
tepat di kediaman Leon Wilson arganta Tasya yang baru saja berbelanja makanan masuk ke dalam rumah secara riang gembira bahkan sampai lompat-lompat sangking gembiranya karena akan bertemu Tania.
''pagiku cerah matahari bersinar kugendong tas merahku di pundak, tapi sayangnya aku sudah tidak sekolah dan aku akan kuliah...'' Tasya bernyanyi-nyanyi dan pergi menuju dapur namun tak menemukan keberadaan Tania.
''duh anak gadis satu ini memang ya bukannya memasak untuk makan siang malah tidur-tiduran sungguh tidak baik'' gumam Tasya yang akan menyusul Tania di atas sana.
berjalanlah Tasya menaiki anak tangga sayup-sayup dirinya mendengar suara kakaknya sedang tertawa dengan wanita yang suaranya sudah bukan suara wanita yang biasa ia dengar seperti Tania contohnya.
'dengan siapa Kakak tertawa-tawa seperti itu'' batin Tasya mulai risau dan mulai melangkahkan kakinya untuk mencari Di mana keberadaan suara itu.
dilihatnya di ruang kerja kakaknya terdapat seorang wanita cantik yang bodinya seperti gitar Spanyol merangkul leher kakaknya mereka berdua seperti sudah sangat saling kenal.
perasaan Tasya semakin tidak enak Jika saja kakaknya berada di ruang kerjanya dan bermesraan lalu di mana keberadaan kakak iparnya, Tasya kembali menutup perlahan pintu dan akan pura-pura mengetuk pintu seolah-olah tidak melihat keduanya yang berada di dalam sana tadi.
tok tok tok tok tok tok
tok tok tok tok tok tok
''masuk'' seru Leon yang tak tahu sebenarnya siapa yang tengah mengetuk pintunya padahal hari ini tidak ada janji entah dengan kedua orang tuanya ataupun keluarganya jadi tidak mungkin Jika mereka datang dadakan seperti ini kemungkinan pasti adiknya kalau tidak penjaga gerbang.
''di mana Kak Tania?'' tanya Tasya dengan wajah datarnya biasanya ia akan menegur kakaknya jika berperilaku salah seperti ini tetapi ini hanya diam dan memilih untuk menanyakan Di mana keberadaan kakak iparnya saja ''dia pergi dari rumah ini kalau tidak ada kepentingan lain silakan kamu keluar dari ruangan Kakak'' kata Leon dengan wajah tak kalah datarnya.
brak!!
__ADS_1
pintu dahsyat tutup sekuat-kuatnya sampai mengeluarkan suara yang cukup kencang ''dia adikmu?'' Leon menganggukan kepalanya ''sepertinya adikmu tidak suka dengan kehadiranku di sini'' kata Laura yang merasa tak enak hati ''abaikan saja dia memang orangnya seperti itu'' Laura langsung mengambil tasnya dan hendak akan pergi.
''kamu mau ke mana Saya belum selesai membahas masalah kita'' Laura menghela nafasnya dan memegang pipi Leon dengan mesra ''aku harus pulang, kita masih bisa bertemu besok lagi, sebaiknya kamu suruh saja Tania pulang jika dia di luaran sana aku takut terjadi sesuatu pada bayinya nanti kalau dengan Tania aku tidak peduli tapi bagaimana dengan calon anak kita berdua itu'' Leon menggelengkan kepalanya dirinya sudah mengambil keputusan bahwasanya tidak ingin menarik ucapannya kembali.
''saya tidak akan menelan ludah saya kembali jadi biarkan dia keluar dari kehidupan saya untuk beberapa saat karena saya ingin memfokuskan tujuan hidup saya untuk kamu'' Laura tersenyum manis.
dan tetap memilih untuk pulang karena waktunya tidak tepat apalagi Tasya masih di rumah ini mungkin dirinya masih menunggu kakaknya turun dari ruangan.
tapi ternyata Tasya sudah tidak ada di rumah ini dan Laura pun pergi Leon mulai merasa kesepian biasanya di rumah akan ada Tania yang menghiburnya entah dengan kata-katanya yang tak berguna ataupun dengan celotehannya yang benar-benar luar biasa membuat kepala cukup pusing.
Rumah Leon ruangan yang sangat luas ini tak ada tanda-tanda kehidupan selain dirinya sendiri bahkan suara yang terdengar hanyalah AC.
untuk kedepannya mungkin tidak akan ada wanita yang menyambutnya dengan masakannya dan juga dengan senyumannya yang sangat begitu ramah.
Leon menghubungi rumah utama dan meminta koki untuk membuatkan makan siang dan mengantarkannya ke rumahnya 'mengapa sunyi sekali ya' Leon menghembuskan nafasnya dan merebahkan tubuhnya di Sofa.
di rumah utama Kirana yang sedang membaca baca buku kecantikan kaget karena koki menerima telepon dari Leon Untuk mengantarkan makan siang bukankah Di rumah sudah ada Tania seharusnya tidak perlu koki Untuk mengantarkan makanan.
''Pak jika sudah selesai masaknya nanti berikan saja kepada saya, saya akan mengantarkannya langsung ke rumah Leon'' koki itu mengangguk lalu memasak dengan begitu cekatan.
''Ada apa sih sepertinya tegang sekali wajahmu?'' Kirana mulai mengutarakan kegundahan hatinya setelah mendengar percakapan koki tadi bersama Leon ''boleh minta koki untuk memasarkan makanan dan mengantarkannya ke rumahnya padahal kan Di rumah sudah ada Tania jadi untuk apa meminta koki memasak di sini'' Riko tak bergeming dirinya malah asik bermain ponsel tanpa merisaukan kegundahan hati istrinya.
Tasya pula yang dihubungi sulit tadi memang Tasya berpamitan ingin ke rumah kakaknya dan ingin bermain bersama Tania.
__ADS_1
''Mama akan ke rumah Leon papa ingin ikut tidak'' tanpa menjawab Riko hanya menggelengkan kepalanya ''papa ini sama sekali tidak perhatian kepada calon cucunya jika terjadi sesuatu pada Tania bagaimana, apalagi tiba-tiba Leon berkomunikasi dengan rumah utama karena tidak ada yang memasak di mana perhatian papa apa saja nanti kalau bayinya sudah lahir dan papa ingin menggendongnya tidak akan Mama berikan izin'' marah Kirana sembari curi-curi pandang kepada koki yang akan siap menghidangkan masakannya.
''Mama ini apa-apaan sih jangan terlalu khawatir seperti itu, ibu hamil tidak selemah itu juga jadi jangan berlebihan papa juga dulu berpengalaman di saat Mama melahirkan Leon dan juga Leo ditambah lagi dengan Tasya anak terakhir kita.
keluhan mama hanya di awal-awal saja di pertengahannya tidak ada yang ada mungkin hanya merengek tidak jelas tapi tetap kan melakukan kewajiban Mama untuk memasak walaupun tidak boleh dan melakukan kegiatan sehari-hari yang Mama suka.
apa yang dikatakan Riko memang ada benarnya Tania juga tidak akan selemah itu tapi tetap saja ini aneh.
setelah masakan siap Kirana langsung mengambilnya dan bergegas akan berangkat bersama sopir namun tiba-tiba saja mobil Tasya datang bersama sopirnya.
di sana terlihat Tasya turun dengan menghentak-hentakkan kakinya lalu menghampiri ibunya ''kamu kenapa Tasya tiba-tiba pulang kok marah-marah begini? kamu habis dimarahi Kakak kamu atau bagaimana?'' tanya Kirana.
''mama tanyakan sendiri tuh pada anak tertua Mama bisa-bisanya Kak Tania diusir, Tasya bahkan sudah mencarinya ke sana kemari tetapi tidak ketemu juga'' benar saja apa yang Kirana rasakan sepertinya memang sedang tidak beres rumah tangga putranya ini.
''Ya sudah kalau begitu kamu ikut mama lagi ya ke rumah kakak kita akan menanyakannya bersama-sama setelah itu kita akan mencari Di mana keberadaan Tania'' Tasya mengangguk lalu menaiki mobil ibunya.
mobil Alphard ini adalah mobil andalan dari ibunya tidak seperti ayahnya yang mengenakan BMW sedangkan mobil andalan kakaknya adalah Lamborghini sedangkan Tasya menggunakan mobil Pajero sport.
mereka memiliki mobil masing-masing ya walaupun mobil cadangan banyak tetapi tetap saja mereka harus memilikinya satu-satu tapi bagi Leon satu tidak cukup selain mobil Lamborghini dia masih memiliki tipe-tipe mobil dengan harga selangit yang ia letakan di garasinya.
''Yang benar saja Kakak kamu bisa-bisanya mengusir Tania dari rumahnya?'' tanya Kirana memastikan takutnya putrinya ini salah tangkap dengan perkataan Leon ''mamaku yang cantik jelita Kakak ini sedang dekat dengan seorang wanita mungkin saja kan wanita itu menyingkirkan Tania dan mengusirnya dari rumah ini jadi setelah Tasya mengetahui Kakak bersama wanita lain Tasya langsung buru-buru pergi untuk mencari keberadaan Tania saat Kakak bilang Tania sudah tidak tinggal di sini lagi'' jelas Tasya panjang lebar agar ibunya mengerti dan tidak kembali bertanya padanya.
tak dipungkiri Tasya merasa kesal dengan perbuatan kakaknya yang terlalu berlebihan seperti ini sampai mengusir istrinya sendiri demi wanita lain.
__ADS_1
kakak yang baik tinggalkan like nya ya☺️😄
Bersambung...