
"Beth, kau kemana?" Tanya Fairel yang sudah bingung sekaligus panik karena tiba-tiba Beth sudah lenyap dari atas ranjang. Bukankah tadi istri Fairel itu masih terbaring di atas ranjang, saat Fairel menutup pintu?
Lalu kenapa...
"Yah!"
Tiba-tiba terdengar suara Beth dari dalam kamar mandi.
Oh, iya! Kenapa Fairel tak kepikiran untuk memeriksa kamar mandi sejak tadi?
"Beth, kau sedang apa?" Tanya Fairel yang langsung membuka pintu kamar mandi.
"Sedang gosok gigi, cuci kaki, cuci tangan sebelum tidur."
"Tapi aku baru ingat kalau aku lupa membawa baju ganti," jawab Beth panjang lebar seraya meringis.
"Kenapa harus membawa baju ganti? Kau lepas saja gaun itu dan tak usah pakai baju malam ini," ujar Fairel blak-blakan yang langsung membuat kedua mata Beth membulat sempurna. Beth juga refleks menyilangkan kedua tangannya di depan dada, saat Fairel sudah memindai dirinya dari ujung kepaa hingga ujung kaki.
Hah!
"Ada apa? Aku suamimu sekarang, Bethany!" Fairel sudah mendekat ke arah Beth yang masih memegang sikat gigi.
"Jadi tidak usah malu lagi," bisik Fairel kemudian di telinga Beth yang sukses membuat wanita itu sedikit berjenggit.
"Aeeemmm!!" Fairel tiba-tiba sudah menggigit daun telinga Beth yang tentu saja hal tersebut refleks membuat Beth mendorong tubuh Fairel.
"Iel!!"
"Ish! Kenapa malah mendorongku?" Protes Fairel seraya berdecak.
"Kau menggigit telingaku! Kenapa kau melakukannya? Sudah berubah jadi drakula?" Cerocos Beth yang kini merengut dan menggosok-gosok daun telinganya yang tadi digigit oleh Fairel. Beth lalu lanjut menyikat giginya di wastafel.
"Itu namanya foreplay! Umur sudah seperempat abad, masa iya belum tahu," cibir Fairel kemudian yang sudah ganti mendekap Beth dari belakang.
"Memang belum tahu! Orang belum pengalaman," jawab Beth jujur sejujur-jujurnya.
"Kau sendiri kok bisa tahu? Sudah pengalaman atau bagaimana?" Cecar Beth lagi dengan suara yang tak terlalu jelas karena wanita itu bicara sembari menggosok giginya.
"Sembarangan!" Fairel menggigit daun telinga Beth lagi, dan kali ini sikut Beth yang refleks bergerak dan langsung tepat sasaran menyikut perut Fairel.
"Auuw!!" Fairel langsung meringis lebay dan semakin mengeratkan dekapannya pada Beth.
"Kau tidak gosok gigi?" Tanya Beth kemudian pada Fairel yang kini malah menyusupkan wajahnya di ceruk leher Beth dan menimbulkan sensasi geli.
__ADS_1
"Iel!" Beth langsung menggeliat dan sedikit meronta.
"Geli? Bergairah? Sudah ingin kuterjang?" Cecar Fairel yang semakin gila menciumi tengkuk serta leher Beth.
"Iel--"
"Sudah!" Beth semakin meronta dan menggeliat dengan tak terkendali. Sementara tangan Fairel yang tadi melingkar di pinggang Beth, tiba-tiba sudah naik ke atas, lalu merem*s gundukankenyal milik Beth, hingga membuat wanita itu terlonjak.
"Iel!" Beth langsung menyentak dan menyikut lagi perut Fairel. Lalu kaki Beth juga refleks menendang dengkul Fairel.
"Auuuwww!" Fairel langsungmengaduh dan meringus, sdmbari memegangi perut serta dengkulnya bergantian.
"Kenapa kau terus-terusan menyikut perutku...."
"Dan sekarang kau menendang kakiku juga?" Protes Fairel yang langsung membuat Beth meringis.
"Maaf, itu gerakan refleks yang diajarkan abang Timmy kalau ada pria brengsek yang mau melakukan hal tak senonoh--"
"Kau pikir aku pria brengsek?" Sergah Fairel dengan nada meninggi.
"Mungkin. Secara namamu juga Reandra dan katamu Reandra itu brengsek dan juga ba--" Beth tak melanjutkan kalimatnya karena kini Fairel sudah mendelik horor ke arahnya.
"Baik..." cicit Beth kemudian melanjutkan kalimatnya tadi meskipun dengan sedikit revisi.
"Baik? Apa kau baru saja memuji pria baj*ngan berinisial R itu, hah?" Cecar Fairel yang kembali emosi dan mendelii-delik pada Beth.
"Tapi maksudku Reandra yang ini!"
"Fairel Reandra Halley!" Sergah Beth cepat mencoba meredam emosi Fairel yang sudah mirip macan beranak.
"Fairel R Halley dan tak perlu menyebutnya dengan lengkap!" Dengkus Fairel kemudian yang langsung membuat Beth mengangguk.
"Ck! Kita baru saja menikah dan mau malam pertama, tapi kau malah mengajakku berdebat!" Decak Fairel yang langsung membuat Beth merengut.
"Maaf!" Ucap Beth kemudian tetap dengan bibir yang merengut.
"Sudah! Lupakan saja!" Tukas Fairel sembari mengibaskan tangannya.
"Malam pertamanya yang dilupakan? Tak jadi, begitu?" Sergah Beth yang langsung membuat Fairel yang tadinya sudah sedikit tenang jadi naik darah lagi.
"Perdebatan kita tadi yang dilupakan! Malam pertamaya tetap lanjut!" Jawab Fairel setengah berteriak, sembari pria itu merengkuh kedua Beth, lalu menarik paksa lengan gaun Reina yang masih dikenakan oleh Beth.
"Iel!!!"
__ADS_1
"Kenapa kau merobeknya?" Cicit Beth sembari menatap pada lengan gaun Reina yang sudah koyak.
Baiklah, ini ulah Fairel. Jadi nanti kalau Reina marah, Beth akan menyalahkan Fairel!
"Kau membuatku emosi sejak tadi!" Dengkus Fairel yang kini sudah ganti meraba-raba punggung Beth untuk mencari ritsleting dari gaun tersebut.
"Berbalik!" Fairel akhirnya menyuruh Beth untuk berbalik, lalu pria dengan cepat membuka gaun yang dikenakan oleh Beth.
"Mau malam pertama di kamar mandi?" Tanya Beth saat Fairel hebdak melepaskan gaunnya.
"Tentu saja tidak! Seperti tak ada ranjang saja," decak Fairel sembari tangannya dengan cepat melepaskan gaun Beth. Namun diluar dugaan, Beth ternyata masih memakai baju dalaman berupa singlet dan celana pendek diatas lutut.
Apa-apaan ini?
"Kau memakai baju lapis berapa, Beth?" Tanya Fairel terheran-heran, sembari pria itu hendak menarik tali singlet yang dikenakan Beth. Namun Beth sudah mencegah dengan cepat.
"Kenapa lagi?" Fairel menatap tak paham pada ekspresi wajah Beth.
"Kau sebenarnya mau mengajakku malam pertama atau memperkosaku? Kenapa melepaskan bajuku terburu-buru begitu? Takut kena gerebek?" Cecar Beth yang langsung membuat Fairel berdecak lagi.
"Aku akan benar-benar memperkosamu jika kau terus mengajakku berdebat!" Fairel sudah mendelik pada Beth, lalu mendorong istrinya tersebut hingga menabrak tembok. Fairel lalu mengungkung tubuh Beth dan masih mendelik ke arah istrinya yang kini juga tengah menatap Fairel dengan tajam.
Lalu dalam hitungan detik, Fairel tiba-tiba sudah ******* bibir Beth.
"Mmmmmpphhh!" Beth sempat meronta di awal. Namun kemudian wanita itu mencoba mengimbangi cecapan Fairel. Segera Fairel membimbing Bethddngan sabar, hingga akhirnya mereka saling mel*mat dan berpagutan cukup lama.
Fairel langsung tertawa kecil, begitu tautan bibir mereka terlepas.
"Kau cepat belajar, hah!" Fairel langsung mengusap lembut bibir Beth yang tampak memerah. Tak hanya bibir, tapi seluruh wajah Beth juga tampak merona merah. Fairel langsung tancap gas menciumi wajah Beth bertubi-tubi hingga istrinya itu meronta-ronta.
"Iel, sudah!" Beth memukul-mukul dada Fairel yang masih terus menciumi wajahnya. Fairel lalu tanpa aba-aba kembali menggendong tubuh Beth ala bridal.
"Mau kemana?" Tanya Beth yang sudah mengalungkan kedua lengannya di leher Fairel.
"Terbang ke bulan," jawab Fairel seraya membawa Beth keluar dari kamar mandi, lalu mendaratkan tubuh istrinya tersebut ke atas ranjang. Fairel langsung menindih Beth dan menyingkirkan beberapa anak rambut yang berserak di wajah wanita tersebut.
"Mana bulannya?" Tanya Beth lagi yang kini sudah menangkup wajah Fairel, lalu mengusapnya dengan lembut.
"Aku bulannya," bisik Fairel sebelum kemudian pria itu kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Beth.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.