CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 51


__ADS_3

"kalau melodi ingin om jadi ayah melodi, maka melodi harus patuh terhadap om" kata Romi sembari membawa melodi menuju kamarnya "iya melodi akan menuruti Om" melodi merangkul leher Romi karena dirinya sedang di gendong.


sedangkan Romi tersenyum puas akhirnya setelah mendapatkan ibu melodi dirinya mendapatkan melodi juga "Sebelum panggil om ayah, kita harus melakukan penyatuan dulu" pinta Romi sembari membaringkan tubuh melodi di ranjang ''iya om engga apa-apa" dengan polosnya melodi berkata seperti itu.


Romi adalah pria berusia 35tahun, sekertaris dari ibu melodi, Romi dan ibu melodi sudah menjalin kasih dan akan menuju jenjang yang lebih serius lagi, namun Romi malah tertarik pada putri Rena melodi.


''om, kok om Romi melepaskan baju melodi?" melodi bertanya dengan nada santai walaupun merasa geli karena seluruh tubuhnya di ciumi terus menerus ''memang harus seperti ini dulu, baru melodi bisa panggil om ayah" melodi mengangguk.


dari dirinya lahir melodi sudah tak memiliki ayah, ayahnya meninggal karena kecelakaan pesawat dan alhasil melodi di lahirkan tanpa sosok ayah.


''om lama tidak? melodi ingin melihat film kesukaan melodi" Romi menggelengkan kepalanya dan mengajak melodi berciuman, melodi yang tak tahu harus bagaimana hanya merasakan bibir Romi yang bergerak di bibirnya lalu lidah yang masuk ke dalam mulutnya.


sembari berciuman di bawah sana ada benda cukup besar yang memaksakan diri untuk masuk, mata melodi berkaca-kaca ''om sakit" kata melodi menahan tangis "tidak apa-apa, kalau berhasil masuk berarti om sudah bisa jadi ayah melodi" melodi mengangguk dan setelah darah segar keluar tangisan melodi pecah karena rasa sakit sekaligus bahagia.


akhirnya selama belasan tahun dirinya memiliki ayah juga, benda itu sudah masuk sempurna dan melodi masih di peluk oleh Romi "om sudah bisa panggil om Romi dengan sebutan ayah kan?" Romi mengangguk dan sembari melodi masih dengan isakan tangis nya menahan sakit dan senang, Romi masih menikmati lubang sempit itu.


''ayah sudah sakit" pinta melodi yang sudah tak tahan dengan rasa sakitnya "belum sayang masih cukup lama, kamu sabar ya?" Romi membelai pipi melodi, air mata melodi terus mengalir ''iya ayah, melodi mencintai ayah" sembari air mata berderai melodi menahan rasa sakit itu dan setelah selesai melodi harus menelan cairan itu.


''jangan di muntahkan" kata Romi dan melodi menelannya habis-habis ''rasanya tidak enak" kata melodi spontan "tidak apa-apa, sudah ayo tidur sini ayah peluk" melodi dengan mudahnya menurut.


satu bulan bersama Romi melodi selalu di perkosa dan bahkan jika melodi menolak Romi akan mengancam tidak akan menjadi ayah melodi, bahkan tak jarang saat pulang sekolah melodi langsung di rudal paksa.


flashback off


hingga saat ini melodi masih mendapatkan kekerasan itu dengan ancaman bahwa ibunya yang sakit pasti akan syok jika mengetahui hal ini dan kemungkinan besar berpengaruh terhadap kesehatannya.


''jadi Lo masih ngelayanin ayah tiri Lo?" melodi mengangguk "iya lah, gue mau gimana lagi, asal Lo tau ya gue kebobolan terus dan harus gugurin terus" Anya tertawa nasib melodi dan dirinya tak jauh berbeda.


Anya dulu saat bermain di kebun dan malah di perkosa oleh pria-pria hidung belang di persawahan, pria-pria itu adalah pria yang menggelar judi di jauhnya keramaian.

__ADS_1


flashback on


saat sedang berjalan-jalan dan bermain seorang diri tiba-tiba Anya di panggil oleh seseorang, mau tak mau Anya menghampirinya.


Anya di iming-imingi uang cukup banyak jika mau melayani mereka, dulu yang Anya maksud saat SMP umur 13 adalah melayani membuatkan kopi, ternyata dirinya di perkosa 5 orang pria.


Anya di gilir di rumah kecil di tengah persawahan, Anya bahkan menangis menjerit kesakitan "sakit om, nanti aku bilangin ibu aku loh" kata Anya sembari di gendong oleh salah satu pria.


"jangan ya nantikan om kasih uang banyak, coba sakitnya jangan di rasakan enak kan?" Anya terdiam dan mengangguk sembari memeluk pria gemuk itu.


flashback off


sampai sekarang dirinya masih melayani pria hidung belang untuk mencukupi kebutuhannya mengingat perekonomian keluarganya sedang tidak baik-baik saja.


malam pun menjelang setelah Leon dan juga Tania makan malam mereka langsung beranjak masuk ke dalam kamar.



''Mama bilang kamu mau kuliah Apa benar??'' Tania mengangguk siapa yang tidak ingin kuliah ya walaupun waktunya hanya sebentar setidaknya tidak terlalu jenuh di rumah sendiri menanti hari-hari menuju kematiannya.


''kalau kamu kuliah secara online saja kalau tidak mau kuliah secara online maka sebaiknya kamu cari penginapan di dekat-dekat tempat kuliah kamu saya tidak ingin status kamu sebagai istri saya terendus oleh media'' ucap Leon memperingatkan Tania agar berhati-hati dan tidak teledor.


''Iya Mas nanti Tania cari kos-kosan dekat-dekat kampus'' kata Tania yang sebenarnya tidak ingin pergi dari rumah ini.


tapi di sisi lain juga ini adalah sebuah keberuntungan baginya bisa lepas dari cengkraman singa kelaparan.


''kemarilah Saya sedang merindukan anak-anak saya'' Tania menghampiri Leon dan duduk di pangkuan Leon karena Leon tadi sempat menepuk-nepuk pahanya.


sebenarnya posisi ini adalah posisi favorit Tania di mana perutnya selalu diajak untuk bicara dan bahkan Leon terkesan sangat penyayang, Tania bahkan berharap tidak dengan bayinya saja Leon sayang seharusnya dengan istrinya juga.

__ADS_1


''selamat malam anak-anak papa yang ganteng sehat-sehat ya di dalam sini tak lama lagi kita akan berjumpa dan kamu akan melihat mama baru kamu'' seketika Tania terdiam saat Leon berkata mama baru.


pasti Mama baru yang Leon maksud adalah Laura itu semua sudah jelas karena di postingan Instagram Leon di bionya tertera nama berinisial L.


nama Tania bahkan tidak pernah tercantumkan di dalam Instagram Leon yang ada mungkin hanya di media massa waktu mereka berdua pergi jalan ke mall untuk membeli barang belanjaan.


''jadi setelah Tania pergi nanti Mas Leon akan langsung menikah dengan Mbak Laura?'' Tania bertanya sembari menahan bibirnya yang bergetar ''hmm, Saya tidak ingin terlalu menunggu lama-lama tentunya kedua bayi ini harus ada yang mengurusnya apalagi saya sibuk dengan pekerjaan kantor'' ingin rasanya marah tapi Tania tidak memiliki kekuasaan di rumah ini.


siapa dirinya sampai berani-berani marah di rumah ini jadi hanya menahan kekesalan saja yang bisa Tania lakukan selebihnya Ia hanya berdoa dan bersabar mungkin keajaiban itu ada.


''Malam ini kamu tidur dengan nenek saya sedang ingin tidur sendiri'' tanpa menjawab Tania langsung mengambil ponselnya di atas nafas dan pergi tanpa berpamitan.


rasanya benar-benar kesal marah dan emosi bercampur menjadi satu, angin sepoi-sepoi mulai Tania rasakan setelah sampai di paviliun.


ditatapnya taman yang penuh dengan gemerlap lampu apalagi kolam ikan di sana terdapat banyak ikan yang sedang berenang santai.


sebelum keluar Tania tadi sempat mau ganti pakaiannya di kamar neneknya.


''Mbak Tania ini sudah malam tidak baik angin Malam bagi Mbak Tania dan juga kandungan mbak Tania sendiri'' Tania tersenyum tipis saat seorang satpam penjaga gerbang menghampirinya ''Iya Pak Saya sedang ingin menyendiri saja'' ucap Tania beralasan walaupun sebenarnya dirinya sangat merasa kesepian dan butuh teman untuk men-supportnya selain neneknya.


Tania tak ingin mencurahkan seluruh bebannya kepada neneknya dirinya harus memiliki seseorang yang benar-benar bisa mendengarkan curahan hatinya ya tentunya harus wanita dan sebenarnya ada Tasya tapi Tasya kini sudah ditarik kembali ke rumah utama.


''daripada Mbak Tania jenuh Saya punya permainan untuk Mbak Tania'' Tania mulai berpikir apakah dengan begini dirinya bisa sedikit bahagia dan melupakan masalah tapi jika memang benar ia Tania ingin mencobanya ''Baiklah kalau begitu apa permainannya?'' penjaga gerbang itu mengambil sebuah botol dan mulai menjelaskan permainannya secara detail.


''jadi begini Mbak Tania saya akan meletakkan botol ini di tengah-tengah dan memutarnya jika tutup botol ini berhenti kepada mbak ataupun saya maka Mbak ataupun saya diharapkan untuk menjawab pertanyaan contohnya seperti saya berkata begini Mbak Tania sudah berapa tahun menikah dengan Pak Leon atau berapa usia kandungan Mbak Tania seperti itu contohnya'' Tania yang maksud langsung mengacungkan jempolnya dan Pak satpam penjaga gerbang langsung memutar kendali botol yang ada di tengah-tengah itu.


saat berhenti ke arah Tania Pak satpam itu mulai mencecar Tania dengan satu pertanyaan ''lebih memilih miskin tapi bahagia atau kaya tapi sengsara'' tanya Pak satpam ''miskin tapi bahagia Pak'' jawab Tania semangat dan mereka pun mulai tertawa lanjut dalam permainan yang sama-sama menyudutkan.


tinggalkan like nya kakak💝☺️

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2