
''kita makannya nanti saja ya nek biar mereka makan dulu'' nenek Tania menganggukkan kepalanya, dirinya paham akan hati Tania saat ini yang sakit melihat suaminya bersama wanita lain.
ujian sekolah telah selesai dibalas detik-detik pengumuman yang akan ditempelkan di mading sekolah, Tania mau tak mau berangkat dengan posisi perutnya yang buncit ingin melihat apakah dirinya lulus dan berapakah nilai yang ia dapat.
''sebaiknya kamu tunggu di sini saja deh Tania, jika mereka semua melihatmu yang ada mereka semua akan salah paham'' Tania mengangguk walaupun dirinya bingung jika tidak turun pasti teman-temannya akan marah besar karena sebelumnya memang pernah ada seorang siswa yang kecelakaan dan tidak bisa beranjak dari tempat tidur namun saat pengumuman kelulusan Ia datang ke sekolah untuk melihatnya.
''heh di mana Tania itu jangan mentang-mentang dia ujian daring lalu tidak berangkat kita tidak terima dong dulu ada siswa yang tidak berangkat karena kecelakaan dia masih berangkat tuh untuk melihat nilainya dan hasil kelulusannya'' ucap salah satu siswi ''ya kalian tidak boleh dong berkata seperti itu mau dia berangkat ataupun tidak yang terpenting nilainya sudah tertera dan pihak sekolah sudah memberitahukannya'' kata Mona membela sahabatnya itu tapi Mona kalah suara karena teman-teman yang ingin melihat Tania itu lebih banyak daripada yang tidak ingin melihatnya.
Tasya pun turut membantu namun sama juga kalah Agam juga sudah hasilnya tetap sama ''udah gue tahu Tania ada di dalam mobil kan, suruh dia turun sebenarnya dia itu kenapa sampai-sampai sekolah secara daring kami tidak terima dong jangan mentang-mentang dia beasiswa dia dilakukan istimewa oleh sekolah'' mendengar teriakan-teriakan itu Tania yang berada di dalam mobil merasa takut.
yang ada di sekolahan ini akan terjadi pro dan kontra mengenai kehamilannya ini yang tidak diketahui siapa-siapa kecuali teman-teman terdekatnya saja.
Tasya, Mona dan juga Agam langsung buru-buru masuk ke dalam mobil dan meminta Pak sopir untung melajukan mobilnya, mereka tidak bisa berdiam diri saja di situ yang ada status Tania akan terbongkar di hadapan teman-temannya.
''maaf ya Jika aku menyusahkan kalian'' Tania menundukkan kepalanya dan melihat teman-temannya yang panik karena melindungi Tania ''kamu tidak menyusahkan kita kok justru kami senang kalau bisa membantu kamu Ya sudah sekarang kita pulang saja ke rumah lalu kita beristirahat sejenak dan menunggu pengumumanmu secara online saja'' Agam mulai menengahkan kerisauan Tania yang bisa dimengerti oleh mereka.
sudah lama Tania memang tidak pernah keluar-keluar rumah yang ada waktunya ia habiskan di dalam rumah saja ''tapi menurutku provokator Di balik semua ini adalah melodi hanya dia kan yang ingin reputasi Tania di sekolahan hancur'' ucap Mona yang sudah bisa menebak kalau ada dalang di balik demo siswa-siswi tadi yang menginginkan Tania turun dari mobil.
sedangkan di sekolah melodi yang membuat isu entah benar ataupun tidak didemo oleh teman-teman yang lain ''jangan-jangan melodi bohong lagi, sebaiknya kita tanyakan saja kepada melodi untuk lebih jelasnya daripada kita salah paham nantinya dan malah membuat pengumuman berubah dan membuat kita tidak lulus'' mereka semua mengangguk lalu secara bersama-sama menghampiri melodi dan juga Anya yang sedang duduk-duduk.
__ADS_1
mungkin pemikiran mereka senang karena Tania didemo oleh banyak siswa-siswi apalagi Anya mengetahui bahwasanya Tania sedang hamil dan itu pastinya seru jika diketahui oleh seluruh sekolah.
''heh lo berdua pasti bohong kan tentang berita Tania hamil'' sontak Anya dan juga melodi kaget karena mereka datang berbondong-bondong sembari melipat kedua tangannya di dada seolah-olah meminta penjelasan kepada keduanya.
''masa kalian nggak percaya sih sama kita, kalian pasti belum melihat Tania kan?'' Anya mulai menengahkan ke emosian mereka yang menginginkan bukti apa yang dikatakan oleh melodi dan juga Anya benar atau tidak.
tapi ekspresi wajah mereka berbeda seperti meminta penjelasan melalui bukti yang benar-benar real ada bukannya mengada-ngada.
''jelas kita tadi ngerasa bersalah lah sama Tania Karena tanpa bukti kita udah minta Tania untuk turun aja sekarang kalau omongan lo benar mana buktinya jangan bisanya nuduh doang dong'' semua mulai membuka suara agar kesalahpahaman mereka ini bisa diatasi melalui penjelasan Anya dan juga melodi.
tentunya Anya dan juga melodi saling pandang rupanya ekspektasi mereka benar-benar jauh Tania sama sekali tidak dirundung dan tidak dibully karena bisa menghindar dari teman-temannya yang lain.
''Baiklah kita akan memberikan waktu kalian sampai pengambilan ijazah nanti, kalau sampai pengambilan ijazah nanti tetap tidak ada bukti-bukti maka kami akan mempermalukan kalian di depan sekolah ini dan bahkan di media sosial bahwa kalian itu pembohong'' setelah persetujuan ini melodi dan juga Anya pulang bersama-sama mereka tengah sibuk memikirkan rencana Bagaimana caranya mencari bukti-bukti mengenai kehamilan Tania apalagi posisi Tania kini sangat berpengaruh juga dan sulit untuk menemukannya.
melodi sebenarnya kesal karena dengan entengnya Anya berkata akan membuktikannya dengan meminta renggang waktu, melodi merasa tidak yakin dengan perkataan Anya ''sebenarnya lo dapat berita dari mana sih tentang Tania yang hamil jangan-jangan lo ngada-ngada lagi'' selidik melodi.
''hello untuk apa gue mengada-ngada gue ini sepupunya dia jadi gue tahu dong tentang dia, gue juga udah pernah kok ketemu suaminya dia yang gue ceritain itu semua bener, udah deh tugas kita sekarang pantau Tania'' melodi melipat kedua tangannya di dada bisanya temannya ini menjerumuskannya kepada masalahnya sendiri.
''kudengar ibumu akan menikah apakah benar?'' Anya mengangguk sebenarnya Anya tidak mendukung pernikahan ini tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak ingin melihat ibunya merana dan lontang-lantung mencari nafkah sendiri jadi biarkan saja menikah dan kebutuhannya ditanggung oleh suami tidak mungkin kan Anya harus menjual diri ke sana kemari.
dirinya sudah cukup lelah hidup seperti ini bahkan tak jarang Anya didatangi seseorang yang rupanya suruhan dari pria yang pernah tidur dengannya.
__ADS_1
''kenapa kau mengizinkannya menikah kasihan ayahmu yang ada di penjara jika melihat istrinya sudah menikah lagi setelah bercerai'' melodi memberikan pencerahan ya walaupun melodi dan Anya 11 12 ''udah deh Ya Lo jangan sok suci juga orang tua gue juga punya kebutuhan jadi setelah masa iddah mereka akan menikah'' melodi tertawa nasib mereka berdua memang benar-benar sama tapi bedanya karena melodi kehilangan ayahnya yang meninggal di pesawat beberapa belas tahun yang lalu membuatnya merana.
merana tak ada tujuan untuk bercerita, ibunya pula kini sibuk dengan pekerjaan kantornya diikuti dengan ayah sambungnya yang juga sibuk.
kehidupan melodi hancur saat dirinya menginjak SMP, di mana di usia yang terbilang belia ia sudah mendapatkan kekerasan seksual dari asisten pribadi ibunya.
flashback on
''Romi Aku titip anakku ya, Aku akan pergi ke Australia'' kata ibu melodi.
''baiklah santai saja serahkan melodi padaku'' ucap Romi tanpa rasa beban.
tapi jarak beberapa meter setelah mobil itu pergi melesat melodi sudah ditarik masuk ke dalam rumah mewah.
''berapa umur mu sayang?" tanya Romi sembari membelai pipi melodi ''14tahun Om'' Romi mulai memangku tubuh melodi dan mengajaknya berbicara santai sembari tangannya sibuk menggerayangi tubuh melodi, melodi sebenarnya risih tapi dirinya yang polos hanya diam dan tidak melawan sama sekali.
pipi melodi di cium, melodi hanya tersenyum karena senang ''om kenapa tidak menjadi ayah melodi?" tanya melodi yang senang karena mendapatkan kasih sayang dengan pipinya yang di cium itu.
tekan tombol like nya kakak😋💝
Bersambung...
__ADS_1