Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
ULANGI LAGI!


__ADS_3

Fairel sudah mematikan mesin motornya, sesaat sebelum motor berhenti tepat di depan rumah Beth.


"Turun!" Usir Fairel galak yang langsung membuat Beth turun dari motor.


"Tidak mampir dulu?" Tawar Beth sedikit berbasa-basi.


"Untuk?" Fairel mendelik pada Beth yang kini menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Agar kau tak dimarahi mamamu karena pulang terlambat, begitu?" Cecar Fairel kemudian seraya melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


"Barangkali kau mau membantu menjelaskan pada mama," cicit Beth seraya merengut.


"Dalam mimpimu!" Ketus Fairel seraya berdecih.


"Lagipula, bukan aku yang mengajakmu berkencan malam ini, lalu check in di hotel--"


"Sudah aku bilang kalau Reandra menipuku!" Sergah Beth membela diri.


"Ya! Itu karena kau bodoh!"


"Terus saja jadi gadis bodoh dan bucin!"


"Lalu besok saat Reandra mengajakmu berkencan lagi dengan alasan menemui mamanya, ikut saja!"


"Turuti saja!"


"Kapan lagi bisa kencan dengan pria tampan dan diajak tidur di hotel, hah?" Cecar Fairel panjang lebar yang langsung membuat Beth tertunduk dan semakin merengut.


"Sudah dinasehati sampai aku tunjukkan bukti-bukti, tapi masih saja keras kepala!"


"Apa kau tidak bisa lebih bodoh lagi?" Cerocos Fairel lagi yang mungkin mulutnya sudah berbusa-busa sekarang. Fairel tampaknya begitu kesal pada Beth.


"Besok jangan lupa pergi kencan lagi bersama Reandra--"


"Tidak!" Sergah Beth cepat.


"Tidak menolak!" Cibir Fairel sinis.


"Aku tak akan menolongmu lagi lain kali!" Tukas Fairel seraya menyalakan mesin motornya memakai engkol kaki hingga suara mesin motor yang nyaring memecah kesunyian malam.


Wreeeng!


Pintu rumah Beth sudah dibuka dari dalam dan Fairel mendelik sekali lagi pada Beth sebelum pria itu menarik gas.


"Terima kasih," ucap Beth bersamaan dengan Fairel yang langsung melaju pergi dari hadapan Beth tanpa berbasa-basi lagim


"Beth! Kau sudah pulang?" Seru mama Tere dari teras yang langsung membuat Beth berbalik dan masuk ke halaman rumah.


"Kau pulang diantar siapa? Rean--"


"Beth naik ojek," sergah Beth cepat sebelum Mama Tere menyelesaikan pertanyaannya.


"Lalu Reandra kemana? Tidak berani mengantarmu?" Cecar Mama Tere lagi yang hanya diabaikan oleh Beth.


Beth langsung berlalu masuk ke dalam rumah dan berlari ke kamarnya. Gadis itu bahkan juga mengabaikan teguran Papa Will. Beth langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu. Gadis itu lalu bersandar di belakang pintu kamar dan jatuh terduduk, lalu menangis sembari membenamkan kepalanya di antara kedua lutut.

__ADS_1


"Besok jangan lupa pergi kencan lagi bersama Reandra!"


"Aku tak akan menolongmu lain kali!"


Kalimat sindiran dari Fairel terus saja berputar-putar di kepala Beth. Benar-benar sindiran yang menohok dan tepat sasaran.


"Apa kau tidak bisa lebih bodoh lagi, hah?"


"Terus saja jadi gadis bodoh dan bucin!"


"Dasar keras kepala!"


****


"Harus segera ditinjau dan tidak bisa ditunda Ryan!"


"Iel juga--"


Dad Liam belum selesai bicara pada Ryan saat Fairel tiba-tiba sudah menyambar berkas yang dipegang oleh Dad kandungnya tersebut.


"Iel!" Geram Dad Liam yang hanya diabaikan oleh Fairel.


Fairel langsung sibuk membaca berkas di tangannya.


"Biar Iel yang pergi, Dad!" Tukas Fairel kemudian dengan raut wajah serius.


"Reina menikah besok sore, Iel!" Sergah Ryan mengingatkan.


"Aku bisa pulang besok pagi atau siang! Penerbangan dari sana jadwalnya banyak!" Jawab Fairel seraya menatap tajam pada Ryan


"Sebaiknya biar Ryan saja--"


"Baiklah, terserah kau saja," ucao Dad Liam akhirnya sedikit bergumam.


Fairel tak berkata sepatah katapun lagi, dan pria itu segera berlalu menuju ke ruangannya.


"Apa ini masih ada hubungannya dengan patah hatinya pada Rossie, Uncle?" Bisik Ryan menerka-nerka.


"Uncle yakin kalau Iel sudah move on. Mungkin ada masalah lain." Dad Liam turut menerka-nerka bersamaan dengan Fairel yang sudah kembali menghampiri dua pria itu seraya menentang tas laptopnya.


"Nanti kau kirimkan saja semua berkasnya, Ryan!"


"Aku pergi sekarang!" Tukas Fairel yang langsung diiyakan oleh Ryan. Fairel langsung pergi berlalu dan masuk ke dalam lift yang akan mengantarnya ke lantai bawah.


****


"Uhuuk! Uhuuk!"


Beth membenarkan masker yang menutup mulut dan hidungnya, sebelum lanjut menghias cake pernikahan Angga dan Reina.


Ya, meskipun hati Beth masih kacau, namun Beth tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja, karena Tante Sita sudah mempercayakan sepenuhnya cake pernikahan ini pada Beth. Dan besok sore, acara pernikahan Angga dan Sita akan digelar.


Ceklek!


"Beth, kau di dalam?" Sapa Abang Timmy yang tumben-tumbenan datang ke toko.

__ADS_1


"Uhuuk! Uhuuk!"


Beth kembali batuk-batuk.


"Kau sakit? Kenapa tak istirahat di rumah?" Cecar Abang Timmy yang langsung meletakkan punggung tangannya di kening Beth.


"Beth harus mengerjakan cake untuk pernikahan Abang Angga, Bang!" Jawab Beth seraya membuat satu bunga mawar memakai buttercream. Sudah ada beberapa bunga mawar dengan berbagai ukuran yang nanti akan Beth susun di atas dan samping cake.


"Kapan pernikahannya?" Tanya Timmy antusias.


"Besok."


"Mama belum memberitahu?" Beth balik bertanya pada Timmy yang langsung menggeleng.


"Tadi aku ke rumah dan rumah kosong. Apa mama ada acara?" Tanya Timmy selanjutnya.


"Mungkin sedang arisan RT," jawab Beth menerka-nerka sebelum gadis itu kembali batuk-batuk.


"Abang tumben kesini?" Tanya Beth kemudian memecah kebisuan.


"Hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja." Timmy menangkup wajah Beth dan hebdak membuka masker Beth namun langsung ditampik dengan cepat.


"Kenapa wajahmu sembab? Kau habis menangis?" Tanya Timmy penuh selidik.


"Beth hanya flu!" Beth batuk-batuk lagi.


"Dan sedikit batuk," imbuh Beth.


"Ayo ke dokter!" Ajak Timmy kemudian.


"Enggak!" Tolak Beth cepat.


"Beth sudah minum obat, Bang!" Tukas Beth lagi.


"Dasar keras kepala!" Timmy mencubit gemas bibir Beth hingga membuay adiknya itu berdecak.


"Ngomong-ngomong, Abang besok datang ke pernikahan Abang Angga, kan? Kata Mama kita harus datang--"


"Iya aku akan datang!" Jawab Timmy cepat dan terlihat penuh semangat.


Sedikit mencurigakan!


"Mau nyusul juga, Bang? Kok sepertinya semangat sekali," tanya Beth kemudian yang jiwa keponya sudah mulai bergelora.


"Doakan saja, ya!"


"Ini Abang sedang usaha," tukas Timmy yang kini sudah merangkul pundak Beth.


"Semoga lancar usahanya kalau begitu!"


"Beth segera punya kakak ipar!" Seloroh Beth yang akhirnya sudah bisa tertawa, setelah sejak semalam hatinya terasa kusut.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2