Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
SATU-SATUNYA!


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.....


"Sky! Dad sudah--" Fairel langsung melempar tas kerjanya serampangan, saat pria itu melihat Sky yang sedang menyusu pada Beth.


"Apa-apaan ini, Beth?" Fairel langsung berekspresi marah sembari berkacak pinggang. Sedangkan Beth yang masih menyusui Sky sembari berbaring miring tetap santai dan mengabaikan kemarahan Fairel.


Sudah biasa juga!


"Sky! Sudah---"


"Belum!!" Beth langsung mengeplak tangan Fairel yang hendak melepas paksa bibir Sky dari pay*dara Beth. Terang saja hal itu langsung membuat Fairel merengut dan tampak kesal.


"Aku tidak suka, Beth!" Protes Fairel kemudian.


"Tidak suka iya tidak usah dilihat!" Jawab Beth enteng.


"Ck! Tapi itu milikku! Kenapa kau membiarkan Sky mengenyotnya begitu?"


"Aku masih tidak rela!"


"Sky anakmu dan kau masih saja cemburu! Konyol!" Sahut Beth mencibir.


"Tapi dia sudah besar sekarang! Nanti dia semakin besar, semakin besar---"


"Lalu kau kalah tampan dan aku akan memilih Sky ketimbang kau--"


"Beetthh!!" Fairel langsung berteriak kencang yang sontak membuat Kay kaget dan langsung menangis.


"Oweek! Oweek!"


"Ish!" Beth langsung bangun, duduk, dan bergegas menenangkan Sky yang masih terus menangis.


"Sini biar aku saja--" Fairel hdbdak mengambil alih Sky, namun Beth sigap mencegah.


"Cuci tangan dan ganti baju dulu!" Ujar Beth mengingatkan. Fairel hanya berdecak, namun kemudian pria itu segrra pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan sekaligus mengganti baju kerjanya dengan kaus biasa.


"Jangan berteriak lagi!" Ujar Beth mengingatkan, saat Fairel mengambil alih Sky dari pangkuan Beth. Fairel lalu menggendong dan menimang putranya tersebut.


"Kau juga jangan membuatku marah makanya!" Faire balik mengomeli Beth.


"Aku tak membuatmu marah! Kau sana yang lebay belakangan ini dan sok-sokan cemburu pada Sky!" Beth ganti mencibir Fairel.


"Bukan sok-sokan dan aku memang cemburu!" Ucap Fairel tegas dan blak-blakan.


"Sudah jelas kalau Sky itu laki-laki, Beth! Jadi seharusnya kau tidak begitu saja memberikan pay*daramu padanya--"


"Astaga!!" Beth menepuk keningnya sendiri karena masih tak habis pikir. Bahkan setelah enam bulan berlalu, Fairel masih saja cemburu pada Sky dan kerap melayangkan protes saat Beth menyusui Sky. Bahkan tak jarang, setiap malam Fairel juga ikut berebut pay*dara Beth dengan Sky. Benar-benar konyol dan sulit dimengerti!


"Lihat! Dia langsung tidir begitu aku timang!" Pamer Fairel kemudian yang langsung membuat Beth mencibir.


"Dia kan memang mengantuk tadi. Dan perutnya juga kenyang. Jadi wajar, kalau dia langsung tidur!" Gumam Beth seraya berdecak.


"Ngomong-ngomong, kau sudah dapat tamu bulanan?" Tanya Fairel kemudian setelah pria itu membaringkan Sky ke box bayi.

__ADS_1


"Masih belum. Dan kata Mom ada kemungkinan aku hamil---"


"Tidak!!" Fairel langsung menerjang dan menindih Beth.


"Jangan hamil lagi!" Fairel menatap penuh ketakutan pada Beth, seolah pria itu benar-benar trauma pada kehamilan Beth sebelumnya.


Entah trauma pada ngidam dan muntah-muntah ya g harus Fairel tanggung srlama hampir sembilan bulan. Atau trauma pada jiwa psikopat Beth yang mendadak muncul di detik-detik Sky hendak lahir. Atau mungkin malah trauma pada plasenta bayi yang membuat Fairel langsung pingsan di tempat?


Tapi sepertinya memang kompilasi dari ketiganya!


"Tapi kemarin kita sudah melakukannya beberapa kali--"


"Tapi aku juga sudah pakai pengaman!!" Sergah Fairel yang masih menindih Beth.


"Barangkali pengamanmu bocor atau bolong!" Ucapan Beth langsung membuat Fairel membelalak.


"Memang bisa begitu?"


"Aku pernah baca di artikel--"


"Brengsek! Seharusnya aku memakai dobel kemarin!!" Umpat Fairel yang langsung bangun, berdiri dan menyugar rambutnya berulang kali.


"Bagaimana ini! Bagaimana ini!" Fairel semarang mondar-mandir seperti orang kebingungan.


"Bagaimana kalau beli testpack saja?" Cetus Beth yang langsung membuat Fairel melotot horor ke arah istrinya tersebut.


"Beli testpack?"


"Lagipula, kan bagus kalau misalnya aku hamil lagi, dan nanti Sky punya adik jarak dekat." Cerocosan Beth semakin membuat Fairel berekspresi panik. Fairel lalu menatap ke arah Sky yang masih tidur di dalam box bayinya.


Fairel mulai membayangkan Sky yang suka menyusu pada Beth itu berubah jadi dua, lalu merebut Beth-nya. Dan yang lebih parah, mengusir Fairel dari kamar, lalu dua bayi laki-laki merebut Beth selamanya dari Fairel.


"Tidaaak!!" Fairel tiba-tiba berteriak sembari menjambak rambutnya sendiri. Beth buru-buru membungkam mulut suaminya yang sudah mirip orang kerasukan tersebut.


"Kenapa kau berteriak?"


"Aku tidak mau punya anak lagi!" Fairel menatap memohon pada Beth.


"Maksudnya tidak mau punya anak lagi?" Beth langsung mengernyit bingung.


"Sky tak perlu punya adik! Titik!" Ucao Fairel tegas.


"Tapi qku masih mau anak perempuan, Iel!" Beth langsung meraih lrngan Fairel dan ganti memohon.


"Kau tahu cara membuat anak perempuan memangnya?"


"Ada caranya di internet," jawab Beth sedikit ragu.


"Seratus persen akurat?"


"Tentu saja tidak! Kan tergantung Yang Maha Kuasa juga!" Jawab Beth sedikit kesal.


"Iya makanya! Bagus kalau langsung perempuan! Kalau laki-laki lagi?" Fairel kembali menatap Beth dengan tajam.

__ADS_1


"Ya tinggal bikin lagi sampai dapat perempuan," jawab Beth enteng yang langsung membuat Fairel berdecak.


"Kan yang hamil dan melahirkan aku!" Sergah Beth lagi mencari alasan pembenaran.


"Tapi yang ngudam, mual, dan muntah-muntah aku!" Fairel menunjuk dirinya sendiri dengan oenuh emosi.


"Dan yang menahan rasa cemburu setiap saat karena Sky menghisap-hisap pay*daramu sesuka hatinya juga aku!"


"Jadi bayangkan kalau ada dua atau tiga Sky di kamar ini dan semuanya menyusu padamu!" Ekspresi wajah Fairel tak lagi bisa dijelaskan dengan kata-kata. Dan Beth benar-benar ingin tertawa sekarang.


"Pokoknya, aku tak mau Sky punya adik!"


"Titik!" Fairel menatap tegas pada Beth yang baru saja akan buka suara.


"Berarti kita juga harus berhenti bercinta mulai malam ini--" kalimat Beth langsung berhadiah tatapan horor dari Fairel.


"Iya baiklah!"


"Antar aku ke dokter hari ini untuk pasang kontrasepsi!" Ucap Beth akhirnya seraya membuka almari nakas di samping tempat tidur, lalu mengambil bungkusan pembalut yang ada disana.


"Kau sudah dapat tamu bulanan, Beth? Kenapa tadi--"


"Ssshhhh!!" Beth langsung membungkam mulut Fairel.


"Kau sengaja membohongiku tadi?" Rengut Fairel kemudian yang langsung membuat Beth tertawa kecil.


"Iya! Aku kan suka membuatmu marah!" Jawab Beth yang langsung membuat Fairel berdecak.


"Benar-benar kamu, Beth!!!" Geram Fairel yang langsung mendorong Beth masuk ke dalam kamar mandi.


"Iel!!"


"Kau benar-benar membuatku geram!" Fairel sekarang sudah mengunci Beth ke dinding kamar mandi. Pria itu kemudian segera mel*mat bibir Beth dengan panas berulangkali.


"Iel--" Beth buru-buru menahan tangan Fairel yang sudah menyusup ke dalam bajunya.


"Aku sedang ada tamu bulanan!" Beth mengingatkan Fairel yang kinj malah membuka lebar blouse Beth yang memang berkancing depan. Fairel lalu mer*mas kedua gundukan milik Beth yang kini ukurannya sudah mengembang hampir dua kali lipat dari saat Beth masih gadis.


"Iel!!" Beth kembali memperingatkan sang suami.


"Kita lakukan pakai cara lain! Kau kan ahlinya!" Fairel mengerling nakal pada Beth yang wajahnya langsung bersemu merah.


Semoga Sky tidurnya masih pulas satu jam ke depan, karena Beth harus 'mengurus' bayi besarnya ini terlebih dahulu, agar ia tak lagi cemburu pada Sky!


****************TAMAT****************


Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua reader yang sudah mengikuti cerita Beth dan Fairel yang konyol plus absurd ini sampai tamat.


Terima kasih juga untuk semua dukungan, vote, like, serta komentar yang diberikan. Mohon maaf kalau masih banyak typo, serta jadwal update yang tak menentu ini.


Cerita Beth dan Fairel othor akhiri sampai disini. Tapi nanti di cerita Timmy, mereka mungkin masih akan nyempil sesekali.


Terima kasih sekali lagi dan sampai jumpa di karya selanjutnya 💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2