Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband
Episode 103-Nyicil Keliling Dunia


__ADS_3

Di sebuah kantor yang dinaungi oleh biro perjalanan honeymoon bernama Dream Express, Celine dipanggil secara mendadak oleh atasannya. Melainkan seorang wanita paruh baya bernama Catarina. Wajah wanita itu sangat cantik, meski riasan yang ia kenakan terbilang tebal. Namun, di wajahnya yang sudah kian menua, justru kelihatan cetar.


Ada suatu maksud mengapa Catarina mendadak memanggil Celine yang ia ketahui merupakan istri dari Reksa Wirya Pandega. Reksa juga merupakan putra dari Sanny, teman sosialita sekaligus rekan bisnisnya. Ia sering membantu rencana liburan bagi Sanny dan Wirya, sejak muda sampai sekarang. Bahkan, honeymoon Reksa dan Celine di Moskow, Rusia, saja dirinya yang merancang. Sayangnya, menurut hasil pantuan, tidak ada satu pun tempat romantis yang dikunjungi oleh sepasang suami-istri itu.


Namun, tujuan Catarina dalam memanggil Celine bukan karena identitas wanita muda itu pada saat ini. Melainkan ada urusan lain yang melibatkan sebuah perjalanan.


“Celine,” ucap Catarina sesaat setelah tersenyum dan menatap Celine yang sudah berdiri di hadapannya.


“Selamat pagi, Nyonya Catarina,” sapa Celine sekaligus memberikan jawaban. “Ada apa ya, Nyonya Cat? Apa saya membuat masalah?”


“No, no,” jawab Catarina sembari menggoyang-goyangkan jari telunjuk sebelah kanannya, lalu ia tersenyum lagi. “Kinerja kamh cukup baik, Cel. Bahkan kamu mengetahui setiap detail tempat tersembunyi yang menakjubkan di berbagai destinasi, dan klien kita merasa puas karena kamu.”


“Ah, itu ....” Celine mengusap tengkuk, malu-malu. “Saya hanya selalu merasa penasaran pada setiap tempat wisata, dan saya mencari informasi ke warga sekitar.”


“Kamu memang sangat menyukai perjalanan, ya? Saya dengan kamu juga memiliki mimpi untuk berkeliling dunia. Mm, ibu mertua kamu yang mengatakannya, tampaknya beliau sangat menyayangi kamu.”


”Iya, Nyonya. Saya bersyukur memiliki ibu mertua sebaik Ibu Sanny, di saat banyak sekali menantu yang kena julid ibu mertuanya terus. Tapi, ... saya tidak tahu kalau ibu mertua saya sering membicarakan saya.”

__ADS_1


“Hmm.” Catarina menurunkna arah pandang sembari menghela napas. “Jujur saja, awalnya saya ragu terhadap kamu. Saya selalu selektif dalam memilih calon karyawan, mengingat perusahaan ini bergerak di bidang jasa, yang artinya dengan jasa kami, klien harus puas. Tapi, karena posisi itu kosong, dan banyak permintaan masuk, akhirnya saya menyetujui rekomandasi dari ibu mertua kamu, yaitu memperkerjakan kamu.”


”A-ha-ha ... siapa pun pasti akan meragukan saya, terlepas dari cara Nyonya menyeleksi karyawan. Saya memang ceroboh dan sangat bodoh.”


“Entah ya, mungkin iya. Tapi, karena pekerjaan ini sesuai dengan kegemaran kamu, jadi saya justru menilai kamu kalau kamu sangat lihai dalam bidang ini, Cel.”


Ini pertama kalinya bagi Celine. Dipuji karena pekerjaannya. Tidak dari kecantikan, kebaikan, serta cara berteman. Dan rasanya sangat senang sekali. Kalau Catarina sedang tidak ada di hadapannya, mungkin ia sudah berteriak-teriak serta berjingkrak-jingkrak kegirangan.


Sepertinya keputusan Celine untuk menerima pekerjaan itu sudah sangat tepat. Ya, meski ia tidak bisa berlama-lama bertahan sebagai salah satu karyawan milik Catarina, karena selain akan ditentang oleh Reksa, ia harus memikirkan tentang rumah tangganya untuk ke depan, apalagi kalau nanti sudah benar-benar memiliki anak. Menikmati pekerjaan yang bagus dan sesuai kegemaran dalam satu atau maksimal dua tahun tampaknya sudah sangat cukup.


“Begini,” ucap Catarina lagi. “Maksud saya untuk memanggil kamu itu bukan semata-mata karena kamu adalah menantu dari teman saya, atau istri dari pria yang saya segani.”


“Tidak, Celine.” Catarina menggelengkan kepala. “Kenapa saya harus mencari karyawan lain, kalau kamu saja memiliki kinerja yang bagus? Memang sih, suatu saat kamu pasti bakal resign sendiri, apalagi suami kamu kan lebih kaya dari saya. Tapi, selama kamu masih ingin berada di sini, saya pun akan senang sekali.”


“Mm ... terima kasih, Nyonya. Saya sangat tersanjung dibuatnya, dan jujur ini pertama kalinya bagi saya mendapatkan atasan yang baik seperti Nyonya.” Celine merundukkan badannya.


“Kamu pandai merayu ya, Cel? Hmm. Well, soal pemanggilan kamu ke ruangan ini, sebenarnya berkaitan dengan permintaan klien. Klien ingin berbulan madu ke empat negara secara berturut-turut. Kita bisa menghubungi beberapa hotel yang bekerja sama dengan perusahaan kifa di negara-negara itu. Tapi, saya ingin kamu dan tim terkait yang turun tangan soal pengaturan kejutan, serta makan malam romantis. Dan terutama kamu, Cel, kamu paling pandai kalau masalah perjalanan, 'kan? Saya ingin kamu mencari tempat-tempat tersembunyi lagi dan suguhkan momen romantis untuk mereka,” jelas Catarina.

__ADS_1


Jujur Celine masih membutuhkan waktu untuk mencerna ucapan panjang yang Catarina katakan. Matanya bahkan sampai mengerjap-ngerjap. Namun, demi harga diri dan demi mempertahankan pujian Catarina, Celine hanya diam. Setidaknya, ia tahu bahwa atasannya itu menginginkan dirinya mencari tempat wisata yang belum diketahui banyak orang. Mungkin, bisa melalui website dan internet.


“Minggu depan kamu harus berangkat bersama tim. Semua harus selesai dalam bulan ini dan bulan depan. Klien akan berangkat di pertengahan dua bulan berikutnya. Jadi, kita juga harus bergerak cepat. Kamu bisa, 'kan, berangkat ke negara-negara itu? Umm, maksud saya Reksa tidak akan melarang, bukan?” tambah Catarina.


“Hah?!” Celine baru mengerti sekarang. Ia harus turun tangan untuk mengatur segala persiapan bulan madu yang diminta oleh klien. Pergi ke empat negara sekaligus? Bisa sih, kalau untuk dirinya. Namun, bagaimana dengan Reksa?


”Hah apanya, Cel? Kamu juga bisa sekalian keliling dunia lho, Cel. Enggak ada salahnya, 'kan? Lagian ini kan perintah, Celine. Saya adalah atasan kamu.”


Celine mencoba mengulas senyuman meski terlihat sangat kaku. ”Iya, Nyonya. Tentu saja saya siap dan bersedia. Lumayan sekalian nyicil keliling dunia. Hehe.”


“Saya bisa bantu kamu buat bicara sama Reksa kok, jadi tenang saja. Mm, hanya itu saja sih yang ingin saya katakan. Selain, saya begitu mengagumi kemampuan kamu dalam menelisik setiap daerah. Berkat kamu juga, perusahaan kita jadi punya penambahan opsi soal tempat liburan. Terima kasih, Celine, dan selamat bekerja.”


Celine mengangguk sungkan. “Terima kasih kembali, karena Nyonya Catarina sudah memercayai saya. Kalau begitu, saya permisi terlebih dahulu.”


”Silakan, Celine.”


Celine merundukkan badannya, sampai membentuk garis siku. Detik berikutnya, ia lantas memutar badan dan bergegas untuk keluar. Dalam balutan kegelisahan, Celine kembali ke meja kerja. Sepertinya nanti malam akan terjadi pertengkaran antara dirinya dengan Reksa. Lantas apa yang akan Celine lakukan? Tak mungkin ia membatalkan janjinya pada Catarina untuk mengurus keinginan klien perusahaan.

__ADS_1


“Hmm, apa aku belikan es cream saja? Buat merayu Reksa?” pikir Celine konyol.


***


__ADS_2