CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 11


__ADS_3

satu bulan lebih sudah berlalu, satu bulan lebih juga Tania menjadi istri dari Leon Wilson arganta, Tania diper istri untuk dijadikan budak dan dijadikan pembantu di rumah mewah dan megah ini.


selama ini pula batin Tania tersiksa Tania benar-benar diperlakukan layaknya pekerja yang sudah tidak digaji dan tak memiliki waktu istirahat.


"setelah pulang sekolah nanti langsung pulang, jika saya dengar kamu main dan tidak segera pulang ke rumah, saya tidak akan segan-segan membuat perhitungan" pesan itu Tania terima sepertinya Leon sudah mengetahui bahwasanya hari ini di sekolah pulang cepat.


Tania hampir melupakan bahwa adik Leon sekolah di sini jadi wajar saja jika tahu terlebih dahulu, tak mungkin Leon sampai segitunya padanya.


"Mona sepertinya aku tidak bisa ikut mencari Agam sekarang, majikan ku menyuruhku agar cepat pulang setelah pulang sekolah ini" wajah Mona benar-benar lesu tanpa Tania akan mencari kemana Mona seorang diri.


saat pulang sekolah Tasya terlebih dahulu mengantarkan kakak ipar nya ini pulang setelah itu baru dirinya pulang bersama pak Rustam 'ada-ada saja kutub utara itu bisa-bisanya tahu kalau hari ini pulang cepat, andai saja hidupku ini normal normal saja pasti aku sangat senang dan tidak tertekan seperti ini' Tania melepaskan sepatunya setelah sampai di rumah lalu melihat jam yang masih menunjukkan pukul 10.00 pagi.


'tuh kan hari ini tidak ada yang dikerjakan, mungkin nanti hanya masak saja' Tania mengeluarkan ponselnya sudah beberapa hari ini Tania sangat jarang membuka ponselnya, layar ponsel yang sudah retak itu serta gambar yang kurang jernih membuat Tania ingin sekali cepat-cepat mengganti ponselnya dengan yang baru.


tapi Tania sadar dirinya sudah tidak berkerja lagi di sekolah dan di rumah pun tidak ada gaji, di sekolah Tania tidak pernah jajan dan tidak pernah ke kantin karena tidak memiliki uang sama sekali, yang Tania lakukan di sekolah hanyalah tidur di waktu istirahat sedangkan jika sedang ada kegiatan bersih-bersih sekolah seperti minggu lalu karena merasa haus Tania hanya meminta air minum pada kantor saja.


uang belanja bulanan pun tidak pernah Tania terima yang ada para pembantu dari rumah utama membawa belanja bulanan langsung ke rumah Tania, sedih memang sudah hampir satu bulan ini tidak memegang uang sendiri dan untuk internetan Tania hanya mengandalkan facebook saja dengan mode gratis.


kalau ada apa-apa di grup kelas Mona langsung membagikan nya melalui pesan di facebook bersama Tania, pesan di-whatsapp semuanya pun sudah ber tanggal menandakan sudah lama sekali Tania tidak membuka whatsapp melalui paket data internet.


pesan yang Leon kirimkan selama ini hanya melalui sms benar-benar miris memang "kalau dijual harganya ini pasti murah sekali bahkan belum tentu ada yang mau membeli" Tania yang sudah selesai melepas sepatu pun langsung beranjak dari duduknya dan pergi menuju dapur.


drrt drrt drrt drrt


drrt drrt drrt drrt


^^^"iya halo tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya Tania pada saat menerima telepon dari suami sekaligus majikan di rumah ini, baru saja kan memulai pekerjaan dirinya sudah mendapatkan telepon dari si pemerintah.^^^


"cepat ganti pakaian mu dan bersiap-siap lah saya akan menjemputmu di rumah" Tania menjauhkan ponselnya dari telinganya lalu mulai berfikir untuk apa dirinya bersiap-siap.

__ADS_1


^^^"iya tuan saya akan bersiap-siap lebih cepat" Tania lebih memilih mengiyakan saja daripada nanti masalahnya bertambah panjang karena tania banyak bertanya.^^^


Tut


setelah sambungan telepon terputus Tania langsung bergegas pergi menuju kamarnya, dilihatnya pakaian pakaian yang selalu Tania kenakan, Tania pandangi sembari memikirkan mana yang bagus untuk di bawa pergi dan tidak terlalu memalukan.


Tak lama akhirnya Tania menemukan dress yang sangat cantik, dress ini pemberian dari almarhum ibunya pada saat Tania ulang tahun yang ke 17, sedangkan ulang tahun yang ke 18 Tania bulan lalu tidaklah dirayakan karena kondisi yang tidak memungkinkan.


"baiklah ini bagus tidak terlalu ketat dan aku cantik" Tania tersenyum memandang dirinya di kaca yang terlihat begitu manis, ya itu menurutnya sendiri tidak menurut orang lain, semua orang memiliki porsi kecantikan dan ketampanannya masing-masing, menurut Tania cantiknya dirinya standar tapi bagi orang yang melihatnya Tania sudah terlihat cukup sempurna.


Bingung rasanya karena saat keluar nanti seorang Tania yang dulu jago bermake up tidak mengenakan make up sama sekali, sebenarnya Tania dulu adalah seorang konten creator yang membuat tutorial make up pemula.


Berhubung Tania sudah tidak memiliki makeup lagi jadi Tania tampil apa adanya biasa-biasa saja tanpa polesan make up di wajahnya, tapi tak apalah muka imutnya ini menandakan bahwa Tania tidak perlu bermake up pun sudah cantik hehehe.


Tin tin tin tin tin


Tin tin tin tin tin


Pandangan Tania menyapu jalan perkotaan yang begitu padat dan ramai, berbeda dengan seorang pria yang ada di sampingnya pandangannya tetap lurus menatap jalanan yang sepertinya akan terjadi kemacetan panjang.


Untungnya kemacetan pun bisa dihindarkan jadi tak perlu berlama-lama di jalan dan akhirnya Tania dan juga Leon sampai di sebuah butik pakaian ternama di negara ini, butik ini masih milik ibu Leon jadi Leon sengaja datang kemari untuk mencarikan baju yang cocok untuk Tania dan tidak terlalu memalukan nanti di saat pesta ulang tahun Diandra berlangsung.


Para karyawan tentunya kaget bagaimana bisa anak dari atasannya ini membawa seorang wanita, masing-masing dari mereka mencoba menahan dirinya agar tidak bergosip karena jika ketahuan resikonya lebih tinggi daripada dipecat.


"ada yang bisa saya bantu tuan muda?" Seorang manajer keluar dari ruangan nya menyambut anak dari atasannya ini dengan begitu sopan "carikan dress untuknya" manajer pun langsung menyuguhkan beberapa dress keunggulan yang terbaru dan belum dimiliki oleh wanita-wanita manapun.


Terlihat wajah kesal dari wajah Leon, jika laki-laki sangatlah simple hanya jas yang berbeda-beda warna serta kemeja yang sama namun dengan motif yang ber garis-garis dan tidak ada yang se ribet wanita, yang memiliki banyak motif "dress ini warnanya cocok untuk kulit nona bahkan ini terbatas stoknya, lalu ada dress berwarna hitam cocok sekali jika pak Leon menggunakan setelan jas berwarna hitam dipadukan dengan nona yang mengenakan dress setelan senada berwarna hitam, untuk warna putih juga cocok di sini ada banyak bunga-bunga dan juga bentuknya tidak terlalu terbuka dan tidak menonjolkan buah dada, setiap dress akan ada tas dan juga sepatunya beserta kalung mutiara" Leon memijat keningnya berharap datang ke sini membeli langsung selesai dirinya malah mendengarkan penjelasan yang entah kapan selesainya.


"saya beli semua dress yang keluaran terbaru" manajer Susanti syok mendengar anak dari atasannya ini ingin membeli semua dress keluaran terbaru dari butik ini "tapi tuan, apa tidak terlalu kebanyakan jika membeli sebanyak ini" Leon berdiri dan memandang manager itu dengan tatapan penuh dengan tatapan yang tidak suka..

__ADS_1


"kamu pikir saya tidak mampu untuk membelinya?! sekarang hitung semua jumlahnya saya tidak ingin terlalu berlama-lama di sini apalagi sampai membuang-buang waktu hanya demi pakaian yang tidak seberapa ini" Tania menelan salivanya dalam dalam bisa-bisanya pria satu ini menghamburkan uang untuk sebuah dress yang tadi Tania lihat harganya lebih dari 23 juta satu dress nya.


Rasanya ingin sekali mencegah dan menolak akan semua dress itu, tapi Tania tak bisa 'duh, bisa-bisanya hanya sebuah dress harganya sama seperti ponsel ku bahkan lebih murah ponsel ku' batin Tania yang jiwa miskin nya meronta-ronta.


"semua totalnya Rp.1.875.000.000" seketika nafas Tania sesak dan sakit hanya 75 setel dress harganya mencapai RP. 1.875.000.000 tinggal hanya pergi ke showroom sudah mendapatkan mobil pajero sport lebih dari 3 "sore nanti antar ke rumah saya, kalau bisa secepatnya" Leon pergi berlalu setelah membayar semua dress itu dan tania yang ditinggal langsung berlari mengikuti langkah leon seperti anak ayam sedang mengikuti induknya.


Drrt drrt drrt drrt drrt


Drrt drrt drrt drrt drrt


Dugh!!!


Dahi Tania kini membentur punggung Leon karena berjalan tak melihat ke depan dan Leon pun berhenti mendadak "auwhh maaf tuan" Tania melangkahkan kakinya mundur 1langkah lalu Leon yang sebenarnya kesal ingin marah mengurungkan niatnya karena target pertamanya sudah menelpon.


"Ada apa?" Jawab Leon sembari membuka pintu mobil diikuti dengan tania yang juga membuka pintu mobil dari sisi berlawanan.


"nanti malam jangan lupa datang dan bawakan kado spesial ya untukku, aku menelpon mu hanya untuk mengingatkan saja jangan bawa wanita lain awas aja sampai kau membawanya" Leon melirik sekilas ke arah Tania lalu meluruskan lagi pandangannya belum apa-apa target pertama sudah melarang Leon membawa seorang wanita, ini adalah umpan yang bagus untuk target keduanya.


"aku tidak bisa berjanji lihat saja nanti" setelah Leon memutuskan sambungan telepon Tania sama sekali tak memperhatikan Leon yang tengah melirik ke arahnya, pikiran Tania buyar dan kalut memikirkan harga dress tadi yang dibeli.


Uang segitu daripada untuk membeli dress lebih baik untuk kebutuhan di rumah, ponsel Tania yang sudah rusak lalu Tania juga ingin membeli laptop dan semacamnya, hingga Tania pun hampir menangis karena teringat akan makam kedua orang tuanya dan adiknya yang belum tania rapihkan karena belum memiliki uang.


'ya ampun rasanya ingin sekali aku merampok' lama-kelamaan akhirnya Tania pun tertidur karena perjalanan macet dan juga kelelahan di sepanjang perjalanan, sesampainya di rumah waktu sudah menjelang malam dan Leon berkali-kali membunyikan klakson mobil nya, Tania langsung terbangun dan bergegas melepas sabuk pengaman nya lalu turun untuk membuka kan gerbang.


Kurir ya mengantarkan dress sudah lama pula menunggu kepulangan dari pemilik rumah, Tania langsung menerima 7 dus berisi dress "terima kasih ya pak maaf jika telah menunggu lama di sini" Tania meminta maaf setelah menerima dress yang diberikan oleh kurir.


"iya mbak tidak apa-apa justru upah saya lebih besar mengantarkan di sini daripada mengantarkan ke komplek komplek lain" Tania tersenyum tipis lalu mulai masuk ke dalam rumah, Tania langsung bergegas mandi karena memang Leon tadi mengatakan bahwasannya Tania harus ikut dalam acara pesta ulang tahun sahabatnya.


Setelah mandi dan mengenakan dress Tania langsung menyisir rambutnya, rambut panjang yang lurus itu sangat indah dan berwarna hitam alami, tania tak pernah mewarnai rambutnya apalagi sampai di smoothing seperti teman-temannya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2