Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband
Episode 27-Reksa Kiyowo


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan pulang, Reksa sering menggertakkan giginya serta mencengkeram setir mobil dengan sangat geram. Pasalnya, memang benar bahwasanya rasa kesal Reksa terhadap sosok Danurdara masih saja menggebu-gebu. Danu bahkan tidak lebih tampan darinya, wajah pria itu cenderung cantik dan imut. Selain itu, Danu juga tidak terlalu kaya. Namun, ... berani-beraninya pria yang memiliki kasta lebih rendah darinya tersebut menunjukkan sebuah persaingan secara terang-terangan?


“Kenapa tadi keluar sama cowok itu, Cel?!” tanya Reksa dengan tegas tanpa menatap istrinya sedikit pun.


“Mm ... biasanya juga seperti itu kok,” jawab Celine begitu enteng. “Lagian, dia memang ingin bertemu sama kamu.”


“Ingin bertemu denganku?” Kali ini Reksa menatap Celine, meski hanya sekilas. “Buat apa?! Buat pamer kalau dia sangat akrab denganmu begitu?”


“Nggak tahu!” Celine menggedikkan kedua pundaknya.


”Astaga ... lagian ya, Cel, kamu kan sudah punya suami, kenapa masih mau jalan bareng sama pria lain?”


“Kan cuma jalan keluar dari kantor doang, Reksa. Enggak main ke mal sama dia.”


“Tetap saja, kalian hanya berdua. Kalau ramai, agak mendingan. Kamu sudah menjadi seorang istri, seharusnya harus menjaga diri dan nama baik suami kamu, dong! Apalagi kamu bilang dia pernah suka sama kamu, 'kan? Oh mungkin malah masih ada perasaan sama kamu. Seharusnya ... kamu itu enggak perlu bekerja lagi, buat apa sih? Suami kamu kan bukan orang sembarangan, Celine!”


Celine mendengkus kesal. “Yang punya banyak uang itu kamu, bukan aku! Dan lagi, aku enggak materialistis yang bisanya cuma meminta uang sama suami, tahu!”


”Oh! Ternyata kamu memang masih sakit hati sama aku ya, Cel? Sampai pembahasan lama masih diingat terus begitu. Aku kan sudah minta maaf sama kamu soal perkataanku mengenai matreliastis itu, Celine!”


“Aaaa!”


Celine menutup kedua telinganya. Enggan rasanya mendengar semua omelan Reksa. Padahal, awalnya Celine sempat malu-malu sendiri. Namun, sekarang ia dibuat benar-benar tidak tahan. Kecemburuan Reksa terhadap Danu tampaknya begitu besar. Fatalnya, pria itu sampai membahas perihal pekerjaan yang masih sangat Celine inginkan.


Memang benar, bahwa Reksa adalah suami yang kaya. Pewaris sah kerajaan bisnis yang bergerak di bidang manufaktur! Perusahaan yang menaungi brand kosmetik bernama Golden Rose yang sudah terkenal di telinga masyarakat luas. Meski begitu, Celine tidak ingin hanya berpangku tangan. Perasaan Reksa padanya saja masih ambigu dan ia belum memiliki anak, selain itu masih ada cita-cita besar yang ingin ia kejar, sehingga keputusan untuk tetap bekerja masih terus ia pegang.


Belum lagi mengenai perkataan menohok yang pernah Reksa katakan, membuat Celine langsung membangun prinsip untuk menjadi seorang istri yang mandiri. Memang benar, Celine sudah memaafkan Reksa, tetapi melupakan semua ucapan menyakitkan dari suaminya tersebut tampaknya masih sangat sulit untuk ia lakukan.


“Malam ini kita harus pulang ke rumah orang tuaku. Tadi malam kan sudah ke rumah orang tuamu,” ucap Reksa sesaat setelah meredam bara api di dalam dadanya.

__ADS_1


”Oke,” jawab Celine singkat.


”Jangan lupa dandan serta pakai pakaian yang bagus. Mm ... enggak, kamu belum punya pakaian bagus. Sepertinya kita harus belanja dulu.”


”Enggak usah!” tandas Celine tak setuju. “Kepalaku sangat pening. Aku ingin istirahat sebentar sebelum berangkat ke rumah orang tuamu.”


“Kenapa memangnya? Aku ada banyak uang, jadi enggak perlu pusing soal biaya shopping.”


“Aku enggak matre, Sa! Aku memang benar-benar pusing kok, tapi bukan pusing nggak punya duit..”


Reksa menghela napas, sembari membelokkan arah kemudinya menuju sebuah gedung apartemen di mana ia tinggal bersama Celine. “Giliran aku yang mengajak jalan, kok kamu menolak sih? Tadi, jalan bareng cowok itu, kamu kelihatan senang sekali!”


“Astaga ....”Celine menggertakkan gigi, geram. “Kenapa bahas Danu lagi sih? Kamu tuh ya bener-bener deh! Cuma jalan keluar kantor lho! Harus aku bilang berapa kali sih?!”


”Sama saja, dia bukan suami kamu dan itu sangat dilarang!”


“Kamu kalau cemburu memang rese beginikah?”


“Cih! Masih saja menyangkal, dari tadi ngomel-ngomel sendiri begitu kok. Kalau enggak cemburu terus namanya apa dong?!”


Reksa tersudut. Orang yang lebih bodoh dari Celine pastinya juga tahu bahwa dirinya sedang dilanda perasaan cemburu. Wajah Danu yang cukup menggelikan benar-benar membuatnya tertekan. Mengingat tentang kenyataan bahwa pria itu menyukai istrinya, tentu saja sangat menyebalkan. Apalagi Celine pernah memuji betapa ramah, lembut, serta perhatiannya seorang Danurdara, daripada Reksa yang sangat sombong dan manja.


Reksa menghentikan mobilnya di tempat yang semestinya. Namun, alih-alih segera turun, ia justru menyandarkan badan. Dan sikapnya yang aneh tidak sampai di situ saja, ia juga membuat Celine menjadi urung untuk keluar dari kendaraan mewah tersebut.


“Reksa! Lepaskan tangan aku!” ucap Celine ketus.


Reksa menggertakkan gigi dan masih bersikeras menahan lengan Celine. “Katakan padaku apa yang membuat kamu kayak begini, Cel? Kupikir di antara kita sudah baik-baik saja, tapi sejak tadi malam kamu terus-terusan bersikap dingin padaku. Bukan karena Danu, 'kan? Oke! Aku memang cemburu, sangat cemburu!”


Mata Celine mengerjap-ngerjap. Pengakuan Reksa mengenai perasaan cemburu sukses membuat hati Celine sedikit menghangat. Inilah yang ia inginkan. Sebuah pengakuan yang jelas, alih-alih ambigu dan sulit diartikan. Namun ... mengapa Celine belum sanggup untuk membuat sebuah tuntutan mengenai pengakuan cinta dari Reksa?

__ADS_1


“Aku cuma ... cu-cuma ....” Mata Celine terpejam. “Enggak apa-apa. Sungguh! Aku masih jetlag dan sering pusing. Jadinya, uring-uringan sendiri. Lagian, aku kan juga lagi datang bulan. Makanya mood-ku enggak jelas banget.”


“Jadi, bukan karena Danu, 'kan? Maksudku, hatimu enggak bimbang gara-gara ketemu lagi sama dia, 'kan?” selidik Reksa sembari merajuk, dengan paras sangar yang mendadak menjadi menggemaskan.


Sejenak, Celine menatap wajah suaminya yang sama seperti di malam terakhir ketika di Rusia. Dua alis Reksa saling bertaut, bibir manyun, dan mata tajam yang tiba-tiba menjadi sangat berbinar penuh harap.


Celine tersenyum, kemudian ....


“Hahaha! Lucu sekali hahaha. Orang seperti kamu ... hahaha.” Celine berkata, tetapi lebih banyak tertawa.


Reksa menghela napas. “Kenapa malah tertawa seperti itu?”


“Hahaha lagian ... haha, lagian sudah tua pikirannya kayak anak SMA. Ya jelas enggaklah, Sa. Mana ada aku bimbang, dalam keadaan yang sudah jelas-jelas menikah dan tidur sebanyak tiga kali sama kamu!” jelas Celine sembari menunjukkan ketiga jarinya. “Yang benar saja! Cih, hahaha.”


“Sudah tertawanya, Cel! Kamu pikir aku ini komedian? Ngelawak juga enggak! Nih, yang bikin aku malas mengaku.”


“Reksa kiyowo.” Celine tersenyum setelah berhasil menghentikan gelak tawanya.


Dahi Reksa mengernyit. “Kiyowo? Imut? Aku? Ah, sial! Aku ini serigala, bukan ku—”


Perkataan Reksa terhenti, tepat ketika Celine mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi sebelah kirinya. Mata Reksa tampak melebar, begitu pun dengan rahangnya. Ia mendapatkan sebuah ciuman? Mengapa hatinya langsung serasa ingin meledak? Padahal, ia pernah melakukan sesuatu lebih dari itu pada Celine. Mungkinkah karena Celine yang mengawalinya?


“Sudah ya, Sa. Aku enggak ada main kok sama Danu, kamu enggak perlu cemburu lagi. Lagian, aku ini kan sudah jadi istri kamu. Aku dulu yang berencana menaklukkan hati kamu, jadi, buat apa juga aku mengkhianati usahaku sendiri? Walaupun aku sendiri masih enggak tahu, usaha apa yang aku lakukan buat menjinakkan seekor serigala, yang sekarang sudah jadi kucing. Mungkin memang benar, sebodoh-bodohnya diriku, wajahku masih sangat menarik hatimu,” ucap Celine.


Reksa mengangguk setuju. Ditatapnya netra Celine yang begitu begitu jernih dan menggemaskan. Kemudian, tatapannya beralih dari mata menuju bibir tipis milik Celine yang masih tersenyum.


Reksa menelan saliva. ”Benar, kamu memang cantik.”


“Benar, 'kan? Aku memang can—”

__ADS_1


Seperti deja vu, saat tiba-tiba saja Reksa menarik tengkuk Celine. Matanya langsung reflek tertutup, tetap ketika napas Reksa membelai pipinya. Dan tak lama kemudian, mereka terlibat adegan sweet kissing di area parkir tersebut dalam waktu yang lumayan lama.


***


__ADS_2