
''tidak mungkin tidak ada apa-apa, SEBENARNYA APA YANG TENGAH KALIAN SEMBUNYIKAN DARI TASYA!'' Tasya berteriak merasa bahwa dirinya yang sudah cukup umur ini dan sudah cukup besar masih tidak diperbolehkan mengetahui masalah-masalah yang seharusnya Tasya sudah diberitahu tidak perlu ditutup-tutupi seperti ini.
''TURUNKAN NADA BICARAMU TASYA!" bentak Leon emosi saat Tasya mulai berteriak-teriak menginginkan kejujuran dari semuanya, tapi mana bisa mereka mengatakan kejujuran yang sebenarnya kepada Tasya yang ada rencana keluarganya akan Bubrah dan tidak sesuai dengan rencana awal.
mata Tasya mulai berair menandakan air mata itu akan segera menetes ''selama ini Tasya kalian anggap apa sih, Tasya juga ingin mengetahui mengenai masalah-masalah yang sebenarnya terjadi, memangnya ada apa dengan Tania sampai nenek lampir ini membahas bahwa Tania harus mati'' nada bicara Tasya mulai pelan dan lirih.
''sebenarnya Tania hamil Tasya, dan mungkin Kak Agatha tidak menyukai jika Tania hamil jadi menginginkan Tania dan juga bayinya mati kamu jangan mengambil hati mengenai rahasia-rahasia atau masalah-masalah yang ditutup-tutupi itu semua tidak benar dan tidak ada'' Kirana mulai meredam emosi Tasya di mana jika gadis satu ini sedang emosi cukup sulit untuk mengontrolnya.
Tasya melirik sekilas ke arah Tania dengan tatapan penuh selidik dan penuh tanya Ada apa dengan Tania sebenarnya ''Tasya sudah kenyang kalian lanjutkan saja'' Tasya mulai beranjak dari duduknya walaupun hanya makan setengah porsi saja itu sudah cukup untuk mengganjal perutnya.
sedangkan Tania kini diselimuti dengan rasa tak enak hati dengan sikap aja yang berubah langsung setelah Leon sedikit membahas masalah pembicaraan yang seharusnya dibicarakan di tempat yang semestinya.
''oh iya Mama juga tidak bisa lama-lama di sini, jaga porsi makanan mu Tania, kasian bayinya sedang berkembang disini" Kirana mengelus perut Tania perlahan lalu mencium pipi menantunya itu ''Iya mah, Mama hati-hati di jalan ya'' Tania mulai berdiri dan mencium tangan mertuanya serta mencium kedua pipinya secara bergantian.
''nenek pulang dulu ya, jangan nakal kasihan Mama kamu" Tania tersenyum kecil walaupun perutnya masih belum terlihat membesar namun perhatian mertuanya ini benar-benar luar biasa yang membuat Tania terharu dan bersyukur bisa memiliki mertua yang baik.
__ADS_1
setelah Kirana pergi Tania langsung membereskan meja makan seorang diri, Laura seperti biasanya setelah makan malam langsung beranjak menuju kamarnya sedangkan Leon masih bermain ponsel di meja makan entah apa dan Ada apa di ponselnya sampai-sampai fokus sekali.
bahkan Leon sampai tidak sadar bahwa Tania sudah menyelesaikan membereskan dapur yang semulanya tadi berantakan karena habis menyantap makan malam bersama-sama ''Mas ini sudah malam ayo kita ke kamar, besok Tania sekolah dan harus memasak, takut kesiangan nanti bangunnya'' Leon langsung berdiri dan jalan mendahului Tania.
ingin rasanya Tania digandeng menaiki anak tangga tapi itu semua hanya angan-angan dan harapan Tania yang entah kapan akan terwujud ''mas kapan-kapan kita periksa kandungan bagaimana?" Leon lagi-lagi tak menggubris ia berjalan lebih cepat dari langkah biasanya.
''Mas Tania sedang bertanya benar-benar tolong dijawab, kenapa sih jika Tania bertanya jika Tania menginginkan sesuatu pasti mas Leon sering mengabaikan'' ucap Tania tanpa rasa takut sedikit pun ''sudah tidurlah tidak perlu banyak bertanya, masih untung saya mengizinkan kamu untuk melahirkan bayi ini jika tidak mungkin saya sudah membunuhnya dan membuangnya ke dalam sumur yang dalam'' Tania langsung menaiki ranjang dan tidur dengan posisi membelakangi Leon.
1 jam 2 jam Tania sama sekali tidak bisa memejamkan matanya karena masih ada rasa yang mengganjal ''Mas?" panggil Tania yang membalikkan tubuhnya menatap Leon yang terlihat tertidur begitu pulas ''hmm?" jawab Leon dengan malas entahlah pria satu ini masih saja dengar panggilan Tania yang begitu pelan.
pagi-pagi buta Tania terbangun dari tidurnya disusul dengan Leon yang tiba-tiba terbangun di jam Yang memang seharusnya Leon masih tidur ''kenapa mas?" tanya Tania saat melihat Leon memijat-mijat lehernya ''pegal-pegal ya? mau Tania pijit?'' tawar Tania, namun yang Leon lakukan malah menindih tubuh Tania dan akan mengulangi aksinya yang semalam.
dengan cekatan Tania langsung menolaknya karena hanya menghitung jam lagi Tania akan berangkat ke sekolah ''mas pulang sekolah saja ya, Tania pagi ini sibuk belum lagi nanti harus memasak untuk sarapan'' alasan Tania sama sekali tidak bisa diterima dan pagi ini yang terjadi pun sama saja dipukul 03.00 pagi Tania benar-benar digempur dan di rudal paksa oleh suaminya.
bahkan berkali-kali Tania menggunakan alasan tengah hamil tetap Leon tidak menghiraukannya, akhirnya setelah waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi Tania kelelahan dan tak bisa melakukan apapun.
__ADS_1
Tania masih berada di posisi memeluk tubuh Leon dan mengatur nafasnya berulang-ulang, tubuh kecil Tania seakan-akan sudah tidak mampu untuk menerima terjangan demi terjangan selanjutnya.
Leon di pagi hari ini memilih Untuk mengantarkan Tania dan juga adiknya berangkat ke sekolah, pagi hari ini ada yang berbeda dari adik Leon yang terlihat begitu diam dan tak banyak bicara seperti biasanya.
berulang kali Tania selalu mengajak Tasya untuk berbicara tapi Tasya sama sekali tak menjawab satu kata pun perkataan-perkataan yang Tania lontarkan, saat sampai di depan gerbang Tasya turun dan membanting pintu mobil cukup kuat yang membuat Tania kaget.
Leon ingin sekali memarahinya tapi Leon sadar tidak memiliki banyak waktu dan tidak mungkin mempermalukan dirinya sendiri di depan khalayak umum ''sudahlah sana turun jangan menunggu saya mengusirmu'' Tania menghela nafas entah akan ada ujian apalagi di sekolah.
''pagi Mbak Tania yang cantik dan unyu-unyu, datang dengan majikan ya?'' Tania hanya tersenyum tipis saja untuk membalas sapaan dari penjaga gerbang itu ''kenapa sih Mbak pagi-pagi begini sudah cemberut saja ada masalah apa emang what are you doing?'' Tania menepuk jidatnya bisa-bisanya Pak satpam menanyakan Apa yang sedang kamu lakukan ''mang Udin artinya what are you doing itu Pak satpam menanyakan apa yang sedang saya lakukan'' Tania membenarkan akan kata-kata yang baru saja dilontarkan oleh mang Udin.
''Iya Iya maklum mang Udin kan lulusan sekolah dasar jadi bahasa Inggrisnya kurang oke what happen Nona Tania Amelia Putri?'' Tania menghela nafasnya dan mulai berbicara dengan nada lirih ''Saya tidak apa-apa kok mang cuman sedikit capek aja, Ya sudah kalau begitu saya ke kelas ya takut ditunggu sama yang lain mang Udin semangat ya kerjanya oh iya dapat salam dari neng Sitiii'' ledek Tania yang langsung berlarian setelah mengatakan keisengannya itu menggoda mang Udin.
mungkin beberapa orang akan merasa bahwa mang Ujang itu adalah Ujang dan mang Udin adalah mang Udin padahal mereka adalah satu orang yang sama namun memiliki dua nama yaitu Ujang marudin dan bisa dipanggil Ujang dan juga bisa dipanggil Udin.
Bersambung...
__ADS_1