
''aku juga berpikir begitu, tapi mau bagaimana lagi Mas Leon dan keluarga sudah membuat keputusan dan aku hanya bisa menjalankan'' ucap Tania yang mulai meletakkan piring terakhir yang ia cuci tadi ''aku akan membantumu, bagaimanapun caranya'' ucap Tasya yang memantapkan perkataannya ingin membantu kakak iparnya ini.
''jangan terlalu dipaksakan, jika memang sudah takdirnya mau diapakan lagi Tasya'' Tania menggenggam tangan Tasya, Tania tak ingin melibatkan Tasya dalam hal ini, walaupun ada kemungkinan bagi Tania untuk terbebas dari kematiannya tapi Tania tetap menolaknya biarkan semua ini terjadi mau berusaha seperti apapun hasilnya akan tetap sama saja.
tak terasa perbincangan mereka sudah cukup lama sampai dokter Erna dan juga beberapa perawat medis datang membawa alat-alat mereka ''Mama sebenarnya ada apa sampai hampir semua barang-barang di rumah sakit dibawa kemari?'' tanya Tasya penasaran ''keluarga sudah sepakat Tania akan melahirkan di rumah, jadi setelah barang-barang ini tertata rapi Tania akan diperiksa keadaannya ya walaupun lebih tepatnya keadaan bayinya saat ini'' Tasya menghela nafasnya entah bagaimana perasaannya saat ini dirinya benar-benar intimidasi dari berbagai sisi.
keluarganya yang tak ramah kepada Tania membuat Tasya merasa tidak enak, baginya kepergian kakaknya Leo itu sudah berlalu dan seharusnya tidak diungkit-ungkit terus menerus sampai Tania yang terkena imbasnya.
''Mas Tania ke kamar ya Tania sedikit tidak enak badan'' Tania berkata dengan nada begitu pelan tapi terdengar oleh Leon ''jangan ke mana-mana tunggu semuanya selesai baru kamu boleh masuk ke dalam kamar'' Tania menghela nafasnya dan memiliki tubuh di sofa melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 09.00 malam.
biasanya setelah makan malam Tania akan membaca novel terlebih dahulu dan tak lama pasti akan langsung tertidur, tapi kini ia harus menunggu sesuatu yang tak ia ketahui.
saat melihat percakapan di grup Tania langsung teringat mengenai ujian yang akan ia kerjakan besok di mana Besok adalah hari H dilaksanakannya ujian sekolah.
Tania perlahan demi perlahan mulai menaiki anak tangga untuk mengambil beberapa buku dan belajar ''cih, kalau pembunuh ya pembunuh saja tidak perlu sok-sokan belajar'' kata sepupu Leon yang bernama Amel, Tania yang tadinya fokus terhadap pelajaran yang sedang ia pelajari kini malah buyar dan memikirkan kata-kata itu.
__ADS_1
rasanya ingin sekali menangis tapi Tania Tidak bisa menangis di hadapan mereka ''Maaf ya seharusnya kalian itu menjaga tata bahasa kalian, dia bukan pembunuh kok dia juga korban kedua orang tuanya dan juga adiknya juga meninggal jadi jangan mengintimidasi dong, Dia sedang hamil kalau sampai terjadi sesuatu pada janinnya Bagaimana apalagi ibu hamil sangat sensitif dengan perkataan-perkataan yang menyakitkan yang berpengaruh pada bayi'' Tasya mulai melawan perkataan dari sepupunya itu, sepupu yang seumuran dengannya.
''sudah sudah Amel, Imel jangan diteruskan'' tutur nenek Dahlia mengambil jalan tengah agar pertikaian ini tidak terus berlanjut pengingat apa yang dikatakan oleh Tasya semuanya benar, di mana perkataan yang terlalu menyakitkan akan berpengaruh kepada ibu yang tengah mengandung dan juga bayinya.
sedangkan Leon ya masih berkutik dengan ponselnya entah apa yang tengah membuatnya asik sampai-sampai tidak mengerti jika istrinya tadi baru saja mendapatkan kata-kata pedas dari sepupu suaminya ''ayo kita belajar bersama-sama, jangan terlalu didengarkan perkataan-perkataan tidak berpendidikan seperti itu'' perkataan Tasya membuat kedua orang tua Amel dan Imel tersinggung mengenai orang yang tidak berpendidikan padahal Amel dan juga Imel kuliah di universitas ternama.
''Kirana sepertinya putrimu tidak pernah memakan bangku sekolah sampai-sampai perkataannya seperti orang bodoh'' Susi Sulistiawati adalah ibu dari kedua anak kembar itu menantu dari nenek Dahlia ''minta maaf Tasya jangan berkata berlebihan seperti itu, itu tidak baik'' dengan entengnya Tasya menggelengkan kepalanya dan tersenyum meledek ke arah kedua orang tua Amel dan Juga Imel.
''siapa yang mengajarkanmu bersikap seperti ini, cepat minta maaf kepada tante Susi'' tegur ayah Tasya yang murka karena melihat kelakuan putrinya ya kini menjadi semena-mena ''Tasya akan meminta maaf jika Amel dan saudaranya itu meminta maaf terlebih dahulu kepada Tania'' seketika Tania kaget sampai segitunya Tasya membela dirinya di hadapan keluarganya sendiri itu membuat Tania menjadi semakin yakin bahwasanya masih ada peluang bagi dirinya untuk meyakinkan keluarga ini.
semua keluarga tidak ada yang membela pihak satu sama lain karena keduanya sama-sama salah walaupun kesalahan lebih dominan ke Amel dan juga saudara kembarnya yang lebih awal memancing ke emosian Tasya.
''peralatannya sudah selesai mari saya periksa kondisi Nona Tania dan juga kandungannya'' ucap dokter Erna mengulurkan tangannya kepada Tania agar dijabat olehnya, Tania langsung mengulurkan tangannya setelah itu menggait tangan dokter Erna dan ikut masuk ke dalam ruangan yang di sana sudah persis seperti ruangan yang ada di rumah sakit di mana Di sana lampu penerangan juga mumpuni.
Leon sama sekali tak menemani Tania dia masih asik dengan ponselnya ''Bagaimana akhir-akhir ini ada keluhan lagi?'' Tania menganggukan kepalanya ''kaki bengkak lalu sering merasa lapar, lalu sering merasa kelelahan dan mengantuk juga'' dokter kembali memeriksa tekanan darah setelah itu mulai memberikan penjelasan kepadatannya di depan keluarga besarnya.
__ADS_1
''kondisi ini wajar dialami oleh ibu hamil apalagi sudah memasuki usia kandungan 5 bulan, jangan terlalu kelelahan dan kalau lapar makan dikit demi sedikit tapi sering'' kata dokter Erna dan beberapa orang yang ada di ruangan itu menyimak kata-kata dokter.
Tania kembali lagi di USG karena kakek, nenek dan juga sanak saudara Leon ingin melihat Bagaimana perkembangan bayi kembar itu di dalam perut Tania.
mereka semua menyaksikan posisi bayi yang begitu sangat imut, di mana kedua bayi itu berada di posisi transverse lie, Jika dilihat lebih jelas salah satu dari mereka ada yang tersenyum dan yang satunya lagi seperti sedang cemberut benar-benar lucu.
walaupun tak terlalu jelas tapi mereka yang melihat pun ikut tertawa, beberapa dari laki-laki diminta untuk keluar karena dokter akan memeriksa hal paling sensitif, mungkin mereka akan melihat dan mendengarkan video saja untuk sekarang ini dokter membutuhkan privasi dan juga Tania sebagai seorang wanita yang bukan muhrim.
setelah dokter memasukkan sesuatu ke dalam lubang surgawi favorit Leon tak lama terdengar deguban jantung yang membuat Leon yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu tertegun, itukah suara deguban jantung yang beriringan antara kedua anaknya.
''semua normal ya tapi diusahakan untuk tidak terlalu kelelahan, makan yang teratur dan jangan sampai telat'' dokter Erna memperingatkan lalu setelah memeriksa secara mendetail dari berat badan dan juga berat bayi.
so WhatsApp Guys jangan lupa tinggalkan like and votenya dan juga komen-komen di bawah sini agar autor bisa tahu apa yang harus di ganti dan juga alir cerita yang terbaik ini nantinya yang kalian mau.
Bersambung...
__ADS_1