Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband
Final-Keira dan Kenny


__ADS_3

Keira menjatuhkan garpu dan sendok di atas piring sampai menimbulkan suara berdentang. Namun, ia tidak sedang merasakan sebuah kekalutan, hanya sekadar kesedihan tipis. Ia saat ini tengah berkencan bersama Kenny, menikmati malam minggu yang dingin di salah satu restoran. Fokus utama pikirannya bukanlah pria itu, melainkan Celine dan Reksa serta kabar yang belum lama ini ia dengar.


Kenny menatap Keira, lalu bertanya, “Kamu baik-baik saja, 'kan, Ra?”


“Aku sedih sih, tapi juga bahagia, Ken,” ucap Keira.


Kenny menatap Keira, lalu bertanya, “Kenapa, Ra? Apa makanannya enggak enak, enggak masuk di selera kamu begitu? Kita bisa pindah lho kalau kamu mau.””


“Enggak, enggak! Bukan soal restoran kok, Ken. Makanannya enak kok dan aku suka. Umm, cuma soal ... ah, konyol sih haha. Soal pembatalanku ke negara-negara itu lho, Ken. Sebenarnya Tuan Reksa, maksudku kakak ipar kamu, si Reksa masih kasih izin buat meneruskan rencana. Lagi pula tiket buat aku juga sudah dipesan. Tapi, dia kan enggak mau pisah sama Celine yang lagi hamil. Aku pikir buat apa juga berlibur kalau enggak ada temannya? Aku juga enggak mungkin bawa main Celine dalam keadaan hamil muda. Jadi, aku membatalkan semuanya.”


“Sayang sekali, Ra. Padahal lusa kamu sudah berangkat dan aku rasa kamu juga sudah mempersiapkan segalanya. Kamu bisa ajak teman kamu yang lain mungkin, Ra. Aku sih enggak bisa ambil cuti, Ra. Masih tergolong anak baru juga, enggak bisa main-main sama kerjaan.”


Keira mengangguk. “Iya, makanya aku sedih. Kamu kerja, terus aku enggak ada teman lain. Ada sih, rekan-rekan, tapi kan mereka kerja. Mereka enggak ada koneksi dari Reksa kayak aku haha. Umm, aku sedih soal itu, sedikit doang kok. Di sisi lain, aku juga sangat bahagia karena Celine akhirnya hamil dan mencapai cita-citanya buat keliling dunia. Walaupun sama suaminya bukan sama aku.”


Kenny paham apa yang Keira rasakan dan pikirkan. Rencana memang terkadang tak berjalan sesuai harapan. Impian bisa saja terealisasikan, tetapi dengan siapa menggapai impian itu belum tentu manusia bisa tahu atau bahkan menentukan. Setelah Reksa dan Celine mengumumkan kabar kehamilan, Kenny pun merasa sangat senang. Kakak satu-satunya yang menikah secara perjodohan, akhirnya mendapatkan cinta dan keluarga yang hampir sempurna. Kebahagiaan pun sudah bisa Celine rengkuh tanpa banyak merengek pada Rodian dan Deswita. Nyatanya, sebodoh-bodohnya Celine, Celine bukanlah anak yang bisanya cuma minta.


Namun, Kenny yang sangat bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang paman, tetap tidak menutup mata pada perasaan Keira sekarang. Setelah Celine resmi menjadi seorang ibu, Keira pasti akan lebih kesepian. Dan impian untuk berkeliling dunia bersama Celine juga tak berjalan sesuai harapan.


“Kalau kamu mau menunggu sebentar lagi,  aku bisa menemanimu untuk berkeliling dunia, Keira,” ucap Kenny dengan gelagat gugup. Matanya tak menatap Keira, tetapi justru menatap hidangan yang nyaris tak bersisa.


Keira mengernyitkan dahi. “Menunggu sampai kapan nih?” sahutnya.

__ADS_1


“Sampai aku bisa membawa kamu ke sana.”


“Enggak,” tukas Keira.


Kenny menelan saliva. “Haha. Konyol ya? Pasti bakalan lama banget ya, Ra? Maaf aku—“


“Kamu benar, Ken. Menunggu kesuksesanmu itu mungkin bisa lama, tapi juga bisa saja jadi cepat. Tapi, menunggu kamu siap menikahiku enggak lama, ‘kan, Ken?”


“Uhuk!” Kenny yang terkejut sampai tersedak dan terbatuk. “Kamu sedang melamarku, Ra?”


Keira tersenyum lalu mengangguk mantap. “Iya, aku lagi lamar kamu, Kenny. Hubungan aku dengan ayah dan ibu sambungku sudah membaik berkat Celine. Selama ini kami hanya kurang berkomunikasi, nyatanya ibu sambungku hanya merasa segan saja padaku, padahal beliau sudah sering membujuk ayahku untuk datang padaku. Sayangnya, ayahku terlalu gengsi. Dan hubungan kami menjadi runyam. Apalagi adik tiriku—Rita—dia merasa bersalah karena dirinya aku nyaris kehilangan sosok ayah. Ya sih, semua sudah clear, tapi tetap saja aku enggak akan pernah bisa masuk ke rumah mereka, aku tetap Keira yang akan hidup sendiri dalam balutan kesepian.


“Ra ....” Kenny menyentuh jemari Keira yang tergeletak di atas meja.


Kenny mengeratkan genggaman di telapak tangan Keira. “Tawaranmu menarik juga, Ra, sekaligus bikin aku berdebar-debar. Jujur saja aku juga sudah puas mencintai kamu dalam diam selama bertahun-tahun. Aku ingin memiliki kamu sepenuhnya. Dan aku juga enggak ada niat mempermainkan kamu, Ra. Aku adalah orang yang pekerja keras, aku selalu merasa bahwa diriku jauh lebih dewasa dari kakakku. Aku akan mencoba suatu hal, tapi jika gagal, aku akan mencobanya lagi sampai aku sukses nanti. Aku ... sangat beruntung dan enggak keberatan jika kamu mau menungguku sukses bukan sebagai kekasih, melainkan istriku. Rasanya tahun depan pun aku bisa menikahi kamu, Ra. By the way, penghasilanku tampaknya juga cukup buat menghidupi kamu. Lagi pula, aku memiliki kontrak jangka panjang dengan perusahaan itu.”


“Hihi ... jadi kamu terima lamaran aku, Ken?”


Kenny mengangguk mantan. “Tentu saja, bahkan setelah pulang dari sini aku ingin langsung berbicara pada kedua orang tuaku. Aku rasa mereka akan senang, kamu adalah sosok menantu idaman, Keira.”


“Semoga saja, Ken, izinkan aku memperkenalkan diri pada mereka. Bukan hanya sebagai sahabat Celine, tetapi calon istri kamu. Hihi. Soal Celine, kita bisa bicara dengannya setelah mereka selesai bulan madu, Ken.”

__ADS_1


“Ide yang bagus. Umm ... Ra, terima kasih.”


“Terima kasih juga, Kenny.” Keira membalas genggaman Kenny di jemarinya menggunakan jemari yang lain.


Kenny berharap ia dan Keira bisa melewati segala badai dalam hubungan sampai ke jenjang pernikahan. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, di saat Tuhan memberikan jodoh di depan mata, maka ia akan mengambilnya dan menjaganya sebaik mungkin. Jika Celine saja bisa menaklukkan Reksa yang terkenal jahanam, Kenny pasti lebih bisa mempertahankan Keira yang jelas-jelas wanita baik-baik.


Dan demikianlah kisah-kisah cinta mereka, yang berawal dari ketidakpastian, tetapi berakhir pada sebuah harapan atas kebahagiaan.


***


Maafkan, karena ternyata saya lupa belum publish bab final selama ini. Hehe.


Sekian dan terima kasih, yah, telah mengikuti Celine dan Reksa selama beberapa bulan terakhir.


Silakan mampir ke novel saya yang lain^^


#Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya


#First Wife'S Mission


 

__ADS_1


Salam sayang,


Vhy’dHeavy Putri.


__ADS_2