
welcome guys, udah lama nggak pernah update karena sering revisi dan akhirnya author udah selesai untuk revisi semuanya, jadi kalian bisa lanjut untuk baca dari awal lagi karena ceritanya sudah dibenarkan.
terus pantengin novelnya ya sampai nanti ada di season 2 Aku bakal sering update.
kali ini nggak akan ada revisi mungkin ada tapi tidak dengan mengganti alur ceritanya melainkan hanya membenarkan kata-kata yang mungkin typo ataupun menambahkan alur ceritanya biar sedikit panjang.
Reyfan bayi yang sedang di gendong oleh Leon terlihat sangatlah tenang, padahal tadi baru saja menangis karena terbangun dari tidurnya.
entah anak satu ini ingin mengerjakan orang tuanya atau memang tidak ingin melihat orang tuanya bersantai sebentar.
''masih lama tidak mandinya?" Tania bertanya sembari menggendong bayinya tepat di depan meja riasnya, tadinya setelah mandi niat Tania ingin membantu asisten rumah tangga di dapur namun anaknya ini malah bangun ''sudah selesai, Apa kamu mau jalan-jalan?'' Tania pura-pura berpikir sembari meletakkan jari telunjuknya di dagu ''sepertinya kita jalan-jalan saja deh, karena di rumah jenuh'' Leon kini memperlihatkan kondisi Reyfan yang basah karena ikut mandi dengannya.
"kalau begitu nih, sekalian mas Leon mandikan Reyhan'' rasanya ingin Leon tertawa karena hanya sekedar mengguyur tanpa memberikan bayinya ini sabun mandi
akhirnya Leon dan juga Tania memasrahkan Kedua bayi mereka kepada pengasuh, sedangkan kedua orang tua yang baru beberapa hari ini menjadi orang tua memilih untuk turun dan sarapan pagi.
''Scusa signore, ho appena sentito la tua conversazione che vuoi fare una passeggiata, ma il signor Leo ha ordinato al signor Leon e alla signora Tania di non uscire, cos'altro portare i due bambini (maaf tuan, saya baru saja mendengar percakapan anda ingin jalan-jalan, namun pak Leo berpesan agar tuan Leon dan juga nona Tania tidak keluar-keluar, apa lagi sampai membawa kedua bayi itu) ucap seorang pembantu yang sudah diberikan amanat oleh Leo agar kedua majikannya ini tidak pergi kemana-mana.
"oh, beh, non usciamo (oh, Baiklah kami tidak akan jadi keluar) kata Leon dan Tania yang sedikit mengerti dengan bahasa Italia pun langsung muram.
rupanya tidak hanya di Indonesia saja, di Italia pula dirinya tidak bisa bebas dan leluasa kemana saja.
__ADS_1
''sudahlah tidak apa-apa dari pada nanti kita keluar malah akan terjadi sesuatu pada bayi kita'' kata Leon yang sudah menyadari ekspresi wajah istrinya yang sangat berbeda setelah seorang pembantu itu mengatakan kata-kata yang melarang mereka untuk keluar ''Iya Tania tahu, tapi kan selama ini di rumah Tania juga jenuh'' jawab Tania sembari menyantap makanannya perlahan demi perlahan.
setelah pembantu itu melarang Tania dan juga Leon untuk keluar nafsu makan Tania tiba-tiba hilang bahkan terkesan sudah merasa kenyang tanpa memakan makanan yang banyak.
di posisi ini juga Leon sangat bingung, harus dengan cara apa membujuk istrinya yang sedang merajuk, ditambah lagi setelah melahirkan ini Tania sama sekali tidak pernah keluar rumah kecuali Leon yang waktu itu sempat keluar bersama Leo untuk mencari seseorang di sana.
drrt drrt drrt drrt
drrt drrt drrt drrt
''halo besti!!!! sekaligus kakak iparku lihatlah aku sedang apa sekarang'' Tasya memamerkan motor dan juga sebuah kartu SIM di tangannya ditambah lagi dengan beberapa surat-surat motor dan juga mobil yang di sana keterangannya Tasya adalah pemilik dari kendaraan tersebut.
Leon yang melirik ponsel Tania pun langsung kaget Bagaimana bisa adiknya itu mendapatkan SIM dengan mudah.
bahkan pernah mengatakan kepada Tania tidak akan memberikan SIM namun kakeknya malah mengado putrinya ini sebuah motor.
Kirana pula tidak mungkin menolak kado tersebut karena kado itu tertuju untuk putrinya.
''hahaha tenang saja Mama dan papa sudah mempercayai Tasya kok untuk membawa motor'' Tania langsung melirik ke arah suaminya dan tertawa, walaupun baru beberapa bulan berteman sekaligus menjadi kakak Tasya, Tania sudah cukup tahu akan sikap Tasya yang sering menjelek-jelekkan kakaknya begitupun kakaknya yang sering menjelek-jelekkan adiknya di hadapannya.
tentunya Tasya mendapatkan SIM ini karena merayu kedua orang tuanya dan pasti diberikan syarat ''berikan ponselnya kepada mama dan papa kakak ingin membicarakan masalah ini kepada mereka'' Tasya menjulurkan lidahnya meledek kakaknya pasti kakaknya ingin mengadu kepada mama dan papanya dan menjelek-jelekkannya.
__ADS_1
bahkan terkesan ingin mencabut SIM itu dari tangan Tasya ''nih biar Tasya berikan kepada mama dan juga papa, mereka sudah setuju kok berusahalah sebisa kakak untuk merayu Mama mencabut SIM ini'' terlihatlah wajah ibunya dengan ekspresi wajah terpaksa.
''sudahlah Leon adik kamu sudah dewasa, biarkan dia mengendarai motor tapi tetap harus bersama teman-temannya tidak sendiri seperti tadi sampai dikejar-kejar polisi'' Tania dan juga Leon saling menatap dan tertawa secara bersamaan.
''hahaha kalau Kak Leon yang menjadi polisinya mungkin Kak Leon tidak akan memulangkanmu dan membiarkan kamu menginap di dalam penjara selama 3 hari, sekalipun kamu melarikan diri Kak Leon akan mengejar kamu hingga penjuru dunia'' Tasya terlihat kesal dengan kakaknya yang meledek dirinya.
kakaknya ini memang benar-benar tidak pernah menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada adiknya sendiri yang ada akan mengejek adiknya terus menerus dan bahkan sering memarahi adiknya.
bahkan kejadian dulu saat Agatha menganiaya Tasya, Tasya lah yang disalahkan oleh kakaknya karena memang di rekaman video CCTV Tasya memancing ke emosian Agatha ditambah lagi mereka di rumah hanyalah berdua.
tapi di sini Leon menyalahkan tidak dengan cara menyebutkan semua kesalahan Tasya melainkan dengan memberitahukan kepada Tasya secara baik-baik bahwasanya bertengkar di tempat yang sepi dan tidak ada orang lain disana itu sangatlah berbahaya.
''sudahlah kakak kita keluarkan saja dari kartu keluarga, kakak macam apa kak Leon ini, sering sekali mengejek adiknya" Tasya berlalu pergi meninggalkan ponselnya ini kepada ibunya sedangkan Tania yang paham Tasya tengah kesal pun langsung memandang suaminya.
''adik mu ini sedang naik turun mood nya, tadi setelah membuat SIM bahagia sekali, sekarang tiba-tiba jadi murung" ucap Kirana dengan helaan nafas yang terdengar cukup lelah.
Leon sangatlah paham dengan sifat adiknya itu yang manja dan selalu ingin di mengerti, jadi ingin memberikan masukan kepada ibunya pun Leon menjadi berfikir 2 kali.
ibunya sangatlah menyayangi Tasya jadi jika Tasya di didik secara mandiri pastinya alasan ibunya adalah Tasya masih kecil.
ataupun Tasya seorang wanita dan tak seharusnya seperti ini dan itu, padahal dulu ibunya sangatlah perkerja keras sampai-sampai Riko mengejarnya.
__ADS_1
''yasudah dulu ya ma, Tania akan menyusui bayinya, nanti Leon telfon lagi" ucap Leon berpamitan, karena memang putranya sudah menangis saja kehausan.
Bersambung...