
sedangkan di rumah sakit Tania tengah diajak jalan-jalan oleh susternya untuk mengundang kontraksi yang lebih lagi karena air ketuban sudah menandakan akan pecah.
''kamu pasti bisa melewati semua ini ayolah semangat kakak akan bisa mendukungmu'' Tania mengangguk sembari berkeringat dingin ''tapi benar kan Mas Leon akan cepat datang kemari?'' pria itu mengangguk dan di sela-sela percakapan mereka tiba-tiba air ketuban Tania pecah.
segera beberapa suster membawa Tania ke ruangan karena Tania ingin melahirkan secara normal tapi tetap saja ada antisipasi di mana jika Tania tidak kuat lagi tetap dijalankan operasi sesar.
pria satu ini ikut masuk ke dalam ruangan dan menenangkan Tania yang hatinya sedang gelisah sudah menunggu suaminya yang tak kunjung datang ditambah lagi bayi yang memaksa untuk keluar.
'Tania aku mohon tunggu aku, Aku sedang mencari di mana ruanganmu' batin Leon yang berlarian sampai akhirnya ia membaca ruangan yang tadi diberikan oleh resepsionis yang menjaga di meja rumah sakit di lobby sana.
Leon langsung membuka pintu itu tanpa permisi dan dilihatnya pria yang selama ini ia cari-cari siapa lagi kalau bukan Leo Wilson widiantara.
Leon masih terpaku melihat kembarannya antara emosi dan juga bahagia walaupun lebih dominan ke emosi ''brengsek kau!" Leon memberikan bogeman mentah kepada adiknya itu sudah bertahun-tahun dirinya mencari rupanya dia malah melenyapkan dirinya sendiri dan menghilang di hadapan publik.
''kau ini kalau mau marah-marah lihat kondisi dulu dong lihat istrimu akan melahirkan bukannya malah menghajarku seperti ini urusan kita itu nanti'' Tania langsung mengejang terbaring di brankar dengan hidung yang sudah terpasang selang oksigen dan nafas yang tersengal-sengal.
Leo juga ikut mendampingi Tania jika Leon berada di posisi kanan Leo berada di posisi kiri memegangi tangan Tania dirinya juga ingin memberikan semangat walaupun terus mendapatkan tatapan tajam dari Leon.
tapi memang kondisi ini tidak bagus untuk mereka berdua berdebat jadi biarkan saja seperti ini jika sudah selesai nanti itu sudah beda lagi urusannya, pikiran Leon benar-benar teralihkan yang tadinya shock melihat kembarannya kini malah panik dan takut jika terjadi sesuatu pada Tania.
__ADS_1
''kamu bertahan ya kamu pasti bisa'' Tania mengangguk sembari memandang suaminya itu suami yang tak pernah IA temui beberapa bulan ini ''kenapa baru datang sih Mas'' kata Tania dengan nafas yang tersengal-sengal sembari mengedan.
dokter Erna terus memberikan arahan kepada Tania yang ingin melahirkan secara normal ya dokter Erna selama ini berada di pihak Leo yang ingin menjunjung kejujuran tanpa ada kebohongan ya walaupun lebih dominan kebohongan karena mereka menutupi kematian Leo saja yang sebenarnya masih hidup.
''tarik nafas dalam dalam dorong!" kata dokter Erna Tania mulai mengejang sembari meremas kuat-kuat tangan Leon dan juga Leo walaupun lebih keras kepada Leon karena Leon berada di posisi kanan sedangkan Leo berada di posisi kiri ''ayo Tania kamu pasti bisa sayang'' ini adalah kali pertama Leon mengatakan kata-kata sayang dan entahlah hanya itungan menit saja bayi pertama Tania langsung keluar.
bayi itu menangis kencang Tania menangis sedangkan Leon yang bahagia memeluk Tania, beberapa menit mereka berbincang dalam suasana tegang ini Tania kembali mengenjan mengeluarkan bayi Kedua mereka.
setelah bayi kedua keluar kedua tangisan itu saling bersahutan antara kakak dan adik dan Tania menangis haru Leon juga sama dan malah disusul dengan Leo yang ikut terharu.
di ruangan ini keempat orang itu menangis dan bahkan pegawai medis dari Indonesia ikut menangis karena tak tahan dengan suasana haru ini.
anaknya yang menangis itu langsung diberikan kepada suster dan akan dimandikan terlebih dahulu sebelum digendong Tania lagi nanti.
Leo memberikan kode kepada beberapa pegawai medis untuk meninggalkan Leon dan juga Tania berdua tapi sebelum meninggalkan terlebih dahulu dokter Erna membersihkan bagian intim Tania dan menjahitnya setelah semua itu beres baru dokter Erna meninggalkan Tania bersama sang suami.
''bagaimana Mas Leon masih ingin membunuh Tania?'' Leon menggelengkan kepalanya dan mencium bibir Tania dengan manis ''Aku tidak akan membunuh wanita yang kucintai ini apalagi sudah berani bertaruh nyawa untuk melahirkan anakku'' mereka berdua berpelukan lalu berciuman dengan mesra melepas rindu yang sudah tak bertemu cukup lama.
''di mana nenek?'' Tania terdiam dan menelan salivanya dalam-dalam ''nenek sudah meninggal Mas, dua bulan yang lalu'' Leon kembali memeluk Tania yang akan menangis Leon mendefinisikan semua ini salahnya biarkan Tania menyalahkan dirinya tidak apa-apa.
__ADS_1
''mau minum tidak habis minum mas akan minta suster untuk membawakan bayi kita kemari'' Tania hanya mengangguk dirinya pula sangat antusias untuk menyambut bayinya itu, bayi yang selama ini dinanti-nantikan kehadirannya selain oleh suaminya dan juga keluarganya bayi ini pula dinanti-nanti oleh nenek Tania sendiri yang ingin melihat bayinya.
tapi apalah daya Tuhan sudah berkehendak lain Tania pula tidak bisa memaksakan keadaan yang tidak berpihak padanya ''Mas Leon jangan galak-galak lagi ya pada Tania'' Leon menggelengkan kepalanya dan menatap mata Tania begitu dalam dan dengan begitu tulus ''Mas Leon sangat mencintai kamu Tania" Tania tak menyangka akhirnya cintanya terbalaskan Leon mengatakan itu waktu yang benar-benar tepat ya walaupun dirinya tidak tahu sejak kapan suaminya ini mencintai dirinya.
''terima kasih Tuan muda Leon atas kebaikan hatinya membalas cinta saya yang selama ini bertepuk sebelah tangan'' Leon sedikit menahan tawanya karena memang dengan tulus Tania mencintainya seperti dalam keseharian menyediakan makanan dan juga bersikap manis pada Leon kali ini Leon akan membalas semua sikap yang Tania berikan padanya.
sudah tidak ada lagi dendam-rendam yang ada dendam itu hanyalah muslihat yang dibuat oleh adiknya yang sangat durhaka ini kalau bisa ingin sekali rasanya Leon mengeluarkan nama Leo dari kartu keluarga, ya walaupun nama Leo sudah tidak tertera lagi di kartu keluarga tapi namanya saja orang licik pasti bisa mendapatkan identitasnya kembali.
sikap Leo benar-benar merugikan keluarga apalagi sampai membuat Leon dendam kepada Tania yang tidak bersalah apa-apa.
''jangan marah-marah ya kepada Kak Leo dia selama ini sudah membantu Tania dan memberikan tempat tinggal yang nyaman bagi Tania dan juga nenek waktu itu'' Leon tak merespon ingin dijawab ia dalam hatinya mengganjal tidak mungkin dirinya tidak memberi pelajaran.
jangankan Leo adiknya sendiri Tasya yang seorang wanita saja sering Leon didik secara keras walaupun sering mendapatkan teguran dari kedua orang tuanya agar mendidik Tasya tidak terlalu keras tapi itu semua tidak berlaku bagi Leon.
''masss'' kata Tania yang paham dengan diamnya Leon ''lihat saja nanti Ya sepertinya jika Mas Leon tidak memberikan pelajaran pria satu itu akan tetap membuat kegaduhan yang sama memangnya kamu mau di generasi anak kita akan terjadi hal yang sama?'' Tania menggelengkan kepalanya ''Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa kan jika masa lalu memberikan pelajaran sedikit kepada Leo?'' Tania hanya menganggukkan kepalanya walaupun dirinya tidak tahu pelajaran seperti apa sebenarnya sampai-sampai senyuman Leon sangat terpaksa padanya.
tapi memang sikap Leo ini membuat beberapa pihak sangat rugi selain rugi waktu banyak nyawa juga yang hilang tapi Tania sudah mengikhlaskannya biarkan ini semua terjadi menurut takdir sang kuasa saja dirinya sebagai manusia hanya bisa menjalankan apa yang terjadi entah sekarang ataupun di hari-hari berikutnya.
untuk kakak-kakak yang udah baca tolong vote, like lainnya dan support-nya ya agar autor bisa tambah semangat lagi buat nulis novel ini dan untuk membenarkan perkataan yang salah atau pubei nya😊
__ADS_1
Bersambung...