CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 16


__ADS_3

malam ini Leon sama sekali tidak bisa tertidur, rasanya kepalanya hampir ingin pecah karena entah dari mana sebabnya tiba-tiba perusahaan memiliki skandal.


Levine pula malam ini sangat sulit dihubungi, ditelepon berkali-kali sama sekali tidak ada jawaban selain suara dari operator yang menyatakan bahwa pemilik ponsel sedang sibuk.


"sialan!! bisa-bisanya dalam kondisi seperti ini dia sangat sulit untuk dihubungi!" Leon berdecak kesal sembari melihat beberapa artikel-artikel yang tengah membahas perusahaannya, perusahaan Leon diklaim merugikan para investor padahal itu semua sama sekali tidak pernah terjadi.


yang ada perusahaan-perusahaan besar akan merasa diuntungkan Jika bekerja sama dengan perusahaannya "Tuan ini kopinya'' Tania menyodorkan kopi dengan perlahan bukannya mendapatkan ucapan terima kasih secangkir kopi panas itu Leon hempaskan di meja dan gelas beserta kopi panas itu pun jatuh menimpa kaki Tania.


"auwwh hiks hiks hiks hiks sakit! panas!" rintih Tania sembari melangkah mundur karena gelas yang jatuh pun pecah menjadi serpihan-serpihan beling yang berceceran kemana-mana "siapa yang menyuruhmu membawakan kopi ke sini hah! jika tidak saya suruh jangan membawakan apapun!" bentak Leon sontak Tania langsung menunduk apalagi kesalahannya.


padahal niatannya baik membawakan secangkir kopi untuk menghilangkan stres yang sedang melanda suaminya "maaf, niat saya tadi ingin membawakan kopi agar menghilangkan stress tuan Leon" Tania terduduk dan memunguti serpihan-serpihan gelas.


ketika Tania sedang memungut serpihan-serpihan gelas yang tajam dan kecil-kecil Leon menginjak tangan Tania hingga Tania meringis kesakitan, tangan Tania kini menancap di serpihan-serpihan gelas itu darah pula mulai bercucuran namun kaki Leon tak kunjung diangkat.


"hiks hiks hiks hiks, tuan sakit!!" Tania menunduk air matanya benar-benar deras menetes, kaki itu seolah-olah semakin menekan, beruntung telepon Leon berdering perhatian Leon teralihkan dengan suara dering telepon itu.


Leon melepaskan tangan Tania dari kakinya yang menginjak tangannya tadi dilihat layar ponselnya tertera nama Levine itulah orang yang sedang Leon tunggu-tunggu.


drrt drrt drrt drrt drrt


drrt drrt drrt drrt drrt


"maaf tadi saya banyak urusan jadi tidak sempat menjawab telepon'' alasan yang tidak lengkap serta tidak memiliki bukti membuat Leon benar-benar emosi bisa-bisanya asisten pribadinya ini pergi tanpa mengabarinya padahal malam ini niat Leon ingin meretas semua artikel-artikel yang mengganjal di matanya.

__ADS_1


^^^"banyak urusan kau bilang? sudahlah bereskan artikel-artikel itu Aku tidak ingin melihatnya lagi, serta buatlah somasi dengan perusahaan entertainment yang telah menge-judge bahwasanya perusahaan kita merugikan para investor-investor kalau bisa buat para investor-investor mengundurkan diri saja aku pun tidak merasa rugi jika kehilangan investor-investor yang tak seberapa itu" Leon berkata sembari melirik ke arah Tania yang masih memunguti serpihan-serpihan gelas dengan tangannya yang berdarah-darah.^^^


"justru kesibukanku tadi karena urusan masalah artikel-artikel ini, aku sudah mengurus kemungkinan perusahaan Wilson entertainment akan membuat berita lebih besar lagi karena perusahaan entertainment saingan kita menge-judge bahwasanya perusahaan kita memiliki latar belakang hitam yang kelam mereka berusaha menjelek-jelekkan perusahaan kita karena aku mendengar ada perusahaan baru yang kini sedang terbit" Leon tertawa sinis seolah-olah perusahaan yang baru saja terbit ini sedang menantang perusahaannya yang sudah puluhan tahun terbit hingga saat ini.


^^^"Apa nama perusahaan itu kurasa perusahaan kecil sepertinya tidak perlu bersaing dengan perusahaanku, tetap lakukan apa yang seharusnya dilakukan, besok saat aku pergi ke kantor Aku tidak ingin mendengar lagi mengenai skandal skandal yang mengganggu pendengaran telingaku ini'' Leon memutuskan sambungan teleponnya lalu meletakkan ponselnya seperti membanting di atas meja kerjanya.^^^


Tania baru saja selesai membersihkan lantai Leon langsung menghampiri Tania dan mencengkeram dagunya "cepat bersihkan tubuhmu!" Tania mengangguk dan bergegas memutar tubuhnya untuk cepat-cepat membersihkan tubuhnya dan juga membalut lukanya dengan perban.


rasa perih dan sakit kini menguasai tangan kirinya, Tania sudah tidak ingin menangis lagi cobaan demi cobaan ini hampir berbagai varian rasa ia rasakan "hueek huekk uhuk uhuk uhuk, sepertinya aku masuk angin deh karena hujan-hujanan" Tania mulai memegangi perutnya yang kini terasa tidak nyaman.


setelah semua sudah beres Tania langsung mengenakan lingeria yang diberikan oleh mertuanya beberapa hari yg lalu saat berkunjung pagi-pagi dan entah tengah membahas apa di waktu itu.


beberapa hari ini tidur dengan suaminya badan Tania rasanya seperti remuk hampir setiap malam Leon menyetubuhinya setelah pulang larut malam dari kantor ataupun setelah berkerja di rumah.


"maaf jika malam-malam begini aku mengganggu, Leon apakah bisa kita kembali lagi aku dan Raymond sudah bercerai, aku merasa tidak cocok dengan Raymond yang selalu membentak ku dan memarah-marahiku, Aku tahu kau sudah memiliki gadis itu tapi kita masih bisa kan menjalin hubungan baik" Leon membaca pesan itu terbesit rasa ingin kembali namun Leon merasa itu semua tidak mungkin dan sudah terlambat.


walaupun Agatha sudah bercerai dengan suaminya bukan berarti Leon bisa kembali lagi bersama Agatha, semua tak semudah itu Leon pula masih memiliki rencana yang harus dituntaskan sebelum memilih istri yang benar-benar diinginkannya.


^^^"Apa hubungannya perceraianmu dengan kau menghubungiku? lantas apakah kau dengan menghubungiku hubungan kita bisa kembali lagi? oh tentu tidak kita sudah memiliki kehidupan masing-masing jadi tolong jangan lagi mengganggu hidupku bukankah kau terakhir kali sudah pernah mengatakan bahwa waktu itu adalah terakhir kali kita memiliki hubungan tidak dengan hari itu juga dan sampai ke depannya'' balas Leon walaupun Leon masih mencintai Agatha tapi karena Agatha yang sudah menghianati cintanya mana bisa Leon menerima Agatha begitu saja.^^^


di balik teks percakapan itu Tania yang sudah menarik selimutnya tinggi-tinggi sudah tertidur dengan pulas mungkin karena sudah sangat mengantuk dan juga kelelahan karena bekerja seharian.


"bukan begitu maksudku waktu itu, bukankah kau tahu sendiri bahwa keluargaku tak menyetujui hubungan kita padahal aku lebih mencintaimu daripada Raymond, sebelumnya kan aku juga sudah pernah mengatakan bahwasanya aku dilamar oleh seorang pria tapi kau mengabaikan perkataanku itu jadi jangan salahkan aku di posisi ini Leon'' Leon sedikit tertawa dan menggelengkan kepalanya bisa-bisanya ada seorang wanita yang ingin sekali mengemis kembali bersamanya.

__ADS_1


Leon masih benar-benar ingat akan kata-kata Agata yang membandingkan Leon dengan uang, Agatha berkata bahwasanya Leon miskin dan tidak memiliki apa-apa sehingga tidak pantas dengan Agatha yang termasuk orang berpunya walaupun kenyataannya Leon lebih berpunya dan lebih segalanya daripada Agatha dan juga Raymond.


^^^"aku tidak menyalahkanmu justru aku bersyukur dengan begini aku bisa menilai dan bisa memandang mana wanita yang benar-benar tulus dan mana wanita yang benar-benar menginginkan uangku'' setelah balasan pesan terakhir ini Leon langsung mengeklik foto profil Agatha dan melihat rincian untuk memblokir nomornya dan menghapusnya.^^^


masa lalu biarlah berlalu jika terus diingat dan diungkit terus-menerus yang ada kehidupan Leon tidak akan tenang untuk masa depannya nanti, umur Leon sudah matang sudah seharusnya dan sudah sepantasnya memiliki anak.


bagi Leon karir sangatlah penting seorang istri baginya hanyalah pendamping hidup dan teman hidup untuk menemani dikala susah dan kesepian saja.


 


pagi-pagi Tania langsung bangun memasak dan menyajikan semua sarapan, pagi ini Leon dan Tania sudah duduk bersama di meja makan dan menyantap sarapan pagi tanpa pembicaraan apapun dan tanpa sepatah kata pun.


setelah menyelesaikan sarapan pagi pandangan Leon kini tertuju pada kedua buah dada yang terlihat begitu menonjol dan menantang karena seragam sekolah Tania yang begitu ketat "kemarilah!" Tania yang baru saja memasukkan sesuap sendok nasi ke dalam mulutnya pun terhenti dan memandang Leon yang tengah menyuruhnya untuk menghampirinya.


"iya ada yang bisa saya bantu?" tanya Tania entah masalah apa yang akan ia terima di pagi hari ini yang belum terpancarkan matahari, Leon menepuk-nepuk pahanya mengisyaratkan agar Tania duduk di pangkuannya.


Tania mengangguk karena jika menolak konsekuensinya lebih besar, berhubung Tania yang kecil dan mungil Leon seperti seorang ayah yang tengah memangku putrinya dan menyuapi putrinya padahal yang Leon lakukan adalah memperkosa gadis yang kini berstatus sebagai istri sahnya.


Leon menaikan rok sekolah Tania, Tania mengigit bibir bawahnya sembari memegangi meja makan, setelah Leon berhasil mendapatkan akses Leon langsung menurunkan resletingnya dan memasukkan senjatanya kearah pemilikan Tania melalui belakang.


rompi Tania Leon lepaskan hingga menyisakan baju seragam berwarna putih polos, segera Leon membukanya dan menghisap 2 buah dada kenyal besar yang Leon sukai.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2