
"lancang sekali dia sampai memeluk mu seperti itu" ucap Leon yang keluar dari dalam kamar "cie cemburu ya?" ledek Tania yang melihat wajah Leon kesal "untuk apa cemburu, ada baiknya kamu menjaga diri baik-baik tidak murahan dan mau di peluk-peluk oleh pria lain selain suamimu" seketika senyuman Tania yang mengembang tadi hilang.
Leon sama sekali tidak tahu dan tidak bisa menghibur hati Tania yang tengah sedih, yang Leon tahu hanyalah cara menyakiti Tania saja dengan kata-katanya yang menyayat hati.
Tania tidur dengan membelakangi Leon yang masih terduduk di sofa berkutik dengan iPad yang Levin tinggalkan, setelah semua perkerjaannya selesai sebisa mungkin Leon tertidur namun matanya sama sekali tidak bisa terpejam walaupun sudah memeluk bantal guling.
Leon langsung turun dari ranjangnya dan menaiki ranjang Tania, mungkin tidur dengan Tania akan lebih efesien dan membuat Leon langsung tertidur pulas, Tania bahkan sama sekali tidak sadar kalau Leon tidur dengannya dan memeluknya dari belakang.
keesokan harinya Tasya keluar dengan kesal, dirumah ini hanya tersisa Tasya dan nenek lampir itu saja, Tania dan juga kakaknya belum pulang-pulang bahkan sudah tidak memberikan kabar lagi, yang ada Tasya malah suruh menungggu tanpa kepastian seperti ini.
"kenapa murung seperti itu?" tanya Agatha yang sudah rapih di pagi hari ini "apa urusannya dengan mu? mau aku murung, marah atau bahkan emosi sekalipun itu tak ada urusannya dengan mu" Agatha menggebrak meja makan cukup kuat membuat Tasya yang baru saja duduk itu kaget.
brakkkkkkk
"sepertinya kau tidak pernah makan bangku sekolah sampai kepada yang lebih tua pun tidak sopan seperti ini" Tasya sama sekali tak takut dengan Agatha karena sikap Tasya tak jauh berbeda dari kakaknya jadi lawannya mau besar ataupun kecil jika sudah mengusik maka Tasya akan bersikap seperti Leon memberantasnya sampai tuntas.
bedanya jika Tasya melakukan segala sesuatunya secara gegabah tidak dengan Leon yang santai seperti air namun menghanyutkan "makan bangku sekolah? sepertinya kamu deh yang seharusnya memakan bangku sekolahan, biar tau caranya sopan santun bertamu dan menginap terlalu lama di rumah orang yang sudah berkeluarga? mau jadi pelakor ya? seperti tidak di didik saja dengan orang tua" geram dengan Tasya yang membawa nama orang tua.
__ADS_1
Agatha langsung menghampiri Tasya dan menampar wajahnya, tak berhenti di situ saja karena tak terima di tampar Tasya langsung menjambak rambut Agatha dan mereka pun berkelahi tanpa ada yang merelai keduanya.
namun karena tubuh dan setamina Tasya yang terbilang tidak sekuat Agatha, Tasya pun tak sadarkan diri setelah terbentuk meja kaca yang kini sudah pecah berkeping-keping, sedangkan Agatha langsung melarikan diri entah kemana.
di rumah sakit Leon langsung memilih pulang karena sudah ada kedua orang tuanya yang akan menunggu Tania di rumah sakit, perasaan Leon pula mulai tidak tenang meninggalkan Tasya dan juga Agatha dalam satu rumah tanpa adanya orang lain.
baru saja sampai di depan gerbang hawa tidak enak pun sudah tercium dimana gerbang terbuka dengan pintu utama juga, di ruang tamu pula terdapat beberapa tetes darah, entah itu darah siapa Leon langsung berlarian sampai dirinya dikagetkan dengan adiknya yang terkapar dengan luka di bahu lengannya yang berdarah, meja kaca yang tebal dan kuat itu pun pecah berserakan.
"Tasya!" Leon langsung memangku Tasya yang sudah tak sadarkan diri, Ini semua karena kesalahan Leon yang meninggalkan Agatha dan juga Tasya berdua di rumah "bertahan Tasya kita kerumah sakit sekarang" Leon membawa adiknya dengan tergesa-gesa dan terburu-buru, sudah tidak ada waktu lagi, Leon tidak ingin kehilangan orang yang ia sayangi untuk kedua kalinya.
dalam perjalanan Leon panik bukan kepalang macet sudah mulai akan menguasai jalanan sebisa mungkin Leon memberikan klakson emergency kepada beberapa para pengemudi motor dan mobil dan akhirnya mereka memberikan jalan agar Leon dapat melintas.
drrt drrt drrt drrt drrt
drrt drrt drrt drrt drrt
dalam kondisi masih mengendarai mobil Leon menghubungi Agatha yang rupanya nomornya sudah dinonaktifkan, Leon benar-benar sudah naik pitam apalagi ini sudah menyangkut adik kandungnya.
__ADS_1
walaupun selama ini Leon tidak pernah menunjukkan rasa kasih sayangnya dengan sikap ataupun perbuatan melainkan melalui teguran yang memberitahukan kepada Tasya bahwasanya Apa yang dilakukan Tasya salah dan Leon tak mungkin membiarkan semua itu terjadi yang dampaknya akan kembali lagi ke Tasya.
sesampainya di rumah sakit, untuk kedua kalinya Leon dibuat panik jika yang pertama tadi mengenai Tania dan yang kedua kini mengenai adik kandungnya ''Maaf Pak Leon anda tidak bisa masuk'' tegas seorang suster saat Leon akan memasuki ruang instalasi gawat darurat.
sembari menunggu Tasya yang sedang ditangani, Leon menyempatkan diri untuk mengabarkan kepada kedua orang tuanya bahwasanya Tasya kini sedang tidak baik-baik saja ''Ada Apa denganmu? kenapa tanganmu sampai berdarah-darah seperti ini Leon?" Kirana menghampiri Leon yang emosinya belum mereda ''Agatha melukai Tasya, sekarang Tasya berada di ruang instalasi gawat darurat, ini semua gara-gara papa karena membiarkan Agatha tinggal satu rumah bersama kami'' Riko terdiam.
Bagaimana bisa Agatha melakukan semua ini, padahal bagi Riko Agatha adalah orang yang baik dan penurut ''apa yang terjadi sebenarnya pada Tasya?'' tanya Riko lagi yang masih belum paham sebenarnya apa yang dilakukan Agatha sampai putrinya masuk rumah sakit ''entahlah tadi setibanya Leon di rumah Tasya sudah terkapar dan tidak sadarkan diri, meja makan yang terbuat dari kaca itu ini sudah hancur entah ada kejadian apa dan keributan hebat Seperti apa sampai rumah Leon seperti kapal pecah, tadi Leon sudah menghubungi ketua RT dan warga setempat untuk membantu membereskan rumah, Leon juga sudah menyuruh pembantu rumah tangga yang ada di rumah utama untuk turut membantu, karena mau tak mau Leon harus melaporkannya kepada pihak yang berwajib karena ini sudah menyangkut nyawa dan kasus penganiayaan juga'' Kirana langsung pamit mendengar cerita Leon yang mengatakan bahwasanya meja setebal itu pecah karena perkelahian keduanya.
''Mama akan ke bawah melihat kondisi adikmu, kamu tetap di sini saja papa mau ikut mama atau tidak itu terserah'' Kirana sudah mulai kesal dengan suaminya sendiri karena memang ini semua penyebabnya dari suaminya yang mengusulkan agar Agatha tinggal satu rumah bersama Tania dan juga Leon disusul dengan putrinya yang ingin tinggal satu rumah beralasan karena sekolah lebih dekat dari rumah Leon dibandingkan rumah mereka.
Riko bisa mengerti itu bahkan Riko tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini yang benar-benar di luar ekspektasinya, di mana Riko berpesan agar Agatha menyakiti Tania, kini malah putrinya sendiri yang disakiti bahkan terdengar dari cerita Leon bahwa Tasya lukanya cukup parah.
''pelan-pelan saja ma jalannya, nanti mama bisa terjatuh kalau terburu-buru seperti ini'' ucap Riko memperingatkan namun tetap saja Kirana berjalan dengan tempo yang cukup cepat, orang tua mana yang tak panik jika putrinya terluka apalagi dilukai oleh orang sekitarnya.
''jika terjadi sesuatu pada Tasya mama tidak akan memaafkan papa, cukup kita kehilangan Leo jangan sampai bertambah dengan Tasya mama tidak akan mengampuninya sekalipun papa bersujud, selama ini Mama sudah cukup sabar mengikuti keinginan papa'' dengan air mata yang terus berderai Kirana, walaupun dirasa bibirnya sudah tidak sanggup namun ini semua harus dikatakan agar suaminya bisa mengerti perasaannya.
sudah cukup luka Leo Yang ditorehkan jangan sampai ada luka lainnya ''tapi ini semua 100% bukan kesalahan papa, Mama tidak bisa berkata seperti itu bahwa semua ini atas kesalahan papa, niat papa meletakkan Agatha di rumah Leon agar bisa mengawasi Tania bukannya malah menyakiti Putri kita'' kata Riko membela diri ''Coba sekarang lihatlah anak kita yang malah menjadi korbannya, sudah sering Mama peringatkan kita memiliki anak perempuan jadi sebisa mungkin papa jangan melukai hati gadis perempuan yang sama seperti putri kita, timbal baliknya akan ke Putri kita sendiri atau ke cucu kita nanti'' setelah diperingati Riko memilih diam apa yang dikatakan istrinya memang ada benarnya.
__ADS_1
ini semua terjadi mungkin karena keegoisan dari Riko sendiri yang pendapatnya selalu ingin didengar tapi tidak pernah mendengarkan pendapat orang lain.
Bersambung...