CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 47


__ADS_3

Leon sedikit merasa pesimis dengan nasi goreng yang ia buat Bagaimana rasanya padahal hampir seumur hidupnya ia tidak pernah ke dapur dan membantu ibunya memasak ''ayo dong dicoba enak kok buatan Mas Leon'' Leon menyodorkan sesuap nasi ke dalam mulutnya dan memang rasanya enak apalagi tadi Tania menambahkan suwiran ayam dan juga irisan sosis.


mereka makan begitu lahap hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02.11 pagi ''mau ke mana'' tahan Tania saat suaminya akan beranjak dari duduknya setelah meminum air putih ''tidur, Saya besok harus bekerja jadi saya butuh waktu untuk istirahat'' Leon melepaskan tangan Tania yang tadi memegang tangannya tapi sebisa mungkin Tania menghalanginya untuk Leon tidur.


''jangan tidur dulu Tania tidak bisa tertidur temani nonton TV ya'' Leon memijat-mijat keningnya rasanya benar-benar pening harus mengikuti permintaan ibu hamil satu ini dan tidak pernah ada kesudahan dengan permintaan permintaan yang aneh.


''tonton saja sendiri kalau tidak tonton dengan nenekmu saya lelah dan saya ingin istirahat'' Tania tetap bersih keras memaksa suaminya ini untuk menemaninya menonton televisi di jam segini, akhirnya Leon kembali mengalah toh dirinya masih bisa tertidur di sofa.


mengingat kata-kata dokter Erna yang saat ini tengah ia hindari membuat Tania stress dan banyak pikiran tentunya ''kira-kira film apa ya yang bagus'' Tania langsung mencari di Google dan setelah film yang ia cari muncul segera ia menyetelnya.


Leon yang digelayuti Tania sudah merasa ngantuk berat dan tak sadar saat Tania asyik menonton film Leon terlelap dalam tidurnya disusul dengan Tania yang juga mulai mengantuk dan tertidur bersandar pada bahu Leon.


pukul 06.00 pagi Leon terbangun dengan posisi dirinya dan Tania tidur di sofa, pagi ini Leon memang memasang alarm di jamnya jadi membuatnya terbangun lebih awal 'bisa-bisanya dia tertidur dengan posisi seperti ini?' Leon langsung menggendong Tania menuju kamarnya dan membaringkan Tania senyaman mungkin.


semata-mata itu bukan karena dirinya menyayangi Tania melainkan menyayangi calon anaknya yang ada di dalam perut Tania.


Leon berangkat setengah 07.00 pagi ke kantor sedangkan Tania jam 07.00 terbangun dan melihat suaminya sudah tidak ada dan jam menunjukkan pukul yang seharusnya Tania bersiap-siap untuk ujian Nasional.

__ADS_1


''duh Bagaimana ini di mana laptopku aku tidak ada waktu untuk mandi'' Tania langsung menuju meja belajarnya membuka laptopnya lalu melihat ternyata ujian akan segera dimulai dengan soal yang akan dikirimkan oleh Tania melalui laptopnya ini.


Untung saja Tania langsung buru-buru stand by jadi masih ada kesempatan untuk belajar beberapa menit tapi tetap saja rupanya pengawas masuk ke dalam kamarnya seorang Bu Tini dari sekolah lain ''halo Nona Maaf jika saya lancang masuk ke dalam kamar karena tugas saya untuk mengawasi ujian Nasional anda'' Tania mengangguk paham dan mempersilahkan Bu Tini untuk duduk di sofa.


Bu Tini tidak memperhatikan Tania yang akan membuka soal yang dikirimkan oleh sekolahannya melainkan terfokus dengan kamar yang super duper luas dengan ranjang yang super besar dan lemari-lemari kaca yang berisikan sepatu dan juga lemari yang berisikan jas-jas mewah.


Bu Tini merasa kagum Tania bisa mendapatkan seorang CEO yang kaya dan hampir memiliki segalanya ''oh iya maaf ya Bu saya tidak sempat mempersiapkan makanan karena saya benar-benar bangun kesiangan, suami saya pun tadi tidak membangunkan saya karena buru-buru berangkat ke kantor'' kata Tania sembari mulai mengerjakan soal pertama.


45 menit kemudian soal pertamanya selesai dan istirahat sejenak segera Tania membuka kulkas dan memberikan cemilan serta air minum kepada guru pengawas dari sekolah lain ''kamu hebat ya masih sekolah bisa mendapatkan pria kaya dulu Ibu mendapatkan suami saat ibu lulus kuliah dan itu pun umur Ibu sudah terbilang tak mudah melainkan tua'' Tania tersenyum tipis tidak ada yang mau menikah muda apalagi di kondisi tidak memiliki apa-apa seperti Tania.


''namanya saja sudah berumah tangga Bu jadi banyak liku-likunya ada yang enak dan ada yang tidak enak jadi di jalani saja ini sudah menjadi takdir dari sang maha kuasa'' kata-kata Tania sebenarnya sudah mewakili perasaannya di mana dirinya ingin rasanya hidup normal seperti teman-temannya yang bebas ke sana kemari dan bereksplorasi dengan hal-hal baru tertawa tanpa beban dan tidak memikirkan masalah-masalah yang sedang menggelayuti mereka.


''Bagaimana soal-soalnya mudah bukan atau ada kesulitan dalam mengerjakan soal ujian ini?'' Tania menggelengkan kepalanya sebelumnya dirinya sudah belajar jadi tidak terlalu rumit mungkin ada beberapa soal saja yang mengecoh dirinya tapi untung bisa diatasi dengan cara memahami kembali isi soalnya.


''syukurlah kalau begitu, kalau tidak ada kendala berarti kamu anak yang pintar dalam mengerjakan soal tidak bertanya dan tidak mengeluh'' kata Bu Tini ''untuk ulangan yang kedua apakah sudah siap atau perlu belajar lagi silakan ''Tania menggelengkan kepalanya dirinya sudah cukup paham apalagi ujiannya bahasa Indonesia bahasa dirinya sendiri.


tapi terkadang banyak sekali dari mereka yang meremehkan pelajaran bahasa Indonesia padahal pelajaran bahasa Indonesia ini sendiri menganut banyak sekali ilmu pengetahuan seperti cara menulis surat lamaran kerja yang benar dan sebagainya.

__ADS_1


di sekolah Agam dan juga Mona tengah beristirahat sembari membaca baca buku ''duh tidak ada Tania mau mencontek jadi susah'' kata Mona kepada pacarnya Agam ''seharusnya kamu itu belajar bukannya malah ketergantungan dengan Tania dan ingin menyontek kepadanya itu tidak baik dan tidak bagus nanti yang ada kedepannya kamu akan ketergantungan terus menerus'' nasihat Agam.


di dalam kelas Agam mendapatkan peringkat kedua sedangkan Tania masih tetap peringkat pertama dan mendapatkan juara umum sekolah dengan beasiswa, tidak dengan Mona yang hanya mendapatkan peringkat 8 ataupun 7 ''Iya tapi kan setidaknya aku masih bisa bertanya sedikit demi sedikit dan Tania akan memberitahunya kira-kira seperti apa dan Ya intinya begitulah'' ucap Mona beralasan.


''sudah deh jangan banyak alasan sekarang belajar setelah itu kita fokus kembali dengan ujian jangan memikirkan masalah mencontek kamu pasti bisa mengerjakannya sendiri'' inilah yang disukai Mona mengenai sikap Agam yang begitu perhatian dan mensupportnya ''iya iya lihat nih Aku belajar'' Mona mulai menundukkan kepalanya membaca buku bahasa Indonesia dan menelaah lagi kata-kata yang harus diserap ke dalam otaknya.


beginilah hasilnya kalau kerja kelompok kebanyakan bercerita daripada belajarnya apalagi kalau sudah terfokus dengan handphone masing-masing pasti sudah lupa dengan pekerjaan mereka sendiri.


''heh Tania itu sebenarnya kenapa sih bisa-bisanya dia ujian secara daring'' kata melodi ''lo tanya gue terus gue tanya siapa udah deh ya biarin aja dia sekolah daring toh tidak merugikan lo sendiri jadi udah deh jangan banyak komplain dan jangan banyak cingcong" kata Mona dengan kesal.


''Ya aneh aja gitu yang lain kan pada sekolah offline datang ke sekolah ujian bersama-sama terus dia ke mana selama ini mengumpat di mana? atau jangan-jangan dia jadi simpenan om om lagi" Agam yang tadinya memilih untuk diam kini menatap tajam ke arah melodi dan juga temannya ''perkataanmu seperti orang yang tidak berpendidikan, sebaiknya pergi dari hadapanku atau aku akan melaporkan mu kepada kepala sekolah karena telah mencemarkan nama baik Tania" melodi dengan cepat memberikan kode ke temannya untuk cepat-cepat pergi, suasana yang tidak bersahabat ini membuat mereka ketakutan.


Mona tentunya kaget saat melihat pacarnya ini bersikap tegas kepada orang yang sebenarnya tidak ia respect sama sekali, bahkan lebih banyak diam jika bertemu dengan orang-orang yang tengil seperti ini.


Sarannya ya kakak biar cepet aku ganti alurnya biar semakin menarik.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2