
Beberapa saat sebelumnya....
"Tadi Yvone menjemputku di airport."
"Aku beli kopi dulu!" Tukas Reandra kemudian seraya masuk ke dalam Coffeeshop dan meninggalkan Beth yang kini menganga tak percaya.
Yvone? Menjemput Reandra ke airport? Jadi sebenarnya ada hubungan istimewa apa antara Yvone dan Reandra?
Ping!
Beth sedikit tersentak saat ada pesan yang masuk ke ponselnya. Gadis itu langsung membuka pesan yang masuk yang lagi-lagi dari....
Yvone!
Awas saja kalau dia mengatakan hal buruk tentang Reandra, Beth akan langsung memblokir nomor mantan temannya itu!
[Hati-hati jalan bersama Reandra] -Yvone-
Singkat, padat, dan tak jelas maksudnya. Lagipula, kenapa Yvone mengirim pesan aneh begitu pada Beth?
Padahal jelas-jelas kalau Yvone sendiri habis menjemput Reandra di airport, bukankah itu artinya dia juga habis jalan bersama Reandra? Lalu kenapa Yvone tidak memperingatkan dirinya sendiri dan malah sibuk memperingatkan Beth?
"Dasar aneh!" Gumam Beth seraya berdecak, bersamaan dengan Reandra yang sudah keluar dari Coffeeshop seraya membawa satu cup kopi. Pria itu lalu menghampiri Beth yang masih duduk di atas motornya.
"Ada apa? Wajahmu terlihat kesal?" Tanya Reandra sembari memperhatikan wajah Beth.
"Tidak ada apa-apa!" Jawab Beth cepat seraya mengulas senyum dan membuang rasa kesal di hatinya pada Yvone tentu saja!
"Ngomong-ngomong, kenapa kau sudah pulang? Bukankah katamu kau baru akan pulang dua minggu lagi?" Tanya Beth selanjutnya sedikit berbasa-basi pada Reandra. Beth sesekali juga melemparkan pandangannya ke cup kopi yang berada di tangan Reandra.
Kenapa Reandra hanya beli satu dan Beth tidak ditawari, ya?
"Kapan memangnya aku mengatakan kalau aku akan di luar kota selama dua minggu?" Reandra balok bertanya pada Beth yang tentu saja langsung mengernyit bingung.
"Kemarin," jawab Beth yang mendadak merasa ragu. Jangan-jangan kemarin Beth salah dengar!
Ya ampun, kalau benar Beth benar-benar akan sangat malu!
"Saat kau meneleponku," lanjut Beth lagi karena Reandra yang sepertinya lupa.
Haish! Apa pekerjaan Reandra begitu banyak dan berat hingga pria ini jadi pelupa?
"Oh, iya!" Ucap Reandra yang akhirnya ingat.
Fiuuh!
Beth langsung bernafas lega.
"Jadi, kemarin itu kau benar mengatakan akan di liar kota dua minggu, kan? Atau hanya dua hari? Sepertinya telingaku sedikit bermasalah." Beth menggosok-gosok telinganya sendiri yang sontak langsung membuat Reandra tergelak.
"Aku bilang dua hari," tukas Reandra cepat.
"Tu kan!" Beth menggosok-gosok telinganya sekali lagi dan wajahnya sedikit bersemu merah sekarang.
"Sudah, jangan digosok-gosok!" Reandra akhirnya mencekal tangan Beth dan menyingkirkannya dari telonga gadis itu.
"Aku akan ke dokter THT besok," ujar Beth mengungkapkan rencananya. Reandra hanya mengangguk, lalu menyesap kopi nya lagi.
Glek!
Beth menelan ludah karena mendadak ia ingin minum kopi juga.
"Ngomong-ngomong, kau tadi darimana?" Tanya Reandra yang langsung menyentak lamunan Beth tentang dirinya yang ingin minum kopi.
"Darimana?" Beth balik bertanya bingung. Ia tadi kurang fokus mendengarkan pertanyaan Reandra.
"Kau tadi darimana?" Reandra mengulangi pertanyaannya.
"Dari Ha--" Beth tak jadi melanjutkan kalimatnya karena wajah galak Fairel menyebalkan seketika langsung bercokol di kepalanya.
Ck! Beth tak akan ke Halley Development lagi atau bertemu Fairel lagi!
"Dari Ha?" Reandra mengernyit bingung.
"Dari mengantar kue pesanan untuk customer," jawab Beth akhirnya seraya meringis.
"Oh!" Reandra membulatkan bibirnya.
"Mau mampir ke toko untuk makan kue?" Tawar Beth selanjutnya berharap Reandra akan menjawab ya.
__ADS_1
"Sekarang?"
"Ya! Jika kau tak ada acara," jawab Beth cepat.
"Baiklah!" Reandra akhirnya mengangguk dan mengiyakan. Beth ingin bersorak lebay sekarang!
Eh, tapi Beth harus menjaga sikap di depan Reandra.
"Baiklah! Ayo ke toko!" Ajak Beth kemudian seraya memakai helm.
"Aku akan mengikutimu dari belakang," ucap Reandra sebelum pria itu masuk ke mobilnya. Beth hanya mengangguk dan gadis itu segera melajukan motornya ke arah Sweety Cake.
****
"Aku boleh tanya satu hal, Re?" Tanya Beth setelah gadis itu duduk di depan Reandra yang langsung melahap kue yang tadi Beth sajikan.
Kebetulan Mama Tere sudah pulang saat Beth kembali ke toko tadi. Hanya ada Shanty yang berjaga.
"Tanya saja!" Jawab Reandra santai.
"Status kita apa, sih?" Tanya Beth to the point, yang langsung membuat Reandra meletakkan sendoknya, lalu menatap pada Beth.
"Maksudku, kemarin kan kau mengatakan I love you meskipun hanya lewat telepon, jadi aku pikir--"
"Kita pacaran," jawab Reandra to the poiny yang langsung membuat kedua mata Beth berbinar.
"Serius?" Tanya Beth masih tak percaya.
"Ya!" Reandra sudah menggenggam tangan Beth yang kini berada di atas meja.
"I love you, Beth!" Ucap Reandra kemudian sambil masih menggenggam tangan Beth.
"I love you too, Reandra!" Jawab Beth penuh semangat serta kedua mata yang penuh binar kebahagiaan.
Ah, ternyata semudah ini Beth dan Reandra jadian! Yvone pasti akan....
Sebentar! Yvone...
"Tadi Yvone menjemputku di airport."
Ucapan Reandra di depan Coffeeshop tadi kembali berkelebat di benak Beth. Sepertinya Beth perlu mengkonfirmasi tentang hubungan Yvone dan Reandra.
Jangan-jangan mereka bukan sepupu dan ada something!
"Yvone tak akan cemburu kalau tahu kita jadian?" Tanya Beth akhirnya pada Reandra.
"Yvone?" Reandra mengernyit bingung.
"Iya!"
"Kau dan Yvone sepertinya ada hubungan istimewa! Tadi saja Yvone menjemputmu di airport!" Cerocos Beth seraya mengerucutkan bibirnya, seolah gadis itu sedang menunjukkan pada Reandra kalau dirinya tengah cemburu.
"Kami sepupu! Bukankah aku sudah pernah cerita?" Ujar Reandra seraya terkekeh.
"Benar-benar sepupu atau--"
"Atau apa?" Sela Reandra cepat.
"Atau hanya pura-pura," Beth tetap merengut.
"Kami hanya sepupu, Beth! Dan secara kebetulan, Yvone memang menggantikan posisiku sebagai GM di hotel Ossa selama aku kuliah di luar negeri kemarin," terang Reandra yang langsung membuat Beth bingung.
Menggantikan posisi?
Jadi maksudnya?
"Dan setelah aku selesai kuliah, Yvone kini menjabat sebagai wakilku. Jadi kami terlihat dekat dan sering kemana-mana berdua." Reandra melanjutkan penjelasannya.
"Begitu, ya?" Beth masih setengah percaya.
"Hubunganku dan Yvone hanyalah sebatas pekerjaan, dan tak lebih" ujar Reandra meyakinkan Beth yang akhirnya memaksa untuk mengulas senyum.
"Kau percaya, kan?" Tanya Reandra kemudian.
"Ya! Aku percaya!" Jawab Beth cepat. Beth lalu menyesap minuman di depannya, saat ingatannya tertuju pada wanita paruh baya yang tempo hari datang ke toko kue dan memberikan Beth sejumlah uang.
Beth bahkan masih menyimpan uang itu beserta amplopmya dan berniat mengembalikannya pada wanita yang entah siapa itu.
Beth tidak yakin kalau itu adalah mamanya Reandra!
__ADS_1
"Beth! Kok melamun?" Tegur Reandra yang langsung membuyarkan lamunan Beth.
"Eh, iya!"
"Hanya mau memastikan, apa kau benar-benar single?"
"Aku pacarmu, jadi bukan single lagi!" Sergah Reandra cepat.
"Eh, iya! Maksudnya sebelum kita jadian tadi. Aku pikir, mungkin saja kau sudah punya pacar atau kau dijodohkan dengan seseorang?" Ujar Beth mengoreksi sekalogus mengungkapkan tebakannya.
"Tidak ada!" Jawab Reandra cepat.
"Orangtuamu, terutama mamamu menjodohkanmu dengan seorang gadis?" Tanya Beth lagi.
"Tidak juga," jawab Reandra bersungguh-sungguh.
Beth langsung mengangguk dan berusaha mengusir rasa curiganya. Wanita paruh baya yang kemarin itu mungkin memang hanya orang kurang kerjaan dan Beth yakin kalau dia bukan mamanya Reandra!
Beth percaya pada Reandra!
"Kuenya enak!" Puji Reandra kemudian memecah kebisuan. Hati Beth langsung berbunga mendengar pujian yang baru saja dilontarkan oleh Reandra.
"Mau aku bungkuskan untuk kau makan di kantor?" Tawar Beth kemudian dengan wajah yang sangat-sangat sumringah.
Reandra belum mengatakan setuju, namun Beth sudah langsung membungkus beberapa potong kue untuk Reandra bawa.
"Sedikit saja, Beth!" Ujar Reandra yang sudah bangkit dari duduknya dan menghampiri Beth yang masih sibuk membungkus kue.
"Tidak apa-apa! Biar kau bisa mencicipi semuanya!" Tukas Beth yang hanya membuat Reandra garuk-garuk kepala.
"Shanty! Ambilkan paperbag-nya!" Perintah Beth pada sang karyawan yang langsung bergerak cepat.
Beth lalu memasukkan semua kue yang sudah selesai ia bungkus ke dalam paperbag.
"Sudah siap!" Ucap Beth sembari menyodorkan paperbag berisi kue pada Reandra yang langsung tertawa kecil.
"Terima kasih banyak, Beth!" Ucap Reandra tulus.
"Sama-sama!"
"Biar aku bawakan ke mobil," putus Beth akhirnya saat Reandra hendak mengambil paperbag yang tadi ia sodorkan. Beth lalu berjalan mendahului Reandra untuk keluar dari toko. Reandra akhirnya hanya mengikuti gadis itu.
"Aku taruh di sini, ya!" Ucap Beth yang sudah selesai meletakkan paperbag berisi kue di jok samping pengemudi.
"Ya! Terima kasih sekali lagi, Beth!" Ucap Reandra lagi seraya mengeluarkan dompetnya.
"Tidak usah, Re!" Sergah Beth cepat saat Reandra hendak membuka dompet.
"Itu semua untukmu," ucap Beth lagi sembari tersenyum manis.
"Baiklah, jika kau memaksa." Reandra mencolek hidung Beth yang tentu saja langsung membuat wajah Beth memerah.
Ya ampun ya ampun!
Se-sweet ini ternyata Reandra!
"Aku pergi dulu, ya!" Pamit Reandra kemudian serata membuka pintu mobilnya. Disaat bersamaan tiba-tiba ada sebuah mobil sedan yang melintas dengan kecepatan tinggi di depan toko kue.
Mobilnya seperti tak asing!
Ah, tapi mungkin perasaan Beth saja.
"Beth!" Tegur Reandra yang rupanya sudah masuk ke dalam mobil.
"Ya!"
"Hati-hati mengemudi, dan..."
"Bye!" Beth melambaikan tangannya pada Reandra masih sambil tersenyum manis.
"Bye!" Balas Reandra, sebelum kemudian pria itu melajukan mobilnya dan meninggalkan toko kue Beth.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1