
setibanya di pemakaman Tania melihat seorang juru kunci yang duduk di gardu pemakaman yang di mana gardu itu Tania tempati untuk tidur semalam "selamat sore Pak, maaf ya Jika pakaian saya berada di sini karena saya sudah tidak memiliki tempat tinggal tolong jangan usir saya ya Pak'' pinta Tania yang mulai menebak akan juru kunci yang akan mengusirnya dari sini.
"Saya tidak mengusir kamu nak, kamu seorang wanita carilah tempat yang aman dan nyaman tidak di tempat ini'' Tania menunduk sebenarnya keinginan Tania seperti itu namun finansial yang membuat Tania tidak bisa menyewa kos-kosan "Iya pak nanti ya tunggu bulan depan saya gajian saya hari ini tak memegang sepeser uang pun.
juru kuncen itu tersenyum dan mengangguk dirinya paham akan anak muda seperti Tania yang ingin berjuang sendiri bahkan juru kuncen itu tahu bahwa Tania sebatang kara dan orang tuanya baru meninggal 3 hari yang lalu beserta adiknya.
biasanya keluarga kecil Tania akan datang kemari untuk mengunjungi dan mendoakan makam Leo namun sekarang hanya ada satu gadis ini yang terlihat oleh juru kuncen.
"Pak Tono sebenarnya merasa kasihan pada kamu, tapi Pak Tono juga finansialnya sedang menurun jadi Pak Tono tidak bisa membantu apa-apa, nanti sore Pak Tono akan kemari lagi dan membawakan terpal agar kamu tidak kedinginan di malam hari, kamu jangan takut di sini tidak ada apa-apa tidak ada setan dan hantu kok apalagi mushola hanya beberapa meter saja dari sini jadi kamu aman banyak warga di sini'' Tania tersenyum dan mengangguk toh gardu ini memang tidak pernah ditempati untuk orang ronda yang ada hanya menjadi tempat bersantai orang-orang yang pergi berziarah.
"iya pak sebelumnya terima kasih karena sudah mengizinkan Tania tinggal di sini'' Pak Tono menggangguk "tidak perlu berterima kasih oh iya pakai saja kamar mandi pemakaman untuk mencuci baju kamu atau mandi bapak ingatkan ya jangan mandi di saat akan menjelang magrib.
Tania yang mengangguk paham memang Tania tidak terlalu percaya dengan hal-hal mistis apalagi sampai setan yang membunuh manusia dan mengejar-ngejar manusia, tapi Tania juga meyakini apa yang orang tua zaman dulu katakan di mana larangan-larangan itu pastinya akan membawa petaka jika tidak dipatuhi.
Tania sadar di sini adalah tempat keramat yang tidak boleh sembarangan melanggar jadi sebisa mungkin Tania menghormati apa yang dikatakan Pak Tono.
"Iya Pak sebisa mungkin saya akan mematuhi Apa yang Bapak katakan'' tak lama Pak Tono berpamitan pergi Tania langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi karena tubuhnya sudah terasa lengket dengan keringat yang bercucuran setelah membersihkan sekolahan seorang diri.
__ADS_1
di sisi lain Tasya yang baru saja sampai di rumah utama duduk dan bergelayut manja di lengan ibunya "kenapa kamu tidak pulang ke rumah kakak?" Tasya menggelengkan kepalanya "siapa yang mau punya kakak yang galak sepertinya" ketus Tasya "Apa yang kamu katakan tadi?'' Leon yang baru saja datang membuat Tasya langsung meliriknya dengan sinis "kenapa? emang kakak galak kan mungkin lama-lama Tasya akan seperti Kak Leo pergi dari rumah lalu pulang-pulang tinggal jasad!" Tasya beranjak dari duduknya lalu menaiki anak tangga dan menutup pintu dengan kasar seperti apa yang Leon lakukan semalam di rumahnya sendiri.
"Leon, seharusnya kamu tidak terlalu keras dengan adikmu itu'' Leon tak menghiraukan ibunya ia mulai menegak kopi yang ada di meja ruang keluarga karena memang Leon sudah sedari tadi di rumah ini namun karena ke kamar mandi sebentar Leon langsung melihat adiknya itu yang mengeluh "Leon tidak bisa membiarkan Tasya manja seperti ini, seharusnya dia belajar mandiri'' tak lama setelah mereka berbincang-bincang datang dua orang bodyguard yang membawa barang belanjaan banyak sekali.
semua keluarga tentunya bisa menebak itu pastinya barang belanjaan milik Tasya siapa lagi di rumah ini yang doyan belanja kalau bukan Tasya dan ibunya.
"barang-barang milik Mama atau Tasya?'' selidik Riko suami dari Kirana ''papa kan tahu Mama seharian tidak keluar tentunya Mama seharian ini tidak belanja lihat tuh anakmu yang merajuk pasti dia'' Riko mengangguk-anggukan kepalanya memang ada benarnya Kirana akan shopping jika sedang bad mood saja jika tidak ia akan menghabiskan waktunya di rumah bereksperimen memasak atau sebagainya.
''kamu kapan menikah Leon umurmu saat ini sudah menginjak 28 tahun itu sudah bukan usia muda lagi melainkan usia yang sudah matang'' Leon tak bergeming percuma saja dirinya berkata yang ada tuntutan demi tuntutan keluarga semakin menjadi.
Leon segera berpamitan Karena dirinya akan berangkat ke kantor lagi mengingat pekerjaan di kantor masih terlalu banyak.
''kudengar Agatha dan juga Raymond datang ke kantor hari ini kau yakin akan pergi ke kantor?" selama ini Leon benar-benar menyembunyikan statusnya dari media publik mengenai dirinya yang menjadi seorang CEO di perusahaan terbesar di negara ini.
Apa mungkin ini waktunya tepat untuk membongkar jati dirinya? agar tidak ada lagi drama-drama yang akan terjadi selanjutnya "Baiklah sepertinya waktunya sudah tepat untukku membuka siapa diriku di depan publik'' Leon mulai menaiki mobil lalu Levine yang paham langsung menggelar acara besar-besaran di mana seorang CEO dari perusahaan terbesar akan memperkenalkan dirinya ke dunia maya.
dan benar baru beberapa menit saja Instagram dan beberapa website sudah membahas besar-besaran mengenai CEO Wilson arganta yang akan memperkenalkan dirinya langsung di hadapan publik.
__ADS_1
berbagai stasiun TV kini tengah bersiap-siap di meja konferensi pers yang akan digelar sore menjelang malam ini, Leon memang jarang dan tidak terlalu aktif di sosial media bahkan foto-fotonya ia private.
siapa yang tak mengenal akun Instagram Wilson arganta pemilik dari perusahaan Wilson entertainment dan juga Wilson modis fashion.
selama ini karyawan-karyawan Leon memfollow akun Instagram Leon dan bahkan banyak juga orang-orang yang penasaran memfollow instagram Leon namun karena Instagram Leon yang bersifat privasi mereka tak dapat mengetahui siapa sebenarnya pemilik perusahaan Wilson arganta group.
Leon juga sebenarnya ingin mengetahui reaksi Agatha setelah mengetahui statusnya apakah Iya masih tetap akan bertahan dengan Raymond atau akan kembali lagi dengan dirinya.
jika Agatha ingin kembali lagi Leon dengan tangan terbuka akan menerimanya kembali tapi jika tetap ingin bersama Raymond maka apa boleh buat Leon pastinya akan merelakannya.
banyak sekali kenangan yang tak bisa dilupakan Leon bersama Agatha, mereka selalu bersama-sama bahkan Leon yang cuek serta dingin bisa tersenyum simpul melihat tingkah laku Agatha yang menggemaskan.
"Leon kau tidak apa-apa kan?'' Leon menggelengkan kepalanya lalu menatap iPad yang ada di tangannya di sana banyak sekali jadwal setelah konferensi pers "jika anda tidak apa-apa mengapa anda melamun seperti itu apakah Anda gugup?'' lagi-lagi Leon menggelengkan kepalanya dan membuat Levine tidak ingin bertanya lagi yang ada nanti jawabannya sama saja hanya gelengan kepala saja yang diterima Levine.
setibanya di kantor Leon tersenyum sinis pada Raymond karena dirinya dan juga Agatha sudah duduk di kursi yang disediakan untuk para karyawan yang jabatannya cukup tinggi ya jabatan Raymond di sana adalah manajer.
"sayang memangnya si misterius itu pemilik dari perusahaan ini?" tanya Agatha yang merangkul tangannya di lengan Raymond seolah-olah dirinya tak ingin lepas dari suaminya ini "Iya aku bahkan tak pernah melihatnya selama bertahun-tahun aku bekerja di sini, kudengar pemilik perusahaan ini masih muda tapi entahlah biar kita lihat nanti bersama-sama'' Agatha tersenyum manis tanpa mereka berdua sadari Leon yang berada di dalam mobil menatap tidak suka kepada keduanya.
__ADS_1
posisi Levine yang berada di kursi kemudi pun paham lalu pura-pura batuk untuk mengalihkan perhatian Leon "lihatlah bodyguard bodyguard sudah menunggu Anda untuk keluar jadi jangan melihat orang yang sudah bukan milik anda lagi'' Leon menatap tajam pada Levin sebenarnya Leon tak menyangka Levine bisa mengerti bahwa dirinya tengah memandangi Agatha dan juga Raymond padahal di sana kan banyak orang bukan hanya Agatha dan juga Raymond saja.
Bersambung...