
''kalau begitu setelah aku pulang ke Indonesia kabarkan saja kepada media bahwasanya aku masih hidup, dan kau akan memberikan santunan dan juga tunjangan dan dananya dariku'' Leon sebenarnya paham mengenai posisi Leo yang serba salah.
mungkin awalnya Leo ingin membuat perhitungan kepada wiromo saja namun karena ke fatalan yang dibuat olehnya membuat wiromo membunuh kedua orang tua Tania.
bahkan hartanya menjadi perebutan walaupun akhirnya kembali lagi kepada Tania dan saat Tania akan mengembalikannya lagi Leo tidak ingin sama sekali bahkan hartanya itu tidak ada apa-apanya dengan hartanya yang saat ini.
''nanti akan ku pikirkan masih beberapa bulan lagi kita akan pulang ke Indonesia, oh iya kakek selalu menyesal atas kepergianmu karena dia merasa bahwasanya karena perbuatannya kau jadi pergi meninggalkan rumah dan tak pernah kembali lagi sejak saat itu'' Leo tersenyum miris dirinya benar-benar teringat Bagaimana kakeknya menyiksanya ya walaupun siksaannya tidak seberapa dengan Apa yang dirasakan Leon, tapi tetap saja cara mendidik yang benar adalah dengan kata-kata yang lembut atau dengan bentakan-bentakan yang membuat takut tidak dengan fisik.
karena Leo tak menjawab Leon memilih pergi karena dirinya ingin menengok istrinya dan juga kedua anaknya.
''bagaimana sudah tidak terlalu sakit bukan?'' tanya Leon mengingat tadi di rumah sakit Tania sempat menangis karena tidak tahan dengan hisapan bayi yang terlalu kuat dan membuat Tania merasa kesakitan dan juga nyeri berdenyut-denyut ''tidak terlalu kok mas, oh iya Bagaimana jika keluarga Mas Leon suruh datang kemari agar kita bisa kumpul bersama-sama'' Leon menggelengkan kepalanya rencananya adalah di saat pulang nanti akan mengurusi masalah Leo terlebih dahulu masalah Tania itu belakangan ya walaupun menurutnya adalah istri yang harus diutamakan tapi setidaknya masih ada masalah Yang harus diluruskan.
''mereka tidak bisa kemari karena kita masih menyembunyikan identitas Leo sampai 3 bulan kedepan kita pulang ke Indonesia dan baru kita akan membongkar semuanya secara terang-terangan untuk memberikan tunjangan dan sumbangan kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan karena telah Mas Leon habisnya hawanya'' dirinya tidak ingin jika keluarganya ini semakin marah mengingat dirinya meninggalkan rumah karena berdebat dengan Leon waktu itu.
dengan usaha yang cukup sulit dan rayuan-rayuan yang Tania keluarkan semua jurus yang ada di dalam dirinya akhirnya Leon mau untuk menghubungi keluarganya walaupun sulit sebenarnya.
''Mas Leon update status aja ya?'' Tania tahu suaminya ini malu dan gengsi jika harus bersua telepon dengan keluarganya dan mengatakan bahwa anaknya sudah lahir jadi dirinya bisa memberitahukannya melalui media sosial.
Leon memfoto kedua kaki bayinya pada saat di rumah sakit kemarin, Iya lalu mengunggahnya di sosial media miliknya dan dijadikan insta story juga.
__ADS_1
..."welcome to the world my twin baby boys"...
baru saja beberapa detik banyak sekali netizen netizen yang berkomentar bahkan sampai membuat Leon langsung menonaktifkan ponselnya untuk sementara waktu.
"wow akhirnya baby twins boys launching juga congratulation CEO Wilson arganta semoga anak pak Leon bisa menjadi penerus dari perusahaan arganta dan dapat membanggakan nusa dan bangsa" komen salah satu followers Leon.
"wah aku sangat penasaran sekali dengan istrinya, setampan apa ya kedua putranya itu semoga saja cepat-cepat dikasih lihat foto istrinya dan juga kedua anaknya aku akan menanti itu" susul komentar dari followers lainnya yang lain dan sudah banyak sekali yang berkomentar di postingan Leon.
berbagai dari perusahaan mengucapkan selamat atas kelahiran bayi kembar itu sedangkan Tania yang membaca komen pun tertawa karena Leon menonaktifkan ponselnya tanpa melihat komentar-komentar yang ada di dalam sana.
dan akhirnya target yang ditunggu-tunggu pun tiba, Tasya dengan panjang kali lebar berkomentar di foto unggahan Leon Dan itu menjadi trending pertama komentar yang mendapatkan banyak like banyak.
ya walaupun tidak terlalu lama tapi rasa rindu ini tentunya ada di mana dulu hampir di setiap harinya Tania dan juga Tasya selalu bersama-sama dan bahkan tak jarang mereka sering membicarakan Agatha.
''Mas Coba aktifkan ponselmu, Tania ingin bersua telepon dengan Tasya'' baru saja mengaktifkan teleponnya sudah banyak sekali notifikasi panggilan dari keluarganya tentu saja itu rasa penasaran mereka untuk melihat bayi Tania dan juga Leon.
panggilan telepon kembali masuk segera Leon mengangkatnya dan di sana terdapat wajah ibunya yang sangat gembira dan juga bahagia akhirnya setelah berusaha menelpon berulang kali diangkat juga oleh putranya ini ''kenapa tidak telepon Mama kalau kamu sudah menemukan Tania dan juga anaknya coba-coba mana menantuku'' cecar Kirana dengan berbagai pertanyaan dan tentunya mereka video call tidak melalui ponsel melainkan melalui laptop yang disambungkan langsung ke televisi.
itu semua dilakukan agar kakek, nenek dan semua keluarga yang penasaran melihat langsung kondisi Tania dan juga bayinya ''sabar dong mah, yang ada setelah telepon tersambung tanyakan dulu keadaan anak mama ini bukannya malah menanyakan Tania''
terlihat wajah ibunya itu geram karena Leon sengaja mengulur waktu untuk memperlihatkan istrinya dan juga anak-anaknya ''sudahlah sudahlah dengan melihat wajah mu saja mama dan yang lainnya sudah tahu kalau kamu tidak kenapa-napa sekarang mana cucuku'' Leon tak memalingkan pandangannya dia masih meledek keluarganya itu yang sangat penasaran.
__ADS_1
entahlah tiba-tiba Leon mendapatkan sifat usil dari mana padahal selama ini Leon tidak pernah berbuat jahil seperti ini dan langsung to the point dalam menyampaikan sesuatu.
''tidak perlu melihat kedua bayi Leon lihat saja Leon ini mereka berdua mirip kok dengan Leon'' kata Leon sembari bergaya di ponselnya sedangkan Tania yang sedang menyusui bayinya hanya bisa menggelengkan kepalanya rupanya suaminya ini sudah memiliki perubahan cukup besar setelah ditinggal oleh dirinya beberapa bulan ini.
''Leon kami sedang tidak bercanda sudah mana mama dan yang lain ingin melihat kamu jangan membuat kami penasaran ya'' Leon langsung memutar ponselnya ke kamera belakang dan memperlihatkan salah satu bayinya yang sedang tertidur sedangkan bayinya yang sedang berada dengan Tania tidak disorotnya ''Ya ampun lucu dan manis sekali'' kata Tasya dengan nada sedikit bersorak-sorak karena turut bahagia atas kehadiran kedua ponakannya itu.
sedangkan Leo yang melihat dari ambang pintu kamar tersenyum tipis sudah lama dirinya tidak pernah bertemu dengan ibunya dan juga keluarga besarnya entah apa reaksi mereka nanti saat bertemu dengan Leo.
apakah akan senang ataupun akan seperti Leon yang emosi karena perbuatannya ini terlalu berlebihan ''lalu di mana Tania?'' tanya Riko Yang penasaran apakah wanita satu itu masih hidup ataupun sudah mati di tangan putranya sendiri.
''Dia sedang menyusui, kemungkinan Leon dan juga Tania akan pulang 3 bulan kedepan mengenai perusahaan Leon akan menyerahkannya kepada Levin'' kata Levine yang memutar arah kameranya ke wajahnya lagi ia memilih untuk mencari ruangan terbuka dan membicarakan mengenai hal lebih privasi agar tidak terdengar oleh Tania yang mungkin akan menyinggung hatinya.
Leon tak mungkin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, kesalahan yang membuat dirinya merasa sangat kehilangan sosok Tania yang begitu sangat perhatian dan peduli padanya.
''nanti saat mama dan yang lainnya ingin berbicara dengan Tania, Leon harap kalian tidak menyinggung mengenai kematian Tania yang tidak akan pernah terjadi, mengenai Leo mari kita ikhlaskan bersama-sama karena sudah ada penggantinya'' di saat semua sudah mulai akan setuju tapi tidak dengan kakek Leon yang menolak keras.
Leon sampai melupakan kakeknya yang benar-benar dendam dengan Tania karena kehilangan sosok Leo, tentunya kakek Leon ini merasa bersalah karena ulahnya putra dari anaknya pergi dari rumah dan saat kembali hanya tinggal jasad.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim tinggalkan votenya kakak dan like.
Bersambung...
__ADS_1