CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 54


__ADS_3

di kontrakan Tania tengah membereskan tempat tidurnya, saat membereskan tempat tidurnya dia melihat neneknya yang terbatuk-batuk.


''nenek nanti malam kita ke dokter saja ya sepertinya kondisi nenek semakin memburuk'' nenek Tania menggelengkan kepalanya Dan tersenyum ''nenek tidak apa-apa kamu jangan memikirkan nenek pikirkan diri kamu sendiri dulu'' kata nenek Tania dengan lembut.


''Tania kan tidak apa-apa nenek, yang terpenting kesehatannya nenek terlebih dahulu jika nenek kenapa-napa dan semakin parah Bagaimana, Tania takut itu terjadi nek'' ucap Tania dengan nada menasehati itu akhirnya neneknya ingin diperiksakan ke dokter.


Tania kembali memeriksa dompetnya itu pun cukup masih sangat cukup jadi sebisa mungkin selain mengirit Tania juga harus mengurangi pengeluarannya.


''kalau sekiranya ada uang yang benar-benar cukup Bagaimana jika kita pergi ke luar negeri saja, sebelumnya nenek mendengar cerita dari beberapa pembantu jika anak ini dilahirkan setelahnya kamu akan meninggalkan dunia ini nenek tidak mau itu terjadi jadi kita harus meninggalkan negara ini demi kehidupanmu dan juga anak-anakmu'' Tania terdiam sejenak apa yang dikatakan oleh neneknya memang benar Tania memiliki dua pilihan ingin tetap tinggal di negara ini dan melahirkan bayi ini lalu pergi selamanya lenyap dari muka bumi ini atau pergi ke luar negeri untuk menghilangkan jejak dan bisa hidup damai dengan keadaan dan bisa mengurus anak-anaknya.


apalagi Tania bisa bahasa Inggris jadi cukup bekal untuk mereka pergi dan bisa membuat paspor secepatnya.


''apa yang nenek katakan benar sebaiknya kita pergi dari negara ini Tania juga takut jika harus meninggalkan dunia ini dengan kondisi bayi Tania diurus dengan wanita pilihan Mas Leon'' tapi nenek Tania kembali meyakinkan Tania lagi dengan pilihannya yang lebih aneh dan itu pula sangat penting ''mengenai pendidikan kamu, apa tidak apa-apa?'' Tania menggelengkan kepalanya yang terpenting masa depannya bersama anak-anaknya saja itu sudah cukup.


''sudahlah nek tidak perlu dipikirkan yang terpenting nanti malam kita ke rumah sakit terlebih dahulu untuk memeriksa kondisi nenek setelah itu besok Tania akan pergi ke kantor imigrasi'' keduanya kini berpelukan saling menguatkan satu sama lain dan saling meyakinkan bahwasanya waktu-waktu sulit ini bisa mereka lewati secara bersama-sama.


mereka harus menghindari takdir yang begitu sulit, takdir yang begitu berat, semua orang pasti memiliki masalah tapi masalah yang dihadapi Tania ini cukup rumit sebisa mungkin Tania harus menghindarinya demi kehidupannya yang lebih baik kedepannya.


tak terasa sudah setengah bulan lebih Tania dilepaskan begitu saja tanpa pengawasan, banyak persiapan yang harus dilakukan Tania sebelum benar-benar pergi dari negara ini.


dari segi mental dan juga kesehatan benar-benar Tania perhatikan apalagi mereka akan menyesuaikan kehidupan di sana.

__ADS_1


pagi ini dipukul 09.00 Tania lepas landas meninggalkan negara yang penuh dengan sejuta kenangan dengan pesawat tujuan Italia.


tapi tiba-tiba setelah pesawat sudah berada di atas Tania langsung menangis meneteskan air matanya mengingat kenangan-kenangan menyedihkan bersama suaminya itu.


''sudah jangan sedih lagi kamu kan sudah memantapkan hati kamu untuk benar-benar meninggalkan negara ini jadi ucapkan selamat tinggal untuk masa lalu kamu'' Tania mengangguk yakin bahwasanya dirinya bisa melewati masa-masa ini dengan tenang.


sedangkan di sisi lain CEO dari perusahaan corporation tengah menghilangkan bukti-bukti mengenai kepergian Tania dari negara ini ke Italia agar tidak tercium oleh Leon.


Leon bahkan setelah kepergian Tania dari rumahnya sama sekali tidak pernah memberikan perhatian seperti mengirimkan seseorang untuk memata-matainya atau sebagainya.


Iya bahkan terlihat kesan tak perduli ya walaupun mendapatkan cecaran dari keluarga besarnya untuk mendapatkan Tania kembali lagi tapi Leon tetap bersikap santai saja iya sangat paham dengan sikap Tania yang ingin menepati janjinya.


tanpa Leon sadari berkat nenek Tania yang memberikan usul Tania kini sudah tidak terjerat lagi oleh janji itu dan memilih pergi meninggalkan Leon begitu saja.


di seluruh penjuru maupun pelosok di dalam negeri sama sekali tidak ditemukan jejak-jejak keberadaan Tania.


bahkan rekaman CCTV beberapa bulan yang lalu di beberapa titik jalan tidak ditemukan jangankan di titik jalan di rumah-rumah kompleks pun sama sekali tidak ada.


''kurasa ini semua ulah dari perusahaan corporation hanya perusahaan itulah yang bisa mengendalikan semua ini'' kata Leon saat sedang uring-uringan mencari Di mana keberadaan Tania ''ini semua juga salahmu karena membiarkan Tania pergi dari kediaman mu, keseharianmu tidak tenang bukan selama Tania meninggalkan rumahmu tapi kau mencoba bersikap santai saja karena kau gengsi dengan hatimu sendiri, Tania pasti sudah merasuki hatimu tapi kau tetap menolaknya walaupun dengan kehadiran Laura kau tidak akan bisa menerimanya'' kesal Levin yang kini sudah menikah dengan Yura dan bahkan ia seperti menjadi bapak-bapak yang menjadi penasihat bagi orang lain yang kehilangan arah seperti Leon ini contohnya.


''Kau tidak perlu banyak bicara mana mungkin aku mencintai gadis itu, bahkan untuk menatapnya Aku sama sekali tidak mau sudahlah kita cari perusahaan corporation itu ke wilayahnya apapun yang terjadi aku harus menemukan Tania karena hanya menghitung hari lagi ia akan melahirkan'' kata Leon dengan nada panik iya jelas Levine juga ikut panik toh dirinya juga akan menjadi calon ayah.

__ADS_1


di sepanjang perjalanan mereka dikagetkan dengan plang yang bertuliskan bahwasanya perusahaan dipindahkan Dan akan berhenti operasi di negara ini untuk selama-lamanya.


di sana pula sudah tidak tertera lagi di mana lokasi dipindahkannya ataupun petunjuk-petunjuk yang mengarah perusahaan itu akan pergi ke mana.


akhirnya Leon turun dari mobil dan mengamuk pelang benner yang ada di hadapannya hingga jebol.


Levine yang melihatnya tidak bisa menghentikannya itu adalah ke emosian Leon karena tidak bisa menjaga egonya dengan baik.


''sepertinya apa yang kau katakan benar Levin aku sepertinya mulai mencintai Tania, mengenai keseharianku yang risau padanya itu memang benar dan aku tidak mengerahkan anak buahku karena aku mencoba untuk tidak peduli dengannya tapi mengapa ketidak perdulianku ini malah membuat masalah besar'' Levin bertambah pusing kira-kira di mana Tania jika tidak ada di negara ini lantas di negara mana mereka bahkan sama sekali tidak menemukan petunjuk-petunjuk.


tiba-tiba Levine melihat ada seseorang di atas gedung kosong itu tengah memperhatikan mereka langsung Levine turun dari mobil dan berlarian masuk melompati pagar yang cukup tinggi ''di dalam sana ada orang yang tengah memperhatikan kita, kita harus cepat-cepat ke sana hanya orang itu saja yang bisa memberikan kita jalan menemukan keberadaan Tania'' Levin berlari sekencang-kencangnya disusul dengan Leon yang tak kalah kencang sembari menaiki anak tangga karena lift dan eskalator tidak berjalan.


rupanya pria itu mengajak untuk kucing-kucingan tak hanya ada satu pria melainkan tiga pria dengan sisi yang berbeda-beda.


Leon sangat paham dengan posisi ini mereka berdua tengah dipermainkan dan dengan cekatan Leon mengambil keputusan untuk mereka mengejar bersama-sama tapi kejaran itu hanya sebatas manipulasi saja pada akhirnya pasti akan ada seseorang juga yang akan membantu temannya ini yang dikejar dan salah satu dari mereka pasti akan tertangkap.


benar saja saat mereka tengah kejar-kejaran langkah Leon lebih cepat dan lebih tepat untuk menangkap ''jangan kau kira aku bodoh di mana bosmu itu menyembunyikan Tania brengsek!!" bentak Leon ''hahaha kau mencari Tania itu sudah terlambat cepat atau lambat setelah Tania melahirkan nanti dia akan menjadi istri dari majikanku'' Leon langsung naik pitam dan akan menghabisi pria itu namun ditahan oleh Levine.


Leon tidak bisa menghabisi pria satu ini Dia adalah kunci satu-satunya sebuah kejujuran yang membuat Leon bisa menguak keberadaan Tania.


jangan lupa like comment and votenya kakak untuk mendukung novel aku, dan Maaf banget ya Kakak kalau ceritanya menurut kakak-kakak yang lain kurang menarik karena memang ceritanya dibuat kalau lagi senggang aja 🙏😅

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2