
Fairel masih terus membuntuti Beth yang ternyata memang tak pulang ke rumahnya. Gadis itu malah mengambil jalan asing dan entah mau kemana.
Apa Beth masih mau menemui Reandra brengsek dan buaya itu?
Benar-benar tak ada harga diri jika memang benar!
"Dia mau kemana sebenarnya?" Geram Fairel yang kini sudah ganti memukul-mukul stir mobil Keano. Fairel masih terus menatap awas pada Beth dan motornya yang kini berhenti tepat di depan mobil yang dikemudikan oleh Fairel.
Beep!
Lampu susah berubah hijau dan motor Beth sudah melaju lagi entah kemana. Satu hal yang Fairel ingat, ini adalah jalan ke arah kelab malam dimana Fairel pernah menerima bogem mentah Timmy sialan.
Apa Beth mau ke kelab malam itu lagi seperti malam itu?
Tapi apa yang Beth lakukan malam itu dan malam ini jika memang gadis itu akan kembali ke sana.
Motor Beth masih terus melaju namun tak seperti dugaan Fairel di awal tadi. Beth sama sekali tak menuju ke arah kelab malam, dan kini gadis itu malah membelokkan motornya ke sebuah gang.
"Mau kemana dia?" Gumam Fairel yang sedikit menjaga jarak dari motor Beth. Fairel sudah ikut membelokkan mobil Keano dan masuk ke gang yang sama dengan yang dimasuki Beth tadi. Jalan di gang tersebut tak terlalu lebat, dan kanan kirinya juga terdapat parit. Jadi Fairel sedikit hati-hati mengemudikan mobil Keano.
"Kemana Beth tadi?" Fairel menghentikan mobil Keano sejenak, karena mendadak Beth sudah tak terlihay dan seolah hilang di kegelapan seperti saat Fairel mengantarnya pulang waktu itu.
Konyol!
Tidak mungkin Beth hilang begitu saja! Gadis itu pasti berbelok ke salah satu rumah.
Fairel belum selesai membatin, saat ia mendapati Beth yang tengah membuka pintu pagar sebuah kost-kost-an. Ada tiga petak kost-an yang berjejer di dalam pagar, dan Beth terlihat memarkirkan motornya di depan kamar kost terakhir.
"Kost-an siapa itu? Bukan milik Reandra, kan?" Gumam Fairel bertanya-tanya, sembari pria itu menghentikan mobil Keano tepat di depan kost-kost-an.
Beth yang sudah menutup kembali pintu pagar, langsung masuk ke dalam kost, dimana ia memarkirkan motornya tadi.
"Brengsek!" Fairel memukul stir mobil Keano berulang-ulang dan sekarang emosi Fairel benar-benar sudah naik ke ubun-ubun.
"Itu kost-an siapa? Kenapa Beth begitu bodoh dan--" Fairel tak melanjutkan kalimatnya dan pria itu kembali memukul-mukul stir mobil Keano demi meluapkan emosinya.
"Gadis bodoh!"
"Benar-benar bodoh!' Fairel tak berhenti menggerutu dan pria itu sudah melepaskan sabuk pengaman. Fairel lalu turun dari mobil dan langkahnya sudah dengan cepat membawanya menghampiri pagar besi yang susah tertutup rapat.
Fairel hampir memukul gerbang tersebut dengan barbar, sebelum kemudian kesadarannya seolah kembali. Fairel langsung mengurungkan niatnya dan kembali ke mobil Keano.
__ADS_1
"Bodoh! Kenapa juga aku haris peduli pada gadis keras kepala itu?" Gerutu Fairel kemudian dengan nafas yang sudah tak beraturan karena emosi yang kini membuncah di dadanya.
"Aku tak peduli lagi pada Beth keras kepala itu!"
"Terserah saja dia mau tidur bersama Reandra atau pria yang lain!"
"Aku tak peduli!" Teriak Fairel frustasi di dalam mobil Keano. Setelah puas memukuli stir mobil Keano demi meluapkan emosinya sekali lagi, Fairel lanjut mengemudikan mobil sepupunya tersebut dan meninggalkan kost-an yang dikunjungi Beth tadi.
Fairel tak akan peduli lagi pada Beth!
****
Beth menyalakan lampu di dalam kost-an Abang Timmy, dan langsung mendapati sang abang yang sudah berpindah ke atas ranjang. Abang Timmy tampaknya juga masih tidur karena kedua matanya terpejam.
Beth akhirnya hanya membenarkan selimut Abang Timmy, sebelum lanjut berganti baju. Selesai ganti baju, Beth segera menyingkirkan botol bekas minuman dari kamar Abang Timmy dan saat gadis itu hendak membereskan kamar sang abang yang berantakan, tatapan Beth tak sengaja tertumbuk pada ponsel Abang Timmy yang tergeletak di lantai.
Beth langsung memungut ponsel baru Abang Timmy tersebut dan iseng membukanya. Tapi ternyata terkunci dan harus dibuka memakai kata sandi. Jadilah Beth hanya meletakkan ponsel Abang Timmy di atas nakas, lalu keluar dari kamar sang abang.
Beth lanjut menggelar karpet di ruang depan untuk ia beristirahat malam ini.
Ya, Beth harus menjaga Abang Timmy malam ini!
****
"Bukan urusanmu!" Jawab Fairel yang langsung menyalak pada Ryan yang tampak bingung.
"Apa kau baru saja menggoda gadis bergaun navy tadi, Iel?" Tanya Ryan lagi yang langsung membuat Fairel yang tadi hendak pergi, langsung menghentikan langkahnya sejenak.
Gadis bergaun navy yang dimaksud Ryan tentu saja adalah Beth yang tadi memang memakai gaun warna navy. Tapi menurut Fairel, gadis itu sama sekali masih tak terlihat anggun! Apalagi tingkahnya yang benar-benar membuat Fairel naik darah malam ini.
Apa Beth pikir setelah tadi ia masuk ke kost-an orang asing, Fairel akan membuntuti dan kembali menyelamatkannya?
Kepedean sekali!
"Kau baru saja melakukan something bersama Beth, Bung?" Tanya Ryan lagi yang entah mengapa malah membuat pikiran Fairel melayang ke kost-an sialan yang dikunjungi Beth tadi.
Something?
Apa Beth sedang melakukan something bersama seorang pria di dalam kost-an tadi? Bersama Reandra mungkin!
"Tebakanku benar, kan?" Bisik Ryan dengan nada meledek yang justru membuat emosi Fairel meledak.
__ADS_1
Bugh!
Tanpa aba-aba, Fairel tiba-tiba sudah menonjok wajah Ryan, hingga sukses membuat Nona menjerit kaget.
Pun dengan Ryan yang kini hidungnya mengeluarkan darah, langsung menatap bingung pada Fairel.
"Kenapa kau memukulku?" Tanya Ryan sembari menyeka darah yang keluar dari hidungnya. Nona sudah sugap mengeluarkan tisu dan membantu sang suami.
"Sudah jangan mengganggunya lagi dan ayo pulang!" Ajak Nona kemudian seraya menyeret Ryan yang sepertinya masih menunggu jawaban dari Fairel yang sebenarnya juga bingung.
Kenapa Fairel tadi memukul Ryan?
****
Beth mengerjapkan kedua matanya, saat ia melihat cahaya matahari pagi yang menerobos masuk melalui jendela. Gadis itu diam untuk beberapa saat seolah sedang mengumpulkan kesadaran, sembari menatap pada langit-langit ruangan.
Oh, iya!
Beth kan sedang menginap di kost-an Abang Timmy!
Beth bergegas bangun dan meregangkan ototnya sejenak. Gadis itu lalu segera memeriksa sang abang yang semalam sudah terlelap saat Beth tiba.
"Abang--" Panggilan Beth langsung terhenti saat gadis itu tak menemukan Abang Timmy di kamar.
"Abang Timmy kemana?" Gumam Beth yang lanjut memeriksa kamar mandi. Namun nihil juga! Abang Timmy tak ada!
"Abang!" Beth langsung membuka pintu depan yang memang tak terkunci. Padahal semalam Beth sudah menguncinya sebelum tidur. Apa itu artinya Abang Timmy memang sedang keluar?
Beth sudah keluar ke teras untuk memeriksa motor Abang Timmy yang ternyata masih terparkir di teras depan.
Abang Timmy pergi jalan kaki?
"Apa mungkin sedang mencari sarapan dekat sini?" Gumam Beth kemudian menerka-nerka. Beth masih berkacak pinggang di teras seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling kost, saat kemudian tatapannya malah tertumbuk pada mobil sedan hitam yang benar-benar tak asing bagi Beth.
Ya, Beth sangat yakin kalau itu adalah mobil Fairel!
Tapi kenapa mobil Fairel bisa terparkir di depan kost-an Abang Timmy?
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.