CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 52


__ADS_3

keesokan paginya Tania dan juga Leon berdebat cukup besar, bahkan keduanya sama-sama beradu argumen Leon sama sekali tidak ingin mengalah dengan Tania yang emosinya sedang naik turun Iya malah membalas semua perkataan Tania.


''sekarang apa mau kamu sudah saya katakan semua terserah saya ini adalah hak saya kamu hanya sebagai istri bayaran ikuti saja apa kemauan Saya bukannya malah menuntut sesuatu seperti ini kamu kira saya babu kamu?'' kata Leon dengan sangat pedas.


''bukan begitu maksud Tania Mas setidaknya mas Leon yang menghargai Tania, Tania tahu Mbak Laura akan menikah dengan mas Leon tapi kan di sini Tania masih ada tapi kenapa kalian seolah-olah menganggap Tania tidak ada" marah Tania.


posisi ini benar-benar membuat Tania sakit hati dan bahkan terkesan sangat dicampakkan ''kalau kamu tidak ingin melihat saya dan juga Laura pergi dari rumah saya! ke masih semua barang-barang kamu dan juga nenek kamu tapi ingat Saya akan menjemput kamu nanti di saat kamu akan melahirkan dan akan membunuh kamu setelah kamu melahirkan'' Leon mencengkram dagu Tania dan mendorongnya jauh-jauh hingga Tania hampir terjatuh namun Leon tahan.


ya perhatian itu hanya untuk anaknya saja tidak untuk Tania ''oke kalau begitu Tania masih bisa hidup tanpa uang Mas Leon dan biarkan saja Tania mencari nafkah untuk makan bayi ini'' Tania langsung mengambil ranselnya dulu di dalam lemari lalu berkemas seorang diri.


setelah semua beres Tania langsung menuruni anak tangga sembari membawa dua ransel dan masuk ke dalam kamar neneknya untuk meminta neneknya juga berkemas.


''kita mau ke mana Tania? Apa kamu sedang berdebat dengan suami kamu tapi kan tidak baik Tania sebaiknya kamu mau minta maaf saja'' Tania menggelengkan kepalanya Iya tetap dengan pendiriannya kalau sudah diusir ya mau bagaimana lagi yang ada Tania akan merasa tersiksa sudah dirinya capek dalam berpikir cape batin dan capek fisik sekaligus.


''kita harus cepat-cepat pergi dari rumah ini nek, kalau bisa kita harus cari tempat tinggal yang nyaman untuk kita berdua'' dan setelah mereka berkemas mobil taksi pun datang lalu mereka langsung mengantarkan tanahnya ke tempat di mana yang Tania inginkan.


Tania dan juga neneknya kembali di rumah kontrakan lama milik kedua orang tua Tania dulu di mana dulu mereka pernah tinggal di sana sebelum menjadi orang yang berpunya.


''sementara tempat tinggalnya seperti ini dulu tidak apa-apa ya nek tunggu Tania memiliki budget yang cukup maka akan Tania berikan tempat tinggal yang benar-benar layak dari yang ini'' nenek Tania mengangguk ''tidak apa-apa memiliki tempat tinggal tidak seharusnya bagus yang terpenting bisa ditinggali dan kita berdua nyaman'' Tania tersenyum tipis neneknya benar-benar memahami kondisinya tanpa protes dan bahkan sangat penurut.

__ADS_1


pagi menjelang siang ini Tania langsung mencari sebuah warteg untuk membeli makanan yang harus dimakan olehnya dan juga neneknya.


''nenek mau makan apa ayo pilihlah'' setelah melihat harga yang tertera tiba-tiba nenek Tania menggelengkan kepalanya padahal Tania masih memiliki uang yang cukup bahkan untuk beberapa bulan ke depan ''nenek tidak jadi lapar harganya mahal-mahal sekali'' Tania menggelengkan kepalanya lalu masih meminta neneknya untuk memilih.


pada akhirnya nenek Tania hanya memilih untuk memakan ikan laut dan juga sayur sop, masakan itu memang sering Tania buat ya walaupun tidak seenak masakan Tania setidaknya makanan ini bisa mengganjal perut mereka.


atau mungkin saja lidah nenek Tania terbiasa memakan masakannya jadi jika mencicipi masakan orang lain tidak terlalu enak ''kamu habis berkelahi ya dengan nak Leon?'' Tania mengangguk sembari mengunyah makanannya dirinya pun tak mungkin menutup menutupinya dari neneknya karena neneknya pasti sudah tahu.


''tapi seharusnya kita tidak perlu sampai keluar dari rumahnya Tania apalagi dengan kondisimu sedang hamil seperti ini nenek takut sangat berpengaruh nantinya'' Tania langsung menatap neneknya ''sebenarnya Tania tidak ingin keluar dari rumah itu tapi jika tidak begini sama saja Tania hidup di dalam sangkar seperti burung'' ucap Tania dan neneknya pastinya harus mengerti tentang keadaan ini yang begitu sangat ambigu.


dirinya juga tidak ingin melihat cucunya hidup sengsara di luaran tapi tidak juga dengan berada di lingkungan yang tidak cocok selalu tersakiti dengan perkataan-perkataan yang seharusnya tidak dikatakan.


Anya langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan lalu mencari posisi tepat untuk memotret Tania dan juga neneknya yang sedang makan siang di pinggir jalan.


''tak kusangka apa yang kau ucapkan benar kukira dia tidak benar-benar hamil'' melodi tersenyum rupanya Tania benar-benar bukan pemain handal seperti dirinya dan juga Anya.


hanya bermain seperti itu saja sampai bisa ke Bobolan ya walaupun tak dipungkiri melodi juga pernah kebobolan tapi setidaknya Iya masih bisa menggugurkan dan tidak bodoh seperti Tania yang masih sekolah tapi sudah memiliki suami.


''suaminya siapa sih? pastinya om-om tua ya hahaha aku jadi penasaran bagaimana bentukannya'' setelah Anya memotret ia terdiam cukup lama, sahabatnya ini belum tahu detail Bagaimana suami Tania yang sangat tampan dan berkarisma bahkan banyak sekali wanita yang tergila-gila oleh ketampanannya.

__ADS_1


''suaminya tampan dan juga berwibawa, aku sedikit takut memang untuk memberitahukannya kepada yang lain tapi setidaknya kita bisa menggunakan perantara nomor palsu untuk menyebarkannya ke grup'' melodi mengernyitkan dahinya sebenarnya apa yang dimaksud oleh sahabatnya ini sampai-sampai dirinya merasa takut.


padahal ini adalah momen-momen yang mereka tunggu.


momen-momen Di mana mereka akan menjatuhkan harga diri Tania dan membuat Tania sangat jatuh terpuruk dan tidak bisa bangkit lagi dari kehidupannya yang sangat pahit.


''kita tidak perlu takut karena menurutku suaminya tidak ada apa-apanya bahkan Ayah tiriku masih bisa menyainginya'' Anya menepuk jidatnya rupanya temannya ini jika belum diberitahu maka tidak akan paham-paham dengan apa yang ia katakan.


''suami Tania adalah Leon Wilson arganta pemilik perusahaan Wilson arganta entertainment dan juga Wilson arganta modis fashion, dan kau tahu bahwa yang memenjarakan ayahku adalah suami Tania'' mendengar itu melodi langsung tertawa terbahak-bahak temannya ini benar-benar bisa mengarang cerita.


''hahaha kau ini kalau mengarang cerita Yang benar saja, kau lihat saja Tania bahkan makan di pinggir jalan bersama neneknya sudah pasti suami Tania tidak kaya-kaya amat jadi sudahlah jangan terlalu berhayal bahwasanya suami Tania sangat berkuasa'' Anya langsung memberikan bukti video di mana Tania dan juga Leon ke sebuah kantor polisi untuk memberikan kesaksian dan penjelasan mengenai kematian keluarga Tania dan juga keluarga Leon sendiri.


melihat video itu melodi langsung terdiam entah bagaimana dirinya pun bingung bisa-bisanya Tania memiliki suami sehebat Leon.


padahal Tania biasa-biasa saja dan jarang berdandan ya walaupun terlihat manis dan cantik tapi ya menurut melodi yang merasa paling cantik tetap biasa saja.


''sepertinya kita sebar Di grup juga tidak apa-apa, selama ini dia tidak pernah kelihatan tahu-tahu dia keluar dari persembunyiannya dengan begitu kurasa keluarganya sedang tidak baik-baik saja kan?'' Anya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya ''kita tidak menyebarnya sekarang ini hanya satu bukti kita harus mencari bukti di tempat-tempat lain Dan kita akan menyebarnya nanti saat pembagian ijazah itu akan lebih seru karena semua siswa-siswi akan berdatangan dan membully Tania habis-habisan'' mereka berdua bertepuk tangan merasa senang dan akhirnya keduanya mampir di sebuah club untuk bersantai-santai ria.


Buat temen-temen yang merasa ada kesalahan dalam penulisan atau semacamnya tolong kritikan nya☺️

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2