
nenek Tania yang melihatnya merasa miris, rumah tangga anak dan menantunya kini sedang tidak baik-baik saja setelah jatuh miskin, rasanya malu jika nenek Tania ini meminta uang lagi kepada Tania yang sudah memiliki rumah tangga sendiri.
tapi baru saja dirasakan Tania datang bersama beberapa bodyguard yang sengaja diutus oleh Leon kemanapun Tania pergi dan memberikan informasi apa saja yang Tania lakukan hari ini mengingat Leon sangat cermat dalam mengawasi putra yang ada di perutnya.
''kenapa kamu datang ke sini hah! kamu mau memamerkan harta di sini!'' Tania dengan cepat menggelengkan kepalanya saat dirinya sudah memasuki pintu rumah itu tanpa permisi karena dari luar tadi memang terdengar teriakan-teriakan yang menurut Tania itu akan beresiko besar bagi neneknya yang kini kesehatannya tengah menurun.
dan benar terlihat nenek Tania terduduk di lantai sembari memegang kipas dari bambu, tapi saat Tania berjalan akan menghampiri neneknya dengan sangat kasar Anya mendorong tubuh Tania sampai Tania akan terjatuh dan untungnya kedua bodyguard yang setia itu langsung sigap menopang tubuh Tania yang kini sedang mengandung.
''jaga sikap Anda!" bentak salah satu bodyguard Tania kepada Anya, bodyguard itu bersikap tegas agar Anya yang diperingati mengerti dengan kata-kata ''Saya tidak apa-apa kok sebaiknya kalian berdua jangan terlalu dekat-dekat dengan saya, Saya akan berbicara sebentar dengan nenek nanti kalau sudah selesai saya akan memanggil kalian'' kedua bodyguard itu sebenarnya tidak ingin meninggalkan Tania bersama keluarganya yang jahat tapi mau bagaimana lagi namanya saja perintah jadi mereka hanya bisa mengawasi dari kejauhan saja.
''untuk apa Tania datang kemari nak?'' tanya nenek Tania yang melihat Tania akan duduk ''Tania ingin melihat keadaan nenek, nenek sudah makan belum?'' bukannya dijawab oleh neneknya dengan sangat ketus istri dari wiromo menjawabnya ''kamu ini keponakan macam apa, dan cucu macam apa sudah tahu di rumah ini sama sekali tidak ada makanan karena tidak ada pemasukan masih saja kamu pura-pura bertanya'' dengan sabar Tania menanggapi keluarganya ini.
teringat dulu saat kedua orang tuanya masih ada dan juga adiknya, Tania selalu membantu perekonomian pamannya dan bahkan rumah pamannya pun Tania lah yang membersihkannya tetapi sekarang pamannya berubah menjadi serakah dan tamak akan harta.
sebenarnya Tania merasa sudah tak perduli jika kehadirannya bukannya dirindukan malah hanya uangnya saja yang dirindukan, hampir setiap hari Tania memberikan beberapa uang belanja untuk beberapa minggu ke depan dan juga mengirimkan makanan, tapi waktu itu makanan dari Tania tak tersentuh sama sekali kecuali neneknya yang memakannya.
entah uang dari mana waktu itu Anya mau makan makanan yang mahal yang dibawa pulang dari sebuah restoran ternama, jadi Tania jarang-jarang mengirimkan makanan ke rumah ini ''loh bukannya Anya selalu pulang membawa uang banyak lalu kenapa meminta-minta terus kepada Tania'' ucap Tania yang memberanikan diri melawan keluarganya itu.
''anak kurang diuntung, tahu begitu Jika kamu seperti ini saya akan membunuhmu bersama kedua orang tuamu dan juga adikmu!'' Tania yang mendengar pengakuan itu dari mulut pamannya pun langsung naik pitam, Tania langsung berdiri dari duduknya dengan berpegangan tembok ''apa yang paman katakan tadi!" bentak Tania "hahaha Paman lah yang membunuh orang tuamu kenapa kamu mau marah? silakan marah Tania silakan!" tantang pamannya itu yang mulai buka-bukaan kepada Tania.
__ADS_1
Tania yang geram dan kesal langsung mengambil vas bunga yang ada di dekat TV dan melemparnya ke arah pamannya itu, vas bunga itu di tangkis oleh wiromo dan wiromo menghampiri Tania dengan mencengkeram dagunya, kedua bodyguard itu tentunya tidak tinggal diam dia langsung mengamankan wiromo dan menjauhkan dari majikannya.
tapi Tania tidak ingin mengalah ia tangannya memukul-mukul wiromo menjambak rambut wiromo dan histeris sejadi-jadinya di rumah ini bahkan tetangga yang mendengarnya pun berdatangan melihat sebenarnya apa yang terjadi di rumah kontrakan itu sampai-sampai suara teriakannya menggema di mana-mana.
salah seorang warga menghubungi ketua RT sedangkan Tania masih dengan posisinya, Iya memukul dia teriak-teriak histeris bahkan tangisannya itu sudah bukan tangisan biasa lagi melainkan tangisan yang begitu mendalam mengapa pamannya ini tega membunuh saudaranya sendiri hanya demi sebuah harta yang tak berguna seperti itu.
saat mendapatkan celah salah satu bodyguard langsung membopong tubuh Tania keluar dari rumah kecil ini sedangkan satu bodyguard yang lainnya menghubungi Leon mengenai kondisi Tania saat ini.
''Ada apa ini sebenarnya jangan membuat kekacauan di desa kami'' seorang bodyguard langsung memperjelas masalah ini di mana bodyguard itu kini tengah menenangkan Tania yang masih menangis histeris ''jadi begini pak kedatangan kami baik-baik ke sini namun pria satu ini memancing emosi wanita yang telah hamil ini memancing atasan saya dan tolong amankan pria satu ini karena dia telah membunuh kedua orang tua dari majikan saya sebentar lagi polisi akan datang kemari jadi tolong amankan'' warga sekitar tentunya langsung berbondong-bondong mengamankan wiromo sedangkan Tania diantarkan pulang oleh salah satu bodyguard.
drrt drrt drrt drrt drrt
drrt drrt drrt drrt drrt
''kondisi di rumah paman nona Tania sangat kacau tuan muda, Nona Tania langsung kami bawa pulang setelah histeris karena pengakuan dari pamannya yang mengatakan telah membunuh kedua orang tuanya dan juga adiknya'' mendengar itu Leon langsung beranjak dari meja kerjanya mengambil jas yang ia gantung.
buru-buru Leon berlarian bahkan Levine dari ruangannya langsung keluar melihat sebenarnya ada apa sampai Leon benar-benar terburu-buru dalam berlari ''sialan pria satu itu masih untung kuberikan kesempatan untuk hidup'' Leon saat mengemudikan mobilnya di sepanjang perjalanan sangat mengebut.
Leon memilih pulang terlebih dahulu untuk melihat kondisi Tania apakah Tania terluka atau tidak, sedangkan di tempat kejadian anak wiromo hanya pergi entah ke mana dan tidak terlihat batang hidungnya.
__ADS_1
sedangkan istri wiromo sendiri sebisa mungkin membela suaminya yang akan dijebloskan masuk ke dalam penjara, ini semua tidak bisa terjadi sebisa mungkin istri wiromo mencegahnya dan beralasan.
sesampainya di rumah Tania langsung pergi masuk ke dalam kamar dan menangis memeluk batal guling, tangisan Tania bahkan membuat pembantu yang sedang membereskan rumah langsung melihat kondisi majikannya itu.
tak lama Leon pulang dan berlarian ''di mana Tania Bi?'' tanya Leon dengan nada tergesa-gesa ''ada di dalam kamar tuan, baru saja datang entah dari mana tiba-tiba menangis'' Leon langsung melihat istrinya yang menangis di atas ranjang.
''kamu kenapa? apa yang diperbuat oleh pamanmu itu?'' Leon langsung menarik tangan Tania yang menutupi wajahnya itu, kali ini Leon mencoba mengerti bahkan bukan hanya Tania saja mungkin yang hatinya sedih karena mengetahui siapa dalang yang membunuh kedua orang tuanya dan juga adiknya.
dengan sangat lembut Leon memeluk Tania yang tak berhenti menangis, Leon bingung bagaimana cara menenangkannya tapi dalam kondisi menenangkan Tania seperti ini Leon langsung mengirimkan pesan kepada Levine yang ada di kantor untuk segera mengerahkan beberapa pasukannya untuk menangkap wiromo dan membawanya langsung ke kantor polisi.
setelah pesan itu terkirim rupanya sudah ada beberapa polisi yang berjalan menuju tempat kejadian di mana wiromo mengakui atas apa yang diperbuatnya ''sudah jangan menangis, saya akan mengurus Pamanmu itu'' Leon menatap mata Tania yang lebam karena menangis ''hiks hiks hiks hiks hiks sebenarnya salah Tania apa sih sampai Tania harus menerima cobaan sepahit ini'' Leon pun tak tahu dia hanya mengelap air mata Tania lalu berpamitan pergi.
sedangkan di tempat kejadian para warga sudah ramai berkumpul mengepung kontrakan milik wiromo dan wiromo menjadi tontonan para warga karena pengakuannya tadi ''Sialan!!!" Leon yang datang langsung membabi buta wiromo di hajar habis-habisan di depan banyak warga.
tidak ada yang meralai pertikaian ini mereka hanya menyaksikan akan keganasan Leon yang murka, ditambah lagi ada rekaman suara di mana wiromo setelah mengakui membunuh kedua orang tua Tania dan juga adik Tania dia juga membunuh adik Leon dan itu benar-benar emosi yang sudah tidak bisa dipisahkan.
wajah wiromo lebam dan berdarah-darah Leon menyeret tubuh wiromo yang sudah luka-luka itu ke dalam mobilnya ''bawa dia ke kantor polisi aku akan membuat perhitungan dengannya'' para warga pun heboh dan seketika sosial media heboh dengan Leon yang menghajar pria yang sudah ia lengserkan dari kedudukannya sebagai direktur di perusahaan yang tak terlalu besar.
__ADS_1
perusahaan itu sudah menjadi perusahaan Tania, ya walaupun yang mengelola perusahaan itu masih Levine sedangkan Leon mengurusi perusahaan yang bercabang-cabang di negara ini.
Bersambung...