CEO TAMPAN SEDINGIN ES

CEO TAMPAN SEDINGIN ES
Episode 43


__ADS_3

''maafkan mas Leon ya nek sikapnya memang begitu'' nenek Tania hanya mengangguk hal-hal seperti itu sudah menjadi makanannya sehari-hari dulu saat ikut dengan anaknya dan juga menantunya ''tidak apa-apa bisa dimengerti kok Tania, kira-kira berapa ya harga guci ini?'' Tania tidak bergeming pastinya mahal karena guci itu sudah lama berdiri di situ.


''jangan dipikirkan ya nek itu nanti menjadi urusan Tania saja sekarang kita sarapan pagi dulu'' saat hendak menyantap sarapan pagi Tania mencoba browsing di internet kira-kira berapa harga aslinya sampai-sampai Leon semarah itu padanya dan juga neneknya.


dan harganya benar-benar fantastis lebih dari 20 miliar, uang dari mana untuk menggantikan guci semahal itu, guci yang diturunkan turun temurun 'harus bagaimana ini tanganku sampai bergetar melihat harganya dan bagaimana cara menggantinya aku tidak memiliki uang sebanyak itu' selera makan Tania tiba-tiba hilang ia menyuruh neneknya melanjutkan sarapan paginya sedangkan dirinya pergi ke belakang rumah untuk menangis sejenak.


puas setelah menangis Tania langsung mengirimkan pesan permohonan maaf kepada suaminya walaupun tak ada tanggapan tapi Tania berharap bisa dimaafkan ya walaupun benar apa kata Leon tadi bahwa harga guci ini mahal tidak seperti harga dirinya.


sebelum mencuci baju Tania menyempatkan diri untuk mengerjakan latihan-latihan soal ujian setelah selesai ia langsung mencuci baju, mencuci piring dan juga membereskan segala penjuru rumah ini ''kenapa nenek mau bantu-bantu kok tidak boleh, kamu pastinya capek mengerjakan semuanya sendiri'' nenek Tania merasa tinggal di rumah cucunya ini malah menjadi beban saja.


''Tidak kok Nek sudah terbiasa Tania seperti ini, ya sudah ini sudah siang sebaiknya nenek tunggu di sini Tania akan memasak sebentar untuk makan siang takutnya Mas Leon pulang nanti belum ada makanan'' di siang hari ini Tania memasak makanan cukup banyak untuk menembus rasa bersalahnya ya walaupun tak sebanding setidaknya ini adalah sebuah usaha.

__ADS_1


setelah selesai memasak dan menghidangkannya di meja makan tiba-tiba bel pintu berbunyi segera Tania menghampiri bel pintu itu dan menyambut kedatangan suaminya ''selamat siang Mas'' melihat Leon bersama dengan wanita cantik Tania mematung sejenak dan langsung memundurkan tubuhnya beberapa langkah untuk memberikan ruang keduanya masuk dalam rumah.


'dia cantik sekali, apakah dia kekasih barunya mas Leon?' Tania tertegun melihat kecantikan dari wanita satu ini, dan saat mereka berbincang-bincang di ruang keluarga Tania langsung pergi ke arah dapur untuk meminta neneknya menunggu di dalam kamar saja ''nenek nanti makanannya akan Tania antarkan ke kamar nenek tidak enak soalnya ada teman Mas Leon'' dengan sangat penuh pengertian nenek Tania mengangguk dan menuruti perkataan Tania.


''halo perkenalkan nama aku Laura Zen Natalia'' Tania langsung membalas jabatan tangan itu dengan hangat ''namaku Tania Amelia Putri'' mereka saling tersenyum satu sama lain tapi tidak dengan Leon yang mungkin masih kesal dengan nenek Tania yang tadi tidak sengaja menjatuhkan guci mahal ''istrimu cantik dan juga manis, sangat imut berapa usiamu?'' tanya Laura dengan nada sedikit perlahan ''18 tahun mbak'' Laura langsung membelalakkan kedua matanya rupanya yang dinikahi Leon adalah seorang gadis belia yang seharusnya masih sekolah tidak mengurus rumah tangga seperti ini.


niatnya Laura ingin bertanya tapi jika di depan orangnya langsung tentunya tidak enak jadi Laura memilih untuk memendamnya sendiri, Tania makan siang dengan porsi yang sangat sedikit jika tadi pagi ia tidak makan siang ini ia makan hanya dengan beberapa suap saja setelahnya Tania menunggu Laura dan juga Leon pergi karena ingin memberikan neneknya makanan.


''nenek ini udah siang ayo makan'' seru Tania yang membawa nampan berisikan piring dan nasi lauk pauk di dalamnya dan juga membawa botol minum di tangannya untuk minum neneknya ''kamu sudah makan?'' tanya nenek Tania saat melihat Tania dengan perut besarnya itu menawarkan makanan kepadanya ''tentunya sudah dong Nek, ini makanannya Tania langsung tinggal ya karena Tania akan mencuci piring dan membereskan dapur'' sedangkan di ruang kerja Leon Laura dan juga Leon tertawa entah apa yang tengah ia bahas sampai-sampai tertawa tanpa beban dan Tania yang mendengarkannya tersenyum tipis.


''kita menonton film bagaimana?'' Laura setuju dan akhirnya mereka berdua menonton film barat yang disana terdapat adegan-adegan panas, sedangkan di bawah Tania yang telah selesai mengerjakan pekerjaannya memilih untuk beristirahat dan tidur siang sejenak untuk menghilangkan rasa lelahnya.

__ADS_1


lelah karena bekerja tanpa henti ditambah lagi setelah bangun tidur nanti harus mempersiapkan bumbu-bumbu untuk memasak masakan makan malam dan juga masih banyak lagi yang harus dikerjakan.


''Tania! Tania!" Tania yang tertidur di kamar neneknya sama sekali tidak mendengar suara panggilan itu sedangkan nenek Tania yang mendengar langsung membangunkan Tania yang mungkin sudah hanyut dalam mimpinya ''bangun nak, suami kamu memanggil nama kamu'' dengan sangat perlahan-lahan Tania bangkit dari tidurnya menghampiri Leon yang memanggil-manggil namanya.


''dari mana saja sih! buatkan saya satu kopi dan satu teh jangan lupa beberapa cemilan'' Tania mengangguk lalu mulai membuat pesanan dari suaminya itu ''sini biar nenek yang buatkan kamu sepertinya kecapean'' Tania langsung menolaknya ''jangan nek Tania masih bisa kok, sekarang nenek istirahat saja Tania masih bisa melakukannya semua sendiri kecuali Tania tidak bisa jalan'' ledek Tania dan itu berhasil membuat neneknya tertawa.


setelah satu kopi dan juga satu teh siap Tania langsung mengambil beberapa cemilan seperti kue kering dan juga kue basah seperti bolu dan juga cemilan basah lainnya.


''kamu cekatan sekali dalam melakukan sesuatu, maafkan nenek ya kalau dulu tidak bisa membelamu dari pamanmu sendiri'' hanya senyuman saja yang terpancar dari bibir Tania sembari membawa nampan itu ke lantai teratas.


sebenarnya rasanya tidak sanggup jika harus naik turun tangga berkali-kali apalagi ini ada dua tangga dan berlantai 3 ''ini Mbak dan Mas kopinya'' Tania meletakkannya di meja dan mereka dengan santainya menonton film sembari Laura bersandar di bahu suaminya.

__ADS_1


'dia adalah calon ibu sambung dari anak-anakmu jadi jangan merasa iri sudah ada jatahnya masing-masing, bersabarlah Tania sampai waktunya nanti datang' batin Tania yang mencoba menegarkan hatinya dan Tania kembali melanjutkan tidur siangnya.


Bersambung...


__ADS_2