CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 42


__ADS_3

di kantor Levin dan juga Leon tengah menyambut tamu spesial mereka dari New Zealand, dia adalah Laura, ibunya dari Indonesia sedangkan ayahnya asli dari New Zealand, Laura satu kampus dengan Leon sama-sama mengambil jurusan sebagai master of getting things done.


mereka sama-sama menjadi CEO bedanya jika Laura di perusahaan swasta sedangkan Leon di perusahaan ternama ''senang bisa bertemu denganmu Leon sudah lama kita tidak pernah bertemu kau semakin tampan saja'' kata Laura menggoda Leon.


''menurutku biasa-biasa saja dan sama saja seperti yang dulu, Bagaimana perjalananmu dari New Zealand kemari?'' tanya Leon sembari mempersilakan Laura untuk duduk ''ya cukup melelahkan, perusahaanmu ini besar juga ya oh iya kudengar kau sudah memiliki istri?'' Leon hanya mengangguk saja tak dipungkiri memang Laura waktu itu melihat instastory-nya mengenai hasil USG.


''selamat ya sepertinya aku ketinggalan nih'' Leon hanya tersenyum simpul saja padahal dirinya menikahi Tania hanya karena dendam dan juga sebuah anak yang masih dinantikan olehnya ''setelah bayi itu lahir aku dan istriku akan bercerai jadi tidak perlu ada yang diselamatkan bukan?'' kata Leon sembari membuka file kontrak.


Laura terpesona dengan ketampanan Leon, tubuh Leon yang kekar, tubuh Leon yang wangi serta Leon yang berkulit putih bersih membuat Laura tidak bisa memalingkan pandangannya ''kenapa harus bercerai? tidak kasihan kah kepada anakmu nanti?'' Leon menggelengkan kepalanya ''aku masih bisa mencari penggantinya'' kata-kata itu seolah-olah memberikan harapan kepada Laura untuk masuk ke dalam hati Leon yang mungkin sedang dibuka untuk seseorang yang ingin menjadi Ibu sambung dari anak-anaknya.


Laura mencoba bersikap santai saja karena dirinya tidak ingin dikatakan wanita kegatelan karena terlalu cepat mengambil langkah untuk mendekati pria yang populer di Asia tenggara ini ''silakan ditandatangani kerjasama kita'' Laura langsung menandatanganinya tanpa membaca isi dari kontraknya.


terbukti dari beberapa klien Leon merasa sangat puas bisa bekerja sama dengan perusahaannya yang benar-benar sangat menguntungkan jadi untuk apa membacanya lagi jika sudah tahu.


''nanti malam senggang?'' Leon bertanya sembari melihat Laura yang kini sangat body goals ''senggang, dan tidak ada kegiatan apa-apa, namanya saja baru sampai di Indonesia jadi tidak terlalu akrab dengan kondisi di sekitar sini'' siapa yang tak akan menyia-nyiakan peluang ini Leon langsung mengajak Laura untuk makan malam di sebuah restoran miliknya.


restoran yang selalu Leon kunjungi dulu bersama Agatha dan juga Diandra mungkin Laura akan menjadi orang ketiga yang akan makan malam spesial bersamanya di restoran itu ''sekarang tinggal di mana?'' pertanyaan itu langsung dibalas oleh Laura bahkan tanpa jeda ''untuk sementara ini aku tinggal di hotel dan akan mencari apartemen di sekitaran sini'' Leon hanya menganggukkan kepalanya saja dan memberikan alamat restaurant karena tak enak rasanya jika harus menjemput Laura di hotel kecuali jika sudah tinggal di apartemen ataupun rumah biasa mungkin Leon akan menjemputnya.

__ADS_1


''kan tidak ada hal lain jadi aku pamit ya karena ingin jalan-jalan di sekitar kota Jakarta, titip salam ya untuk istrimu'' Leon langsung ikut beranjak dari duduknya mengantarkan Laura sampai ke depan pintu ruangannya ''kalau tidak lupa aku akan menyampaikannya, hati-hati di jalan kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungiku'' Laura mengangguk lalu melambaikan tangannya.


ada suasana berbeda saat Leon tadi berbicara dengan Laura mungkinkah Leon akan membuka hatinya dengan teman lamanya ini? kemungkinan besar itu semua bisa terjadi dan Tania mungkin nantinya hanya tinggal kenangan di saat waktunya sudah tiba.


sedangkan di rumah Tania melihat beberapa pembantu berbenah entah pembantu itu akan pergi ke mana ''Mbak Lastri Mbak Nining sebenarnya mau ke mana?'' Mbak Lastri langsung membuka percakapan ''jadi begini Nona kami diutus untuk kembali lagi ke rumah utama dan Nona Tania kembali mengerjakan apa-apa sendiri, mungkin nanti ada penjaga gerbang yang akan tetap tinggal di sini.


Tania mengangguk mengerti ya walaupun di dalam hatinya merasa terbebani jika harus melakukan apa-apa sendiri ''Mama mertua saya atau papa mertua saya yang menyuruh?'' di dalam hati Tania menebak bahwasanya yang menyuruh pembantu untuk pulang ke rumah utama adalah Ayah mertuanya siapa lagi kalau bukan Ayah mertuanya yang sangat menghindarinya.


''kakek Albert dan juga kakek dan David Wilson arganta widyantara'' nafas Tania tiba-tiba sesak sulit rasanya untuk menghirup nafas segar kembali, apakah ini sudah saat-saat dirinya untuk belajar mengikhlaskan keadaan ini ''loh mbak Tania kok menangis maaf ya Jika kami tidak bisa membantu bantu lagi mbak kami hanya mengikuti perintah saja'' dengan cepat Tania menggelengkan kepalanya ''tidak seperti itu kok Mbak, Ya sudah mbak hati-hati di jalan ya'' kata Tania dengan nada lembut.


''tadi sepertinya banyak sekali pembantu sekarang kok sudah tidak ada?'' kata nenek Tania sembari menyantap makanan yang khas dibuat oleh Tania ''mereka kembali lagi ke rumah utama nek, nenek kalau membutuhkan sesuatu panggil saja Tania ya'' setelah makan malam Tania langsung tidur bersama neneknya dan seperti biasanya ia harus bangun lebih awal untuk memasak karena suaminya pasti pagi-pagi sudah pulang.


pukul 04.00 pagi Leon pulang sembari memijat-mijat keningnya saat akan menaiki anak tangga tapi saat melihat Tania yang sedang memasak seorang diri tentunya Leon bingung ke mana para pembantu biasanya ia akan bangun lebih awal daripada Tania.


''ke mana para pembantu?'' tanya Leon menghampiri Tania yang sedang mengupas bawang ''pulang ke rumah utama Mas, kakek Albert dan kakek David yang menyuruh'' sontak Leon yang mendengarnya merasa bahwa detik demi detik waktu ternyata berjalan begitu cepat, hanya tinggal 4 bulan lagi itu pun sudah bukan waktu yang sebentar.


setelah bertanya Leon langsung pergi begitu saja meninggalkan Tania yang sedang memasak, di fase ini mungkin Tania akan mengulangi masa-masa seperti dulu lagi dan harus tegar dan kuat menghadapinya ''kamu habis dimarahi suami kamu?'' melihat kedatangan neneknya Tania langsung menghapus air matanya dan menggelengkan kepalanya ''bukan nek bukan itu, nenek duduk dan tunggu sampai Tania selesai memasak ya'' sebenarnya hanya memasak saja Tania sudah merasa lelah belum lagi setelah sarapan pagi nanti Tania harus mencuci baju lalu belajar dan disusul lagi dengan pekerjaan yang tak akan ada selesainya.

__ADS_1


'jika Tania sudah tidak ada nanti nenek akan tinggal dengan siapa ya? tidak mungkin tinggal bersama istri paman yang ada akan dijadikan gelandangan' sebisa mungkin sembari memasak Tania menahan air matanya yang akan menetes, tapi Tania mengingat ia masih memiliki simpanan uang jadi kemungkinan simpanan uang itu bisa untuk membeli rumah kecil-kecilan untuk neneknya ini tinggal.


setelah makanan terhidang Tania langsung menaiki anak tangga secara perlahan dan memasuki kamar melihat suaminya sudah siap dengan kemeja kerjanya lagi ''setelah bayi ini lahir, apakah Tania akan langsung lenyap atau menunggu sampai bayi ini 1 bulan?" ucapan Tania yang memancing Leon langsung dijawab santai oleh Leon ''tentunya setelah bayi itu lahir'' Tania tersenyum getir dan langsung mengambil pakaiannya untuk mandi.


sedangkan di bawah sana saat Leon menuruni anak tangga ia melihat nenek Tania sedang memegang memegang barang-barang mewah yang ada di rumah ini ''norak" gumam Leon lalu ia langsung duduk di meja makan bermain ponsel di sana.


''bagus sekali kira-kira harganya berapa ya'' nenek Tania memegangi sebuah guci dan tanpa sengaja guci itu tersenggol hingga pecah.


prang!!!!


"haissshh bisa tidak sih anda tidak menyusahkan, Anda kira guci ini murah? bahkan harga diri cucu nenek pun tidak akan sanggup untuk membelinya" Tania yang melihat itu pun langsung bersandar ke tembok dan menutup mulutnya sembari menangis 'bagaimana ini hiks hiks hiks hiks" dengan sekuat tenaga Tania menahan agar suaranya tidak terdengar oleh suaminya yang ada di bawah sana.


''maaf tuan saya tidak sengaja saya tadi hanya lihat-lihat dan tidak tahu jika tersenggol sampai pecah seperti ini'' dengan cepat Tania langsung mengambil langkah seribu ia mulai menuruni anak tangga untuk membela neneknya ''makanya kalau sudah tua jangan kemana-mana tinggal hanya duduk manis saja, urus nenek kamu itu Saya akan makan di luar'' Tania mengelus-elus bahu neneknya dia tahu pasti neneknya kaget dengan sikap Leon yang seperti ini.


buat temen-temen tinggalkan like dan comennya ya😄😘


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2