CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 12


__ADS_3

saat sedang asyik bercermin dilihatnya ponsel yang masih terpasang oleh kabel data di mana ponsel itu tengah dicas 'sepertinya aku tidak perlu membawa ponsel ini, toh tidak ada penting pentingnya membawa ponsel' tania langsung mengambil dompet yang sangat bagus bawaan dari dress yang dibeli ini.


untungnya Tania dulu pernah menjadi miss you universe di sekolah jadi memakai sepatu hak tinggi Tania masih bisa walaupun belum dikatakan sangat mahir.


sesampainya di rumah Diandra lagi-lagi Tania hanya bisa terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi rupanya semua teman-teman ataupun sahabat dari suaminya sekaligus majikan ini adalah pengusaha dan orang ber punya.


tidak seperti Tania yang hidup miskin serta tak memiliki apa-apa selain dirinya sendiri "ingat jika di dalam nanti jangan terlalu banyak bicara jangan sampai kamu malah membuat saya malu di sini'' Tania mengangguk paham, Tania pula sadar dirinya di sini hanyalah seorang pembantu yang diperlakukan semena-mena hingga seumur hidup nanti.


baru saja turun dari mobil tiba-tiba ada seorang wanita cantik dengan kalung berlian yang bertengger di lehernya menghampiri Leon dan juga Tania "halo apakah kamu kekasih barunya tuan muda Leon?'' Tania melirik Leon dirinya bingung akan menjawab apa sedangkan Leon mengatakan tadi agar Tania tidak membicarakan apa-apa.


"bukankah tidak baik mencari tahu privasi orang lain, pergilah sebelum ku panggilkan satpam'' Agatha memasang wajah memelas dirinya pun masih belum bisa melupakan cinta pertamanya ini, pria yang sedari dulu selalu menomor satu kan dirinya ''Leon, apakah secepat itu kau melupakanku?'' sebenarnya Leon masih belum bisa melupakan Agatha namun Leon kini masih memegang teguh prinsipnya di mana dirinya sudah memantapkan hatinya untuk tidak kembali lagi dengan Agatha yang sudah jelas milik orang lain.


Leon menggandeng tangan Tania dan mengajaknya masuk ke dalam rumah mewah itu, saat digandeng tentunya Tania kaget ini adalah kali pertamanya Tania digandeng dengan hangat dan lembut tidak kasar dan tidak ditarik serta tidak cengkram seperti biasanya.


kalau boleh Tania ingin seperti ini saja, saat ini dirinya tengah tersenyum karena tangannya tengah digandeng namun tidak dengan orang-orang yang ada di sekitarnya setelah Tania dan juga Leon memasuki rumah mewah itu.


mereka semua khususnya para wanita wanita menatap tak suka pada Tania seolah-olah Tania adalah seorang wanita pelacur, tania baru sadar akan pandangan mereka semua saat ada seseorang yang menabrak tubuhnya secara sengaja dari arah belakang.


''siapa dia, berani beraninya kau membawa seorang wanita kemari bukankah aku sudah mengatakan jangan membawa seorang wanita ke pesta ulang tahunku'' tegas Diandra yang mendatangi Leon sembari menatap sinis ke arah Tania ''dia tunangan ku, mama menyuruhku untuk membawanya jadi tidak mungkin aku meninggalkannya'' perkataan itu seolah-olah memberikan teguran keras kepada Diandra bahwa ada benteng yang lebih kuat dari Agatha yang setahun lalu menjadi musuh besar Diandra.


saat ini bahkan musuh besarnya sudah menjadi tunangannya, yang masih Diandra fikirkan bagaimana bisa Leon menyukai gadis kemarin sore yang masih bau kencur, apa otak Leon sudah dicuci hingga tidak bisa membedakan mana yang sudah dewasa dan mana yang masih bocah dan kekanak-kanakan.

__ADS_1


''loh mana bisa begitu, siapa nama kamu!" Diandra melipat kedua tangannya di dada seolah-olah dirinya yang angkuh tengah menantang Tania dengan segala kekuasaannya, Tania menghirup nafas nya perlahan bingung akan menjawab apa ini adalah kali pertamanya menghadiri pesta yang besar dengan lampu yang gemerlap.


akhirnya Tania pun menjawab akan pertanyaan Diandra yang terdengar sangat menuntut ''nama saya Tania Tante'' Tania mengulurkan tangannya dan itu langsung di tepis kasar oleh Diandra, Leon tidak ingin membela Tania justru inilah yang ingin iya lihat.


biarlah semua media tahu akan Tania tunangannya, padahal notabennya Tania adalah istri Leon, semua ini Leon lakukan agar Tania memiliki banyak tekanan dan juga hujatan hujatan dari penggemar fanatik Leon "butuh uang berapa sampai mau tunangan dengan Leon? katakan aku bisa memberikannya tidak perlu bertunangan seperti ini, kamu kira saya tidak mengetahui bahwa kamu itu bukan orang ber punya, kalau kodrat nya sudah miskin ya miskin saja jangan menjual diri hanya karena harta! menyedihkan!'' raut wajah Tania pucat hati Tania benar-benar sakit, bukan karena uang Tania menikah dengan Leon melainkan karena balas dendam yang akan Leon bayarkan melalui dirinya.


''maaf anda tidak bisa membeli saya dengan uang, harga diri saya tidak bisa dibeli oleh uang'' ucap Tania sembari menahan air mata yang akan menetes di hadapan orang ramai ''ups, kamu bilang masih memiliki harga diri? lihatlah dirimu ini memakai barang barang branded KW, lalu mau di ajak pergi dengan om om hahaha'' tawa tamu pesta yang sudah berkumpul mengerumuni Tania.


drrt drrt drrt drrt


drrt drrt drrt drrt


Levin kini menyelamatkan Leon agar tidak membela Tania di depan umum dan sekaligus tidak menjatuhkan harga dirinya, Leon segera beranjak pergi dari sisi kedua wanita yang kini sedang berbicara.


Leon pergi keluar dirinya mengemudikan mobilnya sendiri begitu pun dengan Levine, rencana Leon dan Levine selanjutnya adalah mencari di mana keberadaan paman Tania dan akan membuat perhitungan dengan cara halus namun menghanyutkan.


harta yang dimiliki oleh adiknya Leon yang sudah dirampas oleh paman Tania tidaklah seberapa, jadi Leon tidak mengharapkan akan harta itu kembali padanya melainkan dendam nya, selama ini Leon menahan balas dendam nya karena dirinya sibuk mondar-mandir ke luar negeri mengurusi perusahaannya.


berhubung kini semuanya tengah senggang dan pekerjaannya tengah beres dan selesai Leon menyempatkan dirinya untuk bermain-main dengan orang-orang rendahan.


"letakkan mobilmu saja di apartemen ku tak jauh dari sini'' ucap Leon dari balik earphone, jika tidak satu mobil rasanya tidak enak keduanya sama-sama tidak bisa mengutarakan akan ide-ide mereka yang nantinya masih berkelanjutan.

__ADS_1


Leon ingin memberikan perhitungannya tidak secara langsung melainkan perlahan demi perlahan, siksaan demi siksaan mungkin itu akan menjadi hal yang menyenangkan dan permainan yang seru untuk dimainkan.


 


''permisi saya tidak bisa terlalu lama di sini'' Tania izin ingin berpamitan namun di halangi oleh Diandra dan juga teman-temannya seolah-olah Tania di sini adalah permainan ''apa? kamu mau keluar dari sini?'' Diandra mengitari tubuh Tania seolah-olah dirinya tengah meremehkan Tania yang tidak ada tandingannya dengan dirinya.


perasaan Tania semakin tidak enak Leon yang pergi entah kemana membuat Tania curiga bahwa ini adalah rencana dari pria satu itu, mata Tania berkaca-kaca hanya Tania lah di sini wanita yang masih berumur belasan.


Tania takut, benar-benar takut, air matanya bahkan akan turun, tiba-tiba beberapa orang pria yang berperut buncit mendekatinya sembari mencolek pipi Tania dan juga tangannya "tolong jaga tangan anda, jangan sampai pak Leon nanti yang akan mematahkan tangan anda'' ancam Tania dengan suara yang sudah bergetar.


" ulu ulu ulu kamu takut? Leon bahkan tidak akan membela mu karena sekarang Leon sudah tidak ada di sini, ayolah pria-pria di sini bisa mencukupi kebutuhan mu, kau tidak cocok dengan Leon bahkan kau lebih cocok menjadi pembantunya daripada menjadi calon istrinya hahaha'' mereka tertawa bahagia melihat pesta yang tadinya haning hanya ada suara musik kini menjadi tegang dan sangat seru.


tubuh Tania mulai didorong, Tania jatuh tersungkur di lantai dan tiba-tiba beberapa orang pria mendekati Tania dan merobek dress itu hingga Tania menangis histeris, Tania dilecehkan di depan publik bahkan banyak orang-orang yang mem video kan dirinya yang akan di raba-raba.


"hiks hiks hiks hiks jangan!!" Tania berteriak kencang hingga seseorang pria yang mendengar teriakan yang tak asing itu langsung menghampiri sumber suara, ya! Agam langsung melepaskan jaketnya dan menutup tubuh Tania dengan jaket.


punggung Tania terbuka karena di robek paksa, tania juga tidak tahu jika Agam ada di sini "apa yang kamu lakukan Agam!" bentak Diandra dengan nada emosi melihat keponakannya ini menyelamatkan gadis yang akan merebut pria yang ia cintai.


"dia teman Agam tante! tante masih memiliki akal tidak, tidak sepantasnya tante mempermalukan seorang gadis di depan umum seperti ini'' Agam membentak tantenya itu dirinya merasa tak terima jika sahabatnya ditindas seperti ini.


Diandra kini serba salah jika dirinya meladeni Agam yang ada akan berpengaruh kepada kedua orang tua Agam, jadi Diandra membebaskan Tania begitu saja daripada urusannya nanti semakin panjang.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2