
sore menjelang malam Tania masih tertidur dalam lelapnya setelah pulang sekolah tadi, tanpa Tania sadari Leon baru saja pulang dan tidak ada yang menyambut kepulangan Leon kecuali Agatha dan juga ibunya.
''di mana Tania mah?" tanya Leon yang mulai melonggarkan dasinya saat akan menaiki anak tangga ''sepertinya sedang berada di kamar Mama tadi belum mengeceknya karena sibuk di dapur dan baru saja datang karena belum ada masakan yang terhidang'' Leon mempercepat langkahnya menaiki anak tangga ingin melihat keseharian Apa yang dilakukan gadis itu di dalam kamar.
Apa karena keinginannya tidak dituruti sampai-sampai tidak mau keluar kamar dan melupakan kewajibannya sebagai seorang istri ''Tania!" seru Leon saat akan membuka pintu kamar dan Leon dikejutkan dengan Tania yang tertidur dengan posisi hanya mengenakan dalaman saja.
Leon yang tadinya ingin marah-marah seketika ia urungkan, kebetulan posisinya kini sedang kelelahan dan butuh belaian serta kehangatan dan butuh dimanja oleh istri kecilnya.
Leon langsung duduk di tepian ranjang melepas sepatunya terlebih dahulu lalu melonggarkan dasi dan melepasnya dari lehernya, dinaikinya ranjang yang super size itu dengan perlahan karena takut Tania terbangun.
Leon tersenyum kecil saat melihat perut Tania sedikit buncit menandakan bahwa hasil benih yang ia tanam berkembang baik di dalam sana, dielusnya perut itu perlahan sampai elusan itu turun dan membuka CD berwarna hitam bertali, disusul dengan bra yang di sana terdapat kedua buah dada yang Leon sukai.
''sshhss" desis Tania saat merasakan dadanya di hisap, Tania langsung terbangun dan melihat Leon sudah berada di atasnya "mas Leon sudah pulang? maaf Tania tadi lelah jadi ketiduran, Tania sediakan air hangat dulu ya untuk mas Leon mandi" ucap Tania dengan suara serak-serak basah.
''nanti saja'' ucap Leon yang akan memulai mengeksekusi setiap jengkal tubuh Tania "sebentar lagi waktunya makan malam mas, mamah pasti sudah datang" Tania menahan Leon yang membentangkan kedua pangkal paha mulus milik nya.
__ADS_1
Tania mulai memejamkan matanya saat batang jakar itu mulai menerobos masuk, saat berciuman Tania merasa merinding karena Leon *******-***** dadanya, Tania semakin merintih saat dadanya dihisap tiada henti sampai ujung putingnya bengkak.
sudah bukan hanya satu melainkan keduanya "mas sudah" tangan kanan Tania kini memegang kepala Leon sedangkan tangan kirinya memegang pydrahnya dan hendak melepaskan dari bibir Leon yang masih menghisapnya, usaha Tania sia-sia Leon malah dengan kuat menghisap kembali yang membuat Tania merasa sakit dan nyeri bercampur menjadi satu.
akhirnya Leon melepaskan Tania dan mengajaknya mandi ''sudahlah mandi sana'' Tania mulai beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi namun tak lama Leon langsung menyusulnya dan mengajak Tania untuk mandi bersama.
sedangkan di bawah Tasya tengah memanas-manasi Agatha yang asik bermain ponsel di meja makan ''Kak Leon dan Kak Tania lama sekali ya di dalam jangan-jangan ingin membuat dede bayi yang banyak lagi'' perkataan itu benar-benar membuat Agatha langsung melirik ke arah Tasya.
memang sudah terhitung Leon benar-benar lama berada di dalam kamar bersama Tania mungkin sudah hampir satu jam "jangan begitu dong mereka kan sudah menikah jadi tidak ada yang salah jika lama-lama di kamar'' akhirnya setelah lama menunggu Tania dan juga Leon turun dari peradaban.
''Maaf ya Ma tadi Tania tidak sempat bantu-bantu karena Tania ketiduran'' Kirana tersenyum dan mengangguk ''Iya tidak apa-apa kok Ya sudah ayo kita duduk lalu segera makan'' Tidak seperti biasanya di meja makan Leon terfokus dengan ponselnya sepertinya ada kepentingan mendesak yang membuatnya harus membuka ponsel di meja makan.
''Leon, ini di meja makan tidak seharusnya kamu bermain ponsel di sini dilanjut nanti ya ayo sekarang kita makan malam bersama-sama setelah itu mama akan langsung pulang nanti yang ada papa kamu marah lagi karena mama terlalu lama di sini'' Leon langsung menutup ponselnya terlihat Tania yang tengah sibuk mempersiapkan makanan untuk Leon.
Leon melihat di piring Tania hanya ada sedikit nasi dan sedikit sayur tak mungkin Tania mengalami diet ''kenapa makannya sedikit?'' tanya Leon yang merasa janggal biasanya Tania akan makan cukup banyak dan cukup lahap apalagi terdengar dari perkataan mamanya dan juga adiknya kalau Tania setelah pulang sekolah tidak makan siang melainkan langsung masuk ke dalam kamar dan tidur.
''tidak nafsu makan'' kata Tania dengan malas niat hati Kirana ingin menasehati namun melihat gerak-gerik Leon yang mulai peduli membuat Kirana mengurungkan niatnya ''tidak nafsu makan kamu bilang? makanlah dengan porsimu seperti biasanya jangan membuat saya memaksamu'' Leon merasa bahwasanya porsi makan Tania yang sedikit ini karena permintaan Tania yang tidak dipenuhi.
__ADS_1
hanya menonton bioskop seharusnya tidak sampai seperti ini ''kakak ini bagaimana sih tidak ada romantis-romantisnya seharusnya kakak bujuk dong dengan kata-kata yang lembut tidak memaksanya'' sindir Tasya ''Tasya jangan ikut campur, kalau kamu ikut campur dengan urusan rumah tangga kakak yang ada kakak tidak akan mengizinkan kamu tinggal di sini'' Tasya menelan salivanya dalam-dalam tidak mungkin dong Tasya pulang ke rumah lama yang ada tidak bisa bermain dengan kakak iparnya ini.
''ya namanya saja tidak nafsu ya tidak bisa dipaksa, Tania tidak ingin muntah-muntah lagi capek tahu'' keluh Tania ''kalau tidak ingin capek muntah-muntah ya jangan hamil dong'' desis Agatha mulai membuka percakapan yang membuat Tania langsung memandang tak suka ''kenapa Mbak? iri ya karena tidak punya suami dan tidak diperhatikan'' seketika Leon yang mendengar perkataan Tania dibuat kaget.
wanita ini rupanya sudah pandai melawan pelakor ''bukannya iri sih, tapi lebay dan nggak enak dilihat cuma karena perkara makan aja sampai harus di bujuk-bujuk segala memangnya kamu tuan putri, ingat posisi kamu dong di sini kamu hanya orang tidak punya yang menikah dengan orang kaya, dengan Leon menendangmu dari sini bukankah kamu sudah tidak memiliki apa-apa lagi dan menjadi gelandangan di luar sana?'' Tania yang mendapatkan kata-kata itu langsung emosi dan geram.
memang Agatha dan Leon 11, 12 bisa-bisanya menyerang dengan kata-kata yang selalu mengingatkan dengan kata posisi, memang posisi Tania sangat rendah tapi setidaknya kan Tania memiliki hati memiliki perasaan yang harus dihargai ''Agatha sepertinya perkataanmu terlalu berlebihan, kalau kamu mengingatkan mengenai posisi Tania seharusnya kamu lebih sadar mengenai posisi kamu saat ini, bukankah kamu di sini menumpang? saya juga bisa menendangmu dari sini dengan mengusulkan kepada suami saya bahwa kehadiran kamu di sini hanya menjadi benalu'' di meja makan ini yang seharusnya menyantap makanan dengan tenang kini sama sekali tidak ada yang menyantap makanan mereka malah berdebat mengenai Agatha yang mulai ikut campur dengan urusan rumah tangga Leon.
''loh Saya bukannya jadi benalu di rumah ini Tante, tapi seharusnya saya membuka percakapan di sini di mana Leon seharusnya berada di posisinya tidak perlu meratukan seorang wanita yang seharusnya sudah mati'' Tasya yang tidak paham dengan perkataan ini pun tidak bergeming ia masih menyimak akan apa yang dikatakan oleh nenek lampir ini.
sebenarnya ada apa dan rahasia apa yang disembunyikan dari Tasya hingga Tasya pun Tidak diberitahu sama sekali ''sepertinya kau harus menjaga ucapanmu di meja makan Agatha sebelum aku menendangmu dari rumah ini, bukankah aku sudah pernah mengatakan bahaslah di tempat yang semestinya tidak di meja makan'' Leon menatap Agatha yang mulai terdiam dan itu membuat Tasya semakin penasaran.
''maksud Kak Agatha mengenai kematian memangnya ada apa sampai Tania harus mati?'' selidik Tasya dan itu membuat Kirana panik bisa-bisa putrinya ini mencari informasi sendiri yang membuat pertemanannya dengan Tania akan hancur dan kondisi mereka yang saat ini saling support akan runtuh.
hal yang tidak diinginkan pasti akan terjadi cepat atau lambat jika Kirana tidak berusaha menutup-nutupinya ''bukan apa-apa sebaiknya kita lanjutkan saja makan malamnya'' Tania makan malam benar-benar sedikit hanya dua sendok saja Tania langsung minum dan menyudahinya.
Bersambung...
__ADS_1