
rasa bersalah ini membuat dirinya sangat dendam pada Tania yang notabennya tidak tahu apa-apa dan hanya menerima konsekuensi yang tak seharusnya ia dapatkan karena dirinya di sini juga korban.
''tapi jika kalian tidak bisa diajak untuk kooperatif maka Leon tidak bisa memberi tahukan kondisi Tania dan kedua bayi Leon sekarang'' Riko langsung memberikan pengertian kepada ayahnya agar menurunkan keegoisannya demi melihat kedua cucu mereka.
sebenarnya sikap kakek Leon ini seperti Leon yang kemarahannya tidak bisa diganggu gugat namun demi cincitnya tentu saja kakek Leon harus mau karena dirinya juga sudah sangat penasaran bagaimana wajah menggemaskan kedua bayi itu.
Leon langsung memutar kameranya ke kamera belakang dan memperlihatkan bayinya yang tengah tertidur di samping Tania sedangkan Tania tengah sibuk menyusui salah satu putranya ''Ya ampun sungguh menggemaskan dan sangat tampan sekali, apakah kalian sudah memiliki referensi nama untuk keduanya?'' karena nama ini sudah dia rancang lama sebelum Leon mengusir Tania dari rumahnya.
''mengenai nama itu masih dirahasiakan oleh Leon dan Tania jadi di saat pulang nanti Leon akan memberitahukannya jadi jangan kalian coba-coba untuk mencari alamat di sini, ini akan menjadi surprise dan kado terbesar untuk keluarga kita'' kata Leon yang membuat mereka semua penasaran sedangkan Tania yang tak tahu menahu mengenai nama merasa aneh mengapa suaminya ini tidak mengajak dirinya untuk p
berunding mengenai nama.
padahal Tania lah yang mengandung dan melahirkan jadi rasanya tidak adil saja jika nama anak mereka hanya Leon saja yang menentukannya tanpa persetujuan Tania.
''coba di mana Tania Mama ingin melihat Tania sudah lama ini tidak pernah melihatnya'' dengan perlahan Tania terlebih dahulu memasukkan buah dadanya yang tadi dihisap oleh anaknya karena tidak enak bukan jika video call dengan kondisi sedang menyusui seperti ini.
__ADS_1
''halo Mama dan papa serta keluarga yang lainnya bagaimana kabarnya?'' Tania bertanya sembari tersenyum manis sedangkan mulut anaknya yang ada di pangkuannya sedang menjilat-jilati bibir mencari susu ibunya ''kabar kami semua baik lalu Bagaimana dengan kabarmu semenjak kamu pergi kami jadi tidak tahu bagaimana caranya untuk mencarimu sampai akhirnya Leon menemukan sendiri'' Tania tersenyum tipis rasanya aneh tatapan Kakek Leon benar-benar tak suka padanya dan bahkan memilih untuk pergi meninggalkan layar laptop yang tertuju kepada keluarga besar tersebut.
melihat kakeknya yang pergi Tasya langsung mengambil formasi dan dengan bahagia dirinya menyapa Tania yang selama ini tidak pernah IA temui bahkan lost contact cukup lama walaupun beberapa bulan itu adalah waktu yang lama baginya.
''wow tidak kusangka sahabatku ini sudah menjadi ibu-ibu, selamat ya tenang saja aku nanti akan menyusul kok'' sontak mendengar kata-kata itu Riko dan juga Kirana langsung melirik ke arah putrinya sejak kapan putrinya ini mengenal pacaran bahkan untuk dekat dengan seorang laki-laki saja dirinya berkata pria itu apa sih lihat-lihat jadi Kirana dan juga Riko tentunya heran dong.
sedangkan Tania berusaha memalingkan ponselnya karena memang Tasya yang usianya tak jauh berbeda dengan Tania sedang beranjak dewasa di mana dirinya sering sekali berkata-kata yang tidak tidak hanya untuk menghibur saja sebenarnya walaupun tidak nyata.
''Apa yang kamu katakan tadi Tasya?'' Leon langsung menyambar ponsel yang ada di tangan Tania dan memandang layar ponselnya itu untuk melihat Tasya yang sedang kebingungan karena keluarganya menganggap serius perkataan Tasya apalagi usia Tasya masih sangat belia dan masih panjang dalam menjalankan pendidikannya kedepannya nanti ''anu Tasya tadi hanya bercanda saja jangan diambil hati deh ih gimana sih Kakak ini'' kata Tasya yang kebingungan setengah mati apalagi neneknya masih memandangnya dan tak berpaling sama sekali entah apa yang ada di pikiran neneknya apakah mungkin neneknya berpikiran bahwa Tasya ini sudah berani berpacaran walaupun sebenarnya sama sekali tidak pernah.
''hai Kakak ini bagaimana sih ponselnya banting saja sudah tahu di sini masih rindu dan ingin melihat Tania yang cantik serta anak-anaknya yang tampan tapi kenapa Kakak ini tidak pengertian sama sekali kepada keluarga, bikin Tasya kesal saja'' omel Tasya dan lagi-lagi keluarga Tasya hanya di jam sembari memperhatikan Tasya yang sikapnya semakin aneh.
Tania sama sekali tidak merasa aneh dengan sikap Tasya yang seperti ini karena pergaulan dengan Mona dan juga Agam pastinya terbawa pengaruh Di mana mereka akan menganggap semuanya santai dan tidak terlalu diambil pusing.
''dari kapan Tasya kamu banyak komentar lebih baik kamu belajar sana, kalau kamu tidak mau belajar maka jangan harap kamu bisa bertemu dengan anak Kakak'' Tasya menganggukan kepalanya dan setelah berbincang-bincangan itu akhirnya Leon mengakhirkan telepon.
__ADS_1
Tania yang tadinya terlupakan oleh nama bagi calon anaknya pun langsung menanyakannya kepada suaminya ''siapa nama anak kita jangan bilang masih ada marga Mas Leon'' namanya saja anaknya jadi harus menggunakan marga keluarganya dong tidak mungkin menggunakan marga orang lain.
''Iya mau bagaimana lagi nama ini sudah Mas Leon persiapkan dari jauh-jauh hari'' kata Leon yang masih sibuk bermain ponsel tanpa memandang istrinya ''memangnya siapa nama mereka?'' Leon langsung menatap Tania dan duduk di samping Tania ''Reyfan Wilson arganta widyantara dan juga Reyhan Wilson arganta pramanan'' Tania mengangguk setuju saja walaupun dalam hati kecilnya juga Sudah ada nama untuk kedua putranya tapi jika dirinya yang mengajukan nama dan tidak kekinian sesuai dengan kriteria keluarga besar Leon sendiri.
''Ya sudah tidak apa-apa lalu mengenai identitas Kak Leo bagaimana, apakah setelah kita pulang nanti semua akan terbongkar secara terang-terangan dan menyatakan kepada media massa bahwasanya kematian dari orang-orang yang dibunuh oleh Mas Leon adalah ulah Kak Leo atau bahkan kalian berdua'' Leon menggelengkan kepalanya sembari menatap langit-langit rumah ''ya semua tidak akan semudah itu dan lagi kita harus menutupi ini semua dari media massa tapi tetap saja kita akan memberikan tunjangan kepada keluarga yang ditinggalkan dan memberikan akses kepada mereka untuk menggunakan uang tunjangan untuk kebutuhan mereka sehari-hari dan mencukupi kebutuhan mereka'' melihat suaminya yang mulai bijaksana dan begitu baik Tania langsung menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya.
andaikan saja Leon dari dulu seperti ini jadi Tania tidak akan pernah merasakan kerasnya hidup dan penyiksaan tiada henti.
''ehem ehem ehem sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat deh'' Leon sebenarnya kesal dengan kedatangan Leo yang meledek seperti ini memangnya dirinya tidak tahu kondisi sedang apa dan bagaimana seharusnya mengetahui privasi dan tanpa menerobos masuk ke dalam kamar seperti ini ''sepertinya kau tidak pernah diajari sopan santun deh'' kata Leon dengan penuh kekesalan ''kenapa harus bersikap sopan santun ini kan rumahku sendiri kalau rumahmu baru kau bisa marah-marah seperti ini'' Leon menaikkan satu alisnya bisa-bisanya adiknya ini ingin membandingkan hartanya dengan harta Leo yang tak seberapa.
''jika hartamu hanya segelintir saja maka berkunjunglah ke perusahaanku agar kau bisa melihat-lihat bagaimana luasnya perusahaanku dan besarnya perusahaanku dengan memiliki anak cabang dimana-mana dan lagi kau belum mengetahui kan bahwa perusahaanku memasuki rekor dunia tidak seperti perusahaanmu yang hanya numpang tenar dengan perusahaanku'' mereka mulai berdebat sedangkan Tania melirik bergantian ke arah Leo dan juga Leon yang saling berbicara satu sama lain ''loh wajar saja dong perusahaan anda kan berdiri sudah lama apalagi dapat warisan tidak sepertiku yang membangun perusahaan sendiri sampai sebesar sekarang jadi jangan terlalu bangga deh kalau perusahaan masih diwariskan oleh keluarga kecuali jika anda membangun perusahaan sendiri tanpa bantuan keluarga itu baru membanggakan seperti ku contohnya'' mereka saling membanggakan dirinya masing-masing dan itu membuat Tania merasa heran untuk apa mereka membanding-bandingkan harta yang jelas-jelas harta itu tidak penting yang terpenting hanyalah keluarga di mana keluarga yang harmonis dan keluarga yang rukun dapat membawa kebahagiaan daripada harta yang saat ini membuat Tania trauma kehilangan keluarganya hanya karena harta.
tinggalkan like nya kakak
Bersambung...
__ADS_1