CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 41


__ADS_3

malam hari Tania membuka buku diary nya menulis kata-kata yang begitu menyentuh kalbu, kata-kata yang ia utarakan untuk pamannya di mana Tania kini sudah membenci pamannya dan tidak ingin melihat pamannya itu.


nenek Tania segera Tania bawa pulang dan sudah menempati rumah Leon ini, Tania belum sempat melihat wajah neneknya yang sudah ditinggal di sini dia masih merasa trauma merasa kesal dan emosi bercampur menjadi satu.


"sebenarnya Di mana letak kesalahanku, selama ini aku hanya ingin hidup damai dan tak dikelilingi oleh masalah-masalah yang terus berdatangan silih berganti, apakah Paman sejahat itu sampai kakaknya sendiri pun dibunuh, dibunuh karena harta yang tidak seberapa ini, andaikan saja aku tahu jika harta bisa membuat pamanku tidak membunuh kedua orang tuaku mungkin aku sudah memberikannya lebih awal dan tidak hidup seperti ini penuh siksaan dan bahkan kini tinggal menghitung bulan lagi aku akan meninggalkan dunia ini, sakit rasanya entah bagaimana nantinya setelah melahirkan bayi ini aku akan pergi, pergi menyusul kedua orang tuaku dan juga adikku yang sudah tenang di alam sana, aku sudah berjanji beberapa bulan yang lalu saat aku mengetahui bahwa aku telah hamil, setelah mendapatkan izin dari suamiku aku akan tetap melahirkan bayi ini dan tetap akan menjalankan perjanjian di mana aku akan mati, mati di tangan pria yang kini se umur hidup dendam padaku, kurasa tidak perlu ada yang disedihkan di sini yang terpenting kehidupan anakku nanti akan bahagia bersama ayahnya, Ayah yang memiliki segalanya yang akan menyayanginya sepenuh hati'' setelah menulis kata-kata itu Tania melihat jam yang di sana tertera pukul 09.00 malam.


saat akan membuka pintu handle pintu itu pun terlihat bergerak di mana akan ada seseorang yang memasuki kamar ''mau ke mana?'' Leo bertanya sembari menghalangi pintu ''mau lihat nenek sudah tidur atau belum'' Tania mencari celah untuk bisa keluar tapi Leon langsung menutupnya.


''tidur ini sudah malam, Aku tidak ingin bayiku tidak tumbuh sehat jadi cepat tidur masih ada waktu besok untuk bertemu dengan nenekmu'' dengan kesal Tania kembali lagi duduk di tepian ranjang dan membaringkan tubuhnya.


sebelum tidur Leon memilih untuk mandi, setelah mandi ia melihat Tania yang belum bisa tertidur, mungkin Tania masih memikirkan masalah pamannya itu dan Leon pun memeluk Tania dari belakang agar Tania cepat tidur.

__ADS_1


''Bagaimana kelanjutan kasusnya di kantor polisi?'' tanya Tania dengan nada yang lirih ''pamanmu akan dihukum mati, mengenai bukti-bukti sedang diselidiki'' Tania hanya diam setelah Leon mengatakan itu, rasanya Tania kini sedang dilindungi oleh seorang pangeran.


pangeran dari kerajaan yang sangat baik hati, tapi kebaikan ini mungkin hanya sesaat saja tidak akan lama ''Tania mencintai Mas Leon'' kata-kata itu keluar dari bibir manis Tania, Leon yang mendengarnya tak bergeming matanya masih terpejam walaupun dirinya belum tidur tapi tetap saja merasa aneh di saat Tania mengungkapkan perasaannya itu.


''Mas Leon mencintai Tania tidak?'' sambung pertanyaan Tania kembali karena pertanyaannya yang awal tidak dijawab mengenai ungkapan perasaan hatinya ''tidak'' jawab Leon spontan dan tiba-tiba hati Tania sakit mendengarnya, cintanya benar-benar ditolak tanpa adanya pertimbangan.


memang kurangnya Tania di mana padahal Ia sudah menjadi istri yang benar-benar serba bisa dan selalu menjadi wanita yang melayani suaminya setiap saat ''tapi mas Leon bisa kan mencintai Tania perlahan demi perlahan?'' Tania mencoba memastikan siapa tahu dirinya masih memiliki kesempatan ya walaupun sepertinya tidak karena Tania dan Leon sudah membuat perjanjian setelah melahirkan nanti.


''jangan terlalu berharap, lanjutkan saja kehidupanmu saat ini sampai bayi itu lahir, Saya tidak akan mencintaimu saya juga memiliki selera yang lebih tinggi daripada kamu'' Tania sudah tidak bisa berkata-kata lagi itu sudah menjadi teguran keras baginya yang terlalu banyak berharap yang ujung-ujungnya pasti akan menyakitkan.


''hari ini kita akan belajar bahasa Inggris terlebih dahulu setelah itu matematika dan menyusul pelajaran bahasa Indonesia'' kata Tania dan mereka langsung mengeluarkan alat tulisnya, mereka belajar di balkon lantai 3 di ruangan GYM Leon ''Tania perutmu berat tidak?'' tanya Mona penasaran ''kenapa memang?'' Tania mulai bertanya kembali mereka belajar lesehan di lantai beralaskan karpet karena jika duduk di atas pinggang Tania tak kuat menopang tubuhnya ini.

__ADS_1


''tidak apa-apa sih hanya bertanya saja'' Mona mengalihkan perhatian namun tetap saja Tasya yang menangkap ke penasaran Mona langsung menanyakan lagi ke Tania ''Iya aku setuju tadi dengan pertanyaan Mona memangnya tidak berat harus membawa perut kemana-mana dan sulit lagi untuk melakukan aktivitas-aktivitas seperti memakai sepatu'' Tania bingung menjawabnya.


''nanti kalian juga merasakan'' dan di situ pula terbersit kata-kata kenakalan dari Mona dan juga Tasya ''Tania kakakku kan galak jika sedang berhubungan badan Apa yang dilakukannya padamu apakah dipaksa atau sukarela atau bagaimana Coba ceritakan'' Tania memandang ke arah Agam bisa-bisanya kedua wanita ini bertanya di hadapan pria.


tapi Agam dengan santai mulai menimbrung percakapan di antara wanita-wanita ini ''Iya ayolah ceritakan saja tidak apa-apa biar bisa menjadi pengalaman'' Tania menarik nafasnya perlahan ''banyak sekali deh tidak bisa diceritakan satu-satu'' Tania mulai beralasan agar tidak dikejar oleh pertanyaan-pertanyaan itu.


''ayolah tidak apa-apa kita kan berbagai pengalaman'' kata Mona meledek ''ya begitu jadi tanpa mengajakku dia sudah langsung meniduri, jadi intinya tidak bisa keluar dari kungkungan singa itu'' Tasya tersenyum-senyum sendiri ''berarti kakakku bisa romantis ya bersamamu, selalu mengenai dua pasang ini sudah sampai mana nih hubungannya'' sindir Tasya ''sabar sebentar lagi kita tunangan kok setelah lulus sekolah lalu setelah itu menikah deh'' Tania yang mendengarnya turut senang walaupun pikirannya kemana-mana apakah dirinya masih hidup di saat sahabatnya ini menikah nanti.


''wow jadi di sini yang jomblo hanya aku saja ya?'' ketiganya langsung melirik ke arah Tasya dan tertawa memang Tasya orangnya introvert dan terlalu malu untuk terlalu dekat dengan seorang pria ''sudah sudah ayo kita belajar kalau kita membahas ini terus yang ada kita tidak akan belajar belajar'' ajak Tania yang mulai membuka soal-soal dari pelajaran bahasa Inggris untungnya Tania menguasai bahasa Inggris di mana ia mengetahui artinya dan bisa mengerjakannya berbeda dengan Mona yang tak tahu artinya tapi Agam tahu karena Agam sudah beberapa kali ke luar negeri bersama keluarganya.


bahkan sejak kecil sudah tahu bahasa Inggris tidak dengan Tania yang menginjak SMP baru menguasai bahasa Inggris ''please deh aku tidak tahu artinya aku kan orang Indonesia bukan orang Inggris'' Tasya berguling-guling dan tertawa bahkan bahasa Inggris menjadi bahasa sehari-harinya saat bersua telepon dengan kakeknya yang ada di Amerika ''Iya belajar dong Mona kan ada calon suami yang butuh yang bisa bahasa Inggris seharusnya kamu minta diajarkan Iya tidak Tania'' Tasya menyenggol lengan Tania yang sedang membaca dan Tania tersenyum menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


saat berbincang-bincang Leon tiba-tiba masuk ke dalam ruangan GYM dan memberikan telepon kepada Tania, di sana ada pesan yang dikirimkan oleh sepupunya ''biarkan saja'' Tania tiba-tiba terdiam cukup lama sedangkan Leon mengernyitkan dahinya ''nanti malam Mas Leon tidak pulang, kamu tidur dengan nenek saja'' Leon mulai keluar dari ruangan GYM dan Tania tidak menanggapi perkataan itu sudah biasa memang setiap malam ditinggal untuk bekerja dan bekerja terus bekerja.


mohon maaf banget buat temen-temen Kalau ceritanya banyak typonya banyak salahnya, author juga lagi mencoba benerin ceritanya dikit demi sedikit, jangan lupa tinggalkan jejak disini ya untuk mendukung autor agar autor tambah semangat lagi nulisnya.


__ADS_2