
"kumohon mas hiks hiks hiks" Leon akhirnya menuruti permohonan Tania, jika dipikir-pikir dan jika diingat-ingat Tania adalah wanita yang tangguh yang mau mempertahankan hidupnya, Leon mungkin kejam tapi Leon masih memiliki hati Leon akan memberikan kesempatan hidup beberapa bulan untuk Tania.
setelah bayi itu lahir Tania akan lenyap "baiklah saya akan memberikan kesempatan untuk melahirkan bayi ini'' tangisan Tania semakin menjadi Tania merasa senang dan bahagia, Leon malam ini mencoba mengerti akan perasaan dan hati Tania jadi karena Tania yang bersimpuh itu memeluk dirinya yang sedang jongkok dan langsung menggendongnya dan menidurkannya di ranjang.
malam ini Leon dan Tania tidur sangat nyenyak namun tidak dengan Agatha yang berada di kamar sebelah yang sibuk memikirkan khayalan khayalan akan apa yang dilakukan Leon kepada Tania ''mungkin Tania sedang dipukuli, atau mungkin Leon sedang berusaha untuk menggugurkan kandungannya, benar-benar gadis yang malang'' Agatha tersenyum sinis dan menatap cermin yang ada di hadapannya.
--------------
''akhirnya sekarang kita satu rumah Tania tak kusangka pula papa mengizinkan ku untuk tinggal bersama dengan kalian'' Tasya dan Tania berjalan menuju kelas lalu berpapasan dengan Agam dan juga Mona.
Tania dan juga Tasya melirik tangan Mona dan juga Agam Yang bergandengan ''wah wah Ada apa nih kok bergandengan tangan seperti ini kan tidak ada jalan untuk menyeberang'' sindir Tasya ''Iya nih seperti truk gandeng saja Yang bergandengan ya'' sambung Tania yang membantu sindiran Tasya "ih kalian apaan sih, memangnya tidak boleh ya kalau sepasang kekasih bergandengan tangan'' ucap Mona dan itu membuat Tasya dan juga Tania kaget bukan main.
akhirnya Tom and Jerry ini bersatu Yang dulu sering bertengkar dan adu mulut kini keduanya menjadi sepasang kekasih ''wah sepertinya akan ada pajak jadian nih kalau kata anak zaman sekarang sih PJ hahaha'' tawa Tania terbahak-bahak diiringi dengan Tasya yang ikut tertawa.
mang Ujang yang sedang berkeliling sekolah pun terhenti melihat Tania dan juga Tasya yang tertawa tiada henti ''eh ada apaan ini ketawa nggak ngajak-ngajak mang Ujang'' ucap mang Ujang nimbrung ''ih mang Ujang ini kepo aja deh sama urusan orang, mending mang Ujang kerja sama nanti dipecat loh karena keliling-keliling sekolah'' ucap Tasya memberitahu.
''gini ya neng tugas mang Ujang sama Pak Bowo itu gantian jadi kalau pagi mang Ujang keliling sekolah lihat siswa-siswi mana yang bolos, kalau siang mang Ujang jaga gerbang dan Pak Bowo keliling-keliling lihat-lihat siapa yang tidak mengikuti pelajaran kelas begitu'' jelas mang Ujang.
__ADS_1
''Ooooooooo Begituuuuu" ucap semuanya serempak yang membuat mang Ujang garuk-garuk kepala ''sudah sudah sebenarnya ada apa sih kalian ketawa-tawa begini bikin mang Ujang penasaran aja tahu'' Agam bersikap santai tak mengambil pusing dengan mereka yang tersenyum-senyum mengenai statusnya dan juga Mona.
''jadi begini loh mang Ujang Mona dan juga Agam baru saja jadian kita sedang minta traktiran nih'' ucap Tania memberitahu ''begini saja mang Ujang akan ambil jalan tengah waktu istirahat nanti kita kumpul di kantin semua makanan kita Mona dan Agam yang traktir setuju nggak?!!" seru mang Ujang kepada yang lainnya ''wah jelas setuju banget dong'' tak lama setelah perundingan bel sekolah pun berbunyi mereka langsung berbondong-bondong masuk ke dalam kelas masing-masing berhubungan mereka semua satu kelas jadi tidak perlu berpisah-pisah dan berpencar-pencar.
"selamat pagi anak-anak" sapa Pak Bondan seketika satu kelas saling pandang Bagaimana bisa pelajaran pertama langsung Pak Bondan yang masuk seharusnya kan Bu Tini ''selamat pagi Pak'' jawab mereka serempak ''kalian tentunya kaget melihat Pak Bondan berada di sini, Pak Bondan menggantikan Bu Tini sebagai wali kelas kalian karena Bu Tini setelah menikah dengan Pak Tono kemarin mengundurkan diri menjadi guru.
satu kelas seketika wajahnya sedih mereka sepertinya sedang sial karena mendapatkan wali kelas yang sedang dihindari di setiap kelas di sekolah ini.
''kenapa harus guru satu ini sih memangnya tidak ada guru lain ya?'' bisik Mona ''sudah terima saja apa yang ada'' akhirnya setelah penjelasan demi penjelasan mau tak mau satu kelas pun menerima wali kelas baru.
''Pak Bondan adalah guru yang tegas dan guru yang tak pernah merasa kasihan kepada muridnya jika sedang memberikan hukuman, bagaimana jika kita mengerjai Tania agar dihukum habis-habisan dan nilainya anjlok'' usulan dari Anya langsung diterima oleh teman-temannya.
sedangkan Fadli yang mendengar Anya berkata mengenai ingin mengerjai Tania langsung berkoar-koar dan tepat di depan Pak Bondan langsung ''waduh Pak belum apa-apa sudah ada yang ingin berbuat curang nih, Anya dan teman-temannya ingin mengerjai Tania agar nilainya anjlok dan dihukum oleh Pak Bondan habis-habisan, Di mana letak keadilan Pak masa murid yang ingin dikerjain tidak mendapatkan hukuman, dulu bersama Bu Tini memang tidak pernah ada ketegasan justru dengan adanya Pak Bondan sebagai wali kelas kita itu menjadi poin plus agar anak-anak yang nakal dan berbuat curang bisa dihukum, jujur kami sekelas tidak menyukai jika Pak Bondan menjadi wali kelas kami tapi jika Pak Bondan bisa bersikap tegas kepada anak-anak atau murid-murid yang berbuat curang kami akan mendukung terus Pak bondang dan bahkan akan merekomendasikan Pak Bondan kepada adik-adik kelas'' dengan kencang dan dengan kuat rombongan Mona dan Agam berteriak setuju.
niat Anya dan melodi ingin mengerjai Tania kini malah menjadi senjata makan tuan di mana Fadli yang dulu sangat mencintai Tania mulai bersikap tegas.
__ADS_1
''saya setuju banget pak, kita memang tidak menyukai Pak Bondan karena tuduhan-tuduhan dari siswa-siswa lain yang menginginkan kita dihukum, justru seharusnya Pak Bondan langsung mengambil tindakan tegas Jika ada pengadu yang mengada-ngada, saya sangat mendukung akan apa yang dikatakan oleh Fadli Anya memang selalu menjebak Tania jadi untuk teman-teman sekelas apakah setuju jika Anya dihukum oleh Pak Bondan karena telah merencanakan sesuatu yang mencelakai temannya!!'' seru Agam yang membuat suasana kelas makin panas.
ibarat kompor yang sudah panas kini meledak semua hancur sudah tamat riwayat Anya di tangan Pak Bondan ''Anya ke ruangan saya sekarang, karena ini yang kalian inginkan bapak akan bertindak setegas mungkin terima kasih karena sudah mengingatkan bapak'' Pak Bondan pergi meninggalkan kelas bersama Anya sedangkan satu kelas langsung tertawa terbahak-bahak karena akhirnya si tuan yang punya 1000 akal untuk mengerjai orang ini tertangkap juga.
istirahat pula sudah menjelang Tania memegangi perutnya yang kram, lalu mulai berdiri untuk bergegas pergi menuju kantin sesuai dengan apa yang sudah disepakati tadi sebelum masuk kelas.
...percakapan di grup kelas...
Resti : Bagaimana Fadli dengan rencana kita tadi.
Juna : intinya harus jadi kita kan butuh refreshing tidak hanya sekolah saja yang terus-menerus.
Fadli : Baiklah pengumuman untuk teman-teman di hari Minggu kita akan mengadakan liburan di villa milik Tama, bagi yang ingin ikut langsung hubungi saya dan katakan saja keluhan apa saja yang tidak bisa mengikuti liburan ini nanti pasti akan ada solusinya.
"kalian mau ikut liburan nggak ke villanya Tama?" tanya Agam yang sedang menyimak percakapan di grup ''boleh tuh udah lama juga kita nggak pernah liburan kan'' Tasya langsung menyambar pertanyaan dari Tama ''kalau aku nggak dulu deh takut dimarah majikan'' Tasya pula mulai berpikir ada benarnya juga jika pergi tanpa izin dari si big boss bisa-bisa Tasya dan Tania menjadi samsak.
''aku dan juga Tania sepertinya tidak bisa datang kalau kalian ingin datang, datanglah kami kapan-kapan datang ke sana Jika ada waktu dan Ada kesempatan'' setelah selesai berdiskusi dan makan-makan di kantin Tania mendapatkan pesan agar pulang ke kantor atau lebih tepatnya ke perusahaan Wilson Arganta.
__ADS_1
Bersambung...