CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 38


__ADS_3

dokter Erna memeriksa tubuh Tania secara mendetail, sebelum USG perut, terlebih dahulu Erna membuka CD Tania dan yang Kirana lakukan menenangkan Tania sedangkan Leon bingung benda apa sebenarnya yang dipegang oleh dokter Erna yang bentuknya tak jauh berbeda seperti benda yang sering menjenguk bayi yang ada di perut Tania.


rasanya ingin bertanya tapi malu saat dokter Erna mengoleskan gel ke benda itu, Tania melirik ke arah suaminya dan jantungnya berdebar-debar benda itu mulai masuk berhubung benda itu kecil jadi tidak terlalu berasa berbeda dengan milik Leon yang benar-benar jumbo dan bahkan dulu pernah meminta saran agar saat berhubungan badan tidak nyeri dan bagian bawah tidak bengkak.


tapi yang dokter katakan hanya sering melakukan maka tidak akan terlalu sakit dan sampai saat ini belum ada solusi yang ada Tania hanya bersabar menolak pun tidak bisa, menikmati hanya awalan saja saat akhir pertandingannya menangis dan hampir menyerah karena Leon adalah pria yang lama saat sedang berada di ranjang.


bahkan waktu paling terlama adalah 3 jam di mana hanya ada beberapa istirahat setelahnya dilanjut dan ya Leon melakukan itu karena setelahnya ia bisa langsung tidur dan beristirahat tenang setelah melakukan pelepasan maka dari itu Leon selalu mengajak Tania berhubungan badan saat pulang bekerja.


dokter menggeser dengan layar monitor yang sama sekali Leon dan Kirana tak bisa membacanya mereka hanya diam dan melihat saja setelah itu beberapa menit kemudian dokter mulai mengeluarkan benda itu dan memasangkan kembali CD Tania.


pemeriksaan kini bergeser menuju perut di mana perutnya kini dibuka dan dioleskan oleh jel yang begitu dingin bagi Tania, setelah dioleskan dokter Erna menempelkan benda kembali dan menayangkan ke arah monitor di mana Di sana terdapat dua bayi yang saling berpelukan.


seketika Tania menutup mulutnya dan terharu karena kedua bayi itu sangat lucu di dalam perutnya, sedangkan Leon masih terpaku memandang kedua buah hatinya ''wah selamat ya keduanya berjenis kelamin laki-laki'' Seru dokter Erna.


Tania menangis terharu apakah ini sebagai pengganti dari kematian Leo di mana Tania akan melahirkan dua bayi sekaligus nantinya, tak dipungkiri Leon benar-benar senang saat tahu bahwa kedua anaknya ini akan menjadi pewaris ya nanti.


Riko dan juga Tasya yang mendengar di luar sana pun langsung gembira bukan kepalang siapa yang tak mengharapkan seorang anak laki-laki ''Baiklah akan saya cetak ya hasil usg-nya, jangan lupa setiap bulannya untuk cek bahkan kalau bisa 2 minggu sekali ya agar bisa dipantau perkembangan dedek bayinya di dalam sini oke?'' Tania mengangguk sembari menggenggam tangan Leon.

__ADS_1


dokter kini meminta Tania untuk duduk lalu mengecek tekanan darah Tania dan disusul dengan mengecek kedua *********** ''dokter cek ya ***********'' Tania mengganggu dan dokter Erna tentunya kaget melihat kedua ****** itu sudah bulat sempurna dan bahkan terlihat sudah siap untuk menyusui bayi padahal masih 4 bulan lagi bayi itu baru lahir.


kedua buah dada itu dipegang satu persatu ''nyeri?" Tania mengangguk ''tidak apa-apa namanya saja sedang hamil jadi persiapan untuk menyusui'' dokter mulai memencet perlahan dan keluar air susu Tania menggigit bibir bawahnya itulah yang disenangi oleh suaminya ''sudah keluar air susunya?'' lagi-lagi hanya dibalas dengan anggukan oleh Tania.


''deras tidak kalau keluar?" tanya dokter Erna sembari mengambil pompa asi ''Iya dok bahkan sampai sakit dan bengkak jika tidak keluar air susunya, baju juga sering basah'' tanpa basa-basi dokter Erna langsung memberikan arahan kepada Tania untuk belajar mengenai mengurus anak lebih awal.


''jadi begini dokter langsung berikan saja pembimbingan ya biar langsung paham jadi kalau air susu keluar dan masih terus menetes sampai membasahi baju caranya dengan memakai silikon seperti ini, dan ini ada bimbingan juga untuk memerah ASI nanti kan kamu tentunya akan disibukan dengan kegiatan sehari-hari kamu saat memerah ASI diusahakan untuk tidak kuat-kuat menekannya'' Leon memandangi buah dada Tania yang besar yang sedang dipompa di mana asinya mulai deras masuk ke dalam botol dot bayi.


''jika terlalu kuat maka yang keluar darah jadi perlahan tapi pasti dan asinya maka akan tetap mengalir, dan saat akan menyusui bayi nanti langsung oleskan ASI di seluruh aerola di area-area dekat Puti*Ng agar bayi langsung menghisapnya'' setelah mendapatkan penjelasan Tania langsung paham dan langsung menutup kedua buah dadanya yang memang sedari tadi sepertinya sudah menjadi incaran suaminya.


''mengenai perut yang kram itu tidak apa-apa itu hanya pembesaran rahim di mana semakin hari maka ya semakin besar ukuran perutmu karena ruang gerak bayi pun semakin meluas karena semakin besar'' dan setelah penjelasan itu selesai mereka berbondong-bondong pun pulang dengan suasana hati yang tenang.


tak disangka setelah kebungkamannya selama beberapa bulan ini ia langsung memberikan komentar.


"selamat untukmu, nanti bila istrimu akan melahirkan aku akan datang dan mungkin akan ikut mendampingi'' komentar itu langsung Leon balas Leon sebenarnya penasaran sebenarnya pria ini siapa sampai begitu peduli dengan Tania tapi tidak peduli dengan keluarganya.


"terima kasih atas kepedulianmu kepada istriku, tapi bukankah tidak baik jika tiba-tiba pada saat istri saya akan melahirkan Anda datang Anda kan bukan siapa-siapa'' balasan itu sebenarnya membuat CEO corporation sedikit tersinggung padahal Tania adalah wanita yang sangat ia kenal dan bahkan sering bertemu dulunya dan bersenda gura tapi karena tekad dari CEO corporation yang tak ingin memberitahukan identitasnya sebelum Tania melahirkan membuat CEO corporation ini sebisa mungkin menahan amarahnya karena perkataan dari Leon.

__ADS_1


keesokan harinya Leon berangkat menuju kantor bersamaan dengan Levine, tak disangka instastory yang dibuat oleh Leon semalam masuk ke dalam berita televisi dan menurut Leon itu terlalu berlebihan.


memang dirinya adalah CEO terbesar di negara ini tapi setidaknya beritanya jangan sampai selebay ini ''kau dan Yura berpacaran?'' dengan cepat Levine menggelengkan kepalanya jangankan berpacaran Yura diajak untuk berbicara pun susah ''kau ini kalau menebak Yang benar saja tahu sendiri sekretarismu itu ku ajak bicara pun susah'' kesal Levine karena Leon bertahun-tahun menjadi CEO sangat tidak peka dengan karyawannya sendiri.


di dalam lift mereka saling mengobrol mengobrolkan perihal Yura dan menurut Leon Levine sudah saatnya menikah dan tidak terus-menerus ikut dengannya tanpa mencari jodohnya sendiri ya walaupun Leon masih tak tahu jodohnya nanti seperti apa karena sampai saat ini Leon sudah mati rasa dengan seorang wanita.


sampai saat ini Leon sama sekali tidak memiliki rasa percikan cinta terhadap Tania, entah saat di ranjang ataupun di saat-saat Tania memperlakukannya dengan romantis tetap saja hati Leon menolak kehadiran wanita kecuali Leon yang benar-benar menginginkan wanita itu.


''Iya seharusnya kau ada usaha dong entah kau berbohong karena ada meeting dan mengajaknya keluar terserah mu lah yang terpenting kau ada usaha'' tumben sekali Leon memberikan saran biasanya Leon akan bersikap acuh tak acuh kepada asisten pribadinya ini.


tapi disini Ia seperti master penjomblang cinta berbicara seolah-olah sudah berpengalaman dengan percintaan padahal Leon hanya memiliki dua pacar seumur hidupnya pertama adalah Lidya di mana Lidya meninggal di Australia setelah kecelakaan mobil dan yang kedua Agatha yang kini tinggal di jeruji besi karena kasus penganiayaan terhadap adiknya.


untuk saat ini Leon pun tidak memiliki pelabuhan hati tapi dengan santainya ia menasehati asisten pribadinya, berbeda dengan Levine yang sering membawa wanita kesana kemari yang memiliki pacar lebih dari satu tapi saat ini Levine benar-benar tidak memiliki kekasih karena berpikir bahwasanya berpacaran seperti itu sehingga membuang-buang waktu.


ada satu nama wanita yang saat ini masih menjadi incarannya yaitu Yura marlasari wanita yang menjadi sekretaris dari Leon, wanita kampung yang tidak pernah neko-neko dan sangat sopan saat berbicara dengan lawan bicaranya.


maaf banget baru up karena kemarin lagi ada masalah dua hari di kantor polisi dan pengacara juga baru datang kemarin jadi sekarang baru bisa nulis lagi karena lagi ada waktu renggang mungkin besok udah nggak bisa up lagi dan up lagi besoknya mungkin jadi jangan lupa dukungannya dari kalian support kalian biar autor tambah semangat bikin novelnya selamat membaca😄🙂🙂

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2