala, lalu gadis itu keluar dari toko dan tak pamit lagi pada Beth.


"Apa salahnya berharap? Barangkali Reandra memang jodohku." Beth bergumam sendiri dan rasa optimisnya seolah masih belum sirna. Disaat bersamaan, telepon di samping meja kasir mendadak berdering. Beth segera mengangkatnya.


"Halo selamat siang!" Beth langsung menyapa seseorang di ujung telepon dengan sopan dan berbicara sebentar. Rupanya itu adalah customer yang memesan cake satu pekan lalu melalui akun media sosial Beth.


"Oh, jadi diantar sore ini, ya? Baiklah!" Ucap Beth seraya meraih kertas di dekat telepon untuk mencatat alamat customer yang langsung melunasi pembayaran di awal pemesanan tersebut.


"Baiklah, nanti jam empat kuenya akan saya antar ke alamat. Selamat siang!" Pungkas Beth bersamaan dengan telepon yang sudah terputus. Beth lalu membaca sekali lagi alamat yang sudah ia tulis di kertas tadi, sebelum lanjut menyiapkan kue yang nanti akan ia antar.


****


Beth baru saja akan menutup rolling door toko kuenya, saat seorang wanita paruh baya keluar dari mobil dan langsung menghampiri Beth.


"Tokonya sudah tutup?" Tanya wanita paruh baya tersebut yang wajahnya sedikit tak asing.


"Sudah, Tante...." Beth berusaha mengingat-ingat wajah wanita di depannya tersebut.


"Tante temannya tante Sita, kan?" Tukas Beth kemudian yang masih saja lupa dengan nama teman Tante Sita tersebut.


"Iya,"


"Eh, iya! Kebetulan mau mengantar kue ke customer dan karyawan sedang tidak masuk, Tan! Jadi toko saya tutup lebih cepat," ujar Beth mengungkapkan alasannya.


"Tante mau pesan cake? Atau mau beli yang sudah ada?" Tanya Beth kemudian.


"Mau beli rollcake sebenarnya karena suami tante minta dibelikan tadi," ujar wanita paruh baya tersebut.


"Oh, yaudah! Mari Beth ambilkan, Tante...."


"Yumi," ujar wanita paruh baya itu memperkenalkan diri.


"Iya, Tante Yumi."


"Ya ampun! Maaf, Beth lupa, Tante!" Ucap Beth sembari membuka lagi pintu toko yang tadi sudah ia kunci. Beth lalu mempersilahkan Tante Yumi untuk masuk dan tangan Beth dengan cekatan langsung meraih box kue untuk membungkus rollcake.


"Mau yang mana, Tante?"


"Semua rasa, ya! Masing-masing dua slices," ucap tante Yumi cepat seraya mengeluarkan dompetnya dari dalam tas.


Beth langsung dengan cekatan memasukkan semua cake yang ditunjuk Tante Yumi ke dalam box, lalu membungkusnya dengan rapi.


"Semuanya seratus lima puluh ribu, Tante," ucap Beth kemudian.


"Pas!" Ujar tante Yumi seraya menyodorkan uang pas pada Beth.


"Terima kasih, Tante," ucap Beth seraya menganggukkan kepala.


"Terima kasih juga karena sudah membuka toko lagi khusus untuk Tante, Beth!" Balas Tante Yumi seraya mengambil kue yang tadi sudah dibungkus oleh Beth.

__ADS_1


"Tante langsung pulang, ya!" Pamit Tante Yumi kemudian.


"Iya, Tante! Hati-hati!" Ucap Beth sebelum kemudian gadus itu sedikit merapikan kue-kue yang tersisa di showcase.


Setelah semuanya beres, Beth lanjut menutup toko lagi dan segera meluncur ke alamat customer yang tadi memesan kue untuk acara anniversary sore ini.


Beth tidak naik motor kali ini dan memilih untuk naik taksi online saja karena kue yang akan ia antar memang lumayan besar dan tidak bisa diangkut pakai motor.


Meskipun sebenarnya ada mobil papa Will di rumah yang jarang dipakai, namun Beth lebih nyaman naik taksi saja ketimbang harus menyetir sendiri. Ya, kecuali jika ada Abang Timmy yang sedang libur bekerja, biasanya Beth akan minta abangnya itu menjadi sopir.


Ping!


Beth sedikit tersentak, saat ada pesan masuk ke ponselnya yang ternyata dari.... Yvone!


[Pujaan hatimu sudah pulang] -Yvone-


Beth segera membuka foto yang dikirimkan oleh Yvone dan gadis itu langsung menganga tak percaya karena foto itu ternyata adalah foto Reandra yang diambil Yvone sedikit asal-asalan. Tapi itu memanglah Reandra.


[Sekarang dimana?] -Bethany-


Beth cepat-cepat mengirim pesan balasan pada Yvone dan gadis itu sudah tak sabar menunggu jawaban Yvone.


[Aku masih di hotel] -Yvone-


Beth baru membaca sekilas pesan Yvone saat kemudian pesan itu langsung dihapus oleh Yvone.


[Aku di tempat kerja maksudnya. Tadi Reandra mampir kesini dan katanya mau lanjut pulang ke rumahnya] -Yvone-


Beth langsung mengernyit dengan pesan Yvone. Bukankah tadi katanya Yvone di hotel. Lalu sekarang bilang di tempat kerja.


Jadi sebenarnya, Yvone bertemu Reandra dimana? Di hotel?


"Mbak, sudah sampai!" Ucapan supir taksi online yang mengantar Beth, langsung membuat lamunan Beth buyar.


"Eh, iya!" Beth segera menyimpan ponselnya ke dalam tas dan tak menjawab pesan Yvone yang terakhir. Gadis itu memilih untuk segera turun dan mengambil cake yang akan ia antar ke rumah customernya yang ternyata begitu megah bak istana.


"Wow!" Beth langsung bergumam kagum saat gadis itu melangkah ke pagar besi tinggi yang menjulang di depan rumah. Langsung ada seluruh yang menyambut Beth.


"Saya mengantar kue untuk acara hari ini," ujar Beth yang langsung menyampaikan tujuannya pada security yang berjaga. Beth langsung dipersilahkan masuk oleh security dan diantar juga hingga ke dalam rumah.


Beth tidak bertemu dengan tuan rumah dan hanya ada maid yang tadi menemui serta menunjukkan pada Beth dimana ia harus meletakkan kue yang ia antar. Beth juga sedikit me-retouch cake yang ia antar agar terlihat bagus dan sempurna. Selesai melakukan tugasnya, Beth langsung pamit dan keluar dari rumah megah tersebut.


Namun saat Beth baru tiba di teras, sebuah mobil sport sudah berhenti di depan teras, membuat Beth menghentikan sejenak langkahnya untuk melihat siapa yang datang. Apa mungkin itu sang tuan rumah?


Pintu mobil sudah dibuka dan seorang pria yang selama dua tahun ini Beth nanti-nantikan kepulangannya, keluar dari dalam mobil seraya membawa sebuket bunga mawar.


"Reandra!" Beth refleks berseru, yang tentu saja langsung membuat pria itu menoleh pada Beth.


"Reandra! Kau sudah pulang?" Sapa Beth yang langsung menghampiri Reandra yang tampak mengernyit bingung.


"Maaf, apa kita saling mengenal?" Tanya Reandra yang langsung menjaga jarak dari Beth yang kini ekspresi wajahnya langsung berubah kecewa.


Reandra lupa pada Beth?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2