Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband
Episode 14-Kebimbangan Danu


__ADS_3

Ini bukan soal perasaan seorang remaja. Ini perasaan pria dewasa yang sudah mencapai di level tertinggi. Apalagi Danu adalah tipikal yang setia. Sulit baginya untuk melupakan Celine begitu saja. Ditinggal menikah? Bukan hanya itu, tetapi penyesalan terdalamnya adalah ketika ia tidak pernah berkata jujur sampai akhir, hingga membuat Celine yang sebenarnya tahu justru menyerah dalam menunggu.


Danu yang bodoh. Pria lamban yang kurang jantan. Ia hanya memikirkan alasannya sendiri dan tanpa bertindak agar Celine tak ke mana-mana. Danu yang bodoh. Pria yang pada akhirnya memilih untuk diam, daripada segera menyatakan. Lalu, pilihan itu membawanya ke dalam situasi ter-menyedihkan.


Helaan napas dalam terdengar serta langsung mengisi kesenyapan apartemen rapi tersebut. Di mana seorang Danurdara Angkasa hanya tinggal sendirian di sana. Konsep ruangan yang bergaya maskulin dengan tempelan poster-poster atlet-atlet terkenal, Marc Marques—seorang pembalap motogp—salah satunya.


Meski Danu memiliki karakter lembut, ramah, dan penuh perhatian, ia masih tetap seorang lelaki. Kesukaannya bukan hanya pada Celine saja, tetapi juga dunia olahraga, baik sepak bola atau racing yang sering ia saksikan di televisi hingga larut malam. Selain mengidolakan Marc Marques dari dunia racing, Danu juga sangat menyukai permainan olah bola seorang Cristiano Ronaldo yang kabarnya sudah kembali ke Manchester United. Gambar-gambar kedua sosok itulah yang mengisi keheningan apartemen miliknya.


“Cel, kalau saja aku yang menikah denganmu, mungkin aku bisa ikut kamu keliling dunia. Aku ingin sekali bertemu kedua idolaku, Cel. Kurasa kalau kita jalan bersama, aku akan bisa bertemu dengan mereka sekaligus menemani kamu,” gumam Danu beberapa detik kemudian sembari menatap poster kedua idolanya.


Sayangnya, apa yang ia ucapkan hanyalah menjadi sebuah angan-angan. Celine sudah menikah. Pria yang menjadi suami Celine pun bukan sosok sembarangan. Tidak main-main, saingannya saat ini atau sosok yang hendak ia hadapi untuk merampas hati Celine kembali adalah seorang CEO dari perusahaan manufaktur besar. Siapa pun pasti itu seberapa terkenalnya ‘Golden Rose’ yang merupakan brand milik PT Gold Pandega Innovation, perusahaan yang dimiliki oleh Reksa.


Meski Keira sudah menekankan agar Danu dapat membujuk Celine keluar dari sebuah pernikahan paksa, tetap saja rasa insicure selalu muncul di hati Danu. Terutama ketika benaknya terbayang betapa hebatnya Reksa Wirya Pandega. Satu hal yang membuat Danu masih tercengang dan cukup tidak menyangka yaitu kenyataan bahwa keluarga sederhana Celine memiliki koneksi dengan pengusaha besar dan sukses.


Dunia memang kadang kala mengejutkan. Terlalu sempit. Hingga sosok sederhana seperti Celine dan keluarganya ternyata memiliki kenalan yang tidak main-main. Dan takdir terlalu kejam, terutama untuk Danu. Ia yang selalu setia mendampingi Celine, ia yang selalu memuja semua sikap aneh bin unik milik Celine, dan ia yang selalu berharap agar wanita itu jatuh ke dalam pelukannya, justru dihadapkan pada kenyataan sakit hati terbesar.

__ADS_1


Ditinggal menikah, mendengar Celine sedang berbulan madu, hingga mengetahui bahwa Celine ternyata sudah menyadari perasaannya. Malu, bingung, menyesal. Danu hanya bisa diam setelah semua terjadi.


“Kenapa harus Reska, Cel? Kenapa dari semua pria di dunia ini, kamu harus berada di tangannya? Dan kamu pasti sangat menderita. Lalu, apa yang terjadi padamu di sana, Cel? Bulan madu dengan cowok yang enggak menyukai kamu? Apa kamu baik-baik saja?” ucap Danu membayangkan betapa sulitnya keadaan Celine saat ini.


Pria itu menelan saliva kemudian berkata lagi, “Tapi, kenapa ... kenapa kamu enggak jawab telepon dariku, Cel? Apa yang kamu lakukan di sana dengan Reksa? Ah ....”


Rasa khawatir yang Danu miliki mendadak berubah menjadi sebuah kecemburuan. Celine bisa saja jatuh menyedihkan, tetapi Celine dan Reksa tetap sepasang suami-istri. Ibarat kucing diberi tulang, Reksa pasti langsung menyantap keberadaan Celine. Apalagi malam-malam begini di negara asing dan di dalam kamar yang sama. Oh ... Danu tak sanggup lagi untuk membayangkan kemungkinan tindakan apa yang mereka lakukan.


Danu meringkuk sesaat setelah melipat kedua kakinya dan bersandar pada headboard ranjang. Ia menenggelamkan kepalanya di dalam dekap tangan. Sulit dan sakit. Cemburu, tetapi tak berhak. Dan mana mungkin ia sanggup menuruti permintaan Keira untuk membuat Celine dan Reksa berpisah? Ia tahu betapa konsistennya seorang Celine ketika sudah membuat keputusan, meski wanita itu kerap ceroboh, plinplan, atau bahkan sering bikin onar. Terlebih, alasan Celine untuk bertahan adalah sosok kedua orang tua.


Suara ponsel yang berdering sukses membuat Danu tersentak. Ia lantas mengangkat kepala, lalu menoleh ke arah nakas di mana ponselnya berada. Keira. Satu nama yang langsung Danu tangkap melalui lirikan matanya. Segera setelah itu, ia meraih benda pintar tersebut dan menekan tombol terima.


“Halo juga, Nu. Belum tidur? Tanda di whatsApp kamu masih online. Ini sudah malam banget lho,” sahut Keira dari kejauhan. “Kenapa? Kepikiran Celine?”


Danu menghela napas. “Nggak kok, Ra. Memang habis lembur saja. Kamu kan tahu aku memegang dua pekerjaan sekaligus.”

__ADS_1


“Lagian kenapa kamu ambil alih pekerjaan Celine sih, Danu?! Kamu kan salah satu staf penting, kenapa juga mau beresin pekerjaan admin biasa?”


Danu tersenyum tipis. “Hanya ... entah. Aku hanya ingin saja. Lagian, si Bos enggak melarang selama pekerjaanku beres, Ra.”


”Kamu memang sengaja, 'kan, Nu? Supaya pekerjaan Celine enggak dirampas sama orang? Supaya jika Celine kembali, dia masih punya kesempatan balik ke kantor? Jujur saja, Nu, aku orangnya super peka. Aku enggak bisa dibohongi. Meskipun pernikahan Celine sangat melukaimu, aku yakin kamu masih memiliki harapan buat bisa mengambil hati Celine lagi. Aku sih enggak masalah, Nu, malahan bersyukur. Toh, aku enggak setuju kalau Celine hidup sama si Arogan macam Reksa.”


“Hmm ... kamu banyak bicara juga ya, Ra? Kayaknya bakalan seru kalau lihat kamu ngobrol sama Celine. Sama-sama bawel.”


Keira menghela napas. “Tentu saja, Danu. Kami sahabat sejak lama. Sudah kayak kopi dan gula. Karakter kami sudah bercampur. Bedanya, si Celine agak tulalit, dan aku cukup pintar. Tapi, meski begitu, kalau ngomongin soal nurani, Celine nomor satu, Nu. Dia sudah kayak malaikat. Hmm ... sudahlah, enggak perlu bahas aku dan Celine. Soal rencanaku kemarin, bagaimana, Nu? Kamu tetap akan maju, 'kan? Cuma kamu, Nu, yang bisa menyelamatkan Celine. Seenggaknya Celine pernah ada harapan bisa jadian sama kamu.”


“Aku mendadak insicure, Ra. Reksa itu CEO besar, pewaris tunggal lagi. Sosok yang sepertinya enggak bisa dilawan.”


“Enggak ada hubungannya sama posisi dan derajat, Danu. Meskipun Reksa seorang CEO dan pintar, kalau karakternya sangat menyebalkan, tetap kasihan Celine. Lagian ya, Nu, kalau Reksa enggak menyukai Celine, bukanlah jauh lebih mudah bagimu buat mendapatkan hati Celine lagi?” bujuk Keira.


Danu terdiam. Memikirkan ucapan Keira barusan, memang ada benarnya. Kalau Reksa tak punya perasaan pada Celine, memang lebih baik Danu maju saja. Ia juga memiliki segudang aset rahasia. Dan sebenarnya ... jika bukan ingin dekat dengan Celine, Danu bisa keluar dari perusahaan akuntasi kecil itu, kemudian meneruskan usaha keluarganya sebagai pemilik restoran seafood yang sudah cukup terkenal.

__ADS_1


”Baik, Ra, aku akan maju.” Lagi, Danu yang sempat bimbang langsung setuju pada ucapan Keira.


***


__ADS_2