CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 37


__ADS_3

setelah bersua telepon sebentar Tania kembali lagi ke dapur ''hayo senyum-senyum sendiri siapa tuh tadi yang nelpon misua ya'' Tania mengangguk lalu pandangannya melihat papa mertuanya yang tengah bermain ponsel.


''apa yang Leon katakan?'' kata papa mertua Tania tanpa melihat Tania ''Mas Leon mengajak Tania untuk USG dan memeriksakan kandungan ke dokter pa" gelagat aneh Tasya kini mulai terpancar Di mana Tasya mulai merasa senang karena ayahnya ini sudah mau berkomunikasi dengan menantunya.


terhitung setelah Tasya masuk ke rumah sakit karena Agatha beberapa bulan yang lalu saat ayahnya kembali, ayahnya tak pernah sama sekali berbincang-bincang dengan Tania jangankan berbincang-bincang untuk tegur sapapun tak pernah yang ada saat Tania menyapa selalu diabaikan.


''baguslah Dengan begitu kita bisa tahu apa jenis kelamin anak kalian'' Tania sudah tidak bergeming dan makanan sudah tersaji di meja makan tak terasa waktu pula sudah menjelang malam Tania langsung naik ke lantai atas ke dalam kamarnya untuk menyiapkan pakaian suaminya.


di bawah saat menaiki anak tangga Leon melonggarkan dasinya dan melirik ke arah Tasya yang bermain gadget sembari berjalan tanpa melihat apa yang ada di depannya tapi terbukti saat Leon sengaja memalangkan kursi sebelum menaiki tangga Tasya langsung menggesernya.


'dasar anak zaman sekarang bermain ponsel tidak tahu tempat' batin Leon dan langsung Ia membuka kamarnya, di dalam kamar terdapat istrinya memegangi pinggangnya dan juga mengelus perutnya ''kenapa?'' tanya Leon setelah menutup pintu ''perut Tania kram mas" suara Tania merendah dan tidak terdengar Leon langsung menghampiri Tania dan mengelus-elus perutnya.


saat perut itu dielus Leon mendapatkan tendangan, tendangan yang membuat jantung Leon berdegup kencang dan merasa bahagia mendapatkan tendangan itu tendangan dari anaknya dari buah hati nya.


''mereka menendang" kata Leon dan Tania langsung menjambak rambut suaminya ''bukan masalah tendangannya Mas tapi kram dan tidak enak rasanya di perut'' entahlah dengan posisi ini Leon bingung apa yang harus ia lakukan Leon kan bukan seorang dokter dan tidak tahu menahu mengenai hal-hal semacam ini.


''hiss sudahlah Mas Leon ini bukan membantu malah membuat Tania pusing saja'' Tania malah marah-marah kepada Leon dan sebisa mungkin Leon meminta Tania untuk berdiri dan membuat posisi mereka mepet ke dekat tembok, dipeluknya Tania dari belakang dan dielus-elus dengan perlahan.


Tania pun keringat dingin lalu tak lama terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar entah siapapun itu yang mengetuk pintu Leon rasanya ingin marah tapi tidak bisa posisinya gini masih menenangkan Tania yang uring-uringan.

__ADS_1


tok tok tok tok tok


tok tok tok tok tok


''masuk'' seru Leon ''loh ada apa, Tania kenapa?" tanya Kirana yang mulai mendekat ''perut Tania kram ma'' paham akan hal itu Kirana langsung meraih telepon rumah untuk meminta pembantu membawakan air hangat beserta kompresannya ''masih dengan posisi mengeluh dan *******-***** tangan suaminya.


Leon sebenarnya merasa kasihan kepada Tania apalagi wajah Tania terlihat pucat dengan keringat dingin yang menguasai seluruh wajahnya ''tahan sebentar ya sayang sebentar lagi pembantu membawakan air hangat'' Tania mengangguk dan menyadarkan kepalanya ke dada suaminya.


dan akhirnya setelah air hangat datang langsung Kirana mengompres bagian pinggang Tania dengan handuk yang sudah diberikan air hangat tadi, tentu saja itu manjur beberapa menit kemudian rasa kram dan nyeri perut hilang.


setelah berjibaku menenangkan istrinya Leon akhirnya turun untuk makan malam tapi sebelumnya Leon mandi terlebih dahulu baru mereka turun bersama-sama ''lama sekali di atas sana ada apa sih?'' gadis yang sopan ini bertanya sembari bermain game online dan yang lebih parahnya lagi kakinya naik sejajar dengan kursi.


''papa ini sudah tahu anaknya bermain game dengan kaki yang naik di atas kursi bukannya dimarahi kok malah ikut bermain game juga'' marah Kirana saat melihat suaminya juga asyik bermain game yang sama dengan Tasya ''papa diajak Mabar sama Tasya jadi papa mau biarkan saja deh selagi tidak mengusik semua yang ada di sini biarkan saja deh sesuka dia'' Kirana memijat-mijat keningnya sedangkan Tania kini mulai duduk dan mengambil piring untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.


''kamu kan punya tangan Tasya seharusnya kamu bisa dong mengambil lauk pauknya sendiri, mama dan juga Kak Tania kan memiliki kewajiban kepada suami'' Tasya mengambil makanannya sendiri di mana ia menghabiskan sisa nasi setelah diambil oleh Tania dan juga ibunya ''ya ya ya ya teruskan saja tidak apa-apa'' Leon dengan wajah datarnya memandang Tasya lalu mereka mulai menyantap makanannya masing-masing.


Tania sempat tidak percaya dengan perhatian Leon tadi saat perutnya kram padahal baru kemarin saat perutnya kram Leon berkata bahwa Tania berpura-pura dan memanfaatkan kehamilannya ini untuk mendapatkan empati dari Leon padahal yang sebenarnya terjadi ya seperti itu di mana Tania memang selalu merasa kram.


setelah selesai makan malam semua keluarga kini mengantarkan Tania untuk memeriksakan kandungannya ke dokter, di mana lagi kalau bukan di rumah sakit milik Leon dan sesampainya di sana wajah Tania benar-benar ditutup rapat-rapat agar tidak ada paparazzi yang mengambil gambarnya.

__ADS_1


sebelumnya media massa menangkap punggung Tania pada saat Tania dan juga Leon memasuki mall dan waktu itu pula sebaliknya di mana Leon mengenakan masker tapi tidak dengan Tania yang hanya mengenakan dress tanpa adanya penutup wajah untuk menyamarkan dirinya sendiri di depan publik.


imbasnya hingga saat ini di mana mau tak mau Leon memberikan keterangan bahwa Leon memiliki seorang istri sampai saat ini penggemarnya yang fanatik terus mencari dan sedang gencar-gencarnya mengorek informasi mengenai istri Leon yang sama sekali belum tercium identitasnya.


''selamat malam dok'' sapa Kirana kepada dokter Erna di mana dokter Erna ini adalah teman Kirana atau bisa dibilang sahabat Kirana, Erna sudah puluhan tahun bekerja di rumah sakit milik keluarga Leon ini dan bahkan anaknya sudah menjadi orang yang cukup sukses.


''wah selamat malam Bagaimana mau memeriksa menantu ya?'' kata dokter Erna dengan penuh candaan ''hahaha iya mau ke mana-mana serba bingung karena keberadaan menantuku seperti sedang bermain petak umpet sebisa mungkin harus menyembunyikan sampai-sampai untuk memeriksa kandungan cukup sulit'' mereka berbincang-bincang sedangkan Tania panik karena dirinya takut jarum suntik.


''menantumu ini cantik kulitnya putih bersih, cari di mana anakku sampai sekarang belum menikah karena selalu mendapatkan orang yang salah'' Kirana tertawa kecil karena sahabatnya ini memang tipe orang yang sederhana tapi jika mendapatkan menantu yang terlalu berlebihan pun tak suka di mana waktu itu terakhir kali Kirana melihat Arlan memiliki seorang pacar yang sangatlah senang berfoya-foya dan itu pasti tak disetujui oleh Erna sendiri dan bahkan tidak hanya Erna saja Kirana pun akan melakukan hal yang sama jika memiliki menantu seperti itu.


jadi Kirana bisa memaklumi posisi Erna sekarang yang meminta saran untuk mencari menantu di mana ''entahlah anakku sendiri yang mencarinya aku hanya menerimanya dan Ya syukurlah anaknya baik dan bahkan tanpa disuruh dia sudah memasak dan membereskan rumah'' Leon, Tasya dan ayahnya kini memijat keningnya masing-masing di mana Kirana jika sudah bertemu dengan sahabat karibnya lupa dengan rencana pertamanya.


''ehem ehem ehem sabar ya Kak Tidak lama lagi kok mama hanya mengobrol sebentar saja Tidak lama-lama kok, sangat sebentar sangat sebentar sabar ya'' sindir Tasya dan tentunya mereka berdua merasa tersindir dan tertawa bersama-sama oleh kelakuan Putri kecil dari Kirana dan juga Riko ''hahaha anakmu ini yang kecil bener-bener ya, Ya sudah kemari'' pinta Erna sedangkan Tania langsung mematung saat dirinya disuruh mendekat.


sebisa mungkin Kirana langsung menyakinkan menantunya itu bersamaan dengan Tasya yang juga tahu perasaan Tania yang panik dengan dokter ''tidak apa-apa Tidak akan disuntik kok hanya diperiksa saja'' dengan sekuat tenaga hatinya mengumpulkan keberaniannya untuk melangkah maju walaupun sebenarnya kakinya sulit untuk diangkat tapi sebisa mungkin Tania harus melangkah daripada mendapatkan tatapan yang mengintimidasi.


setelah mendekati dokter Erna, dokter Erna mengajak Tania untuk menimbang berat badan terlebih dahulu setelah itu dokter Erna dan juga susternya berkompromi di mana saat dokter Erna berkata suster akan cekatan mencatat apa yang dikatakan oleh dokter Erna.


''sudah berapa bulan? dan Ada keluhan apa?'' tanya dokter Erna sembari menutup gorden putih agar kedua pria tidak melihat apa yang akan dilakukan mereka di ranjang itu ''sudah 5 bulan dok dan gejalanya hanya kram dan nyeri saja'' dokter Erna mengangguk-anggukan kepalanya ''kembar ya?'' tanya dokter Erna yang memastikan sembari membentangkan pangkal paha Tania.

__ADS_1


Tasya yang malu segera keluar dan meminta kakaknya untuk masuk ke dalam ''Kakak temani Kak Tania dong Tasya kan bukan suami Kak Tania jadi biar Tasya yang duduk-duduk santai di sini bersama papa'' Leon akhirnya langsung berdiri dan masuk ke dalam gorden itu melalui pintu yang tersedia.


Bersambung...


__ADS_2