Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
KAU KENAPA?


__ADS_3

"Ach! Brengsek!" Umpat Fairel saat ia bercermin pagi ini dan mendapati matanya yang semalam ditinju oleh Timmy sudah berubah jadi kehitaman.


"Mom akan langsung mencecarku kalau aku keluar begini!" Gumam Fairel lagi yang langsung memutar otak untuk mencari cara agar tak ada yang tahu tentang lebamnya ini. Fairel juga akan ke dokter nanti untuk memastikan apa ada cedera serius di matanya atau ini hanya lebam biasa.


Sialan memang si Timmy!


Memukul orang sembarangan saja!


Fairel lanjut memakai celana dan kemejanya, saat kemudian ia menemukan satu ide cemerlang untuk menutupi lebamnya ini!


Pinjam concealer-nya Reina!


Atau pakai kaca mata hitam saja agar praktis!


Masa iya Fairel mau memakai make up cewek! Tidak macho nanti!


"Baiklah, aku pakai kacamata hitam saja," putus Fairel akhirnya seraya memilih kacamata hitam mana yang akan ia kenakan. Fairel memang punya beberapa.


"Sudah siap!" ucap Fairel yang kembali bercermin.


"Sudah tidak terlihat dan Mom tak akan mencecarku," gumam Fairel lagi sebelum kemudian pria itu keluar dari kamar.


Fairel masih sempat melemparkan pandangannya ke pintu kamar Reina yang tertutup rapat. Entah Reina belum bangun atau gadis itu malah sudah pergi bekerja?


Entahlah! Fairel tak peduli dan Fairel akan turun saja.


"Itu Iel!" Ucap Mom Yumi saat Fairel baru turun dari tangga. Sepertinya Mom dan Dad Fairel itu sudah menantikan kehadiran Fairel di ruang makan.


"Pagi, Dad!"


"Pagi, Mom!" Sapa Fairel sambil sedikit membenarkan letak kacamata hitamnya.


"Kenapa pagi-pagi memakai kaca mata hitam, Iel? Apa kau sedang di pantai sekarang?" Tanya Dad Liam dengan nada suara yang meninggi.


"Iel sakit mata, Dad!" Jawab Fairel beralasan sembari duduk di samping Mom Yumi, lalu meraih dua lembar roti yang disodorkan oleh sang Mom.


"Sakit mata?"


"Kau baru saja mengintip seseorang?" Tanya Dad Liam lagi yang malah berkelakar. Terang saja hal itu sukses membuat Mom Yumi menahan tawa.


Sementara Fairel memilih untuk tak menjawab dan lanjut menggigit roti yang tadi sudah ia olesi selai nanas.


Padahal biasanya Fairel suka dengan selai coklat. Tapi pagi ini mendadak ia ingin makan selai nanas yang asem karena hidup Fairel yang juga terasa asem sejak semalam.


Sudah patah hati karena Rossie jadian dengan Keano, masih ditambah dapat bogem mentah dari Timmy! Belum lagi sikap ketus Beth yang seolah melengkapi semua keaseman di hidup Fairel.


Beth juga belum menanyakan kabar Fairel pagi ini padahal semalam jelas-jelas dia mengatakan akan bertanggung jawab atas lebam di wajah Fairel. Ck! Dasar gadis menyebalkan!


"Reina mana? Masih berendam?" Tanya Dad Liam yang langsung membuyarkan lamunan Fairel.

__ADS_1


Reina memang tak ada saat Fairel turun tadi.


"Reina belum bangun, Dad?" Fairel balik bertanya pada Dad Liam yang langsung menggeleng.


"Belum turun sejak tadi," ujar Dad Liam.


"Biar aku yang memeriksa," ujar Mom Yumi yang sudah bangkit dari duduknya, dan hendak ke lantai atas. Namun Fairel sudah bergerak cepat untuk mencegah Mom kesayangannya tersebut.


"Biar Iel saja, Mom!" Ucap Fairel yang juga sudah bangkit berdiri, lalu membimbing Mom Yumi agar kembali duduk.


Jangan tanya bagaimana ekspresi Dad Liam yang mendadak tersedak cicak!


Ya, Dad kandung Fairel itu memang pencemburu kelas berat!


Fairel lalu berlari ke arah tangga dan naik dengan cepat ke lantai dua. Pria itu langsung mengetuk kamar Reina dengan keras.


"Rei! Kau tidak ke kantor?" Panggil Fairel sambil masih mengetuk pintu kamar Reina.


"Reina Halley!" Panggil Fairel lagi lebih keras.


Tak ada jawaban dari Reina jadi Fairel berinisiatif untuk mencoba membuka pintu kamar Reina.


Tidak dikunci!


"Rei! Kau masih mandi?" Tanya Fairel lagi sembari masuk ke kamar Reina yang terlihat sepi.


"Astaga!" Pekik Fairel yang langsung berlari menghampiri Reina yang sudah terkapar di depan kamar mandi.


"Reina!" Fairel langsung membopong tubuh Reina dan membaringkannya di atas tempat tidur. Badan Reina juga terasa panas saat Fairel mengangkatnya tadi. Kenapa Reina tak memberitahu Mom atau Dad kalau memang dia sakit?


"Mom! Dad! Reina pingsan di kamar!" Seru Fairel kemudian, yang langsung membuat Mom Yumi dan Dad Liam berhamburan naik ke lantai dua dan masuk ke kamar Reina. Wajah kedua orang tua Fairel dan Reina itu sudah tampak panik dan khawatir.


"Reina kenapa, Iel?" Tanya Mom Yumi yang langsung memeriksa kondisi Reina.


"Badannya panas, Mom! Iel rasa Reina sakit," jelas Fairel menerka-nerka. Mom Yumi juga sudah mengecek suhu badan Reina memakai punggung tangan.


"Panas sekali," gumam Mom Yumi kemudian merasa cemas.


"Kita bawa ke UGD," cetus Dad Liam yang langsung membuat Fairel mengangguk setuju. Fairel baru saja akan menggendong Reina lagi, saat ternyata gadis itu malah sudah sadar dan membuka mata.


Lah, udahan pingsannya?


"Reina tidak mau ke rumah sakit, Dad!" Ucap Reina dengan suara lirih.


"Minum dulu, Rei!" Mom Yumi langsung meraih gelas berisi air di nakas, dan membantu Reina untuk bangun dan minum.


"Reina tidak mau ke rumah sakit, Mom!" Rengek Reina lagi seperti bayi.


Pasti takut disuntik!

__ADS_1


"Tapi badanmu panas sekali!" Dad Liam tetap bersikeras.


"Nanti juga turun kalau Reina minum obat," sergah Reina tak kalah keras kepala.


Perdebatan Dad dan putrinya sepertinya baru saja dimulai.


"Perlu aku telponkan Angga?" Celetuk Fairel yang langsung berpikir mungkin saja Reina kangen pada Angga karena semalam Angga tak menginap.


Hahaha! Lebay sekali kalau hal itu benar!


Fairel sudah mengeluarkan ponselnya saat tiba-tiba Reina malah menyalak padanya.


"Tidak usah, Bang!!"


Fairel refleks mengernyit.


Perasaan Fairel saja atau sikap Reina memang mendadak jadi aneh sejak semalan? Reina seperti alergi pada Angga atau semacamnya. Padahal mereka kan sudah bertunangan dan sudah ngebet ingin menikah!


Aneh sekali!


"Kenapa Abang Iel pakai kacamata hitam pagi-pagi?" Reina ganti melontarkan pertanyaan sekaligus mengalihkan topik pembicaraan.


"Suka-suka akulah!" Jawab Fairel ketus sembari membenarkan lagi kacamata hitamnya.


"Aku mau ke kantor!" Tukas Fairel selanjutnya seraya menghampiri Reina.


"Mau apa?" Tanya Reina memicing curiga.


"Cepat sembuh!" Fairel mengacak rambut Reina yang langsung membuat Reina mendengus.


"Mau foto prewedding, malah sakit!" Kekeh Fairel lagi sebelum pria itu berlalu ke arah pintu kamar Reina. Fairel juga sudah meletakkan ponselnya di telinga, saat pria itu sampai di ambang pintu kamar.


"Angga! Reina sakit dan pingsan di kamarnya pagi ini! Kau jenguk dia sekarang!" Ucap Fairel lantang saat teleponnya pada Angga sudah tersambung.


"Abang!!!!" Teriak Reina yang hanya diabaikan oleh Fairel yang terus melanjutkan langkahnya dan turun ke lantai bawah.


"Sudah mau menikah masih saja jual mahal!" Gumam Fairel mengomentari sikap lebay Reina tadi sembari geleng-geleng kepala.


.


.


.


Sambungan "Segitiga Cinta Reina" bab 41.


Jadi alasan Fairel pakai kacamata hitam gara-gara ditinju Timmy, ya! Bukan gara-gara habis nangisin patah hatinya 🤭


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2