
''Tasya apakah aku punya salah sampai-sampai kamu pindah tempat dari bangkuku?" hati mana yang tak merasa bersalah saat teman sebangkunya mulai pergi satu persatu entah dulu Mona ataupun yang sekarang Tasya ''tidak apa-apa aku tidak ingin saja sebangku dengan orang pembohong sepertimu'' tak disangka Tasya akan mengucapkan kata-kata itu tapi apa yang Tania sembunyikan selama ini bahkan hal sekecil apapun tidak pernah IA sembunyikan kecuali mengenai kematian Leo saja yang memang tidak diketahui oleh Tasya.
Agam dan Mona yang merasa janggal langsung menghampiri dan mengajak Tasya dan juga Tania berbincang-bincang mengenai masalah apa yang sebenarnya terjadi diantara keduanya.
''ada benarnya Tania kalau ada apa-apa sebaiknya Kau tidak perlu menutup-nutupinya dan tidak perlu berbohong, selama kita berteman ini kau selalu saja menyembunyikan masalahmu sendiri tanpa memberitahukannya kepada orang lain hingga aku dan juga Mona waktu itu sempat salah paham denganmu'' dengan situasi seperti ini Tania merasa tidak nyaman Tania merasa sebagai teman yang tidak baik bagi teman-temannya dan bahkan selalu salah di mata teman-temannya.
Tasya sempat melirik sekilas ke arah Tania yang terlihat termenung dan memikirkan mengenai kebohongannya selama ini bersama keluarga besarnya.
''maaf jika aku selama ini menjadi teman hanya menyusahkan saja, tapi aku juga tidak mungkin memberitahu mengenai masalah pribadiku sendiri dan privasiku jadi kumohon Aku bukan membohongi kalian tapi ini semua masalahku sendiri yang harus ku tutupi dengan rapat'' Tasya langsung memandang Tania dan mengingat kata-kata semalam yang dilontarkan oleh nenek lampir di meja makan ''apa? apanya yang disembunyikan sekarang aku tanya padamu Tania? kau akan dibunuh kakakku atau bagaimana tinggal ceritakan saja toh kakakku tidak akan mengetahuinya'' perbincangan yang cukup serius ini membuat Mona penasaran sebenarnya ada apa dengan Tania dan masalah apa yang telah menimpa Tania.
Tania masih tak bergeming sulit untuk menjelaskan apalagi mereka sudah bukan di ruang lingkup keluarga melainkan sudah di ruang lingkup sekolahan ''tapi maaf Tasya aku tidak bisa mengatakannya padamu, mungkin kita menjaga jarak saja tidak apa-apa tapi kumohon aku tidak menceritakan ini demi kebaikanmu dan juga demi kebaikan diriku sendiri'' Tania tersenyum tipis walaupun sebenarnya dirinya tidak ingin tersenyum.
''sudahlah Tasya Tania memang orangnya seperti itu dia sangat tertutup mengenai masalah pribadinya yang benar-benar pribadi, Ya sudah duduk kembali ya bersama Tania?'' Tasya menggelengkan kepalanya dirinya tidak akan kembali satu bangku bersama Tania kecuali Tania memberitahukan masalah yang terjadi di keluarganya yang tidak Tasya ketahui.
__ADS_1
Wilson arganta Group
"haish sebenarnya apa yang terjadi!" bentak Leon kepada sekretaris Yura dan juga asisten Levine ''Maaf Pak tapi sekarang memang perusahaan kita tengah bersaing dengan perusahaan corporation, saya sudah menyelidiki mengenai perusahaan itu tapi hasilnya tetap nihil Pak dan pekerjanya bukan dari negara kita'' rahang Leon mulai mengeras wajahnya seketika memerah penuh dengan emosi yang membara.
baru kali ini ada perusahaan yang berdiri di negara ini dan hampir menyaingi perusahaannya, Leon benar-benar penasaran siapa dalang dibalik semua ini seolah-olah perusahaan itu hanya ingin menyaingi perusahaannya dan ingin membuat perusahaannya bangkrut.
''Pak ada email dari perusahaan corporation dari direktur yang tidak diketahui siapa namanya'' Leon mengernytikan dahinya melihat banyak sekali teks yang di sana merujuk pada ancaman dan di sana pula tertera nama Tania yang disamarkan menjadi gadis yang berada bersamamu.
...''hahaha sudah lama sekali kita tidak pernah bertemu, terhitung beberapa tahun ini perusahaanmu semakin maju saja aku salut dengan kegigihanmu dalam bekerja wahai CEO Leon Wilson arganta, sudah lama pula aku menanti saat-saat seperti ini Di mana kau sudah mulai mengusik seseorang yang harus kulindungi keberadaannya, gadis yang berada bersamamu saat ini adalah gadis yang sedang kulindungi jadi berhati-hatilah, Aku bukan musuhmu jadi kau tidak perlu merasa tersaingi denganku justru aku akan menyayangimu jika kau mengusik gadis belia yang ada bersamamu saat ini, jika kau tidak bisa merawatnya ataupun mengurusnya kemarilah kembalikan bersamaku akan kuratakan semua aset semua kekayaan keluarga Wilson arganta, hahaha aku jadi teringat mengenai kakekmu yang ada di Amerika yang selalu menyiksa adikmu bukan? kau tidak merindukan adikmu yang ada di alam sana atau kau akan menyusulnya seperti kedua orang tua gadis itu yang kini ada bersamamu dan kau menjadikannya jaminan mengenai kematian saudara kembar mu itu hahaha, di mana otak dan akal sehatmu wahai CEO Leon Wilson arganta yang terhormat dan sangat bijaksana, mana bisa kau mengorbankan seorang gadis yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa itu mau ditaruh di mana jika seorang CEO besar sepertimu saja tidak tahu menahu mengenai balas dendam dan tidak tahu caranya mencari jejak demi jejak atas kematian adik kandungmu sendiri"...
Leon mulai berpikir tak mungkin Leo menanyakan identitas Tania kepada Tania sendiri jika dilihat-lihat Tania pun seperti gadis yang tidak mengetahui apa-apa dan selalu menuruti apa yang Leon katakan namun untuk akhir-akhir ini memang Tania sedikit melawan itu pun bisa Leon maklumi karena ibunya mengatakan melalui telepon pagi tadi jika Tania bersikap seperti itu karena bawaan bayi saja.
''kita serang balik perusahaan corporation, mengenai Tania Aku tidak terlalu memikirkannya yang terpenting singkirkan perusahaan satu ini yang mengganggu penglihatanku'' Leon langsung membuat pengumuman di sosial medianya di sana tertera tulisan bahasa Inggris yang merujuk pada perusahaan corporation.
__ADS_1
"an open letter to the corporation that what you sent via email did not scare me at all (an open letter to the corporation that what you sent via email did not scare me at all" sontak akun Instagram milik Leon langsung diserbu oleh beberapa followers Leon yang benar-benar sangat menggemari Leon.
saat jari jemari netizen mulai berbalas komentar perusahaan corporation langsung berkomentar yang membuat Leon semakin tertantang.
"Wow, you are really brave, I'm waiting for your revenge, good luck and don't embarrass your own company (wah, Anda memang benar-benar pemberani saya tunggu pembalasan anda, semoga berhasil dan tidak memalukan perusahaan anda sendiri)'' hanya hitungan beberapa menit saja sudah banyak sekali media-media yang meliput mengenai dua perusahaan yang besar ini bersaing.
itu membuat Ayah Leon kaget Bagaimana bisa ada perusahaan yang terbilang dulunya kecil kini hampir setara dengan perusahaan anaknya, Riko langsung menghampiri perusahaan Leon yang kini tengah sibuk mengejar proyek-proyek besar dan juga merevisi semua kegiatan yang ada di kantor menjadi lebih aktif lagi dan tidak ada renggang waktu untuk bersantai kecuali memang sudah waktunya istirahat.
seringkali Leon dan juga Levin temui karyawan-karyawan yang bekerja santai dan bahkan bekerja sembari tertawa menikmati kopinya tanpa rasa terburu-buru karena tidak ada pekerjaan yang begitu menumpuk.
namun tentunya Leon akan menaikkan gaji para karyawan karyawannya yang bersedia bekerja lebih keras lagi di perusahaannya ''Yang benar saja papa baru saja melihat beritanya di televisi berani sekali perusahaan itu'' ucap Riko yang tidak habis pikir dari mana munculnya perusahaan itu bahkan dengan hitungan minggu saja perusahaan itu sudah besar walaupun hanya berada di pinggiran kota.
di pinggiran kota pun sudah bukan kota yang kumuh lagi melainkan kota yang bersih dengan gedung yang tinggi namun tidak setinggi perusahaan Wilson yang mendapat gelar gedung pencakar langit tertinggi di Asia.
__ADS_1
Bersambung....