CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 14


__ADS_3

Dipeluk nya tubuh Tania yang dingin, Leon langsung membuka resleting nya dan mengeluarkan senjata kejantanan nya lalu mulai menggesek-gesekkan batang jakarnya itu ke pemilikan Tania.


Karena tak ada pelumas, Leon langsung membenamkan wajahnya kedalam kepemilikan Tania, menjilat dan menyusuri liang surgawi itu, lidah Leon tak henti-hentinya menari-nari disana setelah puas Leon langsung melancarkan aksinya.


Karena Tania yang tidak sadar Leon memiliki rencana untuk membuat tania cepat-cepat bangun dari pingsan nya setelah suhu tubuhnya normal lagi "gadis bodoh, aku sudah mengeluarkan uang cukup banyak untukmu, walaupun tidak seberapa uang itu sudah cukup untuk mengaji karyawan karyawan ku daripada membeli mu yang tidak ada apa-apanya" Leon mulai menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik dan imut yang dimiliki tania.


Pandangan Leon mulai terfokus oleh goresan di sudut bibir Tania dan juga pelipisnya, luka ini sama sekali tidak ditimbulkan dari Leon pasti ada seseorang yang menyiksa Tania secara berlebihan sampai lengan dan juga kaki Tania memar.


Leon yang masih melanjutkan aksinya tiba-tiba mengalihkan perhatiannya dengan gaun yang sudah robek di bagian belakangnya itu " apa wanita ini dilecehkan?" Gumam Leon yang kembali mencari tanda-tanda yang di torehkan.


Di lengan Tania terdapat bekas cakaran, entah ada apa tiba-tiba Leon merasa tidak terima jika luka ini diberikan oleh orang lain bukan oleh dirinya sendiri, rasanya kesal bisa-bisanya Leon marah karena siksaan dari orang lain.


Bukankah seharusnya Leon senang jika sudah ada orang lain yang menyiksa Tania, tapi sekarang Leon malah merasa tidak terima seolah-olah tidak ada yang boleh menyakiti Tania selain dirinya.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi, alarm ponsel Tania berdering di sana terdapat catatan bangun untuk mandi, memasak dan menyiapkan pakaian kerja tuan muda, Leon mulai mempercepat tempo permainannya setelah beres dan mengeluarkan cairan kental itu, Leon bergegas pergi karena takut Tania terbangun.


Tania terbangun dengan tubuhnya yang lemas, kepalanya pusing serta tubuhnya sedikit demam " apa karena hujan-hujanan ya" batin Tania, Tania mulai membuka matanya dan melihat sekujur tubuhnya ini penuh dengan tanda-tanda yang sudah tak asing lagi, di bawah sana pula terasa perih menandakan Leon menyetubuhi Tania dengan keadaan Tania yang sedang tidak sadar.


"Dasar keparat, bisa-bisanya memperkosa wanita yang lemah tak berdaya seperti ini" Tania mulai turun dari ranjang kecilnya lalu mulai mandi.


Ting!


" Tania hari ini libur karena di sekolah masih mengadakan rapat kembali mengenai ujian yang akan kita hadapi beberapa bulan lagi" Tania tersenyum senang karena mendapatkan libur, tapi tidak dengan kegiatan rumah yang tidak ada liburnya.


"terima kasih ya informasinya, tumben sekali jam segini sudah terbangun dari tidur" balas Tania.

__ADS_1


"iya nih aku masih saja khawatir karena Agam belum saja pulang" membaca pesan ini tentunya Tania heran padahal semalam Tania sudah mengatakan kepada Agam agar langsung pulang dan menemui Mona.


"coba kau cek lagi ke rumahnya sepertinya dia sudah berada di rumah" setelah mengirim pesan ini tania langsung mengenakan pakaiannya dan memilih untuk mempersiapkan bumbu bumbu untuk memasak.


 


Entahlah setelah mendapatkan pesan dari Tania Mona jadi semakin penasaran apakah benar jika Agam sudah berada di rumah, Mona langsung membuka pintu kamar balkon lalu melompati batas pagar beton yang sudah di jebol.


Mona langsung mengetuk pintu jendela kamar Agam yang terbuat dari kaca, lalu tiba-tiba tak lama setelah Mona menunggu akhirnya gorden pun dibuka, betapa senangnya Mona saat melihat sosok pria yang seharian ini tidak ia lihat.


Agam sama sekali belum tertidur karena masih memikirkan rencananya selanjutnya berhubung hari ini libur, karena terganggu oleh ketukan pintu Agam memeriksa siapa yang mengetuk pintu nya di pagi buta seperti ini.


"Agam!!" Setelah pintu terbuka Mona langsung memasuki kamar agam dan memeluk Agam erat-erat "hiks hiks hiks kamu dari mana saja sih tidak tahu orang sedang cemas ya" Agam membalas pelukan Mona dan mengelus rambutnya dengan perlahan.


" aku tidak kemana-mana kok, kenapa tiba-tiba datang?" Mona mendorong tubuh Agam kesal bisa-bisanya Agam bertanya kenapa dirinya datang ke sini, justru Mona datang ke sini karena rindu dengan pria yang beberapa belas jam lamanya tidak bertemu.


"kenapa sih kok tiba-tiba memalingkan pandangan seperti itu? Malu ya?" Mona langsung menatap Agam yang tengah meledek nya "hisss siapa bilang malu" Mona duduk di pinggiran ranjang sembari melihat Agam yang tengah sibuk menata alat tulisnya "sok rajin banget sih pagi-pagi begini belajar" sindir Mona " iya dong kita kan harus belajar di mana saja dan kapan pun, seperti belajar mencintaimu misalnya hahaha" Mona bisa mungkin menahan senyumnya agar tidak terlihat kegeeran.


Tiba-tiba Agam duduk tepat di samping Mona "selama ini, selama kita menjalin persahabatan kita tidak pernah melakukan sesuatu" Mona mengernyitkan dahinya tidak mengerti apa yang tengah Agam bicarakan " maksudnya gimana sih?" Tanya Mona tak paham.


"Mau melakukan sesuatu tidak?" Tawar Agam "Gam jangan aneh-aneh" Mona mulai paham akan maksud Agam "sekali-kali Mon, toh ga akan ada yang tau" Mona menggelengkan kepalanya dan akan bergegas pergi dari kamar Agam.


"Lo pasti juga mau kan? Udah ga apa-apa Mon" Agam memeluk tubuh Mona dari belakang dan mencium lehernya, merasa sudah terlanjur Mona membalikkan tubuhnya dan memandang Agam "yaudah sekali ini aja ya?" Agam menggelengkan kepalanya "Gam kita masih sekolah" tukas Mona saat Agam memegang pinggangnya dan mulai menurunkan piyama tidur Mona.


Agam tersenyum tipis melihat kepanikan Mona "tidak ada masalah bukan? Kita sudah dewasa Mona" Agam mendorong tubuh Mona ke tembok dan *******-***** buah dada Mona "kamu masih perawan kan?" Bisik Agam sembari melepaskan kancing baju Mona satu persatu "hiss masih lah" kesal Mona karena dalam kondisi tegang begini bisa-bisanya Agam santai.

__ADS_1


Tok tok tok tok


Tok tok tok tok


Bunyi suara pintu balkon yang di ketuk, Mona langsung mengancing kembali piyama tidurnya dan menaikan celananya yang setengah turun, Agam bersikap santai saja dan mencium bibir Mona sekilas "santai tidak perlu panik, duduk sana di meja belajar" pinta Agam yang akan membuka pintu balkon.


"Adek gue mana?" Tanya Alvin karena tadi saat akan meminjam laptop adiknya, adiknya sudah tidak ada di kamar, karena penasaran Alvin mengecek cctv terlebih dahulu dan mengecek adiknya itu keluar dari kamarnya dari jam berapa "tuh di dalem" Agam memperlihatkan Mona yang tengah berbalik badan.


"Heh Lo tau waktu nggak sih pagi-pagi buta begini ngapain ke kamar cowo" Alvin memarahi Mona "khawatir amat sih Lo, adek Lo engga apa-apa dia kesini karena kangen aja sama gue karena ga ketemu seharian" balas Agam yang menaiki ranjang sembari mengambil sebuah buku.


Memang ada benarnya dengan apa yang di katakan Agam adiknya ini memang tak akan pernah lepas dari Agam, bahkan sering kali merengek jika Agam tak menjawab telfonnya "iya sih ada benarnya juga, yaudah dek pulang" pinta Alvin "lagi cerita-cerita kak tanggung" kesal Mona yang merasa terganggu dengan kakaknya ini.


"Yaudah kakak pinjam laptop kamu ya, laptop kakak ketinggalan di kantor" Mona memicingkan matanya "makannya punya laptop tuh dua" sindir Mona "berisik!" Seru Alvin sembari berjalan pergi, Agam langsung menutup pintu balkon kembali dan menghampiri Mona yang terdiam membisu setelah kakaknya pergi.


Agam membopong tubuh Mona menaiki meja belajarnya "Gam" panggil Mona saat Agam berhasil melepas atasan piyamanya "hmm?" Jawab Agam yang masih melucuti pakaian Mona satu persatu "malu" Agam mengernyitkan dahinya sejak kapan Mona memiliki rasa Malu di hadapan Agam.


"Gausah malu" Agam menghisap dada Mona, jantung Mona pun berdegup kencang napas nya seakan-akan memburu karena hisapan lembut yang cukup nikmat, sembari menghisap buah dada Mona Agam membuka CD yang di kenakan Mona lalu memasukkan jari tengahnya "emhhh Ahhh" desah Mona yang membuat Agam tersenyum tipis.


Agam harus cepat-cepat memulainya sebelum Adanya pengganggu lain yang datang "sakit di awal tapi ga berkepanjangan kok, jadi tahan ya" Mona mengangguk sembari melihat kearah senjata Agam yang cukup besar.


"Ga masuk" keluh Mona karena kurang tekanan "Gam Sakit" sambung Mona saat Agam mulai menekan kuat, tak lama akhirnya keperawanan Mona pun berhasil Agam renggut, sebenarnya Agam sudah pernah berhubungan intim dengan pembantu rumah tangga, dimana pembantu itu yang bernama mba Yeyen baru bercerai dari suaminya waktu Agam masih SMP.


Agam saat sedang tidur di malam hari sering kali di hampiri oleh pembantunya itu dan di ajak berhubungan badan.


2tahun Agam melakukan itu sampai akhirnya mba Yeyen mengundurkan diri dan menikah dengan pria idamannya, sampai saat ini Agam belum pernah bertemu lagi dengan mba Yeyen.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2