
Kirana masih menangis duduk di koridor rumah sakit sembari membayangkan kenangan-kenangan dulu bersama dengan Tasya, entah mengapa hati Kirana benar-benar sangat takut kehilangan putrinya ini Putri satu-satunya dan kesayangannya, Putri yang selalu mendengarkan keluh kesahnya baik di dapur ataupun jika sedang keluar untuk sekedar berjalan-jalan.
jika Riko masih membayangkan hal-hal bodoh yang ia lakukan Kirana masih sibuk dengan pemikirannya yang sangat pesimis dan takut.
''dengan keluarga Tasya?'' seru seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang instalasi gawat darurat ''ya saya ibunya Dok bagaimana dengan kondisi anak saya? dia tidak apa-apa kan?'' Kirana langsung mencecar dokter dengan beberapa pertanyaan yang membuat dokter bingung ''jadi begini, kemungkinan besar terjadi perkelahian yang membuat tubuh nona Tasya mengalami patah tulang, di bagian lengan, kaki serta mata yang lebam karena mungkin terjadi pukulan yang cukup kuat sampai membiru'' hati Kirana benar-benar sakit padahal Riko sama sekali tidak pernah berperilaku kasar kepada putrinya tapi ini orang lain malah berperilaku kasar kepada putrinya.
''nanti akan ada polisi yang akan meminta
keterangan dari dokter mengenai hasil visum'' kata Leon yang menyusul kedua orang tuanya ini ''loh kenapa kamu di sini lalu Tania di atas sana bersama siapa?'' Kirana bertanya kepada Leon ''ada sahabat-sahabatnya yang datang jadi Leon memilih untuk meninggalkannya'' kata Leon yang tatapannya kosong tapi tidak dengan pikirannya yang memikirkan Bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini dan beralih dengan masalah yang lainnya.
bahkan Leon sangat jarang sekali mengurusi kantornya semenjak ayahnya menaruh Agatha di rumahnya, bukan hanya itu saja karena kedatangan CEO corporation yang sangat low profile membuat Leon kelabakan masalah terus saja hilir mudik dan tidak ada henti.
''Ada apa dengan Tasya, kondisinya sekarang tidak apa-apa kan?'' Levine datang dengan wajah paniknya, karena memang dirinya sibuk mengurusi kantor mengurusi perusahaan yang besar sampai kaget menerima kabar dari Leon bahwasanya Tasya habis dianiaya oleh Agatha.
sebelum Leon berkata Leon menghela nafasnya terlebih dahulu karena sangat sulit untuk mengucapkannya lagi ''kondisi Tasya cukup parah karena terdapat patah tulang di beberapa bagian tubuhnya, mengenai rekaman CCTV sedang dilaporkan oleh pengacaraku'' Kirana kembali menangis entahlah sekarang ini rasanya Kirana benar-benar emosi dan tidak ingin berbicara dengan suaminya yang menyebabkan masalah ini.
''Maaf Pak kami akan memindahkan nona Tasya ke ruang perawatan'' Leon langsung memberhentikan brankar yang di sana terdapat adiknya yang masih belum sadar dengan hidungnya masih terpasang selang oksigen yang membantunya bernafas ''bawa dia ke ruangan istri saya saja'' mendengar itu Kirana benar-benar setuju dan langsung ikut mendorong berangkat putrinya masuk ke dalam lift.
Riko selalu saja curi-curi panggang kepada istrinya yang sama sekali tak menganggap keberadaannya bahkan saat diajak bicara sama sekali tidak ingin menjawab sepatah dua patah kata pun seakan-akan mengajak Kirana berbicara sulit.
saat keluar dari lift brand car pun menjauh dengan beberapa suster yang mendorongnya sedangkan Riko dan juga Leon memperlambat langkah mereka karena ada hal yang ingin dibicarakan ''cobalah katakan kepada mamamu agar mau berbicara dengan papa'' kata Riko namun jawaban Leon hanya mengedikkan bahu saja menandakan bahwa Leon tidak tahu menahu mengenai solusi Bagaimana caranya mengajak ibunya berbicara.
__ADS_1
''jangan meminta bantuan kepada Leon, Leon sendiri pun bingung karena mama saja tadi sempat membuang pandangannya kepada Leon" Riko menghela nafasnya, rasanya sulit bernafas matanya seketika memerah saat melihat putrinya belum membuka matanya "sepertinya Mama mu akan memberitahu kabar ini kepada kakek mu" Leon mengangguk.
itu semua pasti terjadi, ibunya sangatlah cepat dalam memberitahukan masalah keluarga ini "Agam dan juga Mona pulang dulu ya nak, Tania dan juga Tasya butuh istirahat" ucap Kirana memberitahu dan Agam langsung mengiyakan "iya Tante, kalau begitu Agam dan Mona pamit ingin pulang" setelah bersalaman dan berjalan menjauh dari ruangan Tania, Mona dan juga Agam bertambah pusing dengan setatus Tania sebenarnya.
Tania berkata kepada mereka bahwasanya ia berkerja sebagai pembantu di rumah Leon, tapi perlakuan Leon kepada Tania sudah bukan seperti Majikan dan juga pembantu, melainkan seperti saudara.
mana ada seorang pembantu di rawat di ruang mewah, dan bahkan satu ruang dengan Tasya yang baru saja mengalami kecelakaan, keadaan Tasya yang seperti itu pun masih menjadi pertanyaan Agam dan juga Mona.
"mereka pasti memiliki hubungan keluarga" tebak Mona sembari berjalan beriringan "kemungkinan sih seperti itu namun Tania tak mau mengakuinya" dan di ruangan Tasya pun tersadar, Tasya menangis dan menggelengkan kepalanya "hiks hiks hiks hiks sakit!!" Kirana menghampiri Tasya dan mengelus-elus rambut putrinya "tahan ya sayang sabar, lukanya belum sembuh" Tasya masih menangis dan menjerit di sekujur tubuhnya hampir di penuhi dengan luka.
''ini semua gara-gara papa dan juga kak Leon yang menyuruh Agatha tinggal di rumah itu hiks hiks hiks hiks, Tasya benci papa dan juga kak Leon!!" triak Tasya sedangkan Tania masih dengan posisinya yang tidur di brankar dan melihat Tasya "iya ini semua salah papa, maafkan papa nak, secepat mungkin papa akan menangkap Agatha" Riko memeluk tubuh putrinya perlahan, Tasya masih menangis tersedu-sedu.
"hiks hiks hiks hiks papa jahat, kenapa papa melakukan ini hiks hiks hiks hiks, pantas saja Tania selalu menangis semua ini pasti karena papa kan!! karena kak Leon juga yang egois, papa dan kak Leon memiliki anak dan adik perempuan kenapa memperlakukan perempuan seperti itu hiks hiks hiks hiks, Tasya yang terkena imbasnya!!" Tasya masih histeris sebisa mungkin Kirana dan juga suaminya menenangkan putrinya ini.
putri yang marah karena kesalahan ayahnya, begitupun dengan kemarahan Kirana tadi yang sempat naik pitam, setiap kesalahan manusia ataupun seseorang pastinya harus di maafkan tetapi jika sudah seperti ini mungkin sedikit sulit untuk di maafkan.
malam menjelang, di ruangan ini hanya ada Tasya, Tania, ibunya dan beberapa pembantu wanita yang sedang bercerita-cerita, malam ini permintaan Kirana di rumah sakit yang menemani Tasya dan Tania hanyalah wanita-wanita saja, pria siapapun itu tidak boleh masuk kecuali dokter dan ketenaga kesehatan saja yang boleh.
Tania setuju, sangat setuju dengan begitu ia tidak akan melihat wajah suaminya yang menyebalkan lagi, mereka berdua tidak akan bertengkar dan berselisih paham lagi ya walaupun Tania lebih banyak di salahkan dari pada di benarkan.
......"laporan berita terkini mengenai kasus penganiayaan yang di lakukan oleh model ternama bernama Agatha kini tengah menjadi buronan karena dinyatakan kabur ke Amerika setelah pagi tadi menganiaya adik dari CEO Leon Wilson arganta, kejadian terjadi pada saat Pak Leon tidak ada di rumah karena sedang sibuk mengurusi perusahaannya, namun saat pulang ke rumahnya CEO Leon dikejutkan oleh terkaparnya adiknya di dekat tangga dengan beberapa luka yang cukup parah, tidak adanya pengawasan seperti penjagaan yang dialihkan ke rumah kedua orang tua CEO Leon, mengenai kondisi terkini dari adik Pak Leon belum bisa kami tinjau karena beberapa media tidak diperbolehkan untuk memasuki rumah sakit medical center off Wilson arganta" Tania mendengarkan berita itu dengan seksama.......
__ADS_1
ada rasa kekesalan dan kemarahan Tasya saat melihat dokumentasi dokumentasi foto mengenai rumah yang berantakan setelah kejadian, beberapa polisi berlomba-lomba menyelidiki kasus ini di mana mereka harus cepat dan harus tanggap untuk mencari Di mana keberadaan tersangka.
''matikan saja televisinya Tasya tidak ingin melihat berita-berita yang memberitakan Tasya'' dengan cepat Kirana langsung mematikan televisinya dan ya suasana ruangan ini menjadi hening tidak ada orang yang berbicara dan tidak ada yang terdengar kecuali hembusan nafas yang cukup memburu dari Tasya.
''sudah dimatikan kok Ya sudah sekarang Tasya istirahat ya jangan dipikirkan mengenai berita yang ada di televisi'' tak lama saat Tasya sudah mulai tertidur Tania sudah tertidur pulas terlebih dahulu, entahlah Tania sekarang ini gampang lelah dan gampang sekali tidur walaupun sebenarnya tidak semudah dan segampang itu untuk tidur.
tengah malam Leon kembali mengunjungi Tania untuk melihat kondisinya sebentar dan juga adiknya ''kenapa kamu ke sini nanti yang ada jika adikmu terbangun dia akan marah-marah jika melihatmu'' Leon menggelengkan kepalanya ''Leon ke sini hanya untuk menjenguk Tania saja sebentar lalu habis itu Leon akan kembali disibukan oleh pekerjaan Leon, mengenai Agatha yang melarikan diri kakek akan mencari nya sampai dapat'' setelah mendengar pernyataan dari Leon Kirana mengizinkan Leon untuk menjenguk Tania.
''sudah berapa lama usia kandungan Tania?'' Leon menggelengkan kepalanya memang Leon kurang perhatian mengenai usia kandungan Tania ''kamu ini bagaimana sih kamu kan suaminya seharusnya kamu lebih memperhatikannya bukannya malah bersikap cuek, nanti yang ada saat Tania akan melahirkan kamu tidak tahu lagi'' kata Kirana ''sudahlah Mama tidak perlu ikut campur, Leon titip Tania saat Tania diperbolehkan pulang nanti Tania akan pulang ke rumah mama karena rumah Leon masih dilakukan proses penyelidikan'' Leon berkata sembari mengelus-elus perut Tania.
mungkin ini sudah menjadi salah satu hobi Leon yang mulai menyukai perut Tania yang akan membesar ''kalau begitu Leon pamit ya Ma, kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi Leon'' setelah berpamitan pergi Kirana tersenyum simpul akhirnya putranya ini meleleh dan mencair oleh penghangat Yang semestinya menghangatkan kekeluargaan yang sempat sirna dan tak pernah ada di kehidupan Leon.
di kantor kini para karyawan-karyawan sembari bekerja mereka sembari membahas mengenai Tasya yang masuk rumah sakit karena kasus penganiayaan ''eh kurasa mantan istri dari Pak Raymond itu keterlaluan ya bisa-bisanya sudah tinggal di rumah Pak Leon sekarang malah menganiaya adiknya'' kata karyawan 1 dengan nada bicara yang tak suka dengan Agatha.
''ya otaknya itu di mana ya, lalu bisa-bisanya Pak Raymond dulu sangat mencintai Agatha yang menurutku biasa-biasa saja'' sebenarnya Raymond tidak ingin mendengarnya namun mau bagaimana lagi Raymond kan memiliki telinga jadi Raymond mendengarkan cerita dari mereka ''kalian di sini untuk bekerja bukannya malah mengerumpi seperti ini, kalian di sini digaji bukan untuk bergosip melainkan untuk dipekerja silakan lanjutkan pekerjaan kalian sebelum saya laporkan kepada Pak Leon'' ucap Raymond dengan tegas.
seketika para karyawan yang ditegur langsung melanjutkan kembali pekerjaannya walaupun dalam hati mereka sangat kesal dari mana kedatangan Pak Raymond padahal kan Pak Raymond tidak ada jadwal sibuk hari ini dan bahkan berangkat jam 9 pun masih bisa seperti biasanya Apa karena hari ini Pak Leon berangkat bekerja sampai-sampai Pak Raymond datang lebih awal.
''selamat pagi sekretaris Yura'' sapa Levin dengan senyuman manisnya ''selamat pagi asisten Levin'' balas Yura yang sedikit cuek ''apa Pak Leon ada di dalam?'' tanya Levine basa-basi padahal dirinya sudah mengetahui bahwa dari semalam Leon memang ada di kantor ''seharusnya anda tidak perlu bertanya dengan saya Anda pun sudah mengetahuinya bukan?'' Levin menggaruk kepalanya yang tidak gatal niatnya ingin menggoda Yura kini sia-sia.
bersambung...
__ADS_1