CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 49


__ADS_3

di rumah Tania yang sudah selesai mengerjakan soal-soal ujian sekolah langsung pergi ke dapur untuk memasak sedangkan guru yang tadi mengawasinya sudah pulang.


''bagaimana tadi ada kesulitan tidak dalam mengerjakan ujian'' Tania menggelengkan kepalanya sembari melihat neneknya yang sibuk menjahit bajunya yang sudah robek ''doakan ya nek semoga Tania memiliki uang yang cukup banyak dan bisa membelikan nenek baju-baju baru'' nenek Tania menggelengkan kepalanya dan menatap Tania yang sibuk dengan pekerjaannya di dapur.


''tidak perlu repot-repot'' ucap nenek Tania lirih.


''itu perlu Nek, Tania juga ingin melihat nenek menggunakan baju baru'' kata Tania penuh senyum.


''kamu ini ada-ada saja, apakah suamimu masih marah karena guci yang nenek pecahkan itu'' Tania menggelengkan kepalanya walaupun dirinya sendiri tak yakin suaminya itu masih marah atau tidak ''nenek tidak perlu khawatir Tania akan menanganinya'' setelah Tania meyakinkan neneknya tiba-tiba ia mendengar suara bel berbunyi.


'siapa ya kira-kira?' batin Tania yang merasa aneh biasanya jika orang yang sudah biasa ke rumah akan langsung masuk tanpa memencet bel ''halo Tania masih kenal dengan aku kan?'' wanita itu menyapa Tania dengan manis ''ah iya masih kenal kok Mbak, mari Mbak masuk kebetulan saya sedang memasak'' Tania mempersilakan Laura untuk masuk ke dalam rumah.


ya walaupun jauh di lubuk hatinya yang paling terdalam ia merasa enggan mempersilahkan wanita satu ini masuk ke dalam rumah.


''oh iya ikut saya yuk ke kamar Leon ini saya ada membawa barang-barang untuk calon anak kita'' dengan entengnya Laura berkata anak kita padahal Tania masih berstatus istri sah ''Iya boleh kok Mbak'' Tania hanya mengikuti langkah demi langkah Laura.


di dalam kamar Leon sepertinya wanita ini sudah tahu menahu mengenai letak demi letak tempat demi tempat di mana barang diletakkan ''anak kamu kan kembar laki-laki, jadi aku membelikan beberapa setelan pakaian untuk keduanya.


''bagaimana bagus tidak?" kata Laura memperlihatkan pakaian itu kepada Tania yang merasa bahwa Laura terlalu berlebihan.


padahal ini belum waktunya atau belum saatnya untuk berbelanja pakaian bayi, usia kandungan Tania baru saja 5bulan jadi Tania hanya berusaha menerima baik pemberian itu agar Laura tak tersinggung.

__ADS_1


''bagus Mbak warnanya juga cantik-cantik dan tidak terlalu mencolok cocok untuk anak laki-laki'' Laura langsung melipat beberapa pakaian bayi dan menyusunnya di sebuah lemari yang di sana terdapat satu kotak kosong dan ia isi dengan semua pakaian yang ia beli.


''aku letakkan di sini ya, oh iya aku dengar kamu dan Leon akan bercerai jadi aku akan bergerak lebih cepat agar aku bisa menyesuaikan diri mengurus anak-anakmu'' sebenarnya sakit rasanya mendengar kata-kata Laura yang berkata seperti itu di mana seharusnya kata-kata itu tak diutarakan olehnya.


Tania menganggap bahwasanya Laura terlalu berlebihan dalam menanggapi perkataan lain yang benar-benar ingin bercerai dengannya, dalam diam Tania selalu berdoa agar dirinya dan juga Leon bisa disatukan dengan cinta.


walaupun sulit Tidak ada yang tidak mungkin Jika Tuhan sudah menghendaki ''Iya Mbak memang benar tetapi kan Tania melahirkan juga masih lama jadi apa tidak terlalu berlebihan jika menyiapkannya lebih awal seperti ini?'' Laura menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba ia mendekati Tania dan berbisik.


''dia akan menjadi anakku, jadi tidak ada yang salah bukan jika aku sayang padanya?'' Tania hanya mengangguk walaupun dirinya sangat merasa aneh dengan bisikan itu yang terkesan memperingatkan sekali ''Iya Mbak saya mengerti kok, kalau begitu bagaimana jika kita turun ke bawah Saya sedang memasak makan siang takutnya nanti mas Leon pulang'' Yura langsung bersemangat apalagi Tania sudah mengatakan kata-kata Leon.


Laura sudah mulai tergila-gila oleh Leon, jangankan Laura bahkan wanita-wanita di luar sana mungkin rela kehilangan harga dirinya demi Leon.


selain memiliki aset yang banyak dan berpengaruh di negara ini penampilan Leon yang keren dan juga berkarisma sama sekali tidak bisa dilewatkan.


bahkan berkat fansnya kasus Leon beberapa bulan yang lalu dengan perusahaan corporation meredam karena berkat fans yang selalu membantunya dengan cara mendukung dan memberikan hujatan-hujatan pedas kepada perusahaan baru itu.


bahkan mereka sampai membuat petisi mana Yang memilih Leon dan mana yang memilih perusahaan corporation.


terbukti bahwa Leon bisa memenangkan itu dan sampai sekarang ini perusahaan corporation tidak pernah terdengar lagi ceritanya walaupun sebenarnya perusahaan mereka masih berjalan dengan begitu pesat.


''oh ya ajari aku memasak dong agar nanti jika aku sudah menjadi istri dari Leon aku bisa memasak dong menyiapkan dia sarapan pagi, makan siang dan juga makan malam'' ucap Laura tanpa rasa bersalah kepada Tania yang sebenarnya dalam hatinya merasa kesal ada wanita yang begitu sangat tergila-gila dengan suaminya sampai-sampai tidak tahu malu kepada istri sahnya.

__ADS_1


''jadi begini ya mbak, Mbak kan belum menikah dong ingin meminta agar Tania mengajarkan Mbak Laura memasak, Mbak Laura kan bisa meminta koki di rumah Mbak Laura untuk mengajari Mbak Laura, saya tidak bisa mengajari Mbak Laura karena saya juga sedang sibuk dengan ujian sekolah ditambah lagi pekerjaan rumah yang tak pernah beres jadi tolong ya mbak jangan persulit Saya lagi dengan permintaan Mbak Laura'' Laura sebenarnya kesal mendengarkan Tania berkata seperti itu tapi memang Laura tak bisa membalas perkataan Tania kembali karena yang dikatakan Tania semua benar, Tania sudah lelah dengan pekerjaan rumahnya ditambah lagi dengan pekerjaan sekolahnya.


dengan entengnya Yura malah membuat Tania pusing karena memintanya untuk mengajarinya memasak ''hmm ada benarnya juga sih, yasudah kembalilah memasak akan ku bantu" kata Laura dan akhirnya mereka memasak.


keduanya memasak sama sekali tak ada percakapan, mereka hanya fokus dengan masakannya walaupun dalam hati Tania terus saja ricuh berdebat tentang Laura yang terlalu berlebihan padanya.


''selamat siang" sapa Leon yang baru saja pulang kerja, Leon memilih untuk menghampiri Laura yang sedang mengiris-iris bawang dan memeluknya dari belakang sembari mencium pipinya "fokus sekali kamu memasak'' kata Leon dengan nada lembut.


dan itu membuat Tania yang sedang mencuci piring langsung mempercepat perkerjaannya, matanya tiba-tiba panas dan memerah ia langsung pergi ke kamar mandi dan memilih untuk menangis sejenak.


sakit rasanya melihat suami yang ia cintai malah mencintai wanita lain, wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya nanti, sedangkan nenek Tania berdiri di depan pintu kamar mandi sembari mendengarkan cucunya menangis.


nenek Tania sangat paham dengan Tania, dimana Tania pasti akan terlihat tegar di hadapan orang-orang tapi tidak dengan Tania sendiri, jika tidak sedang bersama siapa pun ia akan menangis dan akan merasa sedih dengan sakit yang ia rasakan.


setelah selesai menangis Tania membuka pintu dan melihat neneknya masih berdiri tegak di depan pintu kamar mandi "nenek? apa yang nenek lakukan disini?'' nenek Tania menggelengkan kepalanya dan tersenyum, seakan-akan memberitahukan kepada Tania ia sudah mengetahui akan kondisi Tania.


''maaf ya nek, nenek jadi mendengarkan Tania menangis seperti ini, Tania memang cengeng begini nek'' nenek Tania menggelengkan kepalanya dan mengusap air mata cucunya itu.


'kasihan sekali kamu nak, seharusnya di usia segini kamu masih belajar dan sibuk dengan kegiatan-kegiatan sekolah, entah bermain dan sebagainya, tidak seperti ini, kamu harus mengurus rumah tangga dan menelan pil pahit setiap hari karena selalu mendengar perkataan-perkataan yang menyakitkan dan juga adanya orang ketiga di antara mereka' nenek Tania langsung memeluk Tania, memberikan Tania ketenangan agar tidak terlalu memikirkan hal itu.


untuk kesalahan dalam penulisan author mohon maaf sebesar-besarnya karena memang baru belajar membuat novel jadi begini😋🙂.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2