Celine And Her Arrogant Husband

Celine And Her Arrogant Husband
Episode 111-Celine Kayaknya Hamil


__ADS_3

Celine merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Sudah satu bulan ia melakukan pekerjaannya. Biasanya di mana pun berada, ia tidak pernah sakit sama sekali. Namun kali ini berbeda. Celine merasa kerap pusing dan mual belakangan ini. Ia pikir hanya sebatas masuk angin biasa, tetapi salah satu rekannya berkata bahwa dirinya sedang hamil muda.


Selama satu minggu, Celine bertahan sendiri di negara terakhir yang harus ia tangani. Sementara rekan-rekannya sudah kembali. Kondisi tubuhnya memang kurang sehat. Naik kendaraan jalur darat saja, perutnya mual tidak ketulungan. Oleh sebab itu, ia takut naik pesawat. Selain karena kondisi badan, katanya Reksa hendak menyusul. Mau liburan bareng kata suaminya itu. Sekalipun badan Celine sehat, sepertinya tetap tinggal lebih lama.


Karena tidak mau membuat orang tuanya khawatir, Celine memutuskan untuk menelepon via video. Jika ia benar-benar hamil, tentu saja ia harus merahasiakannya terlebih dahulu dari Reksa, untuk membuat kejutan nantinya. Namun, sebelum itu, ia ingin mencari informasi dari Deswita terlebih dahulu.


“Ibu, Ayah, aku terjebak di sini. Mual banget, terus pusing. Aku hamil apa bagaimana ya? Aku takut naik pesawat, karena kondisiku belum stabil.” Celine mengungkapkan kesulitannya pada kedua orang tuanya yang menampakkan wajah di depan kamera.


”Jadi, Ayah mau punya cucu nih? Beneran?” Rodian menyahut cepat.


”Belum tentu, Ayah,” kata Celine.


“Kalau mual, pusing, perut bagian bawah sakit, memang biasanya hamil, Cel. Coba deh kamu tes dulu. Di situ ada yang jualan alat tes kehamilan, 'kan?” ucap Deswita memberikan saran.


“Ada sih, tapi Celine takut kecewa. Terus bisa-bisanya ketahuan hamil pas di negara orang sih, Bu! Aaa ... bagaimana dong! Celine pengen pulang. Kenny suruh jemput sih, Ayah! Please ...." Celine merengek.


”Makanya enggak usah kerja! Suami sudah kaya, pakai kerja segala. Kerja sih boleh, tapi ya enggak terbang-terbang ke mana-mana juga kali, Cel!” Deswita mulai mengomel. ”Sudah punya suami, bukannya makin dewasa malah makin egois saja kamu. Pikirannya itu lho dibenerin dulu! Kamu sudah menikah, bukan bocah ingusan lagi, Celine!”


”Sudah, Ibu, sudah. Anak kita kan lagi hamil, kok malah diomeli begitu. Dia enggak boleh terlalu stres!” Rodian yang sangat khawatir pada putri kesayangannya, lantas memberikan peringatan pada Deswita.

__ADS_1


Celine menyahut, ”Tahu tuh si Ibu, bawel! Bukannya dikasih semangat sama tips jadi ibu hamil muda. Malah ngomel-ngomel. Aaaa! Tutup sajalah! Malah makin stres aku entar! Byeee!”


Klik! Celine benar-benar mematikan panggilan itu. Ia singkirkan ponselnya terlebih dahulu. Niat ingin mencari saran terbaik, malah kena omel. Benar-benar menyebalkan. Apalagi di saat kondisinya benar-benar lemah dan ia tidak memiliki siapa pun di sisinya sekarang.


“Aku butuh Reksa. Katanya mau ke sini, ditunggu selama satu minggu enggak nongol-nongol! Hmm ... begini amat ya nasibku?” gumam Celine dengan mata terpejam.


”Ah ... lebih baik aku segera tes saja, biar makin jelas. Siapa tahu kalau positif hatiku jadi tenang, dan mood serta badanku mulai membaik.” Celine lantas berusaha untuk bangkit.


Memang lebih baik segera tahu hasilnya, entah akan positif atau malah masih negatif. Seingat Celine, bulan ini ia juga tidak mendapatkan tanggal merah. Pernah ada tanda, tetapi hanya dua hari saja. Karena sibuk bekerja, ia mengabaikannya. Apalagi klien misterius satu ini permintaannya benar-benar aneh. Ingin honeymoon di luar paket, tetapi tidak menyerahkan konsep.


Alhasil, Celine yang ditunjuk sebagai penanggung jawab jadi kalang kabut. Karena daya pikirnya cukup terbatas, ia terpaksa menyusun konsep bulan madu itu sesuai keinginannya saja. Biarlah. Salah siapa jadi klien aneh. Kalau tidak puas, Celine bisa memberikan tudingan.


“Ya sudahlah, lupakan dulu soal klien aneh. Aku harus mengurus diriku sendiri di negara antah berantah ini. Niat mau sekalian keliling dunia, malah drop. Tapi, kalau beneran hamil, aku juga enggak bakalan kecewa sih. Malah akan senang sekali,” gumam Celine. Detik berikutnya, ia lantas meninggalkan kamar hotelnya untuk mencari swalayan atau apotik terdekat.


***


“Seperti inikah bulan madu impian Celine?" gumam Reksa bertanya-tanya.


Taburan bunga mawar di atas kasur berbentuk hati. Tulip-tulip putih yang tersaji di setiap sudut ruangan. Gambar pasangan rusa terpasang di atas headboard ranjang. Lilin-lilin kecil tersaji di beberapa titik dari kamar itu, dan tentunya beberapa ornamen yang lain juga.

__ADS_1


“Terima kasih, Sayang. Kamu sudah bekerja kerja untuk bulan madu kedua kita hahaha,” ucap Reksa dengan ekspresi usilnya. Entah sejak kapan penyakit usil hinggap pada dirinya. Namun, yang pasti semua sifat baru berawal dari kehadiran Celine.


Reksa menghela napas lega. Sepertinya ia harus segera memulai rencananya. Sesuatu yang hendak ia kritik langsung di hadapan Celine, untuk mengundang kedatangan istrinya itu.


Cepat, Reksa meraih ponselnya dari dalam kantong celana. Detik berikutnya, ia lantas mencari keberadaan nomor ponsel milik istrinya yang sudah ia tandai dengan nama 'My Weird Wife'. Namun, belum sempat menekan tombol panggil, ayah mertuanya justru menelepon.


Dahi Reksa mengernyit heran, sebab tidak biasanya Rodian menghubunginya. Apalagi di hari kerja seperti ini. Memang tidak ada yang tahu kepergiannya untuk menyusul Celine, selain Keira, Catarina, mungkin juga Kenny.


“Ya, Ayah,” sapa Reksa sesaat setelah menerima panggilan itu, dan menempelkan ponselnya di daun telinga sebelah kanan. “Ada apa, Ayah? Tak biasanya? Apakah ada masalah di kedai atau rumah?”


”Anu, begini, Nak Reksa. Apa Celine sudah menelepon kamu?” sahut Rodian dari kejauhan.


“Oh, tadi sudah, Ayah. Beberapa jam yang lalu. Memangnya ada apa ya?”


“Duh! Bagaimana ya? Celine lagi ngambek sekarang. Tadi menghubungi Ayah dan Ibu, tapi ibu kamu kan suka ngomel-ngomel sendiri. Jadinya Celine kesal, dan mematikan telepon begitu saja. Keadaan dia juga sedang enggak baik-baik saja, Nak Reksa. Sepertinya sih tanda-tanda hamil muda. Dia terjebak di negara ah ... Ayah enggak terlalu tahu. Dia enggak bisa balik, karena lagi drop. Tapi, ibumu malah ngomel-ngomel waktu dia bilang kayaknya ketahuan hamil waktu di negara orang. Apa Nak Reksa ada waktu untuk menjemputnya?”


“Apa? Hamil?”


Reksa begitu terkejut. Ponsel yang masih tersambung dengan sang ayah mertua pun menjadi terabaikan. Celine hamil! Itu bagus! Sungguh! Kebahagiaan itu akan berdampak sangat besar untuk diri Reksa sekaligus para anggota keluarga.

__ADS_1


“Aku ... akan jadi ayah?” Senyum Reksa melebar. “Kejutan ini apa masuk dalam konsep bulan madu yang kamu rancang, Celine?”


***


__ADS_2