
menjadi seorang asisten pribadi banyak sekali liku-likunya terkadang ada manis dan terkadang ada pahit Di mana manisnya hanya beberapa takar sedangkan pahitnya bertakar-takar dan tidak terhitung jumlahnya.
tak jarang memang Felix selalu menjadi bulan-bulanan atasannya ini jika sedang marah ''Baiklah kalau begitu besok saya akan terbang ke Indonesia, mengenai masalah di sini akan ada orang kepercayaan saya yang akan menggantikan saya sementara waktu Pak'' Leo menganggukan kepalanya lalu mengibaskan tangannya meminta Felix untuk pergi dari hadapannya.
sedangkan di negara lain seorang gadis kini tengah uring-uringan dan tengah marah-marah tanpa sebab ''emang ya punya Kakak tidak ada beres-beresnya memangnya tidak bisa ya menelpon dan berkata ini kakak ipar kamu sedang kangen denganmu, atau bagaimana kabar adikku sehat atau tidak wah lihat saja aku tidak akan menyapa Kak Leon jika pulang kecuali anaknya dan juga istrinya, sok-sokan pamer punya anak 2 tampan-tampan ayahku juga kan tampan bukan cuman Kak Leon saja memang aneh Kak Leon'' Kirana dan juga Riko yang sedang memantau putrinya dari CCTV pun tertawa terbahak-bahak memang kamar adalah privasi seseorang apalagi Tasya adalah seorang gadis.
tapi Kirana sengaja memasang CCTV agar bisa melihat sebenarnya putrinya ini berinteraksi dengan siapa saja dan pergaulannya bagaimana karena takut jika putrinya ini terlalu tertutup dan tidak terbuka oleh kedua orang tuanya mengingat pergaulan anak zaman sekarang itu sangatlah liar.
kasus yang sering muncul di televisi membuat Kirana juga takut walaupun CCTV itu sudah lama sudah belasan tahun di sana tetap menjadi teman setia Kirana untuk memantau.
suaminya memang terlihat tak perduli tetapi setiap putrinya beranjak dewasa pasti ada hal-hal aneh dan kebiasaan aneh Tasya setiap malam, seperti berdoa ingin punya Kakak baik dan juga berdoa agar Leon keduanya mirip Tasya itu benar-benar hal-hal unik yang sulit ditemui saat bersama dengan Tasya kecuali jika Tasya sendiri saja.
''Mama dan papa juga apa-apaan sih tadi bukannya membela putrinya malah diam saja dan tertawa-tawa harusnya sebagai orang tua yang baik itu membela putrinya ya walaupun putrinya ini nakal dan jahil tapi kan tetap anaknya dan walaupun Kak Leon anaknya Kak Leon kan sudah berumah tangga jadi tidak berhak dong mama dan papa membelanya wah kalau begini caranya Tasya harus mencari pembelaan awas aja'' Tasya melipat kedua tangannya di dada seolah-olah dirinya tengah membuat perhitungan besar-besaran jika kakaknya nanti pulang sedangkan Riko tertawa terbahak-bahak sembari memegangi perutnya yang buncit itu ya walaupun tidak terlalu besar namanya juga bapak-bapak badan sixpacknya hilang sudah jika istrinya masak makanan yang begitu lezat.
''lihatlah putrimu itu kelakuannya benar-benar sepertimu jika sedang marah denganku'' kata Riko yang masih tertawa terpingkal-pingkal ''ya namanya saja anakku jadi sikapnya harus sama denganku jika mirip denganmu yang ada dia akan dingin seperti Leon dan Leo kau tahu sendiri Leon Seperti apa sekarang dia selalu marah-marah dalam keseharian saat Tania tidak di rumah waktu itu dan bahkan selalu membanting-banting barang Kau kira aku tidak stress memiliki anak yang marah-marah sepertinya, bahkan tidak hanya marah-marah aku pun sampai mengelus dada Mas saat si pelakor itu dan anak baru siapa namanya ah iya Laura dia datang dengan tak tahu malu membelanjakan barang-barang untuk mama tidak suka dengan wanita yang terlalu murah seperti itu'' semakin diladeni istrinya ini malah berbicara semakin panjang lebar dan Riko memilih untuk mengakhiri percakapan dengan mengajak istrinya untuk tidur saja.
''Iya iya sudah sudah anak Mama Tasya memang mirip sekali sikapnya seperti mama dan Leon dan juga Leo memang seperti papa sikapnya sudah ayo tidur Besok Mama kan Ada arisan papa harus berangkat ke kantor kita tidak boleh kesiangan dong berangkatnya'' ucap Riko mengingatkan sontak Kirana yang teringat oleh arisan langsung buru-buru tertidur mengingat lagi Kirana adalah peserta yang menginginkan undian terakhir dan besok adalah undian terakhir di mana Kirana akan mendapatkan semua barang-barang branded termasuk tas mahal jam tangan serta aset-aset yang diperuntukkan untuk para ibu-ibu sosialita.
suaminya itu tidak merasa keberatan dengan istrinya yang selalu saja arisan dan bahkan berinvestasi di perusahaan-perusahaan kecil walaupun tidak menjanjikan tetapi memang istrinya ini sering membantu kalangan-kalangan bawah.
selagi itu membuat istrinya nyaman dan bahagia-bahagia saja jadi Riko mengizinkan dan tidak melarang-larangnya karena jika dirinya melarang melarang keinginan istrinya yang ada Rico akan kehilangan sosok istrinya yang manis dan juga ceria.
__ADS_1
untuk mendapatkan Kirana tak semudah yang dipikirkan bahkan Riko sampai jungkir balik untuk mendapatkannya dulu banyak sekali yang mengincar Kirana karena Kirana juga dari kalangan bangsawan walaupun tak sekaya dengan Riko.
Riko dulu terkenal dengan playboy cap kakap di mana selalu nongkrong di klub malam dan selalu bergandengan dengan wanita-wanita cantik di dalam kehidupannya tapi di saat melihat Kirana yang bekerja dengan statusnya yang sudah bergelimang Hatta membuat Riko merasa bahwasanya wanita seperti Kirana harus diperjuangkan tidak seperti wanita-wanita di luaran sana yang hanya menginginkan harta menghabiskan harta tanpa tahu susahnya mencari harta.
maka dari itu Riko mengejar Kirana mati-matian sampai-sampai Kirana menolak mentah-mentah beberapa kali dan akhirnya Riko bisa mendapatkannya berkat mendekati kedua orang tua Kirana terlebih dahulu Ya begitulah liku-liku dalam kehidupan Riko untuk mengejar sang istri.
keesokan paginya Tasya berangkat ke sekolah dengan sopirnya entah mengapa kedua orang tuanya sama sekali tidak mengizinkan Tasya untuk mengendarai mobil sendiri padahal Tasya sudah belajar mengendarai mobil dan bahkan akan pergi ke kantor polisi untuk membuat SIM tapi namanya saja orang tua yang khawatir dengan anaknya Kirana dan juga Riko tidak mengizinkannya sampai saat ini.
''dosen kita Pak Ibnu Sutowo berangkat loh'' kata Mona sembari memijat-mijat keningnya, Pak Ibnu Sutowo adalah guru paling pendiam tapi cukup menakutkan jika sedang marah apalagi jika sudah memberikan tugas itu benar-benar membuat kepala pusing tujuh keliling ''sepertinya Pak Ibnu Sutowo itu cocok denganmu deh Tasya karena kamu kan cerewet sedangkan Pak Ibnu Sutowo pendiam itu cocok sekali'' Tasya menarik senyumnya terpaksa bisa-bisanya kedua sahabatnya ini menjodoh-jodohkannya dengan dosen yang sudah memiliki istri ''begini saja deh tidak usah jauh-jauh dari Pak Ibnu Sutowo Mona mau tidak dijodohkan dengan Pak Bondan?'' Agam langsung tertawa terbahak-bahak.
Pak Ibnu Sutowo saja sudah tidak mau bagaimana lagi dengan Pak Bondan yang terkenal dengan ketegasannya dalam mendidik murid-murid yang ada Mona akan mati kutu jika hidup berdampingan dengan guru yang super duper tegas dan ketat.
''sudah deh jangan membahas seperti itu sebaiknya kita cepat-cepat masuk kelas daripada nanti kita malah terkena masalah karena telat masuk'' saran Tasya dan akhirnya mereka pun berjalan bertiga secara bersama-sama ya walaupun dengan posisi seperti biasanya Tasya menjadi obat nyamuk bagi kedua pasangan kekasih ini.
Mona meninggalkan Tasya untuk memberikan kode bahwasanya kekasihnya ini tidak sedang meliriknya dan tidak sedang mendengarkan percakapan mereka berdua.
''eh sepertinya berita di mading itu sedang gempar deh sebaiknya kita lihat saja Aku juga merasa sangat penasaran siapa tahu ini berita penting'' ajak Tasya dan langsung diangguki oleh Mona pada akhirnya ketiganya berjalan menuju Mading yang sudah seperti sekumpulan semut banyak mahasiswa dan juga mahasiswi yang saling dorong-mendorong saling berdempet-dempetan untuk bisa melihat isi dari mading tersebut.
sebisa mungkin karena badan Tasya yang kecil dan juga ramping ia berjalan menunduk menghalau pinggang-pinggang gendut seseorang yang ada di depan hingga pada akhirnya ia bisa berada di posisi paling depan.
karena tubuh Mona dan juga body Mona yang cukup besar jadi dirinya tidak bisa menerobos masuk dan memilih untuk menunggu informasi dari Tasya saja di luar bersama dengan Agam.
__ADS_1
...''halo kalian semua dosen terbaru di jurusan manajemen kini telah hadir menggantikan bapak Arman Hanis yang kini sudah pensiun dan tidak mengajar lagi, dengan kedatangan dosen Felix pranata Firmansyah bisa membuat kalian lebih semangat lagi dalam belajar semangat dan semoga pak Felix bisa memotivasi kalian untuk selalu mengerjakan tugas-tugas tanpa harus mengulur-ngulur waktu'' membaca berita itu membuat hidung Tasya gatal lalu menggaruk-garuknya dan memilih untuk pergi berita tidak penting semacam ini mengapa dikerumuni oleh banyak orang padahal tampangnya biasa-biasa saja dan masih gantengan juga Kakak dari Tasya sendiri....
''ada berita apa sih di depan?'' tanya Mona memastikan karena ekspresi dari Tasya biasa saja sedangkan ekspresi dari yang lainnya terlihat gembira karena berjingkrak-jingkrak seperti ada bantuan bansos saja di mana mereka akan mengantri dan merasa senang ''ada dosen baru tampangnya sih biasa-biasa saja tapi mereka terlihat amatiran sudahlah ayo kita ke kelas'' Tasya jalan terlebih dahulu disusul dengan Agam sedangkan Mona Yang penasaran ikut menerobos masuk dan meminta para mahasiswi yang tengah melihat mading untuk bergeser sebentar.
setelah puas Mona langsung berlarian menyusul kekasihnya demi ke sahabatnya yang akan memasuki lift ''kenapa lari lagi ke sini bukankah pria yang ada di mading itu tampan?'' Mona menggelengkan kepalanya saat kekasihnya ini menyindir perihal Mona yang kembali lagi ke mading ''tidak tidak tidak masih tampan pacarku ini kok Ya sudah jangan marah-marah ya sekarang kita naik ke atas lalu kita belajar oke'' Agam tak merespon ia masih terdiam saja sedangkan Tasya sebisa mungkin menahan tawa dengan membalikkan tubuhnya membelakangi kedua sepasang kekasih itu.
maklum selama ini Tasya tidak pernah berpacaran jadi jika melihat orang berpacaran dan juga marah-marahan seperti ini terlihat lucu biasanya mereka berdua akan bermerasa-mesraan memanas-manasi Tasya yang jomblo selama ini.
''duh panas nih AC di lift harusnya dikasih 5 biar nggak panas sampai berkeringat'' kata Tasya sembari mengibas-ngibaskan tangannya dan membolak kebalikan tubuhnya seolah-olah sedang cemas untuk membuat keadaan semakin keruh antara sahabatnya ini dengan kekasihnya ya walaupun tidak baik tapi perbuatan Tasya ini setimpal dengan apa yang dilakukan oleh kedua sepasang kekasih itu.
ibarat kata mereka berdua tidak satu lawan satu atau kalau kata gamers tidak saling by one melainkan bay two ''sudah dong Tasya jangan memperkeruh keadaan di saat yang tidak tepat seperti ini nanti setelah kita selesai pelajaran aku belikan nasi goreng deh'' Tasya memanyunkan bibirnya hanya nasi goreng Tasya juga bisa membelinya bahkan bisa meminta pembantunya untuk membuatkannya jadi untuk apa repot-repot meminta traktiran sebungkus nasi goreng ya walaupun ini sebuah sogokan tentunya Tasya harus menghargai.
''iya iya deh jangan lupa ya sama kopi starbucks-nya'' Mona mengacungkan jempolnya sembari tangannya masih melingkar di lengan kekasihnya sampai mereka keluar pun tangan Mona dan juga Agam masih bergandengan sedangkan Tasya yang berjalan di belakang kini asik bermain ponsel membaca grup yang membahas masalah-masalah tidak penting sih.
''Halah dosen biasa-biasa saja begini langsung viral, capek deh melihat sosial media aku penuh dengan beranda foto-foto orang ini'' Tasya dan juga Mona langsung masuk ke dalam kelas di dalam kelas hanya ada para pria saja sedangkan para wanita-wanita entah sedang ke mana keberadaannya hingga batang hidungnya tidak ada kecuali Mona dan juga Tasya yang baru saja masuk.
''bro di mana cewek-cewek yang lain?'' kata Agam sembari meletakkan tasnya dan dosen pula belum masuk ke dalam kelas ''biasa mereka-mereka kan sedang bahagia akan kedatangan dosen baru besok terlalu berlebihan mereka apalagi besok kita dikumpulkan semuanya di aula'' Agam memicingkan matanya memangnya siapa dosen itu sampai-sampai kedatangannya perlu disambut di aula.
Tasya yang duduk di paling belakang kini memilih untuk tidur sebentar ya maklumlah namanya saja anak sedikit malas belajar tapi dituntut untuk pintar, Tasya memang pintar tapi tidak terlalu pintar-pintar amat dan masih masuk ke dalam peringkat 5 besar.
Jangan lupa like jempolnya kakak 💞
__ADS_1
Bersambung...