Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
TIDAK PENTING


__ADS_3

"Aku di atas, di kamar Reina!"


"Kuenya sudah datang? Baiklah, aku turun sekarang!"


Fairel yang sudah mandi dan berpakaian rapi, baru saja akan keluar dari kamar, saat pria itu tak sengaja mendengar pembicaraan Alice bersama seseorang di telepon.


Kue sudah datang?


Apa yang mengantar adalah Beth? Biasanya kan begitu!


Fairel bergegas menyusul langkah Alice yang sudah menuruni tangga. Namun saat baru menuruni beberapa anak tangga, Fairel tiba-tiba sudah menghentikan langkahnya.


"Ck! Memang apa peduliku kalau yang mengantar adalah Beth atau orang lain!"


"Terserah saja!" Gerutu Fairel kemudian yang hendak naik lagi ke lantai atas, saat tiba-tiba terdengar suara Alice.


"Bawa kuenya lewat sini!"


Fairel segera melongok dari atas tangga untuk melihat siapa yang membawa kue pernikahan Angga dan Reina.


Ternyata memang bukan Beth!


"Cih! Tidak profesional sekali tukang kue itu!"


"Kenapa menyuruh orang lain yang mengantar! Kenapa bukan dia sendiri yang mengantar?"


"Dimana-mana, tukang kue itu pasti mengantar kue pesanan customer dan memastikan kuenya sudah pas atau belum!"


"Kuenya rusak atau tidak!" Fairel terus menggerutu hingga pria itu masuk ke kamar Reina.


"Abang mau apa?" Tanya Reina penuh selidik saat Fairel mendaratkan bokongnya di sofa di sudut kamar Reina.


"Mengawasimu!" Jawab Fairel dengan nada ketus.


Reina hanya memutar bola mata dan adik kandung Fairel itupun kembali fokus pada riasannya.


****


Beth turun dari motor dengan sedikit tergesa, lalu gadis itu segera masuk ke kediaman Halley yang kini sudah disulap menjadi wedding venue bernuansa serba putih yang begitu megah.


"Wow!" Beth masih sempat berdecak kagum, sebelum gadis itu menghampiri kue pernikahan yang sudah diletakkan di meja besar dekat pelaminan.


"Beth--"


"Akan aku perbaiki. Tidak akan lama," tukas Beth cepat memotong kalimat Alice.


Ya, tadi memang bukan Beth yang mengantar cake pernikahan ini, karena ternyata Mom Yumi sudah mengirim orang untuk menjemput kuenya. Dan meskipun Beth sudah berpesan agar mereka berhati-hati saat memindahkan kuenya, kecelakaan ternyata tetap tak bisa dihindari. Alice yang tadi menelepon Beth dan melaporkan kalau beberapa bunga yang menjadi hiasan di kue bergeser dari tempatnya.


Beth segera memperbaiki kue tiga tingkat di hadapannya sambil sesekali mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya berdiri seolah sedang mencari seseorang.


"Semuanya sedang bersiap, ya?" Tanya Beth sedikit mengajak Alice mengobrol.


Alice tampak mengernyit.


"Maksudku keluarga pengantinnya," Beth mengoreksi pertanyaannya.


"Oh!"


"Iya, mereka masih di kamar masing-masing untuk bersiap. Tadi Reina juga sudah mulai dirias," jelas Alice yang langsung membuat Beth mengangguk.


"Kau sendiri bagaimana? Bawa baju ganti, kan?" Alice ganti bertanya pada Beth.


"Baju ganti?"


"Aku tidak bawa karena tadi buru-buru," jelas Beth yang langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu utama kediaman Halley saat ada seseorang yang keluar.


Oh, bukan Fairel!

__ADS_1


Hahaha, konyol sekali! Kenapa Beth malah memikirkan pria galak itu?


"Jadi nanti pulang lagi?" Tanya Alice kemudian.


"Iya!"


"Aku mungkin akan datang bersama abangku juga," imbuh Beth.


"Ooh!" Alice hanya membulatkan bibirnya sebelum kemudian wanita itu tampak berdiskusi bersama salah satu anggota tim Wedding Organizer miliknya.


Beth sudah selesai memperbaiki wedding cake Angga dan Reina, dan gadis itu masih menunggu Alice yang belum selesai berdiskusi bersama anggota timnya. Beth mengedarkan pandangannya sekali lagi ke sekeliling pelaminan, dan yang terlihat hanyalah beberapa anggota tim WO Alice tang mondar-mandir mempersiapkan acara yang akan berlangsung beberapa jam lagi.


"Alice!" Beth akhirnya memanggil Alice karena ia ingin secepatnya berpamitan saja. Mama Tere juga sudah mengirim pesan agar Beth segera pulang, karena rencanya mereka nanti akan pergi bersama ke acara.


"Iya, Beth!"


"Sudah selesai?" Tanya Alice sembari memeriksa wedding cake.


"Sudah!"


"Aku sudah boleh pulang, kan? Nanti aku akan kesini lagi dan memantau cake-nya sekalian menjadi tamu," tukas Beth seraya tertawa kecil yang langsung membuat Alice ikut tertawa.


"Iya, silahkan!" Ucap Alice yang langsung membuat Beth bergegas pergi dari kediamam Halley.


Huh!


Beth masih belum bertemu Fairel juga!


****


"Ck!" Terdengar decakan Reina yang entah sudah keberapa kali sejak gadis itu mulai dirias. Riasan Reina sudah hampir selesai dan sekarang, periasnya sedang memasang veil ke kepala adik kandung Fairel tersebut.


"Apa?" Tanya Fairel ketus saat Reina melemparkan tatapan aneh ke arahnya.


"Abang seperti tidak ada kerjaan," komentar Reina sinis.


"Mengawasimu!" Ucap Fairel seraya mengarahkan kedua jarinya ke matanya sendiri, lalu ganti ke arah Reina.


"Ck!" Reina kembali berdecak.


"Tidak menggoda Rossie? Atau mencari-cari perhatian gadis itu? Reina lihat abang sudah jarang membahas tentang Rossie belakangan-"


"Aku akan keluar!" Potong Fairel ketus sebelum Reina menyelesaikan kalimatnya yang membahas seputar Rossie.


Apa Reina belum tahu perihal Fairel yang kini sudah berhenti mengejar Rossie? Sepertinya adik Fairel itu terlalu sibuk dengan dunianya sendiri sampai tidak tahu berita besar tentang patah hatinya Fairel kemarin gara-gara Rossie yang kini sudah berpacaran dengan Keano.


Ah, tapi siapa peduli!


Bukan hal itu yang membuat hati Fairel galau saat ini, tapi ada hal lain!


Hal lain!


Entah hal lain apa itu!


Fairel sudah meninggalkan kamar Reina, dan pria itu memilih untuk langsung ke bawah saja. Beberapa tamu sepertinya juga sudah datang termasuk keluarga mempelai pria.


Bagaimana Fairel bisa tahu?


Tentu saja Fairel tahu karena Fairel yang hendak turun dari tangga, bisa melihat dengan jelas Rossie Hadinata yang kini sedang naik tangga menuju ke arah Fairel.


"Iel! Reina sudah selesai dirias?" Tanya Alice yang berjalan di depan Rossie.


"Hampir siap," jawab Fairel seraya berekspresi datar dan terus melangkah turun tanpa sedikitpun menyapa Rossie.


Kenapa juga Fairel harus menyapa adik Angga itu? Sepertinya tidak penting!


Fairel terus turun ke bawah dan menuju ke venue utama yang berpusat di teras serta halaman depan. Beberapa tamu sudah hadir termasuk Angga dan keluarganya.

__ADS_1


"Iel!" Mom Yumi sudah menghampiri Fairel yang malam ini tak bersemangat.


"Iya, Mom!" Fairel mengeluarkan kaca mata hitam dari saku jas-nya, lalu segera memakai benda itu.


"Jangan dipakai!" Mom Yumi menyentak tangan sang putra dengan sedikit kasar.


"Ini acara pernikahan dan bukan acara duka. Kenapa harus memakai kacamata hitam?" Omel Mom Yumi selanjutnya.


"Ck! Iel mengantuk, Mom!"


"Lihat, mata Iel berkantung," alasan Fairel yang langsung membuat Mom Yumi berdecak dan hendak merebut kaca mata hitam Fairel, namun segera ditangkis oleh putranya tersebut.


"Ngomong-ngomong, Mom sudah membelikan rollcake dari Sweety cake untukmu."


"Tadi Mom menyuruh maid mengantar ke kamarmu, tapi katanya kau tak di kamar tadi."


"Kau kemana?" Tanya Mom Yumi menyelidik.


"Di kamar Reina sejak tadi," jawab Fairel cepat.


"Mom kira kemana," Mom Yumi tertawa kecil bersamaan dengan MC acara yang sudah membuka acara sore ini.


"Langsung akad?" Tanya Fairel karena melihat Angga yang sudah duduk di depan penghulu bersama Dad Liam dan beberapa saksi.


"Iya!"


"Ayo!" Ajak Mom Yum kemudian seraya mengajak Fairel untuk duduk di kursi khusus keluarga yang memang sudah disediakan.


"Rossie kemana?" Fairel bisa mendengar bisik-bisik Uncle Robert pada Aunty Sita.


"Entahlah. Mungkin menemani Reina," jawab Aunty Sita menerka-nerka.


Fairel memilih untuk diam dan tak memberitahu meskipun Fairel sebenarnya tahu. Biar saja!


Bukan urusan Fairel!


Kenapa tak tanya juga pada Keano....


Sebentar!


Kenapa sepupu Fairel yang kini mengaku sebagai pacar Rossie itu malah tak terlihat batang hidungnya? Kemana dia?


Fairel langsung mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan untuk mencari keberadaan Keano. Namun tak terlihat dimanapun, padahal Aunty Anne dan Uncle Abi saja duduk tak jauh dari Fairel dan Mom Yumi.


Aneh!


"Mencari apa?" Desis Mom Yumi sedikit geram pada Fairel yang malah celingukan padahal acara sakral baru dimulai.


"Keano," jawab Fairel tetap celingukan.


"Dia datang terlambat," tukas Mom Yumi tetap dengan nada geram.


Fairel akhirnya berhenti celingukan, bersamaan dengan dengungan sah dari para tamu yang hadir karena ternyata Angga sudah selesai mengucapkan ijab qabul.


Baiklah, Fairel sudah resmi dilangkahi oleh Reina sekarang!


Jadi, kapan Fairel akan menyusul menikah?


Tanyakan pada rumput yang bergoyang!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2