CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 69


__ADS_3

"halo perkenalkan Kak, namaku adalah Tasya adik dari Kak Leo dan juga Kak Leon'' dengan antusias Tasya memperkenalkan dirinya kepada kakak iparnya ''ekhem, Tasya Kakak ipar mu ini dari Amerika, jadi dia tidak pandai berbahasa Indonesia'' kata Tania memberitahukan kepada adik iparnya ini.


Tasya yang baru mengerti hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


tentunya dirinya sangat merasa malu bahkan sampai tidak tahu wajah-wajah orang luar seperti apa, padahal kan Tasya sering kali ke luar negeri, bahkan sekolahnya dulu di luar negeri.


''Hello, let me introduce my name is Tasya sis, I'm the younger brother of brother Leon and also Leo, it's nice that Tasya can meet and get to know you in person (hallo, perkenalkan namaku adalah Tasya kak, aku adalah adik dari kakak Leon dan juga Leo, senang Tasya bisa bertemu dan berkenalan langsung dengan kakak)" ucap Tasya yang mengembalikan kata-katanya namun dengan bahasa Inggris.


tentunya Margaretha yang mengerti bahasa dari Tasya langsung dengan antusias menjabat kembali tangan Tasya.


''hello sister-in-law, you are very cute and adorable, I really want to have chubby and cute cheeks like you (hallo adik ipar, kamu sangat lucu dan menggemaskan, aku sungguh ingin memiliki pipi yang tembam dan imut seperti mu)" balas Margaretha.


sedangkan Kirana yang paham dengan perkataan Margaretha tadi yang mengatakan bahwasanya ia istri dari Leo, langsung bungkam dan tak tahu ingin berkata apalagi.


''oh iya kek perkenalkan ini adalah istri Leo, anak dari Pak Marco" kakek sama sekali tidak bergeming justru ia malah melirik ke arah kedua cicitnya lalu kembali menatap kepada arah Leo ''sekali peraturan tetaplah peraturan, bukankah kamu sudah mengetahui Leo bahwasanya sampai kapanpun kakek tidak akan menerima gadis ini sebagai cucu menantu kakek'' dengan kesal Leo langsung menjawab apa yang baru saja kakeknya ucapkan.

__ADS_1


''begitukah? selama ini kakek benar-benar tidak berubah, Leo hilang selama ini agar kakek sadar bahwasanya Apa yang dilakukan oleh Pak Marco sebenarnya baik, Pak Marco ingin membuat kakek berjalan di jalan yang benar, bahkan yang menarik Leo keluar dari keluarga Wilson arganta adalah Pak Marco, Leo sekarang bisa memiliki perusahaan yang hampir setara dengan perusahaan Leon, kakek tidak perlu mendidik anak dengan begitu keras, karena Kak Leon merasa kehilangan lihatlah kek bagaimana Kak Leon melampiaskan dendamnya sampai-sampai banyak nyawa yang bertaburan seolah-olah nyawa itu tidak berharga, lihatlah Tania, dia adalah salah satu korban, selain Kakek intimidasi keluarganya, Tania juga menjadi korban, kakek selalu menggunakan kekerasan, kalau begitu apakah nanti kedua anak Kak Leon ini akan diperlakukan sama selayaknya Leon dan juga Leo dulu, kakek siksa secara bertubi-tubi dan kakek marahi habis-habisan karena hanya kesalahan kecil, Leo tidak lupa akan merasakan bagaimana rasa sakitnya sakit cambukan yang akan teringat sampai Leo mati, Kak Leon sikap yang menjadi dingin, menjadi pendiam dan bahkan terkesan menjadi orang yang tak memiliki perasaan, apakah ini yang kakek inginkan melihat cucu-cucu kakek menderita di masa depannya, mama dan papa sebenarnya ingin memberontak dengan kakek, tapi mama dan papa sadar semakin mama dan papa melawan maka kakek akan semakin semena-mena dan malah akan menyiksa kami lebih bertubi-tubi, kami tidak pernah melaporkan kekerasan kakek kepada mama dan juga papa'' unek-unek yang selama ini dipendam oleh Leo kini pun terucapkan juga.


Leon yang mendengarnya pula sedikit lega akhirnya apa yang ia ingin lampiaskan selama ini terucapkan.


bahkan di punggung Leon sendiri terdapat luka bacokan di mana dulu ia pernah diletakkan di hutan belantara.


menghadapi berbagai ujian yang tidak manusiawi.


''diam kamu Leo!! tahu apa kamu mengenai hal pendidikan, kamu terlalu mengikuti perkataan Marco hingga kamu berani melawan keluargamu sendiri!" bentak kakek Albert dengan suara yang sudah naik pitam.


Margaretha yang tak paham dengan bahasa Indonesia hanya bisa menundukkan kepalanya, Iya tahu pasti dari nada bicara ini mereka tengah berdebat akan kehadirannya.


''Leon akan ikut dengan Leo, Leon juga memikirkan masa depan anak-anak Leon, cukup Leon dan juga Tania yang menderita, tapi anak-anak Leon jangan, dia masih memiliki masa depan yang begitu cerah'' Riko dengan segenap kemampuannya pun mulai menahan kedua putranya itu.


Riko tahu akan perasaan kedua putranya, karena Riko sendiri pernah merasakannya.

__ADS_1


''sebaiknya kakek meminta maaf kepada kedua putraku, kalau tidak Rico juga akan keluar dari keluarga Wilson arganta ini dan akan mengganti marga'' Albert kini terlihat meneteskan air matanya.


sebenarnya pula Riko tidak tega mengatakan kata-kata itu pada kakeknya atau bisa dibilang kepada ayahnya.


''Baiklah kakek salah, kakek minta maaf, kalian jangan pergi dari kediaman rumah utama ini, kakek berjanji akan menghapus peraturan-peraturan yang menurut kalian itu sangatlah tidak manusiawi'' Leon langsung melirik ke arah Leo dan Leo pula langsung menatap Leon.


keduanya benar-benar tidak menyangka akan melawan secara bersamaan tanpa adanya pergulatan.


biasanya kakeknya akan menggunakan kekerasan dan bahkan membawa tongkat yang digunakan untuk memukul.


''biarkan kakek bertemu dengan cicit kakek terlebih dahulu, sudah lama kakek merindukannya'' Tania langsung berjalan mendekat ke arah kakeknya lalu memberikan Reyhan dengan sangat hati-hati ''ini adalah anak kedua Tania dan mas Leon, namanya adalah Reyhan, dan yang satunya lagi adalah Reyfan" jelas Tania yang langsung membuat keluarga itu tertawa.


mereka semua tak menyangka bahwa anak dari Leon ini benar-benar mirip dengan Leon dan bahkan yang mengikut dengan ibunya hanyalah warna kulit yang putih serta bulu matanya yang lentik.


''hahaha ayahmu benar-benar serakah semuanya diboikot'' tawa Riko ''Ya sudah ayo kita masuk ke dalam tidak baik jika kita berbincang-bincang di depan pintu seperti ini, kami sudah menyiapkan kamar yang begitu mewah dan begitu nyaman untuk kalian, tapi sepertinya Leon dan juga Tania akan tinggal di kamar bayi kembar ya, biar kamarmu Leon ditempati oleh Leo dan juga istrinya'' Margaretha masih terlihat menundukkan kepalanya dan itu membuat Leo yang sedari dari tadi peka pun langsung menanyakan hal itu dengan nada yang begitu pelan agar tidak terdengar oleh keluarganya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2