
Kalau ditolak memang sangat sakit, tetapi masih ada beberapa persen perasaannya diterima, bukan? Dan kata Celine, tidak ada yang salah soal rasa suka, Kenny diminta menunggu sampai kondisi Keira baik-baik saja. Jika Celine katakana juga berkaitan dengan perasaan Keira terhadap Danu, berarti wanita itu saat ini sudah membaik, bukan? Pasalnya Keira mengatakan jika dirinya sudah menyerah soal Danu dan justru ingin menjauh dari pria itu.
“Terus …,” kata Kenny. “Kalau soal cinta beda usia bagaimana, Ra? Maksudku kalau ada cowok yang lebih muda, tapi dia menyukai kamu, bagaimana? Apa kamu enggak merasa risih atau terbebani? Apalagi kamu kan sudah kepikiran soal pernikahan,” lanjutnya demi mencari tahu penilaian Keira terhadap pria yang lebih muda.
Ini dia! Pikir Keira. Ia pun memberikan senyuman super manis pada Kenny, ketika pria itu sudah masuk ke dalam perangkapnya. Masa bodoh dengan Danu terlebih dahulu, lagi pula pria itu cukup ambigu. Kalau si Manis memang memiliki sikap dan karakter super manis, membuat Keira selalu gemas sendiri.
“Ya enggak kenapa-napa, Ken. Yang penting dia bertanggung jawab dan mau menikahi aku ketika sudah benar-benar siap. Tapi, ya jangan lama-lama juga, keburu tuir aku-nya nanti,” jawab Keira atas pertanyaan Kenny yang sempat ia abaikan dalam beberapa saat.
“Kalau cowok itu sudah punya pekerjaan, tapi masih ingin punya waktu menggapai mimpinya bagaimana? Kan kamu pernah bilang sama aku, kalau aku harus menggapai mimpiku dulu baru menikah. Terus kalau cowok itu punya tujuan sama kayak aku bagaimana?” tambah Kenny dengan pertanyaan yang memiliki makna seperti sebelumnya.
Keira tertawa kecil. “Kalau memang begitu, dan kalau dia mau menikah denganku sembari menggapai mimpinya, aku pastikan aku akan membantunya untuk menggapai mimpi itu. Toh, aku juga punya pekerjaan. Ini yang aku bahas kalau kami sudah menikah ya, Ken. Aku bakalan bantu dia kok, lagi pula perusahaan di mana aku bekerja, mengadakan cuti hamil, yang artinya aku enggak mungkin kehilangan pekerjaan kalau sudah hamil. Hahaha, kejauhan ya pemikirannya? Tapi, begitulah konsep yang aku buat jika suatu saat aku mendapatkan pria lebih muda, dan mau menikahiku dengan segera.”
“Waaah! I-itu bagus sekali, kamu … benar-benar hebat, Keira.”
“Iya dong!” sahut Keira. “By the way, pria yang lebih muda itu siapa, Ken? Ada cowok muda yang suka sama aku begitu?”
Kenny menggaruk tengkuknya dan berlagak malu-malu. “Ah, so-soal itu, aku sih enggak tahu.”
“Begini saja, mm, memangnya ada cewek lebih tua yang kamu sukai?” Keira terus memberikan desakan agar Kenny lantas mengakui perasaan suka itu untuk dirinya.
__ADS_1
Kenny menelan saliva. Agak aneh sih, saat Keira seolah tahu bahwa dirinya menyukai wanita itu. Dan haruskah Kenny mengatakannya sekarang juga? Tentu belum boleh, bukan?
“Kenny! Jawab dong!” tegas Keira.
Kenny menggeragap, bingung, sekaligus malu. “A-ada, Ra. Umm, aku suka cewek dewasa sih.”
“Hah?!” Keira terpekik. “Waaah, parah kamu. Sukanya yang dewasa-dewasa nih!”
“Hais!” Kenny mengibaskan sebelah tangannya sendiri di depan mata Keira. “Ngawur kamu, Ra! Bukan dewasa yang kayak begitu, yang panas terus bikin dosa, kan, maksud kamu? Hmm, jorok banget sih pikirannya? Aku menyukai wanita cantik, yang lebih tua, pintar, dewasa, dan … baik hati.”
“By the way.” Keira menghela napas dalam. “Apa wanita cantik, lebih tua, pintar, dewasa, dan baik hati itu adalah … Keira, Ken?”
“Kamu suka sama aku, ‘kan, Ken? Dari tadi dipancing-pancing kenapa enggak ngaku-ngaku sih, Ken? Aku jadi gemas sendiri lho! Jadi, jurus blak-blakan andalan Celine akhirnya aku ikuti. Iya, ‘kan?! Kamu suka sama aku , ‘kan? Hayo jujur!”
“Ka-kamu tahu dari mana, Ra?” Kenny bingung dan begitu terkejut.
“Ya tahulah, aku kan Keira si wanita pintar yang kamu maksud. Kalau cuma membaca perasaan orang itu gampang buat aku, Kenny! Sejak sebelum kamu mengaku sama Celine pun aku sudah tahu kali, Ken! Aku dulu sempat khawatir, tapi sekarang enggak sih. Soalnya gemas sendiri, terus kamu orangnya seru, pikiranmu bagus juga.”
“Ka-kalau aku memang sebaik itu di mata kamu, berarti kamu mau jadi pacarku dong?!” Dengan lidah gemetar Kenny, berusaha meminta Keira menjadi kekasihnya.
__ADS_1
“Pacar? Hahaha. Enggak tuh, umm … aku belum mau,” sahut Keira semakin mengejutkan.
Tak berselang lama, Keira memutuskan untuk bangkit dari duduknya. Setelah membuat Kenny seperti dipermalukan, ia justru berniat untuk meninggalkan pria itu. Maksudnya komunikasi selanjutnya disambung saja lewat pesan atau telepon, atau bahkan video call. Karena selain, merasa cukup serba salah, malam juga semakin larut. Yang artinya Keira tidak boleh berlama-lama di luar, apalagi bersama seorang laki-laki. Ia harus tidur, agar esok hari tidak sampai kesiangan.
Sementara Kenny masih terpaku diam, sembari menatap kepergian Keira. Ia bingung harus berbuat apa untuk saat ini. Malu juga karena ternyata Keira sudah membaca perasaannya sejak lama.
Suara ponsel yang berbunyi sukses membuat ketertegunan Kenny mendadak buyar. Ia menghela napas untuk membebaskan diri yang masih terkunci kesiap hebat. Kenny yang serba salah sempat bingung hendak melangkah menuju arah yang mana. Pertama ke kanan, tetapi ia ingat bahwa posisi tempat parkir sepeda motornya ke arah kiri. Namun, memutuskan untuk menghentikan langkahnya kembali, ketika menyadari bahwa ponselnya sempat berbunyi.
Cepat, Kenny merogoh kantong celana jeans yang ia kenakan. Tak lama berselang, ia menemukan ponselnya lalu bergegas mengeluarkannya secara sempurna. Sebuah pesan masuk dan pesan itu dari Keira.
Keira: Semangat berjuang ya, Ken. Karena wanita pintar menyukai cowok yang penuh perjuangan. Pulang hati-hati ya!
Sebuah senyum menarik kedua sudut Kenny. Pesan berisi ulasan singkat bermakna ambigu tersebut justru membuat jantungnya langsung terpacu. Entah Keira akan memberikan kesempatan atau tidak, tetapi wanita pintar menyukai pria penuh perjuangan? Dengan kata lain, Kenny bisa berjuang lebih keras, agar tidak hanya mendapatkan kesempatan dari Keira, tetapi juga dapat memiliki wanita itu secara sepenuhnya.
“Kalau tahu begini, aku bisa menyatakan perasaan yang bertahun-tahun membelenggu itu. Tapi, aku terlalu malu dan merasa takut pada beberapa hal. Celine, kenapa keberaniannya enggak menurun ke aku?” gumam Kenny.
Ya sudahlah, biar masa lalu saja yang menentukan langkah Kenny selanjutnya. Sebab masa lalu tidak akan pernah berubah hanya karena penyesalan. Yang pasti, Keira sudah nyaris bisa ia gapai. Kalau takdir mengatakan bahwa dirinya berjodoh dengan wanita itu, maka semuanya akan berjalan dengan jauh lebih baik.
Kini, karena sudah merasa lebih lega dan bebas dari belenggu apa pun yang menyiksa diri selama ini, Kenny memutuskan untuk pergi. Untuk progres hubungannya dengan Keira ke depan, ia membutuhkan beberapa rancangan demi sebuah perjuangan.
__ADS_1
***