Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband
Episode 61-Definisi Cinta


__ADS_3

“Cel! Mau ke mana?! Katanya mau lihat sunset?! Kita jadi camping di sini, ‘kan?” seru Keira pada Celine yang begitu terburu-buru hendak meninggalkan pantai itu.


Celine terpaksa menghentikan aktivitasnya dalam membenahi beberapa barang yang perlu ia bawa untuk pergi bertemu dengan Reksa. Lantas, ia menatap Keira yang masih sibuk mendirikan tenda bersama Kenny untuk camping malam ini.


“Jadi, tapi nanti setelah urusanku beres, Ra!” sahut Celine.


Keira menghela napas, cukup gelisah hatinya. Ada yang tidak beres sepertinya, setelah bertelepon dengan Reksa, Celine memang lebih emosian. Entah apa yang terjadi, Keira berharap dirinya bisa membantu tanpa terlalu ikut campur seperti dulu. Lantas, ia melepas tali tenda begitu saja dan meninggalkan Kenny sendirian, hanya demi menghampiri Celine yang berdiri lima meter dari keberadaannya.


“Ada apa, Cel? Bilang sama aku!” desak Keira sembari mencengkeram kedua lengan sahabatnya itu.


Celine menghela napas. “Aku mau ke Kuta, nyamperin Reksa. Tadi, pas kami teleponan, ada bel pintu terdengar, enggak lama kemudian, aku dengar suara Alien.”


“Ailen?”


“Iyalah, pokoknya cewek itu. Aku enggak tenang, Ra. Aku harus samperin mereka.”


“Tapi, Cel, ini sudah hampir malam lho. Dan waktu tempuh ke sana tuh sekitar satu jam. Enggak besok saja?”

__ADS_1


Celine menggeleng lemah. “Aku enggak bisa tenang, Ra, serius ih! Soalnya si Ular satu itu orangnya nekat banget. Bayangkan! Kalau dia tiba-tiba buka baju di depan Reksa! Bisa bahaya! Kan tahu sendiri cowok kalau dikasih cucu pasti mau! Dulu pas dia benci sama aku saja, juga mau kok!”


“Celine! Astaga!” Keira menepuk jidat, lalu menutupi wajahnya karena malu sendiri. “Enggak, enggak. Enggak bakalan! Reksa kan keras banget orangnya, Cel! Kalau mau balik sekalian nanti saja, jam-jam tujuh begitu.”


Celine melemah dan duduk dengan wajah masam. Memang hari sudah nyaris malam, begitu tanggung jika digunakan untuk melakukan perjalanan. Lihat saja sunset indah mulai muncul, menambah kesan manis di pantai cinta tersebut. Matahari tenggelam yang seharusnya membuat Celine kegirangan justru memberikan kesan muram, ya, seandainya ia tidak menolak untuk ikut Reksa, mungkin saat ini dirinya tengah menikmati liburan dengan tenang tanpa harus mengkhawatirkan si Wanita Ular.


Lagi pula, sekalipun berangkatnya bersama Reksa, Celine pasti bisa bertemu Keira dan Kenny. Namun, sayang, dengan dalih ingin memberikan kejutan, Celine malah salah langkah. Fatalnya, ia yang justru dibuat terkejut duluan. Lunglai, ia merebah di atas hamparan rumput bukit yang dekat dengan pantai tersebut.


Di Pantai Kedungu ini, Celine, Keira, serta Kenny mampir untuk menggelar acara camping. Suasana yang asri serta masih alami pastinya dapat membuat  mereka merasakan hal lebih berbeda. Tempat itu juga masih jarang dikunjungi, sehingga ketenangan dapat meresap dan membuat pikiran lebih segar, setelah menjalani rutinitas padat di perkotaan. Belum lagi pemandangan sunset di ufuk barat terasa begitu manis dan lebih melankolis, benar-benar keadaan yang paling dicari oleh para penjelajah wisata alam, termasuk Celine dan Keira.


“Ada apa memangnya, Cel? Kenapa muram begitu? Baru pertama mengajakku liburan, masa kamu mau balik ke hotel sih?” Kenny yang sejak tadi menyimpan kecemasan, karena khawatir Celine akan benar-benar pulang dan berpotensi membuatnya hanya berduaan dengan Keira, akhirnya melontarkan pertanyaan basi yang sebenarnya sudah ia ketahui jawabannya.


“Serius?!” sambung Keira.


Celine mengangguk. “Iya, sudah tanggung, nyaris malam. Kita harus cepat-cepat pasang tenda dan api unggun, serta bikin makanan. Kasihan adikku, Ra, baru kali pertama dia liburan. Anak berandal kayak dia mainnya ke mal, kalau nggak cari perkara di pasar, biasalah. Tapi, takut pesawat terbang.”


“Enggak perlu dijabarkan juga, Kakak!” ucap Kenny.

__ADS_1


Enggak, Cel, Kenny kerja paruh waktu kok, batin Keira yang sangat ingin memberikan penjelasan mengenai kesibukan Kenny. Namun, ia teringat bahwa Kenny tidak menginginkan pihak keluarga tahu tentang hal itu. Keira pun paham, mengenai Rodian, Deswita, dan Celine yang berharap lebih terhadap kesuksesan Kenny. Maka dari itu, mereka tidak akan membiarkan proses belajar Kenny terganggu oleh hal-hal lain, termasuk pekerjaan.


Sementara itu, Celine yang sudah memutuskan untuk tetap tinggal berangsur mengubah posisinya dan lekas duduk lebih nyaman. Mata Celine yang bulat itu menatap ke arah barat di mana sunset masih terlihat dengan jelas. Indah. Ungkapan yang sangat pas untuk menggambarkan cakrawala jingga yang bak menyentuh lautan. Tuhan memang begitu hebat dalam menciptakan seluruh pemandangan di dunia ini.


“Ra,” ucap Celine sesaat setelah Celine dan Kenny bergabung dengan dirinya. “Definisi cinta menurut kamu itu kayak apa?”


“Cinta? Ya saat dua orang antara wanita dan laki-laki yang saling menyukai, Cel. Misal kamu sama Reksa. Saat kamu ingin selalu bersama dia, setiap melakukan aktivitas apa pun lantas mengingat dia, kamu yang bersedia menerima segala kelemahan dia yang misalnya saja sifat keras dan angkuhnya, kamu marah dan gelisah saat dia bersama Ailen, atau kamu yang merasa rindu saat dia jauh seperti sekarang. Begitu pun sebaliknya, kalau Reksa merasakan hal-hal itu ke kamu, aku jamin dia sudah jatuh cinta sama kamu, Cel. Dengan kata lain, rencana kamu buat membuatnya jatuh cinta sudah berhasil. Hanya saja ... bagaimana dengan kamu, Celine?” Keira mengabaikan sunset dan berangsur menatap Celine.


“Kenapa kamu sampai sepanik tadi? Kamu enggak cuma membutuhkan Reksa sebagai pria yang harus kamu layani karena dia suami kamu, ‘kan? Kamu enggak hanya mau bikin dia jatuh cinta doang, ‘kan?” tambah Keira.


Kenny menghela napas. “Celine itu sudah suka sama Reksa sejak dari Moskow, Cuma otak dia terlalu tulalit, hatinya pun sangat lamban buat mengartikan perasaannya sendiri, Ra.”


“Ya.” Keira mengangguk. “Aku rasa juga begitu, Ken. Dan, Celine, coba kamu pikir lebih dalam lagi soal perasaan kamu. Mungkin ikatan pernikahan sudah mengikat kalian, tapi pernikahan yang enggak ada cintanya bakal terasa hambar. Oleh sebab itu, telisik dulu perasaanmu, Cel. Kurasa Tuan Reksa juga mulai menyukaimu. Setiap kali kalian bersama, aku melihat dia begitu senang. Tuan Reksa, maksudku si Reksa itu jarang tersenyum. Tapi, dia enggak pelit tawa setiap kali bersama kamu. Dan kami semua—karyawan-karyawannya—menyangka kalau pernikahan kalian memang murni karena hati, bukan perjodohan yang seperti rumor beredar. Sampai Katty saja bungkam, tapi Ailen mulai kebakaran jenggot. Jadi, cepat sadari dan nyatakan, Cel. Soalnya bahaya kalau si Ular Keket itu tahu celah di dalam pernikahan kalian berdua.”


Celine terdiam setelah mendengar ucapan panjang dari Keira. Mengenai definisi cinta yang dikatakan oleh sahabatnya itupun kini berangsur menjadi bahan pertimbangannya. Jujur saja, saat ini pun Celine merasa sangat rindu. Ia ingin bertemu dengan Reksa secepatnya dan memastikan jika tidak ada hal yang salah antara Reksa dan Ailen. Ia ingin mengatakan apa yang ia rasakan saat ini, bahkan mungkin sudah berkenaan dengan perasaan cinta. Tak apa jika pada akhirnya Celine duluan yang mengaku jatuh cinta. Tak apa jika ia kalah pada rencananya sendiri. Toh, Reksa tidak lagi memiliki niat untuk menceraikan dirinya seperti saat pertama kali berbulan madu.


Reksa, aku akan benar-benar mengatakan perasaanku padamu, jika semua kegalauan yang aku rasakan memang sebuah gambaran mengenai jatuh cinta, pikir Celine sembari tersenyum manis.

__ADS_1


Sementara itu, diam-diam Kenny memperhatikan senyuman Keira. Kenny langsung membuang muka pada saat Keira mendadak menoleh padanya. Debaran jantung Kenny semakin terdengar kencang. Ia berharap kedua wanita tersebut tidak mendengar.


***


__ADS_2