Beth Ter-Sweet

Beth Ter-Sweet
DRAMA


__ADS_3

"Arrrrggghhhh!!"


"Beeeeth!!!" Jerit Fairel saat kepala Beth tak sengaja membentur dagu suaminya tersebut dengan lumayan keras. Kepala Beth juga seeikit sakit. Namun sepertinya Fairel malah lebih parah karena bibir suami Beth itu sudah bercucuran darah.


Hah?


"Bibirmu berdarah," ujar Beth yang dengan cepat memeriksa bibir serta gigi Fairel.


"Kenapa kau menyundul daguku dengan kepalamu yang keras itu?" Omel Fairel yang langsung membuat Beth memutar bola matanya.


Jelas-jelas tadi Fairel yang menarik tangan Beth tiba-tiba, hingga Beth jadi hilang keseimbangan lalu jatuh tersungkur ke pangkuan Fairel. Dan mana Beth tahu kalau kepalanya tadi bisa tiba-tiba menyundul dagu Fairel.


"Sepertinya bagian dalam bibirmu sobek. Mau ke UGD untuk dijahit?" Tawar Beth kemudian yang langsung membuat Fairel merengut. Namun hanya beberapa detik karrna pria itu langsung tampak meringis kesakitan.


Padahal sebenarnya, luka Fairel juga tak terlalu dalam dan seharusnya ekspresi pria itu tak perlu selebay sekarang.


"Nanti kalau bibirku dijahit, aku tak bisa lagi menciummu," rengut Fairel kemudian.


"Iya, benar! Mana lusa ada jadwal foto prewedding," timpal Beth yang langsung membuat Fairel membelalak.


"Serius?"


"Iya! Baru sore tadi Aunty Audrey mengirimkan jadwalnya," tukas Beth yang langsung membuat Fairel mengusap kasar wajahnya. Namun kemudian pria itu kembali menjerit dengan lebay.


"Aku tidak mau foto prewedding dengan bibir bengkak dan dijahit, Beth! Cepat telepon Aunty Audrey dan minta jadwalnya diundur!" Perintah Fairel kemudian seraya menyodorkan ponselnya pada Beth.


"Aku rasa bibirmu tak perlu dijahit, Iel!" Beth memeriksa sekali lagi bibir Fairel.


"Tahu darimana? Kau bahkan bukan dokter!" Sergah Fairel tak percaya.


"Tapi aku juga bisa membedakan mana luka yang dalam dan mana yang tidak. Ini pendarahannya juga sudah berhenti," tukas Beth yang langsung membuat Fairel merengut.


"Tapi masih sakit sekali, Beth! Rasahya seperti--"


"Digigit harimau, tyrex, dinosaurus, atau buaya cap kadal?" Potong Beth menyambung kalimat Fairel yang kini semakin merengut.


"Kau tidak merasakan bagaimana sakitnya dan kau malah meledekku sekarang! Benar-benar tak ada empati!" Fairel sudah bersedekap dan merengut sekarang. Beth tentu saja langsung menghela nafas dan menangkup wajah Fairel.


"Mau aku antar ke UGD sekarang, Suamiku Sayang?" Bujuk Beth akhirnya dengan suara lembut agar Fairel berhenti merajuk.


Beth benar-benar tak percaya akan kerap melakukan hal konyol begini setelah ia dan Fairel menikah. Lagipula, kenapa juga dulu Beth bisa tertarik pada pria galak nan manja di depannya ini?


Benar-benar sulit dimengerti!


"Sekarang jam berapa? Kau bisa menyetir memangnya?" Cecar Fairel tetap dengan wajah yang merengut.


"Bisa!" Jawab Beth seraya mengangguk.


"Menyetir motor matic bututmu itu!"


"Menyetir mobil! Aku bisa, kok!" Sergah Beth bersungguh-sungguh.


"Aku juga punya SIM sendiri. Atau kalau kau tak percaya, aku bisa minta Kak Yvone mengantar kita berdua--"

__ADS_1


"Kak Yvone lagi! Bisakah tak usah membawa-bawa nama kakak iparmu itu? Atau jangan-jangan kau memang ada something pada Kak Yvone--"


"Hahahahaha!" Beth langsung tergelak mendengar cerocosan Fairel yang kini malah menuduhnya berselingkuh dengan Yvone.


Agak lain memang suami Beth ini!


"Kedekatanmu dengan Kak Yvone itu sudah diluar batas kewajaran! Kalian bahkan sudah tidur satu ranjang sore tadi--"


"Kami sama-sama perempuan, Iel!" Sergah Beth yang benar-benar tak habis pikir sekarang.


"Tapi kan jaman sekarang bannyak juga perempuan yang tertarik pada sdsama perempuan--"


"Aku tidak termasuk!" Sergah Beth cepat.


"Kenapa kau selalu saja menuduhku berselingkuh? Dulu Reandra, sekarang Kak Yvone!" Ujar Beth lagi sembari menatap heran pada Fairel yang kini merengut dan merajuk lagi.


"Itu karena aku mencintaimu, Beth! Dan aku tak mau kau berpaing dariku apalagi dekat dengan orang lain selain aku! Hanya aku yang boleh kau cintai dan kau berikan semua perhatian yang kau miliki!"


"Apa kau masih tak memahami hal itu?" Sergah Fairel dengan nada berapi-api.


"Tapi apa harus sedikit-sedikit cemburu begitu?" Tanya Beth yang masih tak habis pikir.


"Tentu saja! Aku kan tak mau kehilangan dirimu!" Ujar Fairel lagi sembari mendekap Beth dengan lebay.


"Tapi kau juga cemburu pada kedekatanku dengan Kak Yvone. Aku rasa yang itu sedikit berlebihan--"


"Sudah kubilang, aku sedang menjagamu dari hal-hal yang tak diinginkan!" Sergah Fairel tetap bersikeras.


"Kau mungkin memang tak ada perasaan apapun pada Kak Yvone! Tapi hati Kak Yvone siapa yang tahu?" Ujar Fairel lagi mengungkapkan kekhawatirannya yang langsung membuat Beth garuk-garuk kepala.


Baiklah, terserah saja! Beth tak mau membahasnya lebih lanjut karena kecemburuan Fairel ini sudah masuk tahap overdosis dan pria ini juga keras kepala sekali. Semakin Beth menyangkal, semakin Fairel punya beribu alasan.


"Jadinya mau ke UGD tidak?" Tanya Beth akhirnya seraya memeriksa lagi bibir Fairel.


"Auuuwww!! Sakit, Beth!" Rengek Fairel saat Beth membuka sedikit bibir suaminya tersebut.


"Nanti malam tak bisa ciuman berarti," seloroh Beth yang langsung membuat Fairel membelalakkan mata.


"Masa tidak bisa?"


"Iya ini baru aku buka ssdikit kau sudah jerit-jerit.


"Coba praktek dulu!" Fairel dengan cepat meraih dagu Beth, lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Beth. Namun baru beberapa detik, pria itu malah sudah menjerit dan membuat Beth kaget.


"Kenapa kau menggigit bibirku, Beth!" Omel Fairel sembari memegangi bibirnya sendiri bagian atas.


"Siapa juga yang menggigit bibirmu!" Sangkal Beth cepat.


"Aku bahkan belum membuka mulut tadi!" Sambung Beth lagi.


"Tapi bibirku sakit sekali dan kita tadi belum jadi bercinta! Bagaimana aku akan tidur malam ini, Beth!" Fairel mdnjambak rambutnya sendiri dan nampak frustasi.


"Tidur tinggal tidur. Apanya yang sulit?" Tanya Beth heran.

__ADS_1


"Aku tidak bisa tidur kalau belum mel*mat bibirmu yang manis itu!" Ungkap Fairel blak-blakan.


"Oh." Beth langsung membulatkan bibir sembari terkikik.


"Kenapa malah tertawa? Senang melihatku menderita?"


"Iya!" Jawab Beth jujur yang langsung membuat Fairel menarik tubuh istrinya tersebut dan menindihnya di atas ranjang.


"Pelan-pelan, Iel!" Beth refleks memukul dada Fairel yang kini sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Beth.


"Mau mencium? Tadi katanya sakit!" Cecar Beth mengingatkan Fairel yang kinj menatapnya dengan aneh.


"Memang sakit! Obati sampai sembuh!" Perintah Fairel seraya menyatukan bibirnya dengan bibir Beth. Namun hanya sesaat karena pria itu sudah meringis lagi.


"Mungkin sebaiknya diobati dulu dan kita istirahat berciuman untuk sementara waktu, Iel!" Nasehat Beth akhirnya sembari menangkup wajah Fairel yang kini merengut lagi.


"Kau yang mengobati dan jangan membawaku ke UGD!" Tukas Fairel yang langsung membuat Beth menghela nafas. Beth lalh memeriksa lagi luka di bibir bagian dalam Fairel.


"Harus tanya dulu ke dokter obatnya apa agar tak salah," gumam Beth kemudian.


"Tanya saja pada Ethan. Dia pasti tahu. Fairel menyodorkan kembali ponselnya pada Beth, namun kemudian menariknya kembali.


"Aku saja yang menghubungi Ethan dan kau jangan bicara pada dokter itu!" Tukas Fairel yang tentu saja langsung membuat Beth mengernyit.


"Ethan itu dokter yang kemarin memeriksaku saat di rumah Mom?" Tanya Beth kemudian sedikit penasaran.


"Ya! Dan dia sudah menikah! Tidak usah menanyakannya lagi!" Sergah Fairel galak sebelum pria itu meringis lagi.


"Makanya bicara pelan-pelan dan jangan galak-galak!" Nasehat Beth lagi sedikit geram.


"Kau yang memancing!" Fairel balik menyalahkan Beth.


"Aku kan hanya bertanya dan kau menjawabnya nge-gas seolah aku tertarik pada Ethan. Padahal kan tidak!" Cerocos Beth panjang lebar yang langsung membuat Fairel berdecak. Fairel lalu meletakkan ponselnya di telinga dan tak berselang lama, pria itu sudah bicara di telepon pada Ethan sepertinya.


Entahlah!


"Kirimkan resepnya cepat! Aku tunggu!" Pungkas Fairel seraya mengakhiri teleponnya pada Ethan.


"Sudah?" Tanya Beth kemudian yang langsung membuat Fairel mengangguk. Fairel lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Beth dan mulai bersikap lebay lagi.


"Sakit sekali, Beth!" Keluh Fairel sembari meringis tak jelas.


"Iya! Sabar!" Tukas Beth yang sebenarnya kesal juga. Tapi bagaimana lagi, Beth juga mencintai suaminya yang banyak drama, lebay, dan sedikit gila ini.


Atau jangan-jangan Beth sudah tertular kegilaan Fairel selama ini?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2